Dapatkah Gunung Api “Mati” Menjadi Gunung Api Aktif

 

Gunung APi Aktif atau Tidak Tetap WASPADA

Setelah kejadian letusan gunung sinabung yang membuat para peneliti dan pemerintah menjadi was-was, kali ini kita cerpenkan sedikit apakah bisa gunung yang pasif itu menjadi aktif kembali. Kembali kita harus mendefinisikan bagaimana gunung itu terbentuk.

Gunung api dapat terbentuk dalam beberapa cara antara lain ;

Pergerakan antar lempeng ini menimbulkan empat busur gunungapi berbeda :
1.  Pemekaran kerak benua, lempeng bergerak saling menjauh sehingga memberikan kesempatan magma bergerak ke permukaan, kemudian membentuk busur gunungapi tengah samudera.
2.  Tumbukan antar kerak, dimana kerak samudera menunjam di bawah kerak benua. Akibat gesekan antar kerak tersebut terjadi peleburan batuan dan lelehan batuan ini bergerak ke permukaan melalui rekahan kemudian membentuk busur gunungapi di tepi benua.
3.  Kerak benua menjauh satu sama lain secara horizontal, sehingga menimbulkan rekahan atau patahan. Patahan atau rekahan tersebut menjadi jalan  ke permukaan lelehan batuan atau magma sehingga membentuk busur gunungapi tengah benua atau banjir lava sepanjang rekahan.
4.  Penipisan kerak samudera akibat pergerakan lempeng memberikan kesempatan bagi magma menerobos ke dasar samudera, terobosan magma ini merupakan banjir lava yang membentuk deretan gunungapi perisai.

Dari pembentukan tersebut pada intinya Gung itu dibentuk oleh lapisan magma yang membeku dan Gunung merupakan jalan keluarnya magma ke permukaan. Lalu mengapa bisa dikatakan Gunung Mati.

“Kalau gunung itu mati berarti dia bisa lahir Ya???? Hmmm terus kalau dia mati yang makamin siapa dunks?”

Gunung api sebenarnya tidak bisa dikatakan gunung mati ketika dia tidak lagi melakukan aktivitas vulkanisme permukaan yang nampak tapi hanya dapat dikatakan dia beristirahat saja. Cuman istirahat aja toh, semisalnya saya menilik dari blog dongeng geologi tentang kasus Gunung sinabung dimana Letusan terakhir dalam catatan sejarah, gunung ini meletus pada tahun 1600. Gunung yang memiliki ketinggian 2,460 m (8,071 ft) ini telah memuntahkan lava serta debu dan pasir volkaniknya ke udara pada tanggal 29 Agustus 2010 tengah malam pukul 00.10. Gunung – gunung yang beristirahat ini dimasukkan kedalam Gunung Tipe B, dimana pemantauan gunung tersebut tidak rutin. Kalau ada info yang tak tahu benar atau tidaknya kabar tersebut yang mengatakan Gunung Ungaran Aktif kembali sepertinya harus dikaji secara Ilmiah dahulu. Memang semua gunung bisa dapat aktif kembali tapi tidak semena mena kita menyebarkan info yang tak tahu asal usulnya. Apalagi yang mengatakan atau menyebarkan info tersebut hanya orang yang ingin memanfaatkan keadaan bisa bahaya tentunya.

kembali ke cerita apakah Gunung Api yang mati itu bisa Aktif lagi? Jawabanya tentu bisa lalu bagaimana kita mengatasi hal tersebut, ya harus bagaimana lagi kita harus belajar dari Gunung Merapi dan Gunung Krakatau, setidaknya perlu dilakukan pembelajaran mitigasi kepada masyarakat sekitar tentunya dengan bahasa yang dimengerti. Agar nantinya masyarakat paham betul akan bahaya dari Gunung Api yang meletus. salah satu Mitigasinya adalah pembuatan Peta Rawan bencana Gunung Api yang harus terus diupdate.

BAGAIMANA CARA MEMBUAT PETA RAWAN BENCANA

Pemerintah setidaknya harus menyiapkan hal ini dahulu terutama membuatkan peta mitigasi rawan bencana gunung aktif dan gunung yang bakalan aktif. Peta ini sangat dibutuhkan dan harus terus diupdate pasca letusan hal ini biar kejadian di Merapi tidak terulang lagi. Didalam peta ini berisi Zonasi wilayah yang aman atau tidak, nah bila didalam zonasi ini terdapat kawasan yang kurang nyaman ditinggali seharusnya perlu dilakukan sosialisasi sedini mungkin penanganan pertama kali yang harus dilakukan oleh masyarakat sekitar apabila sewaktu waktu terjadi sebuah letusan. Lalu bahaya yang bisa ditimbulkan oleh benda-benda yang dikeluarkan itu gunung api baik Laharnya, Lava, Awan panas, ataupun benda benda piroklastik hasil olahan Gunung api sebut saja kerikil Vulkanik, Abu Vulkanik, dsb.

SIAPA YANG LAYAK MEMBUAT PETA TERSEBUT?

Tentunya orang orang yang berkecimpung didalam permasalahan vulkanisme dan digabungkan dengan para ahli ataupun orang yang pakar didalam penanganan bencana. Tidak sembarangan orang yang harus membuatnya dan setidaknya mereka mengenal betul tingkah laku letusan gunung gunung yang akan mereka petakan. Jadi setiap gunungpun punya sifat yang berbeda antara gunung yang satu dengan gunung yang lain hal ini tak lepas dari tatanan geologi gunung tersebut.

 

CONTOH PETA RAWAN BENCANA

KLASIFIKASI GUNUNG API DI INDONESIA

Tipe A
Gunungapi yang pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.
Tipe B
Gunungapi yang sesudah tahun 1600 belum lagi mengadakan erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatara.
Tipe C
Gunungapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah.

lalu apakah kita bisa Mencegah Letusan???

Pertanyaan yang cukup Gila tapi harus saya jawab secara ilmiah, mencegah letusan gunung api saat ini mungkin yang baru dilakukan adalah meminimalisisr akibat letusan tersebut karena saat ini penanganan yang dilakukan barulah sebatas mengetahui tipe letusan agar masyarakat paham dan bagaimana erupsi yang dihasilkan dari gunung api tersebut.

sekali lagi hanya memperjelas Gunung api yang tidak aktif itu bukan gunung yang mati tapi hanya beristirahat tidak tahu kapan ia meletus lagi, kalaupun ada yang tahu pasti itu hanyalah sebuah informasi yang meresahkan……..

 

About these ads

10 Balasan ke Dapatkah Gunung Api “Mati” Menjadi Gunung Api Aktif

  1. Pas mengatakan:

    saya lebih suka pengkategorian gunung api dalam wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Volcano); yakni:
    a. Active Volcano
    b. Dormant Volcano
    c. Extinct Volcano

    Nah, keunggulannya adalah pengkategorian tipe ini lebih masuk akal dibandingkan pengkategorian gunung api diatas, dimana tipe A dan tipe B diseparasi dengan datum tahun 1600. kalo ada paper tentang mengapa tahun 1600 dijadikan datum tolong dibagi ya.

    Dalam pengklasifikasian ini, extinct volcano lebih layak diartikan sebagai gunung api “padam” ketimbang gunung api “mati”. Layaknya sebuah lilin yang padam, hanya membutuhkan “trigger” untuk menyala kembali.

    Saya juga heran, berdasarkan teori tektonik lempeng, selagi subduksi masih berlangsung ya magmatisme juga pasti akan aktif.ckckckck.

    oia, untuk tipe gunung api berdasarkan tanda2 kegiatan masa lampau juga mesti dibedakan antara yang punya kaldera purba dengan yang hanya punya manifestasi berupa solfatara, fumarol, dll.

    ini semuanya hanya pendapat saya,
    seorang manusia yang mencoba mengetahui 500 juta tahun dari 4,5 M umur bumi

  2. Anak Betawi mengatakan:

    Bang Syawal : Bang istilah busur gunungapi ntu menurut ane lebih cocok ame lingkungan gunungapi kalo yang udah ane baca2, karena setau ane kalo busur gunungapi mah ntu salah 1 lingkungan gunungapi, jd kaya gini lingkungan yg no.1 lingkungan busur kepulauan vulkanik. 2. lingkungan kontinental & 3 linkungan oseanik. Nah buat yg banjir lava ntu merupakan salah satu bentukan gunungapi Bang, bukan lingkungannye, kl lingkungannye cm 3 yg ane tw dr USGS.

    @ Bang Pas : Bang menurut ane tidaklah masalah utk istilah pembagian kategori klasifikasi. Dg sistem yg ada skrg atau dengan sistem yg umum di dunia, toh itu sm aja asal penangannye saat terjadi bencana pemerintah kite tanggep.

    Setau ane kenapa PVMBG mengambil datum pada tahun 1600, itu berdasarkan data yg ada awalnye pada tahun ntu, krena dulu yg awal kali yg nyatetin secara ilmiah itu orang2 Belanda bang. kl papernye ane juga belum pernah baca tch, ane pernah baca di Buku Data Dasar Gunungapi Indonesia, disitu ada sejarah pencatatan aktivitas vulkanik, dimulai pd tahun 1600an.

    Oya Berdasarkan teori tektonik lempeng, selagi subduksi masih berlangsung ya magmatisme juga pasti akan aktif, tapi kaga selalu terjadi erupsi, soalnye sebuah gunungapi untuk melakukan erupsi itu membutuhkan energi, jd pd saat dormant dia mengumpulkan energinye dulu didalam dapur magmanye, nah baru setelah energi tekumpul banyak, trus tekanannye semakin gede, baru akan terjadi letusan.

    1 lagi, bang pas boleh nanya kenape ente pengen ada pembedaan buat tipe gunungapi berdasarkan tanda2 kegiatan masa lampau, kaya antara yang punya kaldera purba dengan yang hanya punya manifestasi berupa solfatara, fumarol, dll.

    Makasih..

    • Pas mengatakan:

      Yang pertama, tidak ada masalah bagi geologist. tapi sangat bermasalah bagi masyarakat awam. Kembali ke judul: istilah “gunung api mati” itu sangat menghamburkan pengetahuan masyarakat awam tentang makna sebenarnya. Kalau anda membeberkan pengertian bla3 tentang gunung api mati secara geologi pasti mereka akan tertidur dengan pulas; hal ini telah saya buktikan sendiri sewaktu KKN. seperti ada peribahasa ” The great paper comes from the great tittle”. Kebanyakan masyarakat awam hanya peduli dengan judulnya, “saya tinggal di gunung api tidak aktif atau mati (titik), kalau nanti aktif pemerintah akan saya tuntut habis-habisan”.

      “Dg sistem yg ada skrg atau dengan sistem yg umum di dunia, toh itu sm aja asal penangannye saat terjadi bencana pemerintah kite tanggep”. Tanggep membayar ganti rugi korban bencana? Ingat…dalam kebencanaan yang paling penting sebenarnya adlah tahap pra bencana. Dalam hal ini, geologist sebenarnya harus aktif dalam tata kota dan mengadakan penyuluhan tentang bencana dan mitigasi di daerah itu. Pra bencana beres baru pasca bencana kita tidak kewalahan. Pemerintah dalam menanggapi merapi kemarin ibarat belajar SKS (sistem kebut semalam).

      Yang kedua, anak betawi telah menjawab sendiri…apakah datum 1600 yang digunakan ketika belanda memetakan itu masih dianggap layak kita gunakan sekarang? mesti diperbaharui toh? masakan sekarang kita punya gravity, seismik, dan alat2 geofisika super canggih namun masih menggunakan data tahun 1600? sedangkan untuk tugas kuliah saja kita sudah kaga menyadur buku2 tahun 1600.Maksud saya,dengan memanfaatkan teknologi yang ada sekarang (khususnya geofisika) mungkin sistem pengklasifikasian bisa lebih sesuai.

  3. AAL mengatakan:

    KITA HARUS WASPADA KARENA G. MURIA JUGA PERNAH MENJADI GUNUNGAPI AKTIF, YANG ERUPSINYA KAPAN BELUM DIKETAHUI

  4. Anugrha13 mengatakan:

    bisa aja…
    karena pada saat gunung itu sedang tidak aktif itu bukan mati tapi status nya hanya turun menjadi type dormant. nah bisa jadi setelah gunung ini aktif kembali akan menjadi sangat aktif…

    blog walking yah…tengkyu…

  5. syawal88 mengatakan:

    hmmm untaian seru dari perdebatan antara PAS dan Anak Betawi, tapi hakikatnya saya hanya menjelaskan bahasan ini secara baasan umum agar orang awampun mengerti dengan keGEOLOGIan yang sebenarnya mengasyikan itu tanpa mengurangi nilai nilai intrinsik geologi itu sendir,
    AAL : bukankah didalam agama islam bila kiamat nanti gunung gunung yang semuala diam akan hidup kembali……
    Anugrha13 : ma kasih dah ngunjungi blog yang begitu sederhana ini

  6. radit mengatakan:

    waduch seru juga yaww.. lanjutin donk aku pengen tau lebih lanjut tentang gunung api….dan aku mau tanyak nie yee..knpakah gunung krakatau kalau meletus itu menghancurkan dirinya sendiri?dan kenapa sekian tahun gunung krakatau itu muncul kembali.. thanks

    • syawal mengatakan:

      Semuanya tidak terjadi tanpa tiba tiba butuh proses panjang, Magma yang ada dalam gunungapi punya perusahaan “produksi” didapur magma sana. mereka mempunyai daya kekuatan bergantung tingkat keasaman kandungan dan viskositas magmanya. Seperti kRakatau gunung ini hancur karena tekanan magma dan kandungan asam yang besar dan terbantu oleh posisi tektonik yang mendukung. jadi wajar kalau dia m,enghancurkan diri kemudian membentuk anak baru karena proses intrusi magma……

  7. msdienz mengatakan:

    waduuuuh, jadi deg-degan bahasannya tentang gunung api…

    gunung api yg engga aktif bisa diperkirakan engga bakalan aktif lagi kapan? parameternya apa?

    • syawal mengatakan:

      paramater aktifnya kembali Gunung api dapat dilihat dengan tingginya proses kimiawi dan naiknya kandungan kimia daerah tersebut dengan menunjukan proses vulkanisme vulkanisme misalnya aktifnya kawah gunung api, gempa vulkanik yang sering terjadi semakin signifikan yang merupakan akibat tingginya aktivitas magma didalam gunung api.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: