TEKNIK GEOLOGI UNDIP DAPAT GEDUNG BARU

22 Juni 2010

Gedung Lama di Lantai 2 Geologi UNDIP tinggal

” Alhamdulillah ternyata tanggal 21 Juni 2010 Teknik Geologi dapat bantuan Gedung Pengajaran dari PT PERTAMINA “. Tapi sayang Ane gak bisa datang waktu peletakan batu pertama yang dilakukan oleh PT PERTAMINA

                   Akhirnya MoU itu terlaksana juga cink, jurusanku yang selama ini menumpang kuliah bersama sama dengan teman teman Geodesi dan perkapalan, dapat bantuan Gedung dari PT Pertamina. Jadi keinget dulu kalau kuliah pastri berebut menggunakan sebuah ruang kramat bernomor B. 203 ruang sejuta umat karena selalu diperebutkan. Tidak mengenal itu praktikum atau kuliah yang penting berebut di ruang yang termasuk relatif nyaman di Gedung Kuliah Bersama Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

              ” Sekarang Beta gak khawatir bila besok besok ada perebutan tahta untuk kuliah dan sumpek sumpekkan karena sekarang beta dah dapat rumah baru, beta senang. Mungkin itulah logat orang Ambon kalau dapat Sebuah Gedung Baru”. Jadi keingat salah satu tulisan Pak Andang Bachtiar mantan ketua IAGI dan skarang sedang aktif di konsultan yang mengatakan perlunya CSR-CSR untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa yang berprestasi, bukan untuk apa apa tapi untuk sumbangsih negeri. Emang ada benarnya , kalau kita terus berpatokan terhadap jumlah produksi Migas di Indonesia tanpa diiringi pembuatan bibit Explorer Geologist yang handal, bukan tidak mungkin jumlah cekungan 126 Hidrokarbon itu cuman riset tanpa ada tindak lanjut.

Baca entri selengkapnya »


Klasifikasi Sistem Panasbumi

25 Mei 2010

Akhirnya setelah beberapa hari meninggalkan kota Semarang, karena begitu banyaknya agenda, saya dapat membuat cerita pendek lagi, kali ini saya akan buat cerita pendek mengenai bKlasifikasi Sistem Panasbumi. Mengapa saya ambil tema panasbumi, karena sebagai geologist yang cinta bangsa saya perlu membagikan cerita pendek ini agar para pembaca dapat tahu apa itu Panasbumi atau istilah palembangnya “GEOTHERMAL” . Energy hijau yang saat ini tengah didukung pemerintah untuk terus dikembangkan karena potensi yang lumayan besar.

Lalu seberapa besar Potensi GEOTHERMAL yang kita miliki, dibawah ini saya ambil dari blognya Dongeng Geologi

Potensi Geothermal Indonesia

dan dari data diatas hanya sebagian saja yang diolah, Hmmm dan jangan kaget bahwa potensi panasbumi Indonesia adalah potensi panasbumi yang terbesar di Dunia. Tapi masalah kendala keuangan yang buat negara ini enggan mengembangkan energi sejak dahulu padahal Negara Filipina dan Selandia baru kini menggantungkan energi listriknya pada energi yang ramah lingkungan ini.

Baca entri selengkapnya »


Model Lingkungan Pengendapan Karbonat

5 Mei 2010

Dalam tulisan ini saya mau nyerpenin asal muasal beberapa pengendapan Batuan Karbonat. Menurut mbah Tucker tahun 1985 dijelaskan bahwa endapan karbonat pada  laut dangkal terbentuk pada 3 macam lokasi yaitu Platform, shelf, dan ramps

Tipe Endapan Karbonat pada Laut Dangkal

Fasies karbonat ramp merupakan suatu tubuh karbonat yang sangat besar yang dibangun pada daerah yang positif hingga ke daerah paleoslope, mempunyai kemiringan yang tidak signifikan, serta penyebaran yang luas dan sama. Pada fasies ini energi transportasi yang besar dan dibatasi dengan pantai atau inter tidal

Sedangkan Fasies karbonat platform merupakan suatu tubuh fasies karbonat yang sangat besar dmana pada bagian atas lebih kurang horisontal dan berbatasan langsung dengan shelf margin. Sedimen sedimen terbentuk dengan energi yang tinggi.

Fasies fasies tersebut sangat dipengaruhi oleh mekanisme pengendapan antara lain;
1. Progradasi pada Tidal Flat
2. Progradasi pada tepi paparan
3. Akresi vertikal pada endapan karbonat “sub tidal”
4. Migrasi dari sand bodies karbonat
5. proses pengendapan kembali

Baca entri selengkapnya »


Gunung Api Purba Di Wilayah Selatan YogYa

26 Maret 2010

Gunung Api Purba Yogyakarta

Gunung Api Purba Yogyakarta

Mencermati tulisan diatas tentunya sangat mengherankan, Bagaimana bisa terjadi??? banyak kalangan menganggap bahwa daerah selatan Yogya itu adalah daerah permukaan laut yang terangkat ke permukaan dan banyak mengandung material karbonatan atau batuan Gamping. Tapi dari hasil seminar Simposium Pengda IAGI Jateng yang dilaksanakan tanggal 23 Maret 2010 di ISTA Akprind, Ahli Volkanologi yang juga orang Geologi, Pak Sutikno Broto (Pusat Survei Geologi) menepis keraguan itu dan mengatakan bahwa dahulunya daerah selatan jogja dulunya ketika masa Oligo Miosen merupakan daerah busur Gunung api, dengan ditunjukkan beberapa data penunjukkan fenomena Gunung Api Purba mulai dari Pillow Lava disekitar Kali Opak sampai penampakan batu Pumice di sekitar selatan Jogja, yang menandakan dulu terjadi aktivitas Volkanik di Selatan Jogja… Baca entri selengkapnya »


PEMANFAATAN PEMETAAAN AIRTANAH SEBAGAI REKOMENDASI DAERAH KONSERVASI DAN POTENSI AIRTANAH, STUDI KASUS PADA KECAMATAN CANDISARI, KOTA SEMARANG,JAWA TENGAH

22 Maret 2010

Abstract

Air merupakan salah satu unsur vital yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup untuk keberlangsungan hidupnya. Terlebih lagi untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pengelolaan yang baik untuk menjaga kelestarian air yang merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Berdasarkan keterdapatannya, air dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu air permukaan dan air bawah permukaan. Air permukaan dapat dijumpai di sungai, bendungan, mataair, parit / selokan, dan lain-lain. Sedangkan air bawah tanah yang sering disebut dengan airtanah (groundwater) terdapat pada suatu lapisan batuan (formasi / bagian formasi) yang merupakan zona jenuh air yang dapat menyimpan dan melalukan air yang disebut dengan akuifer.

Lapisan akuifer tersebut merupakan lapisan batuan yang bersifat porous dan permeabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sebaran airtanah dan

volumenya serta hubungan antara airtanah dan air permukaan. Penelitian ini melihat

tatanan sistem akuifer yang ada diwilayah tersebut pada tahun 2008 untuk selanjutnya dapat melihat daerah potensi airtanah dengan tingkat kerawanan dengan melihat kedalaman, dan jumlah akuifer yang ada pada beberapa objek sumurgali di Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Metode penyelidikan ini menggunakan metode pengamatan pada beberapa sumur gali sebagai objek pengamatan yang kemudian dibuat peta sebaran aliran airtanah dan peta potensi airtanah secara kecamatan. Dari hasil analisa yang ada kami membagi wilayah penelitian menjadi 4 daerah potensi airtanah.

Keyword : Airtanah, Akuifer, Sumur Gali, Pemetaan, Peta Potensi Airtanah


Mineral Alterasi Jilid 2

13 Maret 2010

Nih saya cerpenkan sedikit cerita tentang mineral alterasi yang saya dapatkan dari beberapa studi pustaka

1. Cordierite.

Sifat Fisik; sifat fisik yang ditunjukkan oleh mineral ini adalah warna biru, violete, gelap ; kekerasan 7 – 7,5 skala mohs; pecahan sub conchoidal ; densitas 2.6 – 2.66 g/cm3; belahan 1 arah; kilap kaca, dapat ditembus oleh cahaya, tidak mempunyai cerat.

Sifat Kimia ; Komposisi kimia yang penting Al, Fe, Mg, O, Si ; mengandung unsur silikat; rumus kimia (MgFe)2Al4Si5O18.

Sifat Optik ; Sistem kristal orthorombic, termasuk dalam kelas dipyramidal, pleokroisme kuat, optic nα = 1.527 – 1.560 nβ = 1.532 – 1.574 nγ = 1.538 – 1.578

Lingkungan Pembentukan.

Terbentuk di dalam batuan beku asam gunung berapi dan terbentuk pda metamorfosa regionsl tingkat tinggi pada sekis.

Baca entri selengkapnya »


Hidrologi Lembah Antar Pegunungan

13 Maret 2010
Inetrmountain Valley Hidrology

Hifrogi Lembah antar Gunung

1 Pengaruh Topografi

Hidrologi Lembah antar pegunungan tidak akan lepas dari bahasan bentuk topografi yang membentuk bentuk lahan tersebut. Terbentuknya lembah diantara pegunungan itu terjadi karena adanya proses eksogen yang menyebabkan adanya elapukan yang cepat pada zona lemah sehingga terbentuk morfologi lembah diantara pegunungan yang ada. Sifat air yang selalu mengalir dari daerah potensi yang tinggi ke daerah potensi yang rendah dapat terbentuk pula pada daerah topografi seperti ini. Topografi bentukan seperti ini dapat kita jumpai pada daerah vulkanisme, atau daerah dataran tinggi dan pegunungan. Dari pengaruh topografi umumnya aliran permukaan bersifat anular dimana mengalir dari daerah pusat atau daerah yang lebih tinggi. Volume air juga sangat bergantung padakondisi air permukaan didaerah yang lebih tinggi dan umumnya aliran utama yang tidak berabang karena belum banyaknya pengaruh kondisi struktur yang ada

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.