India Kepanasan , Indonesia apakah mungkin . . . .

8 Juni 2015
Cuaca Panas Apakah Bisa Menyerempet Ke Indonesia?? ( http://masurai.com/ )

Cuaca Panas Apakah Bisa Menyerempet Ke Indonesia?? ( http://masurai.com/ )

Beberapa minggu ini efek cuaca panas yang menyebabkan banyaknya orang yang meninggal di India menjadi berita utama disejumlah chanel berita baik media surat kabar dan dunia maya. Lalu apa penyebab India mengalami cuaca panas yang ekstrem. Menurut Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG, A. Fachri Radjab, penyebab utama fenomena ini adalah terjadinya perluasan pola musim panas di India. Suhu udara naik sekitar 5 derajat celcius dari suhu yang seharusnya. Ketika melewati permukaan, suhu menyebar dan bertambah panas. Pada dasarnya aliran udara panas adalah sebuah pola musim panas yang meluas (extended summer), diindikasikan dengan suhu udara sekitar 5 derajat celcius di atas rata-rata suhu maksimumnya. Ketika aliran udara panas ini melewati permukaan daratan yang luas, maka terjadi interaksi yang pada akhirnya memperkuat aliran udara panas ini seperti yang terjadi di India.

Berikut adalah faktor-faktor penyebab perubahan cuaca ekstrem

A Faktor pemanasan laut
Memanasnya suhu muka laut dan tidak terjadinya musim kemarau pada tahun ini merupakan kondisi penyimpangan yang tergolong paling ekstrem pada data pemantauan cuaca yang pernah dilakukan di Indonesia. Pemantauan kondisi kelautan dan cuaca di Indonesia yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan memanasnya suhu muka laut yang luas di wilayah perairan Indonesia telah terlihat sejak Juli tahun 2009 dan bertahan hingga kini.

Menghangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia mulai terpantau pertengahan tahun lalu, meski ketika itu terjadi El Nino dalam skala moderat. ”Ketika anomali cuaca ini muncul, suhu muka laut di timur Indonesia biasanya mendingin. Namun yang terjadi sebaliknya,” ujar Edvin, yang sebelumnya adalah peneliti cuaca di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Suhu permukaan laut di atas normal ini berlangsung hingga masuk periode musim kemarau tahun ini. Suhu laut yang hangat pada Mei lalu ditunjang oleh munculnya fenomena La Nina di Samudra Pasifik yang diikuti terjadinya Dipole Mode di Samudra Hindia. Kedua fenomena ini mengakibatkan suplai massa udara dari dua samudra itu ke wilayah Indonesia. Berdasarkan data curah hujan yang tinggi sepanjang periode kemarau tahun ini, tidak tampak pola musim kemarau.

Menghangatnya perairan Indonesia akan menyebabkan terbentuknya uap air, lalu menjadi awan dan guyuran hujan di wilayah Nusantara. Apabila berlangsung lama, fenomena ini akan berpengaruh pada kawasan sekitar Indonesia hingga ke lingkup global. Kondisi suhu laut yang hangat, menimbulkan tekanan udara rendah di wilayah Indonesia, hal ini juga menyebabkan massa udara dari subtropis yang bertekanan tinggi masuk ke wilayah tropis yang bertekanan rendah.

Penyimpangan cuaca yang telah berlangsung hampir setahun ini telah berdampak luas ke daerah di luar khatulistiwa Indonesia, berupa kurangnya hujan di daratan Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Thailand, serta menimbulkan suhu dingin yang ekstrem di kawasan subtropis. Baca entri selengkapnya »


Mengapa harus waterflooding???

25 Februari 2015
Mekanisme Waterflooding

Mekanisme Waterflooding

Penggunaan waterflooding umumnya banyak di gunakan pada lapangan lapangan marginal atau juga lapangan tua di mana batas produksi minyak yang ada sudah melewati primary recoverynya sehingga untuk melakukan optimasi produksi di gunakan beberapa teknik termasuk Waterflooding atau sebagian orang lebih suka menyebutnya dengan Injeksi air. Mekanisme kerjanya adalah dengan menginjeksikan air  ke dalam formasi yang berfungsi untuk mendesak minyak menuju sumur produksi (produser) sehingga akan meningkatkan produksi minyak ataupun dapat juga berfungsi untuk mempertahankan tekanan reservoir (pressure maintenance)

Perencanaan waterflood didasarkan pada pertimbangan teknik dan keekonomisannya. Analisa ekonomis tergantung pada perkiraan hasil dari proses waterflood itu sendiri. Perkiraan ini bisa baik atau buruk tergantung pada kebutuhan khusus dari proyek. Analisa teknik produksi waterflood dilakukan dengan memperkirakan jumlah volume dan kecepetan fluida.Perkiraan diatas juga  berguna untuk penyesuaian atau pemilihan peralatan serta sistem pemeliharaan ( treatment ) fluida. Baca entri selengkapnya »


JAWA: JALUR GUNUNGAPI TUA & JALUR GUNUNGAPI MODERN

6 Desember 2014

Oleh : Awang Harun Satyana (Geolog Senior)

Saya sedang berada di dekat Merapi, Jawa Tengah. Dari posisi saya berada cukup baik pandangan ke Merapi dan ke wilayah bagian selatan Jawa. Merapi adalah gunungapi paling aktif dari busur volkanik di Jawa sebutlah Jalur Gunungapi Modern Jawa. Sementara Pegunungan Selatan Jawa juga sesungguhnya merupakan busur volkanik sebutlah Jalur Gunungapi Tua Jawa. Dua jalur gunungapi ini, Jalur Modern dan Jalur Tua membangun Pulau Jawa sejak 45 juta tahun yang lalu sampai sekarang.

Saya ingin menulis kedua jalur gunungapi tersebut, tetapi saya memberikan tekanan ke penjelasan Jalur Gunungapi Tua yang belum banyak orang mengenalnya tidak seperti halnya Jalur Gunungapi Modern, sekaligus memenuhi janji saya kepada beberapa teman untuk menuliskan tentang para gunungapi tua ini. Semoga bermanfaat.

Busur Gunung Api Pulau Jawa

Busur Gunung Api Pulau Jawa

JALUR GUNUNGAPI MODERN JAWA

Pulau Jawa adalah pulau volkanik, pulau gunungapi. Gunungapi aktif terbanyak di Indonesia ada di Pulau Jawa, yaitu 45 gunungapi, tidak termasuk 20 kawah dan kerucut volkanik di Plato Dieng dan Plato Tengger (Wikipedia, 2014).

Puncak-puncak gunungapi dari barat ke timur menjadi titik-titik elevasi tertinggi (di atas 3000 mdpl) di pulau ini. Rangkaian gunung-gunungapi ini seolah menjadi tulang punggung pulau ini. Batuan dan sedimen yang diletuskan gunung-gunungapi ini juga membangun Pulau Jawa, memberikan tanah yang subur bagi pulau ini. Saya menyebut rangkaian gunung-gunungapi ini dalam tulisan ini sebagai “Jalur Gunungapi Modern” (Recent Volcanic Arc).

Bentukan Morfologi Gunung Api

Bentukan Morfologi Gunung Api

Komposisi rata-rata produk letusan gunung-gunungapi ini adalah andesit basaltik (Nicholls et al., 1980). Dan menurut teori tektonik lempeng, gunung-gunungapi ini dihasilkan oleh proses subduksi lempeng Samudera Hindia ke bawah Pulau Jawa. Pada kedalaman antara 100-200 km, lempeng samudera ini mengalami dehidrasi karena panas, lalu air hasil dehidrasi lempeng ini menyebabkan peleburan sebagian mantel di sekitarnya, sehingga mantel menjadi lebih cair, ringan, dan naik ke dekat permukaan menjadi magma yang lalu menjadi sumber magma bagi gunung-gunungapi di atasnya. Saat magma menembus ke permukaan karena tekanan berlebih, terjadilah erupsi terjadilah gunungapi. Rangkaian gunungapi di Pulau Jawa ini kebanyakan berposisi 100 km (Engdahl et al., 2004) di atas lempeng samudera yang menunjam di bawahnya.

Gunung-gunungapi yang dimaksud di atas umum disebut gunung-gunungapi berumur Kuarter (< 2,6 juta tahun yang lalu). Meskipun demikian, proses volkanisme telah terjadi di tempat ini sejak 10 juta tahun yang lalu (Miosen Akhir) (Soeria-Atmadja dkk., 1994). Dari 10 juta tahun yang lalu artinya telah ada gunung-gunungapi di bagian tengah Pulau Jawa ini dari barat ke timur, sehingga bisa dikatakan bahwa Pulau Jawa telah dibangun oleh volkanisme pada 10 juta tahun yang lalu. Baca entri selengkapnya »


Mereka Geologist Juga . . . .

10 November 2014

Sekarang mau cerpenkan beberapa tokoh inspiratif yang sebenarnya mereka adalah geologist yang berkarya di bidang Non-Geologi dan GeoPreneurship dan terbilang cukup sukses di bidangnya. Dan kali ini mau menceritkan sedikit profil mereka seperti di bawah ini;

1. Basuki Tjahaja Purnama (Plt. Gubernur DKI Jakarta)

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM

Siapa yang tak kenal sosok fenomenal yang sekarang ini menjabat sebagai Plt. Gubernur DKI Jakarta. Ia sosok yang lebih di kenal ahok ini , kiprahnya di dunia politik sudah tak usah di ragukan lagi. Beliau menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, sejak 16 Oktober 2014. Sebelumnya Ahok merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar namun mengundurkan diri pada 2012 setelah mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pemilukada 2012.Beliau pernah pula menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006. Ia merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur, yang populer sebutan masyarakat setempat dengan singkatan Kabupaten Beltim. Pada tahun 2012, ia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI berpasangan dengan Joko Widodo, wali kota Solo. Basuki juga merupakan kakak kandung dari Basuri Tjahaja Purnama, Bupati Kabupaten Belitung Timur (Beltim) periode 2010-2015. Dalam pemilihan gubernur Jakarta 2012, mereka memenangkan pemilu dengan presentase 53,82% suara. Pasangan ini dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Pada tanggal 1 Juni 2014, karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mengambil cuti panjang untuk menjadi calon presiden dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, Basuki Tjahaja Purnama resmi menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Setelah terpilih pada Pilpres 2014, tanggal 16 Oktober 2014 Joko Widodo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Secara otomatis, Ahok kini menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Beliau merupakan lulusan di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1990. Basuki menyelesaikan pendidikan magister pada Tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya

2. Sujatmiko (Mang Okim , Pakar Batu Mulia ) 

Mang Okim (Denisugandi.com)

Mang Okim (Denisugandi.com)

Di dunia batumulia siapa yang tak kenal Ir. H. Sujatmiko, Dipl. Seorang geolog yang menekuni batu mulia sejak 1989. Lulusan geologi ITB kemudian menekuni usaha batu mulia, melalui bendera CV. Gem Agia sejak 1989, membuka galeri Pusat Promosi Batu Mulia Indonesia di Jalan Pajajaran No 145. Kelahiran Pamekasan Madura, 24 Oktober 1941, mencari aneka macam batu yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia, termasuk fosil-fosil kayu yang telah membatu. Sujatmiko sendiri mengaku, menggeluti bisnis ini bermula dari ketidaksengajaan. Namun karena ia lulusan geologi di ITB dan hobi mengumpulkan batu, bisnis ini selalu memancing rasa tahu dirinya untuk menggeluti semakin dalam. “Ketika saya pertama membeli batu tiga truk, saya tak tahu mesti diapain batu-batu tersebut hampir selama setahun. Bahkan saya sempat ditipu, disanalah dinamikanya,” kenang Sujatmiko. Sujatmiko kini memiliki fasilitas workshop dan studio di Jl. Pasir Luhur nomor 20 Bandung, dengan karyawan sebanyak 25 orang yang bekerja di sebuah workshop seluas 4000m2 yang menjadi tempat divisi produksi bekerja, sekaligus tempat penyimpanan bahan baku batu mulia.

Baca entri selengkapnya »


Benarkah Kejayaan Maritim Itu cuman masa lalu

31 Oktober 2014

Kali ini mau nge Cerpen-kan tentang Maritim Indonesia. Kenapa cukup menarik untuk di dongengkan karena ternyata Maritim lagi naik dunia di tengah pengumuman “Kabinet Kerja” oleh Pak Jokowi seminggu yang lalu.  Lalu seberapa menarikah Indonesia dari segi Maritim .

1. Sejarah Kejayaan Nusantara Lama Di Kenal Eropa

Adalah Alfonso de Albuquerque yang merupakan panglima angkatan laut terbesar pada masa itu. Pada tahun 1503 Albuquerque berangkat menuju India, dan pada tahun 1510, dia menaklukan Goa di Pantai Barat yang kemudian menjadi pangkalan tetap Portugis. Pada waktu itu telah dibangun pangkalan-pangkalan di tempat-tempat yang agak ke barat, yaitu di Ormuzdan Sokotra. Rencananya ialah untuk mendominasi perdagangan laut di Asia dengan cara membangun pangkalan tetap di tempat-tempat krusial yang dapat digunakan untuk mengarahkan teknologi militer Portugis yang tinggi. Pada tahun 1510, setelah mengalami banyak pertempuran, penderitaan, dan kekacauan internal, tampaknya Portugis hampir mencapai tujuannya. Sasaran yang paling penting adalah menyerang ujung timur perdagangan Asia di Maluku. Saat itu Kekayaan Nusantara menjadi perbincangan di antara para pedagang  di India dan Asia Tengah.

Explorasi Negara Eropa di Dunia  (Sumber:http://4.bp.blogspot.com)

Explorasi Negara Eropa di Dunia (Sumber:http://4.bp.blogspot.com)

Setelah mendengar laporan-laporan pertama dari para pedagang Asia mengenai kekayaan Malaka yang sangat besar, Raja Portugis mengutus Diogo Lopez de Sequiera untuk menekan Malaka, menjalin hubungan persahabatan dengan penguasanya, dan menetap disana sebagai wakil Portugis di sebelah timur India. Tugas Sequiera tersebut tidak mungkin terlaksana seluruhnya saat dia tiba di Maluku pada tahun 1509. Pada mulanya dia disambut dengan baik oleh Sultan Mahmud Syah (1488-1528), tetapi kemudian komunitas dagang internasional yang ada di kota itu meyakinkan Mahmud bahwa Portugis merupakan ancaman besar baginya. Akhirnya, Sultan Mahmud melawan Sequiera, menawan beberapa orang anak buahnya, dan membunuh beberapa yang lain. Ia juga mencoba menyerang empat kapal Portugis, tetapi keempat kapal tersebut berhasil berlayar ke laut lepas. Seperti yang telah terjadi di tempat-tempat yang lebih ke barat, tampak jelas bahwa penaklukan adalah satu-satunya cara yang tersedia bagi Portugis untuk memperkokoh diri. Dan di mulailah eksplorasi terhadap kemaritiman Indonesia oleh Eropa dengan menaklukan beberapa wilayah di Indonesia dan tersiarlah ke negara eropa lainnya seperti Belanda, Spanyol, Inggris, dan negara eropa barat lainnya untuk mencari kekayaan hasil bumi kepulauan di Indonesia.

2. Sejarah batas laut Indonesia
Pasca kemerdekaan di tahun 1945, Indonesia telah mengalami beberapa bentuk konstitusi yang secara tidak langsung mengubah batas negara. Pada tanggal 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengambil sikap dengan menetapkan konsep wilayah perairan laut yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Inti dari deklarasi tersebut adalah laut serta perairan antarpulau menjadi pemersatu dan penghubung antarpulau, dan batas-batas wilayah laut diukur sejauh 12 mil dari garis dasar pantai pulau terluar. Deklarasi Djuanda pada akhirnya mendapat pengakuan dunia pada tahun 1982 saat diadakan Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika. Dalam konvensi tersebut ditetapkan bahwa dunia internasional mengakui keberadaan wilayah perairan Indonesia yang meliputi hal-hal berikut ini. Baca entri selengkapnya »


Ada Potensi Migas?? Tapi Kok Gak Dikembangkan??

29 Oktober 2014

Lagi sedikit belajar tentang ekonomi analisis, nih sayang kalau gak berbagi. Sebentar saya masih bingung tentang statusisasi saya, saya itu geologist atau ekonom???

Potensi Migas Vs Keuntungan???

Potensi Migas Vs Keuntungan??? (sumber gambar : http://img.bisnis.com)

Di dalam pengembangan sebuah lapangan migas ada 2 faktor yang mempengaruhinya yang pertama adalah Faktor Teknis dan yang kedua Non  Teknis. Faktor teknis biasanya terkait seberapa besar prosek dan jikalau sudah melakukan sebuah pemboran adalah seberapa besar Cadangan Migas di tempat pada lapangan tersebut. Jadilah peranan orang orang bawah permukaan (Geologist, Geophisicist, dan Reservoir engineer ) akan sangat berperan disini melihat seberapa besar potensi sebuah lapangan untuk di ambil produksinya. (eksplorasi, Kalau BAHASAnya)

Setelah menemukan sebuah potensi maka para ahli migas akan merencanankan bagaimana petroleum system dan teknik yang di lakukan untuk mengambil/ memproduksi migas tersebut. Tentunya ini bukan urusan mudah untuk melakukan hal tersebut. Dan peranan ekonom migas akan mulai berperan serius di sini terutama dalam expenditure cost yang di keluarkan untuk kegiatan produksi tersebut. Namun jauh sebelum itu semua ekonom migas telah melakukan hipotesis atau istilahnya dugaan biaya yang di keluarkan  secara bisnis apabila melakukan pengelolaan migas.

1. Ekonom Vs Engineer

Kebanyakan akan terjadi benturan antara para ekonom dan engineer dalam hal perencanaan si engineer maunya A sedangkan si Ekonom berdasarkan pembiayaan maunya B, nah disinilah perlu duduk bareng antara ekonom migas dan engineer untuk menentukan komitmen pengerjaan sebuah lapangan dalam beberapa tahun. Inilah yang terjadi hampir di semua PSC, mereka punya rencanan jangka panjang dalam sebuah pengelolaan migas dan tentunya komitmen pengerjaan yang tentunya akan di diskusikan dengan lembaga/badan pemerintah terkait seperti Dirjen Migas dan SKK Migas.

Secara hitungan engineer sebuah lapangan , terdapat sebuah potensi migas namun dari perhitungan ekonom maka ternyata pengembangan lapangan tersebut tidak ekonomis. Misalnya terkait harga migas dunia yang fluktuatif, biaya produksi dan distribusi, biaya tangible dan intagible lainnya . . .  yang biasanya orang engineer lepas tangan masalah ini . . . . . Baca entri selengkapnya »


Panasnya Jakarta, Bukan Karena Neraka Bocor

16 Oktober 2014

Beberapa minggu ini media tengah mengambil sebuah headline berita yang cukup menarik yaitu suhu Jakarta yang mencapai 40 derajat celcius yang artinya suhu tersebut tidak seperti biasanya. Dari beberapa cerita mengatakan beberapa hal ini di sebabkan oleh Neraka Bocor . “Ini umpatan di beberapa warung kopi yang sering menjadi bahan candaan kalau panas nya mencapai 40 derajat celcius seperti panas kopi yang sedang di seduh . . ” lalu mengapa panas jakarta bisa mencapai suhu seperti itu. Tidak lain adalah Radiasi sinar matahari yang langsung menuju permukaan di jakarta karena kurangnya uap air dan ruang serah radiasi di jakarta sehingga panas yang di sebabkan oleh radiasi menyelimuti permukaaan.

Radiasi matahari

Radiasi Matahari Ke Bumi  (Sumber: azimuthproject.org)

Radiasi Matahari Ke Bumi (Sumber: azimuthproject.org)

Radiasi Matahari sendiri adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di Matahari. Energi radiasi Matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi Matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah.

Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor.
1.Jarak Matahari. Setiap perubahan jarak bumi dan Matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi Matahari 2.Intensitas radiasi Matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar Matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus.
3. Panjang hari (sun duration), yaitu jarak dan lamanya antara Matahari terbit dan Matahari terbenam.
4. Pengaruh atmosfer. Sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diadsorbsi oleh gas-gas, debu dan uap air, dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi

Cahaya matahari pada permukaan bumi terdiri dari bagian yang langsung dan bagian yang baur. Radiasi langsung datang dari arah matahari dan memberikan bayangan yang kuat pada benda. Sebaliknya radiasi baur yang tersebar dari atas awan tidak memiliki arah yang jelas tergantung pada keadan awan dan hari tersebut (ketinggian matahari), baik daya pancar maupun perbandingan antara radiasi langsung dan baur
Energi matahari yang ditransmisikan mempunyai panjang gelombang dengan range 0,25 mikrometer sampai 3 mikrometer (untuk di luar atmosfer bumi atau extraterrestrial), sedangkan untuk di atmosfer bumi berkisar antara 0,32 mikrometer sampai 2,53 mikrometer. Hanya 7% energi tersebut terdiri dari ultraviolet (AM 0), 47% adalah cahaya tampak (cahaya tampak memiliki panjang gelombang 0,4 mikrometer sampai 0,75 mikrometer), 46% merupakan cahaya inframerah.

Beberapa hal dapat mempengaruhi pengurangan intensitas irradiance pada atmosfer bumi . Pengaruh tersebut dapat berupa:
1.  Pengurangan intensitas karena refleksi (pemantulan) oleh atmosfer bumi
2.  Pengurangan intensitas oleh karena penyerapan zat-zat di dalam atmosfer (terutama oleh O3, H2O, O2, dan CO2)
3.  Pengurangan intensitas oleh karena Rayleigh scattering
4.  Pengurangan intensitas oleh karena Mie scattering

Lalu masalah atsmosfer yang makin terbuka atau di istilahkan oleh efek rumah kaca dan istilah kerennya Global warming menjadi salah satu issue yang sering di angkat. Lalu bagaimana dengan Jakarta? kurangnya ruang serap dan ruang terbuka hijau menjadi panas di Jakarta akhir akhir ini di sebabkan oleh hal tersebut tentunya ada faktor lain juga yang perlu di perhitungkan yaitu musim kemarau.

Ruang Terbuka Hijau Jakarta

Menurut Sarwo Handayani, Kepala Bappeda DKI Jakarta (www.Jakarta.go.id) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan penambah ruang terbuka hijau sebanyak 80.89 ha selama 2008 – 2010. Namun jumlah ini masih belum memenuhi standar RTH yang berdasarkan UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dimana luas RTH minimal 30% dari luas suatu kota. Nur Febrianti dan kawan kawan tentang Ruang Terbuka Hijau di jakarta menjelaskan tentang penggunaan tata guna lahan di jakarta dapat di lihat pada gambar di bawah ini

Ruang Terbuka Hijau Jakarta 2007 dan 2013 (Nur Febrianti 2013)

Ruang Terbuka Hijau Jakarta 2007 dan 2013 (Nur Febrianti 2013)

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.