Struktur Sedimen

Struktur Sedimen <!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Struktur Sedimen

Struktur sediment adalah bentukan struktur yang terbentuk saat pengendapan batuan sediment terjadi. Struktur pada sediment sangat beraneka ragam, hal ini akibat pengaruh ketika pembentukan yang terjadi misalnya gelombang sungai/laut, cuaca atau iklim, komposisi sediment, lingkungan pengendapan, dan pengaruh lainnya. Struktur sediment merupaka struktur yang sangat kompleks dan struktur tersebutlah kita dapat melakukan dugaan sementara tentang fenomena yang terjadi.

Kenapa harus kita pelajari ya……

Bagi seorang geologist batuan adalah salah satu object utama yang harus dipelajari terutama batuan sedimen karena sekitar 70% batuan yang tersingkap pada permukaan merupakan batuan sedimen. Untuk itu kita harus mampu melakukan genesa bagaimana pembentukan yang terjadi pada batuan sedimen tersebut.

Lalu paan aja struktur sedimen tuh!!

Berdasarkan genetiknya, struktur sediment dikelompokkan menjadi 4 yaitu:

1. Struktur sediment erosional

a. Sale mark terbagi menjadi:

– Scour mark (turbulent mark): obstacle scour, flute longitudinal scour, dan gutter cast.

– Tool mark (objects moved by current) berdasrkan morfologinya terbagi menjadi 2:

– Continous: groove : profilnya tajam dan tidak teratur

Chevron: smooth dan crenulated

– Discontinous: single: prod mark, bounce mark.

Repeadted : skip mark

b. Impact mark

c. Channel

d. Riil mark

2. Struktur sediment saat pengendapan (depositional sedimentary structure)

– Perlapisan dan laminasi

– Current ripple, dunes dan silang siur (cross strarification)

– Silang siur: – cross bedding: tabular, through

– cross laminations: tabular dan through cross stratification dengan struktur internalnya: ripple drift, flaser bedding, dan lenticular bedding.

– Anti dunes dan perlapisan anti dunes

– Ripple dan laminasi silang siur oleh gelombang

– Hummocky dan cross stratifications

– Wind ripple, dunes, draas, dan eolian cross bedding

– Perlapisan gradasi

– Perlapisan massif

– Mud crack: desiccation dan syneresis

– Rain spot (rain drop print)

3. Struktur sediment yang terbentuk segera setelah/pasca pengendapan (post depositional sedimentary structure)

– Slide convolute bedding dan laminasi

– Load cast

– staylolite

– sand volcano

– dish, pillar dan sheet dewatering

4. Struktur biogenic: trace fossil

Trace fossil terbagi menjadi 2 kelompok yaitu:

1. Trace fossil yang dibentuk oleh organisme epibentik pada permukaan sediment (track dan trail).

2. Trace fossil yang dibentuk oleh organisme endobentik di dalam sediment (burrow).

Pada praktikum kali ini untuk kepentingan analisis hanya akan digunakan struktur ripple dan cross laminations. Ripple merupakan kenampakan struktur sediment yang menunjukkan adanya undulasi berjarak teratur pada permukaan pasir atau pada permukaan perlapisan batu pasir. Sedang cross lamination adalah pola konstruktur laminasi internal yang berkembang saat migrasi dari struktur ripple.

Beberapa istilah dan parameter-parameter diskripsi dan perhitungan untuk analisis terlihat pada gambar-gambar dibawah ini.

Penjelasan Tentang Struktur Sedimen

  • Struktur Perlapisan

  • Struktur ini dikatakan perlapisan dikarenakan mempunyai jarak lapisan >1 cm struktur ini terbentuk karena pengaruh endapan lapisan atau arus gelombang yang tenang dan pengendapan yang lama.

  • Struktur Laminasi

  • Struktur ini hampir sama dengan perlapisan namun yang membedakannya adalah jarak perlapisan yang kurang dari 1 cm. Biasanya struktur ini diakibatkan oleh proses diagenesis sediment yang cepat dengan media pengendapan yang tenang.

  • Struktur Riple marks

  • Struktur ini lebih diakibatkan gelombang yang mempengaruhi endapan tersebut sehingga bentukan sedimen ini berbentuk seperti gelombang air. Dan relatif pengendapan yang dilakukan akan bergantung pada energi gelombang tersebut

  • Struktur Flute Cast

  • Struktur ini lebih diakibatkan karena adanya pengaruh benturan atau pembebanan dari batuan atau saltation endapan misalnya kerakal, sehingga berbentuk seperti lubang, ini diakibatkan karena pengendapan yang belum sempurna tersebut terbebani mineral endapan diatasnya sehingga endapan menjadi berlubag dan tidak rata.

  • Struktur rain marks

  • Struktur sedimen ini diakibatkan oleh air hujan yang membuat permukaan sedimen yang belum benar-benar sempurna akhirnya tidak rata dan membentuk lubang akibat air hujan.

  • Struktur Convolute

  • Struktur ini struktur paling tidak terstruktu dikarenakan energi gelombang yang bolak-balik dan tidak menentu sehingga menghasilkan alur sedimentasi yang susah di prediksi.

Kok gak Da Gambarnya !!!!!

He… he Lupa soalnya waktu nulis belum nyiapin gambar

11 Balasan ke Struktur Sedimen

  1. anak medan mengatakan:

    o… ternyata struktur sedimen itu banyak ya……

  2. goenskA mengatakan:

    OKE……

  3. adex kecil mengatakan:

    mo nanya apa beda Tubidit dengan turbulen

  4. Syawal mengatakan:

    mo nanya apa beda Tubidit dengan turbulen

    Saya mencoba menjawab secara garis besar semuanya hmpir sama menyangkut dengan pola aliran namun turbidit sendiri lebih diakbatkan proses gravitasi yang ada serta adanya perbedaan unsur jenis sedimentasi yang ada serta pengaruh perbedaan suspensi yang ada hal ini lebih diakibatkan oleh kemass (Jarak antar Butir) dan umumnya pola aliran mengalir pada tubuh cairan, karakteristik endapan yag tersedimetasi pun tidak teratur ini dapat dilihat dari betuk butir yang memunyai sortasi buruk sedangkan turbulensi sendiri menurut saya adalah pola alira dimana kondisi aliran yang ada menjadi tidak teratur hal ini bisa diakibatka beberapa sebab seperti tekanan permukaan, perbedaan dan viskositas airan umumnya pengertian turbulen banyak dipakai pada bidang keteknikan mesin dan lainnya karena untuk mengetahui pola udara yang ada.

  5. UbaY mengatakan:

    kakax tolong kasih gambarnya juga dong bwat penjelasan mengenai pembentukan struktur2 sedimennya…
    terutama mengenai flutecast gimana cara kita tau mengenai arus purba dan top botom suatu lapisan dari flutecast structure????
    thx b4

  6. lady-.-gryffindor mengatakan:

    Mas Syawal, cara terjadinya convolute gimana tho? Thank atas penjelasannya😀

  7. lady-.-gryffindor mengatakan:

    Maksudq faktor-faktor apa yang berpengaruh?syukur-syukur ada diagramnya mas😀 hehe

  8. syawal mengatakan:

    m… gimana ya… ya setahu saya convolute itu struktur sedimen yang lebih diakibatkan adANYA pengaruh energi gelombang yang tidak stabil pada saat pengendapan berupa energi bolak balik gelombang, nah oleh karena itu struktur pada convolute mempunyai arah aliran yang tidak terstruktur

  9. Lulu ndut mengatakan:

    Golek e pengertian POST DEpoSITION STRUTURE donk mas?

  10. fian mengatakan:

    setuju dengan Lulu ndut……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: