Semarang kena Longsor

27 Januari 2009

Longsran Tembalang Sebagai pengingat Bencana
Longsran Tembalang Sebagai pengingat Bencana

3 hari lalu semarang dikejutkan dengan adanya bencana longsor di daerah kedungmundu, Tembalang. Sebenarnya hal ini sudah biasa namun karena ini ada korban maka tak ayal lagi berita ini menjadi bahan yang menarik untuk dikaji secara lebih kritis lagi apalagi saya selaku mahasiswa.
Secara garis besar daerah tembalang disusun oleh formasi kerek dan kalibeng dimana terdapat satuan batuan lempung dan breksi volkanik. Penggunaan tata lahan memang acapkali dijadikan permasalahan utama, karena daerah kedungmundu dan tembalang merupakan daerah rawan longsor hal ini diakibatkan oleh proses sedimentasi batuan yang belum cukup kompak kemudian mengalami proses pembebanan, tak ayal lagi ketika hujan daerah yang semestinya dijadikan kawasan hijau mengalami gangguan bawah permukaan dimana butiran-butiran yang ada terganggu konsenterasinya dan terjadilah proses denudasional berupa slid (Longsoran) Baca entri selengkapnya »


Sebuah Refleksi Semarang

23 Januari 2009

Sudah 2,5 tahun ini saya bermukim di KOTA semarang dan melihat segala aspek yang ada, Secara garis besar menurut saya Semarang dibagi menjadi 2 daerah daerah perbukitan, dan daerah dataran rendah landai. Dimana pusat Kota berada pada daerah dataran rendah. Dari cerita-cerita, baca blog orang lain, dan nyari-nyari pustaka dibeberapa buku dan tempat serta survey lapangan. ada hal yang membuat saya prihatin akan perkembangan Urbanisasi Semarang dan perkembangan tata kota yang hampir tidak melihat posisi tata guna lahan sebenarnya. Jangan heran bila terdapat penamakan subsidence dibeberapa tempat, tanah longsor di sekitar sekaran, daerah robb di daerah utara. Semua hal tersebut tidak lepas dari peranan fungsi kota yang saya lihat asal…… Lihat saja warga tembalang yang mulai membor sumur sampai kedalaman 50 meter secara rasional ngebor sampai 20 meter saja mungkin sudah mendapatkan airtanah karena menurut saya daerah ini sebagai daerah recharge, namun kenyataanya ditiap rumah saling ngebor dan mengebor dan akhirnya tatanan Baca entri selengkapnya »


Haruskah Ibukota Pindah Karena Banjir

15 Januari 2009
Jakarta Kebanjiran

Jakarta Kebanjiran

Banjir memang musuh terbesar bagi ibukota kita tersebut, Maklum hampir setiap tahun banjir selalu merepotkan tidak hanya pemerintah daerah, pemerintah pusat pun dibikin pusing sama si Banjir. Maklumlah hampir sebagian besar kantor Pemerintahan Pusat berada di Jakarta. Lalu haruskah Ibukota Pindah ? Menurut saya secara Prihatin jakarta Memang sudah tidak layak dihuni bagaimana bisa daerah yang mestinya pemanfaatan landform digunakan sebagai lahan transisi Laut ke darat berubah total bahkan sistem Hidrologi air tanahnya pun dibuat berantakan.
Apakah Ada solusi Tepat Untuk Ibukota ?
Baca entri selengkapnya »


Blok Cepu Masihkah ada Harapan Untuk Negeri

10 Januari 2009

Ketika saya mengikuti sedikit kuliah umum yang pembicarabnya salah satu orang tua geologi indonesia ( Prof. Koesomadinata) ada sedikit wacana baru yang timbul dalam otak saya sebagai seorang geologist terhadap wacana mengapa selama ini pemerinttah menyerahklan Blok CEPU itu pada EXXON Mobile Bukan pada pertamina, alasannya adalah Politik masa lalu…

” 🙂 Ternyata gak jauh-jauh dari Politik

😦 ya namanya aja politik …… “

Ternyata bagaimanapun politik telah memberijkan warna bagi Indonesia …….. Lalu mengapa Kita masih mencari harapan !!!
Baca entri selengkapnya »