Back to Basics: Look at the Rocks with Dr. Andang Bachtiar (Part I)

Hari sejarah bagi perkembangan diri saya dan tentunya bagi mahasiswa geologist UNDIP yang mengikuti kuliah pak Andang Bachtiar, seorang geologist yang tentunya sudah tidak asing lagi dikalangan akademisi geologi karena beliau sempat menjabat sebagai ketua IAGI. Penjelasan nya memang sangat basic namun itulah yang terpenting dari kuliah lapangan ini kita diingatkan lagi bahwa basic atau dasar itu tidak boleh dilupakan. Kuliah lapangan itu dilakukan pada daerah Gunung Turun dan juga pada daerah Outcrop Sungai Kali Babon disekitar wilayah Bukit Kencana. Siapa sangaka dari sebuah tempat banyak hal yang dapat dicceritakan geologynya dan hal itu terbukti dari geologi daerah gunung Turun, Gunungpati, Kota Semarang yang merupakan wilayah intrusi andesit porfir memang merupakan sebuah fenomena yang layak diangkat sebagai sebuah cerita pendek menarik geologist.


Tidak sia sia saya merelakan waktu libur saya dimanfaatkan untuk kuliah ini dan alhasil saya merasa bahwa selama ini guru utama yang harus saya sering dengarkan adalah lapangan karena lapangan atau batuan lah yang menjadi penyemangat kita untuk memahami perilaku bumi. kembali pada gunung turun dari penjelasan pak Andang Bachtiar menjelaskan tentang regolith yaitu batuan lapukan dari batuan sumber akibat oleh pengaruh pelapukan kimia. Regolith yang ditemukan ini berupa regolith yang berbentuk seperti breksi dan lapukannya yang berukuran pasir kasar sampai clay (lempung). dari segi petrologi beliau juga  menjelaskan tentang macam macam asal batuan mulai dari lelehan, intrusi, ekstrusi, asam, intermediet dan basa. Dari intrusi andesit itu juga dapat dilihat kenampakan dari shear fracture dan gash fracture yang ditimbulkan akibat proses tektonik dan kita dilihatkan bagaimana bentuk bentuk itu dilapangan bukan hanya sekedar cerita. Pemikiran geologist kita untuk meneliti pada rakyat semakin tertantang dengan ajaran pak abndang bahwa geologi itu kurang dikenal dimasyarakat karena geologi itu bagaikan dewa, bisa meramal lalu bagaimana supaya geologi itu dekat dengan masyarakat jawabanya hanya bagaimana kita membuat geologi itu tetap dapat dipahami oleh semua orang orang awam bahkan bilaperlu untuk orang orang yang tidak berpendidikan karena nantinya atau pada akhirnya banyak orang akan bergantung  pada geology.

Dari geologi gunung turun juga pak andang menjelaskan bahwa ada pengaruh tektonik nyang kuat yang mempengaruhi daerah ini dengan keunikan keunikan struktur yang ada. dilihat dari pola pola kekar yang berbeda. dan dia berpesan, setidaknya dari gunung turun ini kita bisa melakukan riset riset yang sangat berguna bagi pengembangan pendidikan terutama untuk pengembangan geologi, wuiiih pokoknya muantepppp…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: