Geology : Back To Village

Geologist untuk kehidupan

Kuliah Kerja Nguli…. Ups salah Kuliah Kerja Nyata, Yup mata kuliah yang banyak berarti juga Kisah Kasih Nyata ini sepantasnya juga menjadi perhatian bagi para calon geologist-geologist muda. Bukan apa-apa masalahnya, karena darisinilah masyarakat didesa tahu betul fungsi dari seorang geologist bagi perkembangan desa dan kenyamanan tentunya. kita tidak usaha selalu membahas urusan hidrokarbon,geothermal,coal, dan mineral bernillai ekonomis disini tapi mari kita coba ciptakan suasana geologi yang bersahabat.

Selama ini banyak masyarakat menyamakan persepsi seorang geologist dan geografist, walaupun sama sama kita berhubungan dengan peta namun secara aplikasi tentunya kita punya jalan masing masing, bahkan ada juga yang menyamakan persepsi seorang geologi dengan biologi. Yang semestinya aplikasinya jauh banget bedanya , tapi kebanyakan orang awam melihatnya dari lafalnya yang hampir mirip antara biologi dan geologi. Bact To Village Kembali kedesa dan membangun desa….. sepertinya perlu kita terapkan dari dini bahwa geologi itu erat dengan kehidupan alam dan desa. Banyak aplikasi geologi yang dibutuhkan oleh warga desa misalnya saja pembuatan peta rawan bencana gerakan tanah (Longsor), Peta Rawan banjir, Peta Pola aliran Airtanah, Peta Sumber Daya Alam, Peta Geologi, Peta Sesumber, dan lain lain yang punya imbas yang tinggi terhadap kehidupan desa.

KKN juga jadi bahan acuan bagi calon calon geologist muda membuktikan bahwa kita bisa berperan dalam segi pengabdian masyarakat tidak hanya belajar dan ngutak ngatik batu didalam lab tapi sudah semestinya kita ngutak ngatik batu untuk kepentingan masyarakat. Apalagi semakin banyaknya bencana yang sering terjadi saat ini, peran geologist sudah banyak dibutuhkan oleh masyarakat masyarakat yang daerahnya rawan bencana dan siap menerima aplikasi dari teori tektonik yang menggema dimana bahwa bumi terbentuk oleh proses tektonik dahsyat.

Tidak Perlu Mahal

Tidak perlu mahal didalam penerapan aplikasi geologi untuk kebaikan lingkungan, yang penting modal niat dan usaha aja. Kalau dah ada kedua itu semuanya yang mahal bisa jadi murah. Misalnya saja dalam pembuatan peta bencana rawan longsor alat dan bahan kan bisa kita cari dengan mudah dikampus selain itu metodenya yang paliing gak susah susah amat kan metode mapping jikalau dah ada niat mapping semuanya kita bisa tahu prospek yang bakal banyak nelan korban alias adanya gerakan tanah mana saja. Disitulah penerapan ilmu geologi struktur, geomorfologi, geologi teknik, dan petrologi kita bermain dan sebaik baik hasilnya adalah hasil yang kalian dapatkan di dunia perkuliahan. jadi keliatan tuh nantinya pada peta orang yang serius kuliah atau tidak.

Kita juga harus membuktikan pada disiplin ilmu lain bahwa geologi tidak sekedar dongengan tapi ilmu aplikatif untuk kehidupan. Tinggal bagaimana kita mampu membuat sebuah cerita menarik di KKN tersebut dan ppercaya saja bahwa kita semua bisa menjadi geologist handal dan benar benar bermasyarakat. Untuk itu mari kita teriakan kepada masyaraakat tentang tema Geologi bact to village alias geologi mbal ndeso…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: