Matahari Mengelilingi Bumi ?

Bumi Mengelilingi Matahari

Bumi Mengelilingi Matahari

Judul yang sangat menantang diatas memang sudah banyak dilontar lontarkan para kyai ataupun ilmuwan Islam dan sudah sejak lama pula terdengar. Selama ini mataharilah yang dikelilingi bumi dan semua itu tercantum disemua buku pelajaran mulai dari SD sampai Pelajaran Pasca Sarjana. Memang sih secara ilmiah  referensi yang saya ambil tidak bisa menampilkan bukti nyata bahwa matahari mengelilingi bumi tapi setidaknya didalam agama saya Allah berfirman ;

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa
serta Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga
setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir, kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului
siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. ” (Yasin: 38-40)
Dari Hadits Nabi:
“… maka Nabi itu pun berperang, dan dia mendekat pada desa yang dituju saat Shalat Ashar,
maka dia berkata kepada matahari: “Engkau adalah makhluk yang diperintah dan saya pun
diperintah, Ya Allah, tahanlah matahari itu untukku sebentar.” Maka matahari itu pun ditahan
sampai Allah memberikan kemenangan baginya. ” (Riwayat Bukhari)

Kalau Referensinya Gitu saya gak berani Ndebat Gan, kan Firman Tuhan Langsung Gan

Realita yang terjadi

a. Siapapun yang menyaksikan keagungan penciptaan langit dan bumi akan melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa matahari setiap pagi terbit dari ufuk timur lalu bergerak ke pertengahan lalu terbenam di barat. Itulah kejadian alam yang tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Itu sebagai bukti bahwa matahari yang bergerak. Namun kita diajarkan bahwa pergerakan matahari ke arah barat karena gerakan rotasi bumi. Lalu kalau ditanya kenapa yang terlihat bergerak itu matahari? Maka dijawab bahwa itu sama dengan seseorang yang naik mobil yang cepat, maka seolah-olah dia merasakan bahwa yang bergerak adalah pohon dan bangunan disekitarnya dan orang itu merasa kayaknya diam dalam mobil. Namun kalau difikirkan lebih lanjut bahwa secepat apapun mobil yang dinaiki seseorang, maka orang tersebut akan tetap merasakan bahwa dia bergerak.

b. Lihatlah awan yang ada di atas kita, dia tidak berada di bumi ataupun dilangit tetapi berada di antara keduanya. Lalu, mengapa awan itu terkadang bergerak ke barat atau ke timur, atau ke utara, atau ke selatan? Seandainya bumi berotasi maka mestinya awan itu bergerak sama dengan arah rotasi bumi. Tapi ternyata?

c. Jika kita naik pesawat misal dari Indonesia ke Saudi Arabia, lalu pesawat itu diarahkan ke atas sehingga keluar dari gaya gravitasi bumi, maka apakah pesawat itu butuh bergerak ke barat ataukah cukup diam di tempat menunggu bumi berotasi atau bagaimana? Bagian selanjutnya dari buku ini membahas tentang syubhat (keraguan) tentang keyakinan bahwa matahari mengelilingi bumi dan disertai jawaban yang memuaskan. Buku ini juga mengajarkan kepada kita bahwa apabila kita diberikan sebuah informasi atau sebuah ilmu (dunia) maka kita harus menimbangnya berdasarkan al-Quran dan As-Sunnah serta perkataan para Ulama khususnya informasi yang berasal dari orang-orang yang non muslim atau kalau tidak kita akan seperti yang digambarkan dalam syair arab:

Barangsiapa yang penunjuk jalannya adalah burung gagak

Maka dia akan mengantarkannya ke bangkai-bangkai anjing

dalam sebuah blog kang ech dikatakan bahwa Buku dari Matahari Mengelilingi bumi ini menuduh para pengikut aliran heliocentris sebagai pro-Kafir (Karena pencetus heliocentris Copernicus yang adalah orang kafir). Benarkah? Statemen ini dengan mudah dapat dibalik, karena aliran geocentris juga (sebelum islam) dicetuskan oleh “orang kafir” diantaranya Plato, Aristoteles dan yang paling masyhur Claudius Ptolomeus. Dari pada berdebat masalah ini coba kita buka lagi lembar sejarah. Buku ini memiliki banyak ketidak konsistenan. Penulis mencaci maki “ilmuwan kafir” seperti Aristotles dan Pythagoras, padahal se-ide dan sepaham dengan penulis. (tentang geocentris). hal ini menunjukkan ketidakpahaman penulis tentang sejarah.


Dari wikipedia, teori heliocentris pertamakali (diketahui) di gagas oleh Yajnavalkya dalam kitab Shatapatha Brahmana (abad 9 SM). Orang Yunani kuno yang mempunyai ide ini pertama kali adalah Aristarchus (abad 3 SM) dan abad pertengahan adalah Ilmuwan india bernama Aryabhata (476–550M),

Ilmuwan muslim pada awalnya mengikuti paham geocentris. Namun seiring dengan perkembangan ilmu astronomi (yang juga dibangun oleh banyak ilmuwan muslim pada masanya), mengalami banyak masalah dengan dengan teori ini. Akhirnya seorang ilmuwan muslim bernama ibnu al-Shatir (1304–1375M), dalam kitabnya yang berjudul Nihayat as-Sul fi Tashih al-Usul mengagas teori heliocentris. Perlu diketahui masa hidup Ibnu Shatir adalah sebelum Copernicus (1473-1543M). Penelitian ahli sejarah menemukan bahwa karya Copernicus mirip dengan yang diperoleh oleh Ibnu Shatir sehingga muncul dugaan bahwa pemikiran Copernicus adalah hasil mencontek dari Ibnu Shatir (nahh!!).

geocentris ataupun heliocentris, belum terdengar (setidaknya oleh saya) ilmuwan muslim pada saat itu saling menghujat apa lagi saling mengkafirkan satu sama lain.

Whew Gan Bahasannya Makin Seru, Lanjuut Gan……

Jadi benar atau tidaknya Matahari meneglilingi bumi???? jikalau menilik al Qur’an ada benarnya juga toh, karena tidak ada seorangpun yang bisa mengingkari kebenaran al-qur’an tapi secara ilmiah mungkin sekali kali bisa salah sama halnya juga teori yang mengatakan bumi mengitari matahari kemungkinan salah juga makin besar karena teori ini yang buat Manusia bukan Allah SWT

17 Balasan ke Matahari Mengelilingi Bumi ?

  1. risma mengatakan:

    topik menarik, nice conclusion… keep istiqamah!

  2. sandy mengatakan:

    Al-quran mempunyai kebenaran yang MUTLAK DAN ABSOLUTE. namun bahasa Al-quran yang sangat2 tinggi memmerlukan kapabilitas dalam mentadaburi kandungan atau maksud yang tertuang. sedangkan Ilmu pengetahuan mempunyai nilai kebenaran relatatif atau nisbi dan selalu berkembang sesuai jaman. tapi ada hal yang paling menarik bahwasannya kebenaran itu “MUTLAK” hanya manusialah yang bersifat relatif mendekati arti kebenaran tersebut.

  3. Bin Adnan mengatakan:

    Kita memiliki banyak ahli astronomy Muslim, dan mereka sudah membuktikan bahwa bumilah yang mengelilingi matahari.

    Satu hal lagi. Tak semua Salafy setuju dengan konsep matahari mengelilingi bumi, tapi mereka menolak untuk berkomentar karena mereka tak ingin mendebat Syaikh Salih al Utaymin.

    • syawal88 mengatakan:

      pada intinya adalah pendapat itu tidak ada yang dilarang selain itu pandangan pandangan seperti inipun wajib untuk kita ketahui sebagai bahan pembelajaran nantinya. dan terakhir terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog saya yang begitu sederhana ini

  4. Taufik Fathoni mengatakan:

    Penulis di blog ini kayaknya bingung untuk menentukan pendapat: apakah harus mempercayai hasil penetian ilmiah yang menyimpulkan bahwa bumi yang mengelilingi matahari, atau mengikuti pendapat Ahmad sabiq (yang katanya berdasar Al-Qur’an)yang justru berpendapat sebaiknya? Penulis blog sudah terjerat oleh klaim, bahwa pendapat Ahmad Sabiq adalah pendapatnya Al-Qur’an. Sehingga, kalau kita menolak pendapat Ahmad Sabiq, seolah kita menolak Al-Qur’an atau kafir terhadap firman Allah. Saya kira, cara berpikir seperti sangat naif, dan terjebak oleh cara memahami Al-Qur’an yang sangat tekstual –sama persis dengan cara pemahaman Ahmad Sabiq. Padahal, antara “Qur’an” dan “pemahaman kita tentang “Qur’an” adalah dua hal yang berbeda. Qur’an yang berisi firman Allah tidaklah mungkin terdapat kesalahan di dalamnya. Tapi pemahaman manusia (siapa pun orangnya, termasuk Ahmad Sabiq)relatif sifatnya. Bisa benar, dan bisa juga salah. Tapi lucunya, para pengikut wahabi yang menjadi pembela Sabiq, justru menganggap pendapat ulamanya itu sebagai sesuatu yang mutlak pasti benar, dan disejajarkan dengan kebenaran isi Al-Qur’an sendiri.Karena taqlidnya itu, mereka pun dengan mudahnya mengkafirkan orang lain yang tetap berpendapat bahwa bumilah yang mengelilingi matahari. Menggelikan memang.

  5. jabidi mengatakan:

    boleh sih berpendapat. perlu kalian tahu bahwa sesuatu di katakan bergerak kalau ada sesuatu yang diposisikan diam. contoh kalo kalian didalam kereta maka yang bergerak pepohonan, itu klo kalian diposisikan diam. kalo kamu diluar kereta, keretalah yang bergerak karena anda diposisikan diam.

    jika anda balapan motor dengan lawanmu dan kamu lebih cepat dari lawanmu, anda boleh mengatakan :
    -lawanku mundur jauh (jika kamu diposisikan diam), atau aku bergerak maju lebih cepat dari lawanku.
    -tapi dari pandangan penonton kamu dengan lawanmu sama sama bergerak maju.karena penonton diposisikan yang diam.

    nah sekarang bagaimana dengan matahari dan bumi? apakah bumi yang mengelilingi matahari atau matahari yang mengelilingi matahari? keduanya sama sama benar. karena hanya membandingkan dua obyek yaitu matahari dan bumi.
    saya berpendapat kalo kita memandang dari semua obyek yang ada mataharilah sebagai pusat peredaran.

    Benda tidak bisa dikatakan bergerak kalo tidak ada yang diposisikan diam.kita tidak bisa mengatakan itu besar kalo tidak ada yang diposisikan kecil.contoh kalau anda melihat batu sejagung diatas sepiring nasi, apa komentar anda! besar apa kecil?. mungkin anda berkomentar wahhh besar kali, karena anda membandingkannya dengan nasi.

    kalimat dlm kitab suci alquran itu benar adanya, tapi anda mesti paham. sebenarnya ga ada yang perlu didebatkan kalo kalian paham. jadi jangan meyakini alquran dengan dogma doang, cuma yakin tok kalo arquran itu benar, tapi ga paham. seperti orang ini, hei orang kalo kesetrum listrik akan gosong dan bisa mati langsung, karena yakin itu setiap ada kabel ato yang berhubungan dg listrik ketakutan ga brani mendekat.

  6. Ryan Setiawan mengatakan:

    Jika matahari yang mengelilingi bumi, lalu bagaimana dengan planet-planet lain, apakah matahari juga mengelilingi planet-planet tersebut, jadi kacaulah sistem tata surya, coba gambarkan pakai ilustrasi science…., di zaman dengan teknologi maju seperti sekarang ini dimana sdh ditemukan teleskop canggih yang bisa mengamati sistem tata bintang angkasa raya dimana ilmuwan mengamati bahwa planet2 lah yang mengelilingi bintang sebagai pusatnya baik bintang tunggal atau kembar dengan massa yang jauh lebih besar dari planet2 tersebut……ayat yang mengatakan bumi terbit dan tenggelam, bukan berarti lalu kita mengambil kesimpulan bahwa matahari yang berputar mengelilingi bumi kan? itu jika dilihat dari bumi….tafsirkanlah secara smart, apabila pd waktu ayat al-quran tersebut diturunkan dengan mengatakan secara lugas, jelas, langsung pada 1400 tahun yg lalu yang masih jahil bahwa bumi mengitari matahari, sementara secara kasat mata org melihat tentunya dari bumi seolah matahari yang mengitari bumi, bisa2 pengikut bahkan orang2 pada masa itu langsung menolak Islam….lihatlah juga konteks ayat tersebut diturunkan….dlm science apa yg terlihat belum tentu yang terjadi atau sebenarnya, ingat batang kayu yang dimasukkan kedalam air yg terkena cahaya terlihat lebih pendek ini karena pembiasan cahaya….hal yang asal ngomong tanpa kajian pengetahuan adalah taklid buta dan kejahilan yg malah bisa menghancurkan Islam…atau mungkin jg orang hanya mencari sensasi dan kontroversi utk menarik rasa penasaran demi motif uang, kesejahteraan dengan mengorbankan ilmu pengetahuan dan menafsirkan ayat al-quran secara serampangan tanpa minta pendapat para ahli tafsir…ingat kode etik tak tertulis ilmuwan adalah jujur…dan sesuai dengan janji Allah SWT mereka akan diangkat derajatnya 70 derajat….namanya harum sepanjang masa tanpa melihat latar belakang, andai albert einstein dengan teori atomnya dengan logika serampangan dan kebohongan apakah bom atom akan tercipta, reaktor nuklir untuk energi akan terwujud…kita harus prihatin sebagai umat Islam kita hanya pemakai teknologi, Arab Saudi hanya bisa mengimport produk2 amerika seperti peralata militer; pesawat tempur, tank, rudal dan lainnya, produk komputer, elektronik lainnya, Arab Saudi sebagai tempat bermula Islam hanya negara kaya bukan negara maju itupun minyaknya yg ngkelola para konsorsium asing dari amerika dan eropa, bahkan fasilitas peribadatan haji masjidil haram dibangun oleh kontraktor dari eropa dan amerika…..dimanakah orang Islam sendiri,dimanakah ahli-ahli islam seperti zaman kejayaan dulu….Ingat urusan klo diserahkan pada bukan ahlinya…tunggulah kehancuran…Wassalam, Terima kasih

    • syawal88 mengatakan:

      Terima kasih atas komentarnya saya pun mau bilang jikalau para ahlinya sudah lupa agama tunggulah Waktunya….. he he he he he🙂

  7. Epul mengatakan:

    Assalamu’alaikum,
    Maaf, setelah sy melihat tulisan penulis dan komentar2 yg ada, sy juga….bs dibilang agak bingung, disatu sisi ada penafsiran Al Qur’an yg di buat oleh ahlinya dan disisi yg lain ada ahli astronomi dgn teorinya.
    Dalam masalah ini bila kita mengambil BMM maka kita akan dikatakan ”kafir” dan bila kita mengambil MMB maka kita akan dikatakan….(maaf)tdk prnah belajar disekolah atau apalah….
    Utk saat ini yg bisa sy ikuti adalah ”lebih mendahulukan iman dari pada akal” misalnya pada peristiwa isra’ dan mi’raj nabi muhammad saw. kelangit ke-7. Dmn bila kita lebih mendahulukan akal maka iman kita akan runtuh.
    Sy ada pertanyaan dan mungkin ada diantara saudara2 yg bs membantu memberikan penjelasan.
    Begini, berdasarkan teori astronomi, bumi mengelilingi matahari selama satu tahun, kalau saya perhatikan bintang di langit pada malam hari….sprtinya tdk ada yg berubah, cobalah anda perhatikan bintang2 yg anda lihat di bulan januari juga akan terlihat di bulan juli. Kalau memang bumi mengelilingi matahari, pastilah kita tidak akan melihat bintang yg sm stlh enam bulan karena adanya matahari.
    Terima kasih.
    Wassalam.

    • syawal88 mengatakan:

      Sebagai manusia biasa sudah semestinya kita tetap menelitiny6a bukankah islam sendiri diajarkan jikalau mampu menembus langit ketujuh tembuslah

  8. syahiya abid mengatakan:

    ini akan menambah ilmu pengetahuan alam kita.

  9. Surya Murdani mengatakan:

    klo judulnya matahari bergerak, itu masih dapat dijelaskan dengan teori relativitas.. tai klo untuk mengelilingi itu berarti harus ada sumbu putarnya kan? nah itu yang bahkan dengan teori relativitas juga ga bisa di jelaskan..
    tanpa ada bukti dan teori yang jelas menurut saya susah dan hampir tidak mungkin bila mengatakan “matahari bergerak mengelilingi bumi” yang jelas matahari bergerak dalam galaksi bimasakti

  10. Irwansyah mengatakan:

    mas dibaca lagi Al Qur’an yg benar…. dimana ada ayat yg mengatakan bahwa matahari itu mengelilingi bumi….? saya kira gak ada…. itu saja mas… karena pendapat bahwa bumi mengelilingi matahari itu aslinya dari pemikir muslim yg membalikan fakta ilmuwan eropa pd masa laampau… pemikir musim itu dasarnya ya dari al Qur’an…… itu saja mas, gak usah dijawab sebelum membaca Qur’an….
    sedikit perlu diketahui : bahwa untuk menafsirkan qur’an dibutuhkan pengetahuan luas yg salah satunya adalah menguasai minimal 100 dialek arab…

  11. wahyu mengatakan:

    buat semuanya yang komen.. gini aj belum tentu para ahli peneliti didunia ini 100% benar.. sah-sah saja membuat argumen dan mempertahankan argumen masing-masing. karna ilmu ini nga ada habisnya.. artinya diatas langit masih ada lagi langit yg lain. qt kembalikan saja kepada allah SWT.. PEACE

    • Taufik Fathoni mengatakan:

      Setuju….Tp repotnya bukan argumentasi ilmiah yg diajukan, melainkan adanya pemaksaan pendapat dg vonis “kafir” bagi yg tidak setuju terhadap ahmad sabiq. Itu kan lucu dan sangat memalukan. Seolah ahmad sabiq itu nabi yg maksum, yg pendapatnya berdasarkan wahyu dari Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: