Mengkaji Gedung MPR & DPR yang Miring..

10 Mei 2010

Gedung DPR MPR jadi keajaiban dunia

Beberapa minggu terakhir ini kita tertegun atas ulah anggota DPR RI yang mengatakan perlu pembangunan sebuah gedung baru untuk anggota dewan akibat gedung saat ini telah miring 7 derajat dari posisi semula akibat Gempa. Whew kalau gitu mestinya semua gedung di jakarta juga haru diperiksa bukan hanya Gedung DPR/MPR. Dari segi geologi saya rasa tidak ada struktur dominan yang mempengaruhi daerah jakarta, cuman daerah ini dari referensi yang saya baca adalah daerah endapan Delta. Dengan ketebalan tanah (soil) yang diendapkan rata rata berumur holosen (maaf kalau salah) namanya saja Cerpen. Kembali ketopik bahasan serta saya mengutip dari forum kaskus

Selasa, 04/05/2010 11:50 WIB
Ditanya Gedung DPR Miring, Priyo Mengaku Tak Tahu Persis
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso bak pagi kedele, sore tempe. Priyo yang sebelumnya bilang gedung DPR miring 7 derajat sehingga perlu dibangun gedung baru, kini ia mengaku tidak tahu persis gedung wakil rakyat itu miring atau tidak.

“Saya nggak tahu persisnya (apakah miring atau tidak),” kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/5/2010).

Setelah gempa di Tasikmalaya 2009 dahulu, kata Priyo, Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ditugaskan mencari fakta-fakta. Kemudian, meminta bantuan Departemen Pekerjaan Umum (PU) karena keluhan anggota sudah terlalu banyak, sudah merasa tidak aman dan nyaman untuk bekerja.

Dikatakan dia, PU melaporkan kepada pimpinan Dewan bahwa ditemukan ada retak-retak. Kemudian disimpulkan gedung itu harus direnovasi total.

“Saya nggak tahu persisnya, apakah miring atau tidak. Tapi yang jelas perlu penyuntikan (beton),” ujar Priyo.

Yang jelas, menurut Priyo, gedung Nusantara I sudah melebihi kapasitas karena selain dihuni anggota Dewan, juga ada staf dan lain-lain. “Jadi kami ambil kesimpulan, diperlukan revonasi total dan rencananya dibangun gedung baru di sekitar gedung yang sekarang,” papar politisi Golkar ini.

Selain Priyo, informasi gedung Nusantara I miring juga dilansir Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis. Sekalipun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membantah Nusantara I miring, Harry tetap ngotot gedung itu miring 7 derajat. DPR bahkan pernah membahas kemiringan gedung hasil laporan PU dalam rapat paripurna.

“Itu laporan diberikan pada DPR periode lalu, tahun 2009 pernah disampaikan di rapat paripurna,” kata Harry pada Senin kemarin.

Harry mengatakan, gedung baru DPR membutuhkan Rp 1,8 triliun. Rinciannya, Rp 1,6 triliun untuk konstruksi gedung, dan Rp 200 miliar untuk perlengkapan dalam.

(aan/nrl)

Baca entri selengkapnya »