Dibalik kisah Konvensi IPA ke 34 di Jakarta

25 Mei 2010

Sudah dari dua tahun yang lalu saya kirimkan CV saya ke agenda pertemuan seperti ini di IPA (Indonesia Petroleum Association), tapi 2 tahun pula saya hanya bisa mengelus dada sambil berpikir apakah kriteria saya belum memenuhi. Sampai diawal 2010 pun saya sempat terpikirkan untuk mencoba kembali tapi ternyata niatanpesimis lebih besar ketimbang niatan positif untuk diterima.

Sambil melihat leaflet yang mampir di emailku saya hanya menggumam, angkatan tua seperti saya apakah masih diterima untuk menjadi Student Volunteer di IPA. Dalam benak saya pun berpikir sepertinya itu mustahil, mustahil setelah paper saya juga ditolak karena belum memenuhi kriteria.

tapi keajaiban untuk mengirim datang setelah sehari sebelumnya saya kirimkan CV saya yang benar benar berkompeten untuk terpenuhi kriteria tepatnya sejam sebelum deadline pada jam 24.00 tertanggal 31 Maret 2010. sampai 2 minggu setelahnya dalam pikiranku, mungkin tahun ini saya gagal juga untuk ikutan di Agenda yang sudah jadi impian saya sejak 2 tahun atau 712 Hari atau  17088 Jam.

Tapi tetap doa yang hanya bisa kupanjatkan supaya panitia disana mau menerima orang orang “culun” sepertiku ini. hari demi hari, jam demi jam, telah dilewati sampai kira kira tanggal 14 April 2010 ada telepon salah masuk ke no ku yang kuanggap no yang tidak kukenal dan tanpa identitas, dan selanjutnya aku menyesal setelah kutelepon balik ternyata dari telepon operator PERTAMINA UBP Tanjung. karena saat itu saya harus menemui boss besar alias SHALAT. tapi tak apalah aku terus menanti telepon itu kembali sampai ketika pukul 15.15 wib (sepertinya sih gitu) seorang suara mas-mas nelepon mengaku namanya Pak Agung memberitahuku bahwa saya diterima sebagai Student Volunteer IPA ke 34

Berlanjut kemudian saya datang ke Jakarta dengan menggunakan keretea Ekonomi ups maaf kebiasaan kalau ke Jakarta naiknya Ekonomi karena saya lihat EKonomi sedang kepenuhan order para penumpang lalu saya pun berpindah ke Kereta Bisnis yang harganya sedikit jauh dari Harga Mahasiswa, tapi gak apalah yang terpenting saya bisa menembus mimpi  saya itu.

Ketika Dah Di Jakarta

Sampai di Jakarta saya istirahat dan menuju tempat penginapan akhirnya saya menelepon Teman saya yang sedikit gila Aveliansyah dengan muka memelas (sedikit berlebihan mumpung di blog sendiri), bilang seperti ini.

” wal ke ETTI (Exploration Think Tank Indonesia) dulu, kita bareng ke Senayan”. lalu saya paham dengan ucapannya tersebut maklumlah Jakarta Kota besar beda dengan Magelang, Jogja,Palembang, Semarang, dan Bengkulu yang notabene nya pernah kita kuasai jalanannya. dari kesimpulannya adalah “Takut Nyasar” maklum tidak ada GPS ditangan “kita”(tidak ingin menyebutkan lebih spesifik). Sampailah kami Di Hotel Century Atlet tempat kami Nginap gratis disana.

Baca entri selengkapnya »


Klasifikasi Sistem Panasbumi

25 Mei 2010

Akhirnya setelah beberapa hari meninggalkan kota Semarang, karena begitu banyaknya agenda, saya dapat membuat cerita pendek lagi, kali ini saya akan buat cerita pendek mengenai bKlasifikasi Sistem Panasbumi. Mengapa saya ambil tema panasbumi, karena sebagai geologist yang cinta bangsa saya perlu membagikan cerita pendek ini agar para pembaca dapat tahu apa itu Panasbumi atau istilah palembangnya “GEOTHERMAL” . Energy hijau yang saat ini tengah didukung pemerintah untuk terus dikembangkan karena potensi yang lumayan besar.

Lalu seberapa besar Potensi GEOTHERMAL yang kita miliki, dibawah ini saya ambil dari blognya Dongeng Geologi

Potensi Geothermal Indonesia

dan dari data diatas hanya sebagian saja yang diolah, Hmmm dan jangan kaget bahwa potensi panasbumi Indonesia adalah potensi panasbumi yang terbesar di Dunia. Tapi masalah kendala keuangan yang buat negara ini enggan mengembangkan energi sejak dahulu padahal Negara Filipina dan Selandia baru kini menggantungkan energi listriknya pada energi yang ramah lingkungan ini.

Baca entri selengkapnya »