Dibalik kisah Konvensi IPA ke 34 di Jakarta

Sudah dari dua tahun yang lalu saya kirimkan CV saya ke agenda pertemuan seperti ini di IPA (Indonesia Petroleum Association), tapi 2 tahun pula saya hanya bisa mengelus dada sambil berpikir apakah kriteria saya belum memenuhi. Sampai diawal 2010 pun saya sempat terpikirkan untuk mencoba kembali tapi ternyata niatanpesimis lebih besar ketimbang niatan positif untuk diterima.

Sambil melihat leaflet yang mampir di emailku saya hanya menggumam, angkatan tua seperti saya apakah masih diterima untuk menjadi Student Volunteer di IPA. Dalam benak saya pun berpikir sepertinya itu mustahil, mustahil setelah paper saya juga ditolak karena belum memenuhi kriteria.

tapi keajaiban untuk mengirim datang setelah sehari sebelumnya saya kirimkan CV saya yang benar benar berkompeten untuk terpenuhi kriteria tepatnya sejam sebelum deadline pada jam 24.00 tertanggal 31 Maret 2010. sampai 2 minggu setelahnya dalam pikiranku, mungkin tahun ini saya gagal juga untuk ikutan di Agenda yang sudah jadi impian saya sejak 2 tahun atau 712 Hari atau  17088 Jam.

Tapi tetap doa yang hanya bisa kupanjatkan supaya panitia disana mau menerima orang orang “culun” sepertiku ini. hari demi hari, jam demi jam, telah dilewati sampai kira kira tanggal 14 April 2010 ada telepon salah masuk ke no ku yang kuanggap no yang tidak kukenal dan tanpa identitas, dan selanjutnya aku menyesal setelah kutelepon balik ternyata dari telepon operator PERTAMINA UBP Tanjung. karena saat itu saya harus menemui boss besar alias SHALAT. tapi tak apalah aku terus menanti telepon itu kembali sampai ketika pukul 15.15 wib (sepertinya sih gitu) seorang suara mas-mas nelepon mengaku namanya Pak Agung memberitahuku bahwa saya diterima sebagai Student Volunteer IPA ke 34

Berlanjut kemudian saya datang ke Jakarta dengan menggunakan keretea Ekonomi ups maaf kebiasaan kalau ke Jakarta naiknya Ekonomi karena saya lihat EKonomi sedang kepenuhan order para penumpang lalu saya pun berpindah ke Kereta Bisnis yang harganya sedikit jauh dari Harga Mahasiswa, tapi gak apalah yang terpenting saya bisa menembus mimpi  saya itu.

Ketika Dah Di Jakarta

Sampai di Jakarta saya istirahat dan menuju tempat penginapan akhirnya saya menelepon Teman saya yang sedikit gila Aveliansyah dengan muka memelas (sedikit berlebihan mumpung di blog sendiri), bilang seperti ini.

” wal ke ETTI (Exploration Think Tank Indonesia) dulu, kita bareng ke Senayan”. lalu saya paham dengan ucapannya tersebut maklumlah Jakarta Kota besar beda dengan Magelang, Jogja,Palembang, Semarang, dan Bengkulu yang notabene nya pernah kita kuasai jalanannya. dari kesimpulannya adalah “Takut Nyasar” maklum tidak ada GPS ditangan “kita”(tidak ingin menyebutkan lebih spesifik). Sampailah kami Di Hotel Century Atlet tempat kami Nginap gratis disana.

Sampai disana saya dapat kamar di 814 berbarengan dengan teman geologi dari ITB, Ade Syarifudin angkatan 2006.

Kerjaan Sebagai SV (Student Volunteer)

Di Depan JCC Barengan SV dari UGM

Dan kegiatan yang berjalan dari tanggal 18-20 Mei 2010 itu berjalan dan kunikmati dengan senang hati. Oh ya tak sengaja dan menyengaja saya belum sebutin tuh makhluk sebelah gue dia mahasiswa Elektro UGM panggil aja Irsha bukan nama Sebenarnya ( Nama Sebenarnya Upin). Dengan 23 SV lainnya kita berkerja di bagian TPC IPA. Ups satu lagi

Cerpenist dan Pendongeng Geologi (Pak Rovicky D.P.)

Cerpenist dan Pendongeng Geologi (Pak Rovicky D.P.)

Nah beliau diatas yang Foto bareng sama saya adalah Blogger dari Dongeng Geologi (http://rovicky.wordpress.com), senang bisa foto bareng beliau yang menginspirasi saya untuk menulis geologi di blog. Pokoknya mantep dah nih acara. Makasih buat semua panitia dan teman teman dah satu lagi… gara gara dia berangkat sama gue akhirnya tuh temanku , jadi Aveliansyah Best Student Poster IPA

Kesimpulan

nah kesimpulannya dari tulisan ini adalah Jangan meragukan diri Sendiri dan jadilah diri sendiri. Kesempatan itu datangnya memang tidak berkali kali tapi mencari kesempatan datangnya bisa berkali-kali jadi jangan mudah nyerah Oke! !

6 Balasan ke Dibalik kisah Konvensi IPA ke 34 di Jakarta

  1. perahu kecil mengatakan:

    asiiik niiiih,, heheu…
    🙂

  2. deni mengatakan:

    Mantapp ceritanya ,
    klo saya sial nih Mas , mau ngrim Resume , eh malah lewat satu hari dari hari yang di tentukan , nampaknya saya di pastikan Tidak Lolos haha
    Mungkin blum jalannya .

    • syawal mengatakan:

      coba lagi brurr dan jangan patah semangat saya saja nyoba 3 X kok, mungkin karena panitianya bosan akhirnya saya lolos

  3. Oktavia mengatakan:

    saya juga mas… yang pas IPA ke 35 saya daftar, tapi belum beruntung…. Tahun ini saya daftar lagi, daaaaaan sepertinya dewi fortuna lagi berpihak sama saya… hehehe =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: