harga Listrik naik? mati lampu jalan terus….

Listrik Naik? mati lampu juga naik!!

Listrik Naik? mati lampu juga naik!!

judul yang menarik untuk dibahasan ditengah kesibukan para anggota DPR dan para menteri yang terkait serta PLN yang sibuk menaikkan harga listrik bahkan sebentar lagi subsidi BBM benar benar dibatasi? apa kata dunia? padahal kalau ditilik menilik bukankah Indonesia punya cukup energi yang mumpuni untuk dijadikan sebuah sumber energi. Lihat saja bagaimana geliat perusahaan kapital oil company yang terus menggempur lahan lahan Migas Indonesia dan kurang lebih 30 PMA alias perusahaan asing bermain disana sebut saja chevron, Total, Pearl Oil, petrochina, Exxon Mobile, Santos, BP, CNOOC, INPEX dan banyak lainnya berburu emas hitam di Negeri ini.

bukan itu saja surga surga batubara pun ada di negeri ini seperti Kalimantan dmana lahan lahannya kini mulai diburu oleh para pecinta batubara, tapi apa dampak yang didapat dari hal ini? Listrik tetap naik bahkan sering mati lampu. saya sedikit mengutip tulisan di  http://koranbaru.com/tarif-daftar-listrik-naik-per-1-juli/  tentang perkataan Menteri ESDM seperti ini;

Darwin menyatakan, keputusan ini ditetapkan dengan mempertimbangkan rasa keadilan. Pemerintah memastikan keputusan ini tidak memberatkan rakyat kecil dan tetap menjaga daya saing industri. “Karena pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA tidak mengalami kenaikan,” ujarnya. Kenaikan rata-rata 10% tersebut dihitung dari rata-rata rekening seluruh pelanggan saat ini. Keputusan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 07 Tahun 2010 tanggal 30 Juni 2010 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PLN.

bingung juga rakyat kecil yang mana yang tidak berat kalau harga listrik naik terus tapi pelayanan masih saja sama dengan 20 Tahun yang lalu.  bahkan saya ingat status teman2 di facebook mereka ketika mati lampu seharian di daerah Tembalang. jarang saya melihat ucapan yang begitu antusias seperti, “ma kasih ya PLN, lampunya mati….” yang ada juga “sial, TDL naik, mati lampu juga ikut naik…”, ” seandainya saya jadi Dirut PLN, Listrik 24 jam Non Stop”, “hmmmm Listriknya lagi mati gara gara ngambek”… dan banyak lainnya… Hufff negeri yang amat malang dengan banyak permasalahannya….

berikut contoh hitung menghitung harga yang kita pakai dalam pemanfaatan energi Listrik ;

kwh = kilowatt-hour
kwh berarti energi yg digunakan selama 1 jam pemakaian.
1 kwh = energi sebesar 1 kilowatt (= 1000 watt, dari situ asalnya angka 1000) digunakan selama 1 jam.
jadi, lampu 40W menyala 1 jam = 40 Wh (watt-hour) = 0.04 kwh (kilowatt-hour)
makanya kalo 1 kwh = Rp. 200 –> 40Wh = 40/1000 x 200 = Rp. 8 (jadi bukan 40×1000)
Bedakan antara watt-hour dengan watt:
Watt = Joule/detik
Lampu 40W = lampu tsb. mengkomsumsi energi listrik sebesar 40 Joule setiap detiknya.
Kalau lampu dinyalakan selama 1 jam = energi listrik yg dikomsumsi adalah 40 Wh (watt-hour), yang sebenarnya sama dengan 40 Joule/detik x 3600 detik = 144000 Joule.

itu kalau harganya Rp 200 per Kwh bayangkan kalau rata rata harga listrik per Kwh setelah kenaikan menjadi kisaran Rp. 650 – Rp. 900 /Kwh

Ya semoga saja ini yang terbaik daripada disubsidi terus, btw dana subsidi yang dikurangi itu akan dialihkan kemana ya? apakah ke kantong para Pejabat atau kantong Rakyat? tapi sekali lagi Rakyat yang mana….? tapi apa hubungannya dengan Geologi tentu saja terkait toh?

Karena Geologi juga yang mencari cara bagaimana energi energi alternatif bisa dihasilkan sebagai penambah bukan tenaga utama listrik tersebut saat ini ada beberapa energi yang terkait dengan geologi semisalnya adalah Geothermal, Minyak, Gas, LNG, Batubara, Air (PLTA), CBM, dan lain lainnya….. jadi secara tidak langsung kita punya peran disana apalagi kalau dipikir kita termasuk beruntung termasuk ke dalam negara tropis dan dilalui lintasan khatulistiwa yang semestinya kita dapat memanfaatkan energi Matahari secara Optimal. tapi kenyataannya adalah sampai sekarang energi itu hanya sebagai bahan wacana saja?

2 Balasan ke harga Listrik naik? mati lampu jalan terus….

  1. […] Baca Detail Cerpen: harga Listrik naik? mati lampu jalan terus…. « Syawal88's Blognya … […]

  2. syawal mengatakan:

    Tapi kalau tidak di naikkan TDL, maka beban perhitungan subsidi pemerintah semakin membengkak!

    Hitungan nya sederhana:
    I liter Solar (bila di convert ke listrik) menghasilkan sekitar 3 Kwh. Harga 1 liter solar = Rp 8000,- (untuk industri).

    jadi: untuk menghasilkan 1 Kwh, dari solar adalah: Rp 8000 : 3 = Rp 2666,- ==> di jual ke PLN ke masyarakat hanya sekitar Rp 500-800/kwh. Untuk 1 kwh=berarti pemerintah harus mensubsidi sekitar : Rp 1800 sampai Rp 2100 ! banyak toh? makanya PLN merugi terus….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: