Ketika Cerpenist Sedang Jatuh Cinta

13 Agustus 2010

Cinta Untuk Mengenal Allah

Mungkin ini satu satunya tulisan yang judulnya gak geologi banget. Tapi bolehlah sedikit-dikit menyimpang asalkan penyimpangan itu tidak terlalu menyesatkan. Ups… mumpung masih suasana bulan ramadhan saya mau ngucapin dulu ” Maaf sebesar-besArnya kepada semua Pembaca Jikalau saya pernah khilaf berbuat salah “.

Judul diatas sengaja saya buat karena saya sedang jatuh cinta, ya benar saya sedang jatuh cinta dan tidak ada yang bisa menggambarkan jatuh cinta saya tersebut. Saya sangat cinta pada dunia geologi dan semua yang terkait didalam dunia tersebut.

Sebenarnya judul ini dibuatpun tidak lepas dari keresahan virus merah cinta yang menyebar kesemua manusia dan tak ada satupun manusia yang bisa menghindari virus tersebut termasuk saya sendiri yang notabene nya masih manusia (dan seterusnya juga manusia).  Jadi keingat cerita cerita masa lalu kalau dah ginian tapi ya saya tegaskan sekali lagi jangan salah artikan virus merah cinta mengubah pandangan saya pada seseorang atau lebih dari seseorang.

Bahkan gara gara virus tersebut semua yang nggak mungkin bisa jadi mungkin contohnya aja dulu saya yang gak suka geologi ketika jatuh cinta ma bidang ini membuat saya untuk terus berkarya menyelesaikan studi ini karena apa karena saya sudah terlalu Cinta dengan kegeologian ini.. *semoGa tidak terlalu Alay*

Lalu kalau ditanya soal Perempuan Bagaimana???

Baca entri selengkapnya »


Proses Pembentukan endapan Mineral

12 Agustus 2010

lingkungan

Mineral hmm.....

Kali ini bang cerpenist mau ndikit bagi ilmu lagi, bukan sembarang ilmu kali ini mau nyerpenkan pengetahuan tentang pembentukan endapan mineral. Sebagai bangsa yang besar seyogyanya kita harus bangga akan poteni mineral di Indonesia nah supaya tak terbutakan oleh bangsa bangsa lain, penulis mau bagi bagi cerita “en” ilmu.

———————————————————————————————-

Proses Pembentukan Endapan Mineral

Proses pembentukan endapan mineral dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu proses internal atau endogen dan proses eksternal atau eksogen.

Endapan mineral yang berasal dari kegiatan magma atau dipengaruhi oleh faktor endogen disebut dengan endapan mineral primer. Sedangkan endapan endapan mineral yang dipengaruhi faktor eksogen seperti proses weathering, inorganic sedimentasion, dan organic sedimentation disebut dengan endapan sekunder, membentuk endapan plaser, residual, supergene enrichment, evaporasi/presipitasi, mineral-energi (minyak&gas bumi dan batubara dan gambut).

Proses internal atau endogen pembentukan endapan mineral yaitu meliputi:

1.    Kristalisasi dan segregrasi magma: Kristalisasi magma merupakan proses utama dari pembentukan batuan vulkanik dan plutonik.

2.    Hydrothermal: Larutan hydrothermal ini dipercaya sebagai salah satu fluida pembawa bijih utama yang kemudian terendapkan dalam beberapa fase dan tipe endapan.

3. Lateral secretion: erupakan proses dari pembentukan lensa-lensa dan urat kuarsa pada batuan metamorf.

4.    Metamorphic Processes: umumnya merupakan hasil dari contact dan regional metamorphism.

5.    Volcanic exhalative (= sedimentary exhalative); Exhalations dari larutan hydrothermal pada permukaan, yang terjadi pada kondisi bawah permukaan air laut dan umumnya menghasilkan tubuh bijih yang berbentuk stratiform.

Proses eksternal atau eksogen pembentukan endapan mineral yaitu meliputi:

1. Mechanical Accumulation; Konsentrasi dari mineral berat dan lepas menjadi endapan placer (placer deposit).

2.    Sedimentary precipitates; Presipitasi elemen-elemen tertentu pada lingkungan tertentu, dengan atau tanpa bantuan organisme biologi.

3.    Residual processes: Pelindian (leaching) elemen-elemen tertentu pada batuan meninggalkan konsentrasi elemen-elemen yang tidak mobile dalam material sisa.

4.         Secondary or supergene enrichment; Pelindian (leaching) elemen-elemen tertentu dari bagian atas suatu endapan mineral dan kemudian presipitasi pada kedalaman menghasilkan endapan dengan konsentrasi yang lebih tinggi.

Baca entri selengkapnya »


Andai saja Beye itu O….Bama, Lapindo mungkin dah berlalu

7 Agustus 2010

menggelitik beberapa minggu yang lalu banyak orang-orang yang mengandaikan pak Beye itu kayak pak Obama. Mungkin kasus lumpur sidoarjo tak akan berkepanjangan hingga hari ini. dan lihatlah bagaimana kasus kasus lapindo ini akan jadi momok yang menakutkan bagi pemerintahan sekarang.

“wajar aja kan Amerika negeri adidaya lah kita negeri apa adanya….”

kembali ke subyek kita yaitu Lumpur Sidoarjo. Ahli ahli geologi dunia yang berkumpul di Afrika Selatan saja kurang lebih 2 tahun silam (kalau tak salah) hanya memutuskan kasus lapindo lewat Votting, (lah ini bencana alam apa milih bencana tooohh..) bukannya scientist yang digunakan malah Votting dan nasibnya bakal menentukan puluhan riu orang yang berada dikawasan lapindo itu sendiri dan ratusan ribu lainnya dikisaran sungai brantas, bagaimana tidak lama kelamaan lumpur yang terbuang itu hanya bisa menyebabkan pendangkalan sungai dan dampaknya tentu akan dirasakan oleh masyarakat sekitar sungai brantas….

Selain itu dinding lumpur yang meninggi tanpa penanganan lebih lanjut yang selalu tertimbun tiap harinya suatu saat bisa longsor dan bisa kita lihat seperti saat ini. Longsoran timbunan lumpur itu mulai mengancam.

Pak Beye memang bukan pemimpin negeri adikuasa tapi setidaknya dia punya adikuasa untuk mengatur negerinya sendiri untuk menuntaskan permasalahan Lapindo itu sendiri, dan selayaknya bencana ataupun bukan mestinya pihak Bakrie group harus bertanggung jawab menyelesaikan kasus ini baik secara sosial dan menutup lapindo tersebut. saya teringat beberapa solusi yang di cetuskan oleh Dr Rudi Rubiandini selaku eks ketua Investigasi kasus LUSI hanya angin lalu dimata pemerintah lalu…. kapan pak Beye bisa meniru pak Bama padahal pak Beye kan orang militer sedangkan pak bama orang sipil….. Hmmmm…… kita lihat waktu yang berbicara