Dieng Sebuah Panorama yang Tersembunyi

Kawah Sikidang Dieng

Kawah Sikidang Dieng

Wah kali ini cerpenist mau ndikirt ncerpenkan cerita pendek tentang dieng, Ya dieng sebuah wisata geologi yang amat menarik untuk dikunjungi bukan saja karena keindahan dan eksotik pemandangannya tapi kajian geologi yang tak boleh luput untuk diamati. Di Dieng tidak hanya arkeologinya yang berupa pelataran candi dieng tapi juga ada beberapa tempat fenomena yang menarik yang terbentuk akibat proses Geologi sebut saja Kawah Sikidang dan Telaga Warna semuanya tak luput dari aksi reaksi proses Geologi yang dulu pernah terjadi berupa bentukan bentukan erupsi dari vulkanisme Dieng

Kembali ke Dieng, Ya tingginya berada lebih dari 2000 meter diatas permukaan laut dan tentunya udara dingin akan selalu menyapu kulit kita baik di malam ataupun siang hari. Seperti hampir tak pernah terlihat matahari yang amat terik disini karena wilayah ini hampir setiap saat tertutupi oleh kabut dan awan. Bahkan Udara disini berkira diantara 10 derajat Celcius bahkan kata warga sekitar pernah menyentuh kondisi 0 derajat Celcius…… Whew Pasti dingin Amat nih daerah.

Dikawasan ini juga berdiri sebuah pabrik pembangkit tenaga panasbumi atau istilah asingnya Geothermal, ya Pabrik itu dikelola oleh PT GEODIPA dengan kapasitas Mega Watt yang dihasilkan kurang lebih 35 MWe Lumayanlah untuk menciptakan energi lisrik yang masih kurang terutama didaerah pasokan listrik wonosobo dan sekitarnya. Potensi panasbumi sudah dilihat dari kenampakan manifestasi yang banyak ditemukan ditemukan dikisaran dieng contohnya adalah mata airpanas, mud flow, solfatara, tanah panas, Alterasi batuan, silika sinter dan manifestasi geothermal lainnya. Kenampakan tersebut bisa dinikmati pada area wisata kawah sikidang dan hanya membayar Rp. 6000,- saja anda bisa menikmati ke Eksotikan nih area.

panasbumi Dieng

panasbumi Dieng

Gambar diatas adalah area pengolahan panasbumi yang dikelola oleh PT Dieng dan ini adalah daerah well padnya. dari sumur sumur tersebut Uap uap akan diditribusikan ke Turbin untuk selanjutnya diubah menjadi energi Listrik. Yang selanjutnya kita melihat ke eksotikan panorama Telaga Warna.

Pada telaga warna kita akan tetap merasakan bau belerang di beberapa titik hal ini berarti adanya proses proses magmatisme yang masih aktif meskipun tidak terlihat secara kasat mata, tapi dari reaksi belerang tersebut menunjukkan aktivitas itu terus berlangsung, dan tenang saja komposisi belerang disini untuk dihirup masih dalam standar jadi masih aman, tapi ingat jangan sering dihirup, maka yang terjadi adalah akan adanya Infeksi Saluran Pernapasan Atas akibat banyak menghirup gas Belerang ini.

Panorama Telaga Warna Dieng

Panorama Telaga Warna Dieng

dilihat dari gambar diatas warnanya kehijauan hal itu akibat pengaruh dari batuan didasar telaga dan kandungan kimianya (sotoy mode:on). Di wisata ini banyak dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk foto foto atau sekedar bersantai ria.  Ups ada kilasan geologi yang saya dapatkan dari pusdiklat geologi ESDM nah ini sedikit kutipan tentang Geologi Dieng

Komplek Vulkanik Dieng di Jawa Tengah terletak di dataran tinggi sekitar 2.000 m di atas permukaan laut, dan berjarak 25 km sebelah utara kota Wonosobo. Memiliki serangkaian gunungapi kuarter, yang meliputi sejarah aktifnya gunungapi Sundoro dan Sumbing. Dataran tinggi adalah daerah pertanian yang kaya akan kentang, kubis, tomat dan sayuran lainnya.

Terdapat berbagai manifestasi permukaan kegiatan hidrotermal, termasuk danau, fumarol / solfatara dan mataair panas. Daerah ini juga dikenal untuk pengembangan sumber daya geotermal  dan letupan gas maut. Tersebarnya candi adalah saksi dari budaya Hindu kuno yang pernah memerintah.

Dataran Tinggi Dieng memiliki panjang 14 km dan lebar 6 km cenderung arah umum T – B karena pergeseran pusat letusan dengan aktivitas termuda berada di timur. Hal ini terlapisi oleh napal tersier, batugamping, batupasir tuffan dan vulkanik. Komplek Dieng itu sendiri terdiri dari Kuarter Akhir sampai Recent kerucut vulkanik dan letusan kawah, terbentuk oleh persimpangan dua zona patahan utama yang cenderung T – B dan UB – ST. Tiga episode utama dari aktivitas gunungapi yang bisa dibedakan (dari Sukhyar, 1994):

(1)  Produk vulkanik tertua memiliki umur Kuarter Bawah dan membentuk batas utara dan selatan dari dataran tinggi Dieng. Meliputi unit Prahu dan Tlerep Stratovolcano dan Rogojembangan. Subsidence dari bagian barat kerucut Prahu (2.565 m) membentuk dataran tinggi, yang telah ditafsirkan sebagai kaldera atau sebagai depresi struktural. Nagasari kerucut yang kemungkinan berada di batas barat dataran tinggi.

(2)  Selama episode kedua sejumlah stratovolcano muncul di antara depresi, menghasilkan basalt, basaltik andesit dan piroksen-andesit. Endapan piroklastik jatuhan, diyakini hasil letusan dari semua gunungapi, menyelimuti depresi Batur dan Dieng. Secara kolektif hal itu disebut sebagai tephra Dieng. Hasil dating menunjukkan usia 16.770 tahun. Bisma, terletak di ujung selatan, adalah gunungapi yang tertua dan menghasilkan lava basaltik, piroklastik jatuhan dan aliran. Selanjutnya di timur gunungapi Sroja memiliki dua puncak kawah. Sebuah pusat letusan parasit di lereng selatan memiliki danau kawah lebar 800 m dan kedalaman >150 m (Telaga Menjer), yang digunakan untuk PLTA dan irigasi. Pangonan dan Merdada adalah dua kerucut strato di timur Nagasari. Yang terakhir memiliki danau kawah, yang digunakan untuk air minum oleh penduduk desa setempat. Pagerkandang kerucut terletak di sebelah utara Merdada dan lebih muda daripada yang terakhir. Scoria jatuhan, mungkin dari aktivitas strombolian, mewakili produk-produk terbaru. Solfataras terdapat pada dinding kawah dan di lereng utara. Solfatara juga ditemukan dalam kawah Igir Binem, gunungapi yang paling timur dari episode ini. Kawah ini, yang telah sebagian diisi oleh lava biotite-andesit dari episode ketiga, berisi danau berwarna (Telaga Warna). Gunungapi Dringo-Petarangan, terletak di depresi Batur 7 km sebelah timur depresi Dieng, mungkin mirip usia sebagai Pangonan Merdada-kerucut, berdasarkan pada kenampakan morfologis.

(3)  Aktivitas magmatik termuda dihasilkan dari lavas (olivin-) biotite andesit yang viskos dan airfall dari kelompok sembilan pusat letusan di pinggir selatan depresi Dieng. Legetang, sebuah pusat terisolasi 4 km ke arah barat, juga termasuk dalam kelompok ini. Lava yang termuda memiliki usia 8.540 tahun dan terpisah dari endapan tephra oleh paleosoil Dieng. Magmatik udara jatuhan dari pusat letusan Pakuwaja, yang meliputi lava, adalah endapan hidrotermal tahun 2.450 letusan endapan dari Telaga Lumut (bekas danau di pusat Sikidang). Endapan hidrotermal jatuhan yang dihasilkan oleh letusan dari kawah Sileri (1944) dan Sinila (1979).

Pencatatan aktivitas letusan ditandai oleh peristiwa ledakan (VEI <3) yang freatik yang alami. Sejumlah delapan belas letusan telah tercatat sejak abad ke-18. Kegiatan ini terjadi di kawah berbeda: Sileri (6-7 letusan), Pakuwaja (3), Petarangan kawah (3), Sikidang (2), Sinila dan Sigludug (1), daerah Candradimuka (1). Lahar yang dihasilkan pada tiga kesempatan, yang paling baru adalah salah satu yang menyertai kejadian tahun 1979 di Sinila-Sigludug. Delapan letusan menyebabkan korban jiwa. Allard et al. (1989) berpendapat bahwa letusan di Kompleks Dieng dapat dibedakan menjadi dua jenis:

  1. Letusan tanpa seismik prekursor, yang dihasilkan dari proses selfsealing fumarol / solfataras aktif. Letusan didahului oleh gempa bumi lokal atau regional atau oleh terbukanya rekahan.
  2. Mungkin bisa terjadi pada lokasi tanpa terlihat aktivitas geotermal di permukaan. Sebagian besar letusan-letusan jenis ini terjadi di depresi Batur (misalnya, Sinila-1979; letusan Timbang di tahun 1940-an).

Nah Dari sepak terjangnya ternyata Dieng bisa dijadikan alternatif wisata yang menarik untuk dikunjungi apalagi kalau anda seorang penikmat keindahan alam tentunya tak kan melepaskan kesempatan ini.

Paijo : lah kalau Bang Cerpen dah Kesana Belum Bang?

Cerpenist : tentu Sudah DonK…….

Satu Balasan ke Dieng Sebuah Panorama yang Tersembunyi

  1. arie may mengatakan:

    Bagus2… kalo boleh tau sumber informasi darimana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: