Tsunami dr Selat Sunda: YES!! Rambatan gempa dr Selat Sunda: LESS LIKELY, Rambatan dr Pelabuhan Ratu: MORE LIKELY

oleh Andang Bachtiar pada 17 Mei 2011 jam 4:58

Dr. Andang Bachtiar

 Dr Andang Bachtiar

(geologist merdeka)

———-

Atas pemberitaan akhir2 ini ttg potensi Gempa Jakarta 8.7 SR yg dirilis Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial (Andi Arief) dan Dr. Danny Hilman setelahnya, saya ingin memberikan perspektif yg sedikit berbeda.

Dari segi tektonik, bkn hanya jarak dr epicenter yg menentukan besar kecilnya pengaruh gempa dirasakan di suatu tempat. Tetapi juga apakah ada jalur2 patahan yg menghubungkan daerah epicenter dg tempat tersebut..

Dalam hal potensi ancaman gempa yg epicenternya di terusan patahan geser Sumatra ataupun Mentawai di Selat Sunda maupun apalagi di zona penunjaman sebelah baratnya, kemungkinan besar daerah yg punya kelurusan struktur langsung dg patahan2 tsb di Banten yg mendapatkan pengaruh goncangan terbesar.

Hubungan Teluk Jakarta dg daerah Selat Sunda nampaknya lebih difasilitasi oleh terhubungnya kedua perairan tersebut oleh kolom air Laut Jawa diantara keduanya. Sampai skrg kita blm memperoleh bukti data adanya kelurusan patahan arah barat-timur yg menghubungkan keduanya. Dengan demikian potensi akan terjadinya tsunami sangat besar di Teluk Jakarta apabila terjadi gempa 8.7 SR Selat Sunda yg sdg diteliti ini. Perhitungan awal apabila terjadi gempa 8.5 SR di Selat Sunda, maka Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta akan terendam tsunami yang run-up-nya sampai dengan 1 meter.

 Tetapi kecil kemungkinannya gempa 8.7SR tsb merambat & dirasakan dg kekuatan yg sama di Jkt, krn tiadanya jalur patahan barat-timur itu. Kalaupun toh dirasakan di JKT mugkin getarannya sdh jauh berkurang dr di pusatnya yg 8.7 SR itu. Tapi ya tetep saja goyang bergoncang. Berapa besaran MM nya? Kawan2 geoteknik perlu menghitungnya terutama dikaitkan dg usaha micro zonasi kegempaan u/kode bangunan di Jakarta.

 Saya malahan melihat kemugkinan Jakarta lebih rawan “serangan” gempa dr arah selatan, yaitu dr Pelabuhan Ratu – Sukabumi dan sekitarnya. Karena sampai saat ini data gravity dan seismik menunjukkan tinggian-rendahan utama yg dibatasi patahan2 di daerah Jakarta arahnya utara selatan. Salah satu dr patahan itu membatasi Tinggian Tanggerang di bagian barat dr Cekungan Ciputat yg melampar ke timur sampai ke Tinggian Rengasdengklok. Patahan berarah utara selatan itu trase-permukaan-nya di sekitar jalur S. Cisadane. Jalur patahan di bawah permukaan bisa diamati sampai ke daerah Leuwiliang Bogor, tetapi kemudian jejaknya tertutup oleh endapan volkanik Gn Salak. Kemungkinan jalur utara selatan lwt patahan itu bisa menerus di bawah Gn Salak sampai akhirnya terhubung dg daerah Sukabumi – Pelabuhan Ratu. Jika terjadi pergeseran intra plate di penunjaman lempeng selatan Pelabuhan Ratu dan getaran gempanya bisa diteruskan ke utara lwt jalur tersebut, maka Jakarta bisa2 ikut bergoyang. Lebih banyak bukti menunjukkan bhw gempa2 di selatan Jawa Barat seringkali juga terasa meggoyangkan Jakarta (Gempa Pangandaran 2006, Gempa Tasikmalaya 2009, Gempa Sukabumi).

 Tentang kemungkinan Jakarta diancam tsunami dari gempa Selat Sunda  maupun volcanic activity Krakatau: catatan2 sejarah membuktikannya. Juga akhir2 ini penelitian Pak Danny Hilman dkk di daerah BatuJaya, Krawang (Teluk Jakarta timur) ttg penyebab terkuburnya kebudayaan pra-sejarah disana (dr situs2 arkeologinya) mulaimenunjukkan tanda2 bekas adanya bencana purba. Bencana purba pd lapisan2 pengubur situs Batu Jaya antara abad 4-5 kemungkinan adalah Tsunami atau letusan gnApi dr Selat Sunda.

Jadi, memang kita semua harus terus bersiap. Jakarta juga tdk aman2 banget dr potensi ancaman gempa dan apalagi tsunami. Ayo lebih kita kenceng-in penelitian2nya. Tanpa riset2: gps, tomografi, monitoring patahan aktif,catatan2 sejarah, dating endapan tsunami, koral dsb, kita meraba dlm gelap. Dengan riset2 mitigasi,kita jd lebih siap, tahu segmen lempeng mana yg siap bergerak & brapa besar besar skalanya, daerah mana yg kena, dsb. Makin bnyak catatan sejarah/ stratigrafi dr pemelajaran perulangan gempa-tsunami di suatu tempat, makin sempit simpangan ketdkpastian prediksi. Kita sdh sampai pd level prediksi lokasi & besaran gempa termasuk u/Siberut, Padang, Selat Sunda, Jawa Selatan, dll; tapi prediksi kapan waktunya masih banyak tanda tanya. Masih terlalu sedikit data untuk diambil regresi linier statistiknya mendapatkan kepastian dengan simpangan rendah.

 Mitigasi bukan untuk menakut-nakuti, tetapi membuat orang menjadi lebih siap mengantisipasi, mengevaluasi mana yg kurang & hrs diperbaiki.

Salam

ADB di SMD

16 Mei 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: