Siklus Banjir 5 Tahunan Jakarta? Pembenaran atau Hoax?

Pemerintah DKI Jakarta sekarang tengah giat giatnya dihadapi dengan kenyataan siklus banjir 5 Tahunan. Tahun 2007 atau tepatnya hampir 5 tahun lalu hampir semua stasiun dan media cetak serta elektronik menjadikan banjir jakarta sebagai headline utama berita koran mereka. Semakin menahun luas genanganpun makin bertambah seiring curah hujan yang juga makin meninggi. Tidak ketinggalan Istana Keprisidenan pun pernah mengalami rasanya banjir Jakarta tahun 2007. Penanganan telah dilakukan oleh PEMDA DKI Jakarta tapi tetap saja banjir ? Penyebabnya tak lain adalah perubahan lingkungan disekitar aliran air yang kini hampir disudut kota Jakarta tidak ada daerah ruang serap yang berarti.

Data Siklus Banir 5 Tahunan Jakarta (Suara Merdeka)
Data Siklus Banir 5 Tahunan Jakarta (Media Indonesia)

 Bagaimana Mengatasi Banjir?

“lah banjir kok diatasi mestinya di cegah”

Banjir terjadi karena limpahan air yang tak masuk langsung atau diserap oleh tanah lebih banyak sehingga mengalir kewilayah yang lebih rendah dan mempunyai daerah tampungan.  Pada gambar dibawah ini adalah Sub Aliran Hulu Sungai Ciliwung

DAS CILIWUNG
DAS CILIWUNG (klik Gambar Untuk memperbesar Peta)

Kesadaran untuk menjaga area hijau perlu ditingkatkan dan perlu perhatian khusus didaerah yang mempunyai peranan penting penyumpang aliran air untuk Jakarta. Saat ini pembuatan kanal tidak lah cukup yang perlu dilakukan adalah pembuatan sumur resapan di wilayah tinggi sebagai area resapan yang baik. Selain sumur resapan pembuatan biopori juga perlu dilakukan karena selain tepat untuk menjadi sarana pencegah dan penyerap air permukaan, teknlogi biopori juga dapat memberikan kesuburan bagi tanah.

Lalu bagaimana dengan Siklus 5 Tahun??

Siklus ini hanya dugaan saja sebenarnya banjir bisa terbentuk akibat kurangnya kesiapan menghadapi musim datangnya penghujan misalnya gorong gorong yang mampet, endapan sungai yang tebal, dan masih banyak perilaku masyarakat yang membangu lahan di kawasan hijau dan dataran banjir. Lalu bagaimana keterkaitan dengan geologi, sejauh apa peranan geologi dapat membantu.

Geologi mempunyai peranan yang baik untuk melihat struktur tanah, relief, serta komposisi daerah untuk menyiapkan peta kebencanaan untuk selanjutnya di tindak lanjuti dengan rekayasa teknik, misalnya adalah pembuatan sumur resapan dengan perhitungan yang cermat ahli geologi terutama hidrogeologi mampu memahami seberapa besar batuan batuan dapat menampung dan mengalirkan air kedalam permukaan secara cepat. Selain itu geologi juga berfungsi untuk melihat kelabilan lereng yang dapat terjadi longsor akibat pergerakan tanah yang diakibat pembebanan sehingga tanah bergerak dan menjadi lunak. Jakarta adalah daerah hilir dengan morfologi yang relatif dataran rendah bergelombang dimana tersusun atas sebagian besar endapan alluvial. sehingga perlu di perhatikan benar benar perencanaan wilayah. Pembuatan danau danau buatan atau semacam situ juga harus di perhatikan untuk meninkatkan keselamatan dan mencegah korban yang lebih besar……

dan mari kita teriakan “STOP PEMBANGUNAN DI WILAYAH HIJAU DAN MARI HIJAUKAN JAKARTA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: