Mengkaji Benarkah Ada Piramida di Indonesia (2)

beberapa hari ini kalangan geologi indonesia kembali di hangatkan dengan catatan dari seorang asisten staff khusus presiden di bidang sosial dan kebencanaan yaitu Pak Erick Rizky. Pembahasan isu tentang penemuan Piramida ini bak seperti mutiara diantara luasnya lautan, semua ingin mengetahui benarkah Piramida itu ada????

Bagi yang ingin tahu catatan yang ditulis berikut saya lampirkan keterangannya

Tulisan pak Okim di milist IAGI dan Pikiran Rakyat Bandung sungguh menarik, emosional dan entah berkesimpulan apa. Pertama, menghubungkan Tim staf khusus dg Turangga Seta menandakan Pak OKIM tidak mendapat info akurat. Sebagai senior di geologi adalah kalimat yg kurang pantas jika ada kata2 staf khusus dihipnotis oleh Turangga Seta. Ada dua hal yg perlu kami klarifikasi, pertama, tim staf khusus bekerja tanpa ada sentuhan dan berhubungan dg Turangga seta. Kedua, terlepas pendekatan berbeda, tidak tepat apabila mang okim  merasa kebenaran mang Okim mutlak dan Turangga seta adalah musuh para geologis. Sebagai ilmuwan tentu tidak sepantasnya merasa kebenaran mutlak hanya pada pak Okim yg ekspedisi sehari dg beberapa data yg masih bisa di debat dan visual. Kesan yg saya tangkap pak Okim mau menggiring riset yg dilakukan tim stafsus untuk mencari harta karun, tdk scientific, tdk diback up para ahli, dan  Staf khusu Presiden bidang bantuan sosial dan bencana itu. sedang bermimpi. Terlalu simplifikasi berlebihan dan under estimate dg sebuah tim yg meneliti dengan serius, dan standar scientific yg kami junjung tinggi.

           Kalau kita lihat dari penjelasan Mang okim, tak ada argumen pokok yg dpt menyatakan riset tim katastropik purba itu salah. Bahkan Dalam artikel di Pikiran Rakyat  Pak Miko secara tendensius mengatakan : Alangkah ironisnya bahwa hilangnya bangunan sangat penting di puncak G.Sadahurip yaitu beton Trianggulasi T 74 yang dibongkar karena dikira mengandung harta karun, lepas dari perhatian, padahal hukuman bagi pencurinya di zaman kolonial Belanda begitu berat.

Kesimpulan kami , Berarti pak Miko mengetahui  ada beton T 74 sejak jaman Belanda. Faktanya yang bongkar juga orang Belanda menurut cerita masyarakat. Tempat T 74 itu. Dari mana pak Miko mengetahui itu? Kami mencurigai pak Miko dalam hal ini Hubungan Soal beton T74 dan harta karun. Ada apa dg pak Miko?

 Kami terbuka dalam meriset ini, dan dilakukan secara hati2. Tapi statemen pak miko sdh dalam tarap politis ketimbang scientis.. Baiklah, ada beberapa poin berikut yg mungkin bisa menjadi bahan diskusi  bersama. Tidak perlu emosional dan jauh bermanfaat, Apa yg menjadi kegelisahan Mang Okim ada adalam paparan berikut ini

 Kesimpulan sujatmiko (geolog senior) menurut hemat kami bisa membuat persepsi keliru, hanya berdasarkan amatan visual, tendensius, tidak akurat. (Erick Rizky, Assisten Staf Khusus Presiden Bidng Bantuan Sosial dan Bencana)

dan beberapa gambar yang menjadi perujuk kuat pak Erick Rizky, tentang keberadaan “Piramida tersebut”

Inilah hasil penampang geolistrik batuan rahong (asal batu piramida sadahurip)

Inilah hasil penampang geolistrik batuan rahong (asal batu piramida sadahurip)

dari gambar tersebut tidak menunjukan adanya batuan intrusi , yang menjadi sebuah penciri proes vulkanisme. dan ini yang menguatkan pak Erick Rizky (Mungkin), akan adanya sesuatu yang lain di wilayah tersebut tetapi kekurangannya dari pendaat beliau adalah beliau tidak terlalu membahas tentang kenampakan batuan yang ada didaerah tersebut sebagai acuan dasar para scientist lainnya agar lebih percaya.

perbandingan hasil geolistrik jika isinya adalah NATURAL

perbandingan hasil geolistrik jika isinya adalah NATURAL

Nah kalau penampang geolistrik yang dianggap Natural diatas tentu semua gelogist akan bilang itu kalau ia terendapkan secara horisontality tanpa gangguan tektoni tetapi umumnya itu batuan sedimen yang jauh sekali dari proses Vulkanisme. Lalu pak Erick Rizky menampilkan gambar proses intrusi dari sebuah gunung

perbandingan kalau bukan man made, mungkin ini yg dimaksud pak sujatmiko. Di sadahurip tak ada

perbandingan kalau bukan man made, mungkin ini yg dimaksud pak sujatmiko. Di sadahurip tak ada

tapi sayangnya pak erick juga lupa kalau itu adalah vulkanisme yang aktif tetapi coba lihat lapisan yang ditimbulkan yang berada di sekitar central vent yang terndapkan dan membentuk kerucut tetapi sayang pak Erick tak membahas bagian ini seolah olah masyarakat awam menilai “sesuatu” itu memang ada.

Tiap tiap batuan mempunyai nilai resistivitas yang berbeda beda tetapi didalam batuan yang sama nilai resistivitas bisa berbeda tergantung kandungan elektrolit, porositas, kandungan mineral, permeabilitas dan lain sebagainya. berikut nilai resistivitas

Rentang Nilai Resistivitas Batuan
Rentang Nilai Resistivitas Batuan

Lihat bagaimana pada nilai tertentu semua batuan mempunyai unsur nilai yang sama. Jadi wajar kalau pak ujatmiko punya alasan tertentu yang mengatakan daerah tersebut “mungkin” tidak terdapat piramida,  Jadi tergantung main konsep proses geologi yang ada di wilayah tersebut apakah ia benar benar karena proses geologi atau dibuat oleh manusia. kalau saya mensarankan setidaknya semua pihak harus benar benar memperhatikan data data serta melakukan penelitian lebih lanjut agar nantinya penemuan piramida itu menjadi momen yang tepat.

Sumber ;

Catatan Pak Erick Rizky, 2012.https://www.facebook.com/notes/andi-arief-dua/ttanggapan-atas-tulisan-di-pikiran-rakyat-milist-iagi-oleh-erick-rizky-ass-stafs/10150709659118957

 

6 Balasan ke Mengkaji Benarkah Ada Piramida di Indonesia (2)

  1. […] JUGA –>Mengkaji, Benarkah Piramida ada di Indonesia (Episode 2) -7.059805 110.440516 Like this:SukaBe the first to like this […]

  2. untung mengatakan:

    pepesan kosong . . . negara yang begitu besar , tapi sayang . . . penipuan dan kebohongan adalah “budaya terbesar”

  3. mimpi tidak nyata mengatakan:

    Kalo aku sama sekali gak percaya ada piramid sperti di mesir dan di mexico. Semua bangunan purbakala ada hubungannya dengan kepercayaan masyarakat setempat waktu itu. Keprcayaan purba nenek moyang kita waktu itu hanya sebatas punden berundak2 untuk penyembahan bukan u/ penguburan sperti di mesir dan mexico. Mana mungkin ada piramid di Indonesia karena kepercayaan nenek moyang kita tidak sama dengan di Mesir dan Mexico. Nenek moyang kita lebih arif tidak hebat2 seperti kita sekarang. Orang bikin bangunan hebat di sana kita pun disini ikut2an tanpa tahu maknanya.
    Seandainya ada bangunan piramid di Indonesia brarti kepercayaan nenek moyang kita sama dengan kepercayaan orang mesir atau mexico pada zaman dahulu.
    Sebagai contoh di Mekkhah mana mungkin ada gereja di sana, sebaliknya tidak mungkin ada mesjid di vatikan. Bangunan tersebut salah satunya tidak dibutuhkan di tempat tersebut. Begitulah jika benar piramid ada di Indonesia u/ apa nenek moyang kita capek2 membuatnya? Apakah u/ hebat2an?

  4. syawal mengatakan:

    Percaya atau tidak percaya kita tunggu hasilnya karena pada kenyataannya sejarah Indonesia sebelum masehi banyak para ahli sejarah bilang kita tidak mempunyai cukup banyak data apa yang terjadi di Indonesia sedangkan manusia purba yang di temukan di Indonesia seperti Meganthropus Javanicus (kalo gak salah) dkk, berumur 1,8 Juta Tahun yang lalu sedangkan 1,8 Juta tahun yang lalu sampai perkembangan Masehi belum ditemukan sejarah kehidupan dan peradaban yang sedang terjadi saat itu. Terim kasih sudah mengunjungi blog yang sederhana ini.

  5. Amama Ali mengatakan:

    Faktanya, kita memang punya Piramida. Dan banyak orang yang nggak tahu karena Piramida di lereng Gn.Lawu itu dikasih label Candi.

    http://roda2blog.com/2012/02/11/inilah-piramida-di-indonesia-yang-masih-utuh-dan-nyata/

  6. jangan pesimis bung.. mengatakan:

    mungkin jangan dulu berdebat soal “piramida”. anggaplah itu adalah bngunan besar yang sangat tua umurnya, bukankah itu sudah bisa dibilang sangat hebat??. kalau sekarang yang dibahas adalah “piramida”, kan itu cuma istilah untuk sebuah bentuk atau bangun…jadi kalau nanti ternyata gunung itu bentuknya Punden Berundak,, tentu saja para penyangkal akan tetap bisa berkata ‘itu namanya buka piramida’ alias (tidak pernah ada piramida). seperti budaya orang kepepet yang kemudian bermain di perbedaan istilah.
    Sudah lah… kita sepakat saja sejak awal bahwa bangunan itu adalah punden berundak (yang mirip piramida). Borobudur juga mirip piramida lho.. bahkan kalau borobudur mau disebut punden berudak jangan-jangan ga boleh hanya karena terlalu banyak hiasan berupa stupa.
    piramida maya kalu jumlah undakan nya sedikit juga gak piramid-piramid amat kan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: