Melek Tentang BBM Dahulu?? Baru Ikutan Prihatin. . . .

31 Maret 2012, Kurang lebih dalam waktu tidak ada 16 Jam lagi, Pemerintah akan memutuskan tentang kebijakan BBM (Bahan Bakar Minyak) naik atau tidak. Beberapa LSM yang biasanya ngurusi masalah masalah sosial Hukum, dan lainnya yang tak tahu menahu tentang energi juga ikut ikut manas-manasi yang akhirnya berdampak menimbulkan ke khawatiran masyarakat yang berlebih.Mari kita melek Bahasan Soal Minyak

MENGETAHUI PRODUKSI MIGAS

Produksi Hidrocarbon Lapangan Duri

Produksi Hidrocarbon Lapangan Duri

Gambar diatas memperlihatkan grafik penemuan migas (dibawah) dan grafik produksi diatas. Dalam 10 tahun terakhir penemuan migas sangat rendah, sedangkan produksinya juga menurun. Itu baru di Lapangan Migas Duri dan Minas daerah Riau, yamng dikelola oleh operator Chevron. dari gambaran tersebut discovery Hidrocarbon mulai berkurang secara drastis semenjak tahun 2000 an dan ini bisa saja terjadi di lapangan migas indonesia lainnya, artinya adalah eksplorasi didalam 10 Tahun ini semakin berkurang hal ini lebih banyak diakibatkan oleh beberapa hal misalnya adalah kurangnya pendanaan eksplorasi, butuh waktu yang tak sedikit untuk melakukan eksplorasi, izin eksplorasi dan sebagainya.

Lalu Seberapa Besar Kebutuhan Minyak Di Indonesia Tahun 2025

Prediksi Kebutuhan Minyak Indonesia 2025

Prediksi Kebutuhan Minyak Indonesia 2025

Dari asumsi data diatas maka kebutuhan minyak diperkirakan lebih dari 1,5 Juta Bbl/Day dengan asumsi  cdangan migas indonesia yang akan semakin turun dan diperkirakan hanya sebesar 500 ribu Bbl/Days akan sangat menyulitkan kondisi perekonomian. Apalagi eksplorasi ke arah pencarian discovery hidrocarbon field masih terus berkurang maka bukan tak mungkin bahwa kita akan sangat bergantung pada energi ini dan tentunya harga minyak dunia. Saat ini ekplorasi sedang di harapkan mendapatkan tambahan dari eksplorasi pengeboran water deep atau lepas pantai khususnya di daerah wilayah timur Indonesia yang dilupakan oleh beberapa eksplorationist dan pelaku dunia migas.PROSES JUAL BELI MINYAK INDONESIA

beberapa hal ini saya kutip dari blog pak Kwik Kian Gie tentang hitung-hitungannya
Pertamina disuruh membeli dari:

Pemerintah

37,7808 milyar liter dengan harga Rp. 5.944/liter = Rp. 224,5691tr
Pasar internasional 25,2192 milyar liter dengan harga Rp. 5.944/liter = Rp. 149,903 tr
Jumlahnya 63 milyar liter dengan harga Rp. 5.944/liter = Rp. 374,4721 tr
Biaya LRT 63 milyar liter @Rp. 566 Rp. 35,658 tr
Jumlah Pengeluaran Pertamina Rp. 410,13 tr
Hasil Penjualan Pert 63 milyar liter @ Rp. 4.500 Rp. 283,5 tr
PERTAMINA DEFISIT/TEKOR/KEKURANGAN TUNAI Rp. 126,63 tr

Tabel di atas menunjukkan bahwa setelah menurut dengan patuh apa saja yang diperintahkan oleh Pemerintah, Pertamina kekurangan uang tunai sebesar Rp. 126,63 trilyun.
Pemerintah menambal defisit tersebut dengan membayar tunai sebesar Rp. 126,63 trilyun yang katanya membuat jebolnya APBN, karena uang ini tidak dimiliki oleh Pemerintah.
Ini jelas bohong di siang hari bolong.
Kita lihat baris paling atas dari Tabel denga huruf tebal (bold), bahwa Pemerintah menerima hasil penjualan minyak mentah kepada Pertamina sebesar Rp. 224,569 trilyun. Jumlah penerimaan oleh Pemerintah ini tidak pernah disebut-sebut. Yang ditonjol-tonjolkan hanya tekornya Pertamina sebesar Rp. 126,63 trilyun yang harus ditomboki oleh Pemerintah.
Kalau jumlah penerimaan Pemerintah dari Pertamina ini tidak disembunyikan, maka hasilnya adalah:

• Pemerintah menerima dari Pertamina sejumlah Rp. 224,569 trilyun
• Pemerintah menomboki tekornya Pertamina sejumlah (Rp. 126,63 trilyun)
• Per saldo Pemerintah kelebihan uang tunai sejumlah Rp. 97,939 trilyun

Perhitungan selengkapnya dapat di-download di sini.

TEMPATNYA DALAM APBN

Kalau memang ada kelebihan uang tunai dalam Kas Pemerintah, di mana dapat kita temukan dalam APBN 2012 ?

Di halaman 1 yang saya lampirkan, yaitu yang dirinci ke dalam :

• Pos “DBH (Dana Bagi Hasil) sejumlah Rp. 45,3 trilyun
• Pos “Net Migas” sejumlah Rp. 51,5 trilyun
• Jumlahnya Rp. 96,8 trilyun

Sumber :
Perhitungan Bp. Anggito Abimanyu dan Perhitungan Bp. Anthony Budiawan

Perbedaan sejumlah Rp. 1,1 trilyun disebabkan karena Pemerintah menghitungnya dengan data lengkap yang mendetil.

Nah mungkin para pembaca bisa melihat mana yang benar dan mana yang salah, dan sudah saatnya kita juga harus memelekan masyarakat umum tentang kondisi minyak Indonesia baru bisa ikutan Prihatin, jangan cuman bentang poster dan teriak sana sini, tetapi saran dan solusinya tidak ada.

BAGAIMANA CARA MENGATASI HARGA MINYAK
Kita bisa juga untuk tidak mengikuti harga minyak pasaran dunia yaitu dengan menjadikan pemanfaatan energi (Hidrocarbon,red) menjadi barang non komoditas artinya hanya kita pakai sendiri. saat ini Indonesia masih mengikuti harga pasar NYMEX, lalu adakah negara yang tidak mengikuti harga pasar NYMEX, jawabannya ada

  • Venezuela : Rp. 585/liter
  • Turkmenistan : Rp. 936/liter
  • Nigeria : Rp. 1.170/liter
  • Iran : Rp. 1.287/liter
  • Arab Saudi : Rp. 1.404/liter
  • Lybia : Rp. 1.636/liter
  • Kuwait : Rp. 2.457/liter
  • Quatar : Rp. 2.575/liter
  • Bahrain : Rp. 3.159/liter
  • Uni Emirat Arab : Rp. 4.300/liter

Selain itu sudah semestinya juga pemerintah melalui Pertaminanya mulai melakukan ekspansi dan perhatian serius terhadap pencarian cadangan minyak indonesia dan melakukan pembangunan struktur dan infrastruktur pada energi lainnya yang tentunya mempunyai cadangan yang lebih banyak seperti pemanfaatan Coal Bed Methane sebagai energi yang saat ini masih belum dilakukan pemanfaatan secara sepenuhnya seperti di China, Melakukan pemanfaatan energi panasbumi sebagai energi alternatif untuk kebutuhan listrik seperti apa yang dilakukan negara tetangga Filipina dimana Energi Panasbumi (Geothermal) menjadi pemasok energi utama untuk kebutuhan listrik negara

Jadi Intinya ayo lakukan Explorasi Migas Indonesia Dan Ayo Melek Terhadap Kondisi Negeri

Referensi
http://Rovicky.wordpress.com
http://Kwikkiangie.com
http://www.bpmigas.go.id/wp-content/uploads/2012/01/Buletin-Edisi-78-Januari-2012_combine.pdf

Satu Balasan ke Melek Tentang BBM Dahulu?? Baru Ikutan Prihatin. . . .

  1. epul mengatakan:

    kalau bisa khusus untuk angkutan umum harga premium tidak dinaikkan tetapi mungkin dibatasi, karena dengan begitu tarif angkot tidak naik dimana hampir semua kalangan terutama rakyat miskin yg tidak punya kendaraan pasti memakai angkot khususnya anak sekolah dan mahasiswa.
    jika tarif angkot tidak naik maka masyarakat akan lebih cenderung memakai angkutan umum daripada kendaraan pribadi sehingga bisa mengurangi kepadatan di jalan raya.
    Dengan tingginya minat masyarakat menggunakan angkutan umum, maka akan mendongkrak penghasilan para pengusaha angkutan umum sehingga bisa mengimbangi biaya operasional dan onderdil yg cenderung meningkat seiring dengan adannya kabar kenaikan harga bbm atau jika bbm nanti dinaikkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: