Batubara –> Mengenal Lebih dekat CBM

9 Oktober 2012

Coal bed Methana menjadi wacana baru, tentunya akan semakin menarik, hal ini tak lepas dengan potensi batubara yang ada di negeri ini saat ini. Pengembangan keilmuan tentang Coal Bed Methana mulai menarik para investor asing untuk berlomba menemukan energi yang akan menjadi fenomena baru tentunya.

Cleat Batubara

Gas yang tersimpan didalam Celah batubara

Coal bed methana, sesuai dengan namanya mempunyai potensi CH4 dan potensi tersebut mempunyai manfaat yang besar tentunya untuk pengemabangan energi selanjutnya. Sejumlah formasi di Indonesia merupakan penghasil batubara yang bagus seperti Formasi Muara enim, Formasi Tanjung, Formasi Balikpapan, Formasi Lahat, dan beberapa formasi lainnya. Pengolahan produksi gas batubara ini relatif lebih hijau daripada penambangan batubara itu sendiri.

Lingkungan Pengendapan
Lalu di mana saja batubara itu terbentuk? secara esensi batubara berasal dari tumbuhan yang kemudian terendapkan dengan proses burial dan pressure sehingga membentuk batubara (Itu mungkin teori yang mudahnya). Batubara umumnya di temukan pada daerah lingkungan pengendapan flood plain, ox bow lake, delta plain delta front, lacustrine, lagoon, zona zona creveasse play, dan beberapa daerah lainnya. tetapi hal ini akan bergantung pada sumber nya, apabila keterdapatan sumber pohon pohon besar, relatif akan membentuk batubara yang cukup tebal. Sedangkan pada daerah delta front akan di tumbuhi tumbuhan yang relatif lebih kecil daripada daerah sungai

http://earthonlinemedia.com/ipg/images/lithosphere/fluvial/alluvial_stream.jpg

Lingkungan Pengendapan Sungai

 

Menurut Diessel (1984, op cit Susilawati ,1992) lebih dari 90% batubara di dunia terbentuk di lingkungan paralik yaitu rawa-rawa yang berdekatan dengan pantai. Daerah seperti ini dapat dijumpai di dataran pantai, lagunal, deltaik, atau juga fluviatil.

Diessel (1992) mengemukakan terdapat 6 lingkungan pengendapan utama pembentuk batubara (Tabel 2.1) yaitu gravelly braid plain, sandy braid plain, alluvial valley and upper delta plain, lower delta plain, backbarrier strand plain, dan estuary. Tiap lingkungan pengendapan mempunyai asosiasi dan menghasilkan karakter batubara yang berbeda.

Tabel 1

Lingkungan Pengendapan Pembentuk Batubara

(Diesel, 1992)

Environment Subenvironment Coal Characteristics
Gravelly braid plain Bars, channel, overbank plains, swamps, raised bogs mainly dull coals, medium to low TPI, low GI, low sulphur
Sandy braid plain Bars, channel, overbank plains, swamp, raised bogs, mainly dull coals, medium to high TPI, low to medium GI, low sulphur
Alluvial valley and upper delta plain channels, point bars, floodplains and basins, swamp, fens, raised bogs mainly bright coals, high TPI, medium to high GI, low sulphur
Lower delta plain Delta front, mouth bar, splays, channel, swamps, fans and marshes mainly bright coals, low to medium TPI, high to very high GI, high sulphur
Backbarrier strand plain Off-, near-, and backshore, tidal inlets, lagoons, fens, swamp, and marshes transgressive : mainly bright coals, medium TPI, high GI, high sulphur 

regressive : mainly dull coals, low TPI and GI, low sulphur

Estuary channels, tidal flats, fens and marshes mainly bright coal with high GI and medium TPI

Proses pengendapan batubara pada umunya berasosiasi dengan lingkungan fluvial flood plain dandelta plain. Akumulasi dari endapan sungai (fluvial) di daerah pantai akan membentuk delta dengan mekanisme pengendapan progradasi (Allen & Chambers, 1998). Baca entri selengkapnya »