Universitas Itu Bernama Perpustakaan Ilmu

27 November 2012

Awang Harun Satyana, ya beliau Geolog yang sangat beruntung dimiliki Indonesia saat ini, dan salah satu orang yang membuat saya kagum terhadap beberapa tulisannya dan karyanya, Dari seorang sahabat saya sedikit membaca profil beliau dan dari akun facebook nya beliau menjabarkan tentang Universitas yang ia dapati pasca lulus dari sarjana Geologi Universitas Padjajaran, Universitas itu bukanlah Universitas ternama yang menghasilkan geolog handal di bidangnya tetapi dari sebuah Universitas bernama, “Perpustakaan Ilmu” , dan berikut yang saya dapati kata-kata beliau dari akun facebook beliau tentang Guru-guru hebat di dalam perpustakaan tersebut :

Sebagian Buku yang dimiliki Pak Awang Harun Satyana dari 9000 Buku yang ia Kumpulkan

ini ruangan kerja saya sekaligus pojok sekolah saya. Kalau saya di rumah, hampir sebagian besar waktu saya ada di pojokan ini, terutama mulai jam 22 sampai dini hari. Ini sebagian saja dari sekitar 9000 buku yang saya mulai kumpulkan dari 33 tahun yang lalu. Berbagai ilmu dari berbagai zaman ada di dalamnya. Inilah sekolah saya, tanpa teman, tanpa lulus, tanpa gelar, dengan ribuan guru bernama para penulis buku. Hampir 300 publikasi paper, artikel, buku2 kursus teknis, dll sudah saya hasilkan dalam 20 tahun terakhir, sebagian ditulis dari pojokan ini, di tengah keheningan malam atau dini hari hanya dengan satu jiwa: passion, dan satu spirit: ekstrem autodidak!

sekali kita mempunyai cinta yang dalam akan suatu ilmu, tentu kita akan menekuninya dan berbuat banyak untuknya, juga menceritakannya kepada banyak orang; tidak peduli kita dihargai atau tidak, tidak peduli kita bekerja sebagai peneliti atau bukan. Hanya dibutuhkan cinta, ketekunan, konsistensi dan keberanian; maka semuanya akan terjadi dengan baik dan suatu saat akan terjadi bahwa ilmu tersebut berbalik mencintai kita.

Ini pojok yang nyaman buat saya. Dengan hampir 9000 buku di rumah, sekitar 1000 buku di foto ini, cukup sulit menempatkannya. Hampir semua dinding di rumah sudah ditutupi rak2 buku, rak2 buku juga ditinggikan dari tahun ke tahun, akhirnya mencapai langit2, he2… Buku2 itu telah banyak menemani saya kala sendiri, melatih pikiran, meluaskan pengetahuan, dan membantu saya dalam menghasilkan karya2 tulis.

Kho Ping Hoo seri Bukek Siansu, Suma Han, Pendekar Super Sakti dll, seri Godam, Gundala, seri Jaka Sembung, seri si Buta Gua Hantu, Mandala pendekar sungai ular, Panji Tengkorak, atau wayang2 RA Kosasih, atau seri komik2 cerita dunia dalam 3 warna seperti Gulliver, Pulau Harta, dsb (pasti Herman tahu ini) itu koleksi2 saya saat SMP-SMA yang masih ada sampai sekarang, ditambahi lagi seri Dora Emon, Dragon Ball dll anime Jepang bawaan anak2 saya saat mereka masih SD-SMP ada juga. Juga novel2 asli atau terjemahan dari novelist Pearl S Buck, John Grisham, dll atau Marga T dan Mira W, dan seri lengkap Harry Potter bawaan istri saya, semua ada, termasuk roman2 Indonesia dari Pujangga Baru ada semua, di dalam satu kamar sendiri, kamar buku2 fiksi namanya. Dari 9000 koleksi buku itu, sekitar 2000 buku2 fiksi.

meskipun buku2 klasik kini mesti bersaing dengan buku2 atau publikasi digital yang dengan mudah diakses dari Ipad, elegi Gutenberg namanya – saat buku2 cetak tergusur buku2 digital, buku2 klasik yang tetap saya sukai, ada perasaan tertentu yang tak tergantikan oleh digitalisasi tersebut. Rumah saya pertama dulu, hampir 20 tahun yl, walupun kecil saja, 3 kamar, 2 kamarnya perpustakaan he2…sebab saya membawa sekitar 3000 buku, istri saya membawa 1000 buku. Betul, setiap penulis pasti pembaca.

mempunyai perpustakaan sendiri adalah salah satu cita-cita saya dari kecil. Dari sejak SD kelas 6 saya sudah menggunakan semua uang jajan saya buat beli buku, saya juga menyurati kedubes2 asing di Jakarta buat minta buku. Saya juga suka memulung buku2 dari tempat sampah rumah2 gedongan. Akhir tahun pelajaran biasanya waktu terbaik buat saya berburu buku2 bekas di tempat sampah tersebut, sebab buku2 pelajaran anak2 rumah gedongan itu biasanya dibuang saja. Dan seminggu sekali saya menghabiskan waktu berburu buku di tukang loak, sebab hanya buku2 loak yang terbeli oleh saya sebagai anak SD-SMA. Apa yang saya peroleh dengan sulit, pasti akan saya pertahankan semampu saya. Buku2 dari segala zaman itulah guru2 saya.

Itulah tulisan beliau yang tentunya bagi siapapun yang membaca akan tahu betul bagaimana guru-guru hebat tersebut telah membentuk pengetahuan Pak Awang Harun Satyana yang membuat siapapun akan kagum melihatnya.

Dan berikut tulisan mengenai profil beliau yang saya ambil dari blog sahabat saya http://aveliansyah.wordpress.com

Profil : Awang Harun Satyana Baca entri selengkapnya »


Tatanan Tektonik Geologi Di Kepala Burung Papua

27 November 2012

Struktur Regional Papua

Geologi Papua dipengaruhi dua elemen tektonik besar yang saling bertumbukan dan serentak aktif (Gambar 1). Pada saat ini, Lempeng Samudera Pasifik-Caroline bergerak ke barat-baratdaya dengan kecepatan 7,5 cm/th, sedangkan Lempeng Benua Indo-Australia bergerak ke utara dengan kecepatan 10,5 cm/th. Tumbukan yang sudah aktif sejak Eosen ini membentuk suatu tatanan struktur kompleks terhadap Papua Barat (Papua), yang sebagian besar dilandasi kerak Benua Indo-Australia.

Periode tektonik utama daerah Papua dan bagian utara Benua Indo-Australia dijelaskan dalam empat episode (Henage, 1993), yaitu (1) periode rifting awal Jura di sepanjang batas utara Lempeng Benua Indo-Australia, (2) periode rifting awal Jura di Paparan Baratlaut Indo-Australia (sekitar Palung Aru), (3) periode tumbukan Tersier antara Lempeng Samudera Pasifik-Caroline dan Indo-Australia, zona subduksi berada di Palung New Guinea, dan (4) periode tumbukan Tersier antara Busur Banda dan Lempeng Benua Indo-Australia. Periode tektonik Tersier ini menghasilkan kompleks-kompleks struktur seperti Jalur Lipatan Anjakan Papua dan Lengguru, serta Antiklin Misool-Onin-Kumawa

Elemen tektonik Indonesia dan pergerakan lempeng-lempeng tektonik (Hamilton, 1979).

Gambar1. Elemen tektonik Indonesia dan pergerakan lempeng-lempeng tektonik (Hamilton, 1979).

Tektonik Papua, secara umum dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu Badan Burung atau Papua bagian timur dan Kepala Burung atau Papua bagian barat. Kedua bagian ini menunjukkan pola kelurusan barat-timur yang ditunjukan oleh Tinggian Kemum di Kepala Burung dan Central Range di Badan Burung, kedua pola ini dipisahkan oleh Jalur Lipatan Anjakan Lengguru berarah baratdayatenggara di daerah Leher Burung dan juga oleh Teluk Cenderawasih (Gambar 2).

Struktur Regional Papua

Gambar 2. Struktur Regional Papua

Tatanan Tektonik Kepala Burung Papua

Daerah Kepala Burung mengalami kompresi ke selatan sejak Oligosen sampai Resen. Kompresi ini merupakan hasil interaksi konvergen miring (oblique) antara Lempeng Benua Indo-Australia dan Lempeng Samudera Pasifik-Caroline (Dow dan Sukamto, 1984). Elemen-elemen struktur utama adalah Sesar Sorong, Blok Kemum – Plateu Ayamaru di utara, Sesar Ransiki, Jalur Lipatan-Anjakan Lengguru dan Cekungan Bintuni dan Salawati di timur dan Sesar Tarera-Aiduna, Antiklin Misool-Onin-Kumawa dan Cekungan Berau di selatan dan baratdaya. Cekungan-cekungan Bintuni, Berau dan Salawati diketahui sebagai cekungancekungan Tersier. Baca entri selengkapnya »


HAARP, Benarkah Pengendali Cuaca Di Era Modern ?

26 November 2012

Kondisi cuaca yang saat ini di bilang tak menentu dan ekstrem, menjadikan sebuah pertanyaan tersendiri. Apakah kondisi alam memang benar berubah atau di ubah secara sengaja??? Pernahkah mendengar sebuah teknologi canggih yang di bangun oleh US Air Force, US Navy Force, dan University of Alaska. Oke Mari kita belajar apa itu HAARP

HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program)

HAARP adalah project investigasi yang bertujuan untuk “memahami, menstimulasi,dan mengontrol proses ionospheric yang dapat mengubah kinerja komunikasi dan menggunakan sistem surveilans”. Dimulai pada tahun 1992, project ditargetkan selesai dalam 20 tahun kedepan (selesai tahun 2012). proyek ini mirip dengan beberapa pemanas ionospheric yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki bagian besar diagnostik instrumen yang memfasilitasi penggunaannya untuk meningkatkan pemahaman ilmiah yg berkenaan dgn ionosfir dinamika. Walaupun ditakutkan akan digunakan sebagai senjata pemusnah massal, ilmuwan yang terlibat dalam aeronomy, ruang sains, atau fisika plasma mengabaikan ketakutan ini sebagai teori yang tak berdasar.

Teknologi HAARP

Teknologi HAARP

Bagaimana HAARP Berkerja ?

HAARP “menembakkan” gelombang radio frekuensi dari yang sangat rendah hingga yang sangat tinggi keatas atmosfir. Salah satu efeknya akan mempengaruhi ionosfir dan stratosfir menjadi hangat, menciptakan awan dan merubah iklim dunia. Jika diubah dengan frekuensi lainnya, maka gelombang radio frekuensi  tersebut dapat terpantul oleh ionosfir dan kembali lagi ke Bumi untuk menciptakan gempa bumi atau bahkan dapat mempengaruhi pikiran manusia. Dan masih ada beberapa kemampuan HAARP lainnya.

Salah satu stasiun HAARP ada di Alaska yangt terdiri dari 360 antena. Masing-masing antena menghasilkan daya pancar minimal sebesar 10.000 watt (Untuk melihat Lokasi silahkan Di Klik) Baca entri selengkapnya »


Lingkungan Pengendapan Delta

6 November 2012

Definisi

Pengertian delta adalah sebuah lingkungan transisional yang dicirikan oleh adanya material sedimen yang tertransport lewat aliran sungai (channel), kemudian terendapkan pada kondisi di bawah air (subaqueous), pada tubuh air tenang yang diisi oleh aliran sungai tersebut, sebagian lagi berada di darat/subaerial (Friedman & Sanders, 1978, vide Serra, 1985). Delta terbentuk di hampir semua benua di dunia kecuali di Antarika dan Greenland, yang daerahnya tertutup salju), dimana terdapat pola penyaluran sungai dengan dimensi yang luas dan jumlah material sedimen yang besar (Boggs, 1987). Pada umumnya, delta akan terbentuk apabila material sedimen dari daratan yang terangkut lewat sungai dalam jumlah yang besar masuk ke dalam suatu tubuh air yang tenang (standing body water). Sebagian material yang terendapkan di muara sungai tersebut terendapkan pada kondisi subaerial (Barrel, 1912 vide Walker 1984). Proses pengendapan pada delta menghasilkan pola progradasi yang menyebabkan majunya garis pantai. Litologi yang dihasilkan umumnya mempunyai struktur gradasi normal pada fasies yang berasosiasi dengan lingkungan laut (marine facies). Dalam pembentukan delta, material sedimen yang dibawa oleh sungai merupakan faktor pengontrol utama.

Delta Mississippi

Gambar Delta Mississippi

Pembentukan delta dikontrol oleh interaksi yang rumit antara berbagai faktor yang berasal/bersifat fluviatil, proses di laut dan kondisi lingkungan pengendapan. Faktor-faktor tersebut meliputi iklim, pelepasan air, muatan sedimen, proses yang terjadi di mulut sungai, gelombang (wave), pasang surut (tide), arus, angin, luas shelf, dan lereng (slope), tektonik, dan geometri cekungan penerima (receiving basin) akan mengontrol distribusi, orientasi, dan geometri internal endapan delta (Wright et al., 1974, vide Walker, 1984).

Hanya beberapa proses saja yang tergolong sangat penting dalam mengontrol geometri, proses internal yang bersifat progradasi pada delta (progradational framework) serta kecenderungan arah penyebaran (trend) delta, yaitu : pasokan sedimen, tingkat energi gelombang, dan tingkat energi pasang surut (Galloway, 1975; Galloway & Hobday, 1983 vide Boggs, 1987). Ketiga faktor inilah yang nantinya akan sangat berperan dalam penggolongan delta ke dalam tiga tipe dasar delta yang sangat fundamental yaitu (1) fluvial-dominated, (2) tide-dominated, dan (3) wave-dominated (Boggs, 1987). Adanya dominasi diantara salah satu faktor pengontrol tersebut akan mempengaruhi geometri delta yang terbentuk. Menurut Curray (1969) delta memiliki beberapa bentuk yang umum, yaitu :
1. Birdfoot : Bentuk delta yang menyerupai kaki burung
2. Lobate : Bentuk delta seperti cuping
3. Cuspate : Bentuk delta yang menyerupai huruf (v)
4. Arcuate : Bentuk delta yang membundar
5. Estuarine : Bentuk delta tidak dapat berkembang dengan sempurna

http://www.pnas.org/content/104/43/16804/F1.large.jpg

Klasifikasi Delta menurut Galloway (1975) Vide Serra (1985)

Baca entri selengkapnya »