BACK TO BASIC – YANG TERJADI PADA SUATU KONVERGENSI LEMPENG-LEMPENG

Oleh : Awang Harun Satyana (Geologist Senior, SKK Migas, 2013)


Gambar 1. Batas Lempeng Konvergen ( Encyclopedia Brittanica, 2007)

Indonesia adalah wilayah yang secara geologi merupakan pertemuan lempeng-lempeng litosfer (konvergensi). Maka kesepuluh ciri konvergensi lempeng ini semuanya telah terjadi dan akan terjadi di Indonesia.

Beberapa fakta/konsep di bawah tidak jarang kita kelirukan memahaminya, mari kita coba pahami lagi dengan benar.

1. Batas-batas lempeng konvergen adalah zona-zona tempat lempeng-lempeng litosfer bertemu. Terdapat tiga tipe utama interaksi lempeng konvergen: (a) konvergensi antara dua lempeng samudera, (b) konvergensi antara lempeng benua dan lempeng samudera, dan (c) benturan (collision) dua lempeng benua. Konvergensi (a) dan (b) akan menyebabkan penunjaman (subduction) lempeng samudera ke dalam mantel.

2. Suatu collision antarbenua akan didahului oleh subduction lempeng samudera di bawah satu benua. Samudera kemudian semakin menyempit oleh semakin mendekatnya kedua benua dan akhirnya tertutup ketika kedua benua berbenturan. Dalam proses benturan, sebagian kerak samudera akan lepas dari lempeng samudera, dan menumpu kepada satu benua dalam proses obduction. Jalur penutupan samudera atau jalur obduction ini dikenal sebagai suture benturan.

3. Kebanyakan zona penunjaman memiliki morfologi tektonik dari arah samudera ke arah benua sebagai berikut: tinggian di luar palung (outer swell), palung, busur nonmagmatik (prisma akresi, melange), cekungan depan busur (forearc basin), busur magmatik, dan cekungan belakang busur (backarc basin). Secara kontras, benturan antarbenua menghasilkan jalur lebar pegunungan lipatan dan tersesarkan yang terletak di zona benturan.

4. Penunjaman litosfer samudera menghasilkan zona gempa yang miring dan sempit, zona Wadati-Benioff, yang menerus sampai kedalaman lebih dari 600 km. Zona lebar gempa dangkal terjadi di wilayah benturan benua.

5. Deformasi kerak di zona penunjaman menghasilkan melange di forearc dan ekstensi atau kompresi di wilayah busur volkanik dan belakang busur. Benturan benua selalu dicirikan oleh kompresi lateral yang kuat yang menyebabkan pelipatan dan sesar anjak (thrust faulting).

6. Magma digenerasikan di zona penunjaman pada kedalaman 100-200 km oleh proses dehidrasi kerak samudera yang menyebabkan peleburan sebagian mantel di atasnya. Andesit dan magma asam lainnya yang seringkali tererupsi secara eksplosif adalah magma khas batas lempeng konvergen. Di tempat dalam, pluton-pluton diorit-granit terbentuk. Di zona benturan benua, magma tidak terlalu banyak, didominasi oleh granit, dan mungkin berasal dari peleburan kerak benua yang ada (anateksis).

7. Dari zaman ke zaman pada suatu konvergensi lempeng yang menerus, jalur penunjaman akan semakin maju ke arah samudera karena benua semakin melebar oleh proses akresi konvergensi sebelumnya, tetapi jalur volkanik atau magmatik belum tentu mengikuti perpindahan jalur penunjaman yaitu maju ke arah samudera. Perpindahan jalur volkanik/magmatik akan ditentukan oleh kemiringan zona Wadati-Benioff. Bila zona Wadati Benioff semakin curam, jalur volkanik/magmatik akan semakin mendekati jalur penunjaman. Bila zona Wadati Benioff semakin landai, jalur volkanik/magmatik akan semakin menjauhi jalur penunjaman.

Gambar 2. Zona Wadati Benioff (USGS)

8. Rumpang busur volkanik/magmatik – palung (arc-trench gap -ATG) adalah jarak antara busur magmatik/volkanik dan palung. ATG akan semakin lebar bila kemiringan zona Wadati-Benioff semakin landai. ATG akan semakin sempit bila kemiringan zona Wadati-Benioff semakin curam. Curam dan landainya zona Wadati-Benioff ditentukan oleh tua dan mudanya umur lempeng samudera. Penunjaman akan landai bila umur lempeng samudera muda (< 50 juta tahun), dan akan curam bila umurnya tua (>50 juta tahun)

9. Metamorfisme di zona penunjaman menghasilkan fasies metamorfik LTHP (low-temperature–high-pressure) di dekat palung, dan fasies metamorfik HT (higher-temperature) di dekat busur magmatik. Jalaur lebar batuan metamorf yang terdeformasi kuat mencirikan wilayah posisi benturan benua.

10. Benua-benua tumbuh melebar (continental growth) karena batuan kaya-silikat berdensitas rendah ditambahkan kepada kerak benua pada batas-batas lempeng konvergen melalui proses terrane accretion.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: