Nenek Moyangku Kemungkinan Orang Afrika

gak sengaja membuka sebuah presentasi yang membuat saya tertarik tentang migrasi manusia, dan ternyata asal muasal kemunculan manusia diperkirakan berasal dari Afrika. Lha kok afrika??? ya ternyata manusia di afrika 200 ribu tahun lalu sudah mulai ada dan terus bermigrasi ke seluruh dunia.

Proses Migrasi Dunia (national Geographic Indonesia 2006)

Proses Migrasi Dunia (National Geographic Indonesia 2006)

Persebaran pun di mulai dengan migrasi manusia ke bagian asia barat dan di sekitar jazerah arab kisaran 70 ribu tahun yang lalu dan selanjutnya menyebar ke arah australia kurang lebih 50 ribu tahun yang lalu dan migrasi terakhir manusia menuju Amerika selatan 12 ribu tahun yang lalu.  Lalu bagaimana kita tahu bahwa Afrika adalah nenek moyang kita??? sebuah penelitian mengatakan bahwa kromosom di hampir belahan bumi menunjukan kromosom tertentu yang identik dengan nenek moyang manusia di Afrika  sebagai gambaran bisa di lihat sebagai berikut

Sejarah Kromosom Manusia

Sejarah Kromosom Manusia

Apakah penelitian ini punya hubungan yang kental dengan penemuan sejarah peradaban yang akhir akhir ini gentir di beritakan mengenai Gunung Padang, sebuah situs megalitikum yang berdasarkan temuan temuan baru tentu akan mendukung aspek tulisan ini bahwa peradaban manusia Indonesia telah maju. berikut saya tuliskan kembali  tulisan mengenai gunung padang menurut pak ANdi arief melalui akun facebooknya

 

” (RELEASE) PYRAMID-SAND Gn PADANG INDONESIA- Dari Hasil lab metalurgi: “ancient cemen”‘ atau “perekat’ atau “suar” Gn Padang yang ditemukan diantara tumpukan batu2 andesit kekar kolom pada sisi lereng yang curam di daerah batas antara teras 1 dan 2 yang dilakukan tim arkeologi telah menghasilkan hal penting tentang komposisi semen yaitu : 41% kuarsa mono kristalin, 45% oksida besi magnesium dan 14%lempung. Oksida terdiri dari hematite (11%), magnetite (29%) dan beberapa jenis oksida besi yang tidak spesifik. (5%).
Sementara itu, hasil analisis laboratorium terjadap pasir halus ayak (well sorted) yang dikumpulkan pada saat pengeboran di teras 5 sampai dengan kedalaman 15 meter terdiri dari konsentrat butiran kuarsa 68%, oksida besi magnesium 22% dan silikat gelas 10%. Tidak ditemukan lempung (clay) dalam komposisi tersebut diinterpretasikan sebagai “pasir Piramid“ (PYRAMID -SAND)
Hal ini diperkuat Analisis lab difraksi X ray, belum ditambah hasil petrografi.
Oksida besi di semen dan “pasir pyramid” Gn Padang menjelaskan adanya “proses” intervensi manusia dengan pemanasan dan pembakaran untuk memurnikan konsentrasi . Tidak ditemukan konsentrasi dominan dari mineral oksida besi magnesium dari banyak analisis petrografi potongan sangat tipis batuan kekar kolom dari 2 lokasi titik pengeboran di Gn. Padang.
Sementara Usia situs : 1. Umur dari lapisan tanah (60 cm di bawah permukaan) ,sekitar 600 tahun SM (Lab Batan)
2. Umur dlapisan pasir-kerikil kedalaman sekitar 3-4 meter di Bor-1 sekitar 4700 tahun SM atau lebih tua (Lab Batan).
3. Umur lapisan tanah urug di kedalaman 4 meter ruang yang diisi pasir (di kedalaman 8-10 meter) di bawah Teras 5 pada Bor-2,sekitar 7600-7800 SM (Lab Miami Florida)
4. Umur pasir yang mengisi rongga di kedalaman 8-10 meter di Bor-2, sekitar 11.600-an tahun SM atau lebih tua (Lab Batan) 5. Umur dari lapisan kedalaman 5 meter sampai 12 meter,sekitar 14500 – 25000 SM/atau lebih tua (lab Miami Florida) (DR Bediarto Ontowirjo, TTRM) “

Di dalam tulisan diatas menyebutkan umur pasir yang paling tertua yang mengisi rongga adalah 25 ribu SM dan ini sesuai dengan prediksi proses migrasi manusia telah sampai ke negeri ini sekitar 50 ribu tahun yang lalu. tentunya secara tidak langsung fungsional bentukan punden berundak atau piramida atau segitiga menjadi bangunan ciri khas budaya lama untuk penyembahan

Bentukan Punden Berundak Gunung Padang

Bentukan Punden Berundak Gunung Padang

Bangunan Manchu Pichu berbentuk bertingkat tingkat (National Geographic)

Bangunan Manchu Pichu berbentuk bertingkat tingkat (National Geographic)

dari kedua bangunan yaitu manchu pichu dan Gunung padang ada semacam kemiripan berupa bentukan seperti punden berundak yang menunjukan proses proses starta tertentu di tiap lapisannya. Hal tersebut mengisyaratkan adanya budaya yang hampir sama

Piramida Mesir

Piramida Mesir

Kebudayaan yang hampir sama menunjukan adanya budaya regional yang saat itu diyakini sebagai kebudayaan yang di turunkan dari nenek moyang sebelumnya (Mungkin juga..) jadi back to Afrika, benarkah nenek moyang kita dari Afrika??? Perlu dilakukan teliti lebih dalam lagi untuk masalah tersebut.

Referensi :

Awang Harun Satyana. Presentasi mengenai ” Migration of Late Hominid and Modern Human Indonesian Case ” tahun 2008
Catatan Andi Arief (staff khusus Presiden RI ) tahun 2013 melalui akun pribadi facebooknya
National Geographic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: