Tarakan, Mutiara Delta di Timur Laut Kalimantan

Menurut Lentini Dan Darman 1996, Cekungan Tarakan termasuk daerah delta pada cekungan tipe passive margin dengan kontrol tektonik minor geser lateral. Dari anomali magnetik, cekungan ini diindikasikan terjadi pemekaran lantai samudera dengan asosiasi patahan-patahan geser berarah ke barat laut.

Cekungan ini dibatasi oleh Punggungan Sekatak Berau di sebelah barat, Punggungan Suikerbrood dan Mangkalihat Peninsula di bagian selatan, Punggungan Sempurna Peninsula di utara, dan Laut Sulawesi di sebelah timur. Untuk sub-Cekungan Tarakan yang menjadi lokasi penelitian terletak di bagian tengah dari muara Sungai Sajau

Sub cekungan Tarakan dibagi menjadi empat sub-cekungan yaitu Sub- Cekungan Tidung, Tarakan, Berau, dan Muara (Achmad dan Samuel, 1984)

1. Sub cekungan Tarakan dibagi menjadi empat sub-cekungan yaitu Sub-
Cekungan Tidung, Tarakan, Berau, dan Muara (Achmad dan Samuel, 1984)

Tektonostratigrafi Sub-Cekungan Tarakan

Tektonostratigrafi di Sub-Cekungan Tarakan terbagi dalam tiga fase; pre-rift, syn-rift dan post-rift. Pada fase post-Rift, Sub-Cekungan Tarakan menjadi passive margin yang terbagi dalam fase transgresi dan regresi (Ellen, dkk., 2008).

Pada tahap pre-rift, stratigrafi wilayah ini dialasi batuan dasar Formasi Danau yang merupakan batuan metamorf. Konfigurasi struktur diawali oleh proses rifting selama Eosen Awal, kemudian terjadinya uplift di bagian barat selama Eosen Tengah mengakibatkan erosi di puncak tinggian Sekatak sehingga tahap ini menjadi awal pengendapan siklus-1 dan berlanjut ke siklus-2 (Biantoro, dkk., 1996). Patahan-patahan normal selama rifting ini berarah relatif barat daya – timur laut.

Untuk tahap syn-rift, sedimentasi berlangsung selama Eosen dari Formasi Sembakung dan Sujau. Secara tidak selaras di atasnya pada tahap post-rift 1 dan post-rift 2 selama Oligosen sampai Miosen Awal terendapkan sedimen yang terdiri dari Formasi Seilor, Mankabua, Tempilan, Tabalar, Mesaloi dan Naintupo. Kedua tahap post-rift tersebut berlangsung pada fase transgresi

Pada fase Regresi, menumpang secara tidak selaras di atas sedimen post-rift 2 adalah sedimen delta dan sekitarnya berturut-turut Formasi Meliat, Tabul, Santul, Tarakan dan Bunyu. Pengendapan yang berlangsung cepat pada Formasi Santul menyebabkan
pembebanan lebih sehingga terjadi re-juvenasi patahan membentuk patahan tumbuh. Patahan tumbuh ini berlanjut hingga umur Pliosen dengan pengendapan siklus ke-4 pada Formasi Tarakan. Aktivitas tektonik selama Pliosen Akhir sampai Pleistosen berubah ke kompresi menghasilkan patahan geser yang di beberapa tempat dijumpai mono-antiklin dan patahan naik. Selama proses ini terjadi pengendapan Formasi Bunyu

Stratigrafi Sub-Cekungan Tarakan (Ellen, dkk., 2008)

2. Stratigrafi Sub-Cekungan Tarakan (Ellen, dkk., 2008)

Petroleum System Cekungan Tarakan

Berdasarkan analisis geokimia, batuan induk di Sub-Cekungan Tarakan adalah serpih di Formasi Meliat dan Tabul. Dua wilayah di Sub-Deposenter Sembakung-Bangkudulis dan Deposenter-utama Bunyu Tarakan memiliki kategori paling tebal untuk kedua formasi (Biantoro, dkk. 1996). Dengan ketebalan minimal 300 m untuk ketebalan serpih, nilai reflektansi vitrinit 0,65 Ro dan paleogradien geotermal > 3,5°/100 m, wilayah penghasil hidrokarbon (kitchen area) dijumpai pada kedua wilayah tersebut (Gambar 3).

Di wilayah timur yang lebih dalam, Formasi Tabul dan Santul dimungkinkan menjadi batuan induk yang penting (Subroto, dkk., 2005). Serpih di Formasi Tabul memiliki kandungan organik dengan hasil antara fair sampai excellent (0,5 – 4%). Lapisan batubara yang dijumpai mengandung TOC lebih dari 72%. Kerogen pada serpih dan batubara didominasi oleh Tipe II dan III (HI antara 60 – 280) yang diinterpretasikan sebagai gas prone dan sedikit potensi minyak. Untuk serpih di Formasi Santul yang lebih muda, kandungan TOC dari fair sampai excellent (0,6-4,5%). Pada lapisan batubara mengandungan TOC lebih dari 69%. Nilai HI di Formasi Santul antara 30 – 328, mengindikasikan gas prone dan sedikit potensi minyak yang dihasilkan dari prosesdegradasi material tumbuh tinggi.

Pada aspek migrasi hidrokarbon, umumnya terjadi dari arah timur yang posisi batuan induk di lapisan lebih dalam. Untuk kasus sistem patahan tumbuh yang disebabkan proses inversi, Lapangan Sesanip di Pulau Tarakan menjadi salah satu contoh pola migrasi vertikal melalui zona sesar maupun secara lateral (Gambar 3).

Petroleum System Sub Cekungan Tarakan (Biantoro dkk, 1996)

Petroleum System Sub Cekungan Tarakan (Biantoro dkk, 1996)

Daftar Pustaka

-> Achmad, Z., Samuel, L. (1984), Stratigraphy and depositional cycles in the N.E. Kalimantan Basin. Proceedings of Indonesian                     Petroleum Association 13th Convention, Jakarta, Vol. 1, 109-120.
-> Biantoro, E., Kusuma, M.I., dan Rotinsulu, L.F. (1996), Tarakan sub-basin growth faults, North-East Kalimantan: Their roles                     hydrocarbon entrapment, Proceedings of Indonesian Petroleum Association 25th Annual Convention, Jakarta,
Vol. 1, 175-189.
-> Darman, H. (2001), Turbidite plays of Indonesia: An Overview, Berita Sedimentologi,15, 2-21.
-> Ellen, H., Husni, M.N, Sukanta, U., Abimanyu, R., Feriyanto, Herdiyan, T. (2008),Middle Miocene Meliat Formation in the                        Tarakan Islan, regional implications for deep exploration opportunity, Proceedings of Indonesian Petroleum Association                      32nd Annual Convention, Jakarta, Vol.1
-> Lentini, M. R., Darman, H. (1996), Aspects of the Neogen tectonic history and hydrocarbon geology of the Tarakan Basin,                          Proceedings of Indonesian Petroleum Association 25th Annual Convention, Jakarta, Vol.1, 241-251.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: