Ada Potensi Migas?? Tapi Kok Gak Dikembangkan??

Lagi sedikit belajar tentang ekonomi analisis, nih sayang kalau gak berbagi. Sebentar saya masih bingung tentang statusisasi saya, saya itu geologist atau ekonom???

Potensi Migas Vs Keuntungan???

Potensi Migas Vs Keuntungan??? (sumber gambar : http://img.bisnis.com)

Di dalam pengembangan sebuah lapangan migas ada 2 faktor yang mempengaruhinya yang pertama adalah Faktor Teknis dan yang kedua Non  Teknis. Faktor teknis biasanya terkait seberapa besar prosek dan jikalau sudah melakukan sebuah pemboran adalah seberapa besar Cadangan Migas di tempat pada lapangan tersebut. Jadilah peranan orang orang bawah permukaan (Geologist, Geophisicist, dan Reservoir engineer ) akan sangat berperan disini melihat seberapa besar potensi sebuah lapangan untuk di ambil produksinya. (eksplorasi, Kalau BAHASAnya)

Setelah menemukan sebuah potensi maka para ahli migas akan merencanankan bagaimana petroleum system dan teknik yang di lakukan untuk mengambil/ memproduksi migas tersebut. Tentunya ini bukan urusan mudah untuk melakukan hal tersebut. Dan peranan ekonom migas akan mulai berperan serius di sini terutama dalam expenditure cost yang di keluarkan untuk kegiatan produksi tersebut. Namun jauh sebelum itu semua ekonom migas telah melakukan hipotesis atau istilahnya dugaan biaya yang di keluarkan  secara bisnis apabila melakukan pengelolaan migas.

1. Ekonom Vs Engineer

Kebanyakan akan terjadi benturan antara para ekonom dan engineer dalam hal perencanaan si engineer maunya A sedangkan si Ekonom berdasarkan pembiayaan maunya B, nah disinilah perlu duduk bareng antara ekonom migas dan engineer untuk menentukan komitmen pengerjaan sebuah lapangan dalam beberapa tahun. Inilah yang terjadi hampir di semua PSC, mereka punya rencanan jangka panjang dalam sebuah pengelolaan migas dan tentunya komitmen pengerjaan yang tentunya akan di diskusikan dengan lembaga/badan pemerintah terkait seperti Dirjen Migas dan SKK Migas.

Secara hitungan engineer sebuah lapangan , terdapat sebuah potensi migas namun dari perhitungan ekonom maka ternyata pengembangan lapangan tersebut tidak ekonomis. Misalnya terkait harga migas dunia yang fluktuatif, biaya produksi dan distribusi, biaya tangible dan intagible lainnya . . .  yang biasanya orang engineer lepas tangan masalah ini . . . . .

2. Dikatakan Tidak Ekonomis Itu Seperti apa?

Sebuah lapangan di katakan tidak ekonomis apabila keuntungan yang di dapatkan para investor atau perusahaan ternyata negatif atau merugi seperti misalnya adalah biaya operasi atau investasi di awal yang ditanamkan cukup besar atau balik modal yang terlalu lama misalnya sampai 7 tahun dengan keuntungan yang kecil juga. seperti gambar di bawah ini adalah grafik sederhana sebuah ekonomi analisis di sebuah lapangan miinyak.

Perhitungan Ekonal sebuah Lapangan Minyak

Perhitungan Ekonal sebuah Lapangan Minyak

terlihat betul dari gambar diatas di mana para investor mengeluarkan uang hingga puluhan juta atau bahkan mengalami kerugian puluhan juta dolar dari mengelola sebuah lapangan minyak “kecil” apalagi pengelolaan sebuah lapangan besar di mana tentunya biaya yang keluar tidak kecil. Bayangkan berapa banyak biaya yang harus di keluarkan oleh Pertamina apabila melakukan sebuah pengelolaan lapangan minyak di sejumlah tempat yang harus di biayai pemerintah, sehingga inilah mengapa di undangnya para Investor untuk melakukan pengelolaan, (Lalu jikalau grafik seperti diatas berapa keuntungan yang di dapat pemerintah melalui sistem PSC.

Total Cash Flow yang diterima Pemerintah

Total Cash Flow yang diterima Pemerintah

Dari grafik di tas terlihat kumulatif total penerimaan negara dari sebuah pengelolaan lapangan migas kecil sangat besar apalagi setelah tahun ke-6 dimana ada biaya DMO yang dikenakan bagi Mitra pengelola. Sehingga inilah mengapa sistem PSC (Production Sharing Contract) banyak di gunakan di hampir semua negara penghasil minyak. karena tentnya juga sangat menguntungkan bagi pemerintah apabila berhasil di kelola namun apabila gagal dalam pengelolaan maka kerugian lebih banyak terkena pada partner atau mitra pemerintah yang mengelola lapangan tersebut. Mungkin itu saja yang mau di bagi hari ini, mungkin perhitungan dan grafik diatas jauh dari kata sempurna tetapi setidaknya bisa menjadi gambaran agar kita yang orang awam ini paham tentang konisi pengelolaan migas.

Satu Balasan ke Ada Potensi Migas?? Tapi Kok Gak Dikembangkan??

  1. Arie May Wibowo mengatakan:

    Super sekali mas syawal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: