Benarkah Kejayaan Maritim Itu cuman masa lalu

Kali ini mau nge Cerpen-kan tentang Maritim Indonesia. Kenapa cukup menarik untuk di dongengkan karena ternyata Maritim lagi naik dunia di tengah pengumuman “Kabinet Kerja” oleh Pak Jokowi seminggu yang lalu.  Lalu seberapa menarikah Indonesia dari segi Maritim .

1. Sejarah Kejayaan Nusantara Lama Di Kenal Eropa

Adalah Alfonso de Albuquerque yang merupakan panglima angkatan laut terbesar pada masa itu. Pada tahun 1503 Albuquerque berangkat menuju India, dan pada tahun 1510, dia menaklukan Goa di Pantai Barat yang kemudian menjadi pangkalan tetap Portugis. Pada waktu itu telah dibangun pangkalan-pangkalan di tempat-tempat yang agak ke barat, yaitu di Ormuzdan Sokotra. Rencananya ialah untuk mendominasi perdagangan laut di Asia dengan cara membangun pangkalan tetap di tempat-tempat krusial yang dapat digunakan untuk mengarahkan teknologi militer Portugis yang tinggi. Pada tahun 1510, setelah mengalami banyak pertempuran, penderitaan, dan kekacauan internal, tampaknya Portugis hampir mencapai tujuannya. Sasaran yang paling penting adalah menyerang ujung timur perdagangan Asia di Maluku. Saat itu Kekayaan Nusantara menjadi perbincangan di antara para pedagang  di India dan Asia Tengah.

Explorasi Negara Eropa di Dunia  (Sumber:http://4.bp.blogspot.com)

Explorasi Negara Eropa di Dunia (Sumber:http://4.bp.blogspot.com)

Setelah mendengar laporan-laporan pertama dari para pedagang Asia mengenai kekayaan Malaka yang sangat besar, Raja Portugis mengutus Diogo Lopez de Sequiera untuk menekan Malaka, menjalin hubungan persahabatan dengan penguasanya, dan menetap disana sebagai wakil Portugis di sebelah timur India. Tugas Sequiera tersebut tidak mungkin terlaksana seluruhnya saat dia tiba di Maluku pada tahun 1509. Pada mulanya dia disambut dengan baik oleh Sultan Mahmud Syah (1488-1528), tetapi kemudian komunitas dagang internasional yang ada di kota itu meyakinkan Mahmud bahwa Portugis merupakan ancaman besar baginya. Akhirnya, Sultan Mahmud melawan Sequiera, menawan beberapa orang anak buahnya, dan membunuh beberapa yang lain. Ia juga mencoba menyerang empat kapal Portugis, tetapi keempat kapal tersebut berhasil berlayar ke laut lepas. Seperti yang telah terjadi di tempat-tempat yang lebih ke barat, tampak jelas bahwa penaklukan adalah satu-satunya cara yang tersedia bagi Portugis untuk memperkokoh diri. Dan di mulailah eksplorasi terhadap kemaritiman Indonesia oleh Eropa dengan menaklukan beberapa wilayah di Indonesia dan tersiarlah ke negara eropa lainnya seperti Belanda, Spanyol, Inggris, dan negara eropa barat lainnya untuk mencari kekayaan hasil bumi kepulauan di Indonesia.

2. Sejarah batas laut Indonesia
Pasca kemerdekaan di tahun 1945, Indonesia telah mengalami beberapa bentuk konstitusi yang secara tidak langsung mengubah batas negara. Pada tanggal 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengambil sikap dengan menetapkan konsep wilayah perairan laut yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Inti dari deklarasi tersebut adalah laut serta perairan antarpulau menjadi pemersatu dan penghubung antarpulau, dan batas-batas wilayah laut diukur sejauh 12 mil dari garis dasar pantai pulau terluar. Deklarasi Djuanda pada akhirnya mendapat pengakuan dunia pada tahun 1982 saat diadakan Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika. Dalam konvensi tersebut ditetapkan bahwa dunia internasional mengakui keberadaan wilayah perairan Indonesia yang meliputi hal-hal berikut ini.

a. Perairan Nusantara
Perairan Nusantara merupakan wilayah perairan yang terletak pada sisi dalam dari garis pangkal laut, teluk, dan selat yang menghubungkan antara pulau yang satu dengan pulau yang lain di Indonesia. Termasuk di dalamnya danau, sungai maupun rawa yang terdapat di daratan.

b. Laut Teritorial
Laut teritorial adalah wilayah laut dengan batas 12 mil dari titik ujung terluar pulau-pulau di Indonesia pada saat pasang surut ke arah laut. Perlu kalian tahu, bahwa jarak antara satu negara dengan negara lain ada yang tidak terlalu jauh. Bagaimanakah bila dua negara menguasai satu laut yang lebarnya tidak sampai 24 mil? Bila hal itu terjadi maka wilayah laut teritorial ditentukan atas kesepakatan dua negara yang bersangkutan. Batas laut teritorialnya ditentukan dengan garis di tengah-tengah wilayah laut kedua negara yang bersangkutan.

c. Batas Landas Kontinen
Batas landas kontinen adalah kelanjutan garis batas dari daratan suatu benua yang terendam sampai kedalaman 200 m di bawah permukaan air laut. Sumber kekayaan alam yang berada dalam wilayah batas landas kontinen merupakan milik pemerintah Indonesia. Jadi, pemerintah Indonesia berhak melakukan eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam yang berada di wilayah batas landas kontinen.

d. Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Pada tanggal 21 Maret 1980 Indonesia mengumumkan ZEE. Batas Zona Ekonomi Eksklusif adalah wilayah laut Indonesia selebar 200 mil yang diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. Apabila ZEE suatu negara berhimpitan dengan ZEE negara lain maka penetapannya didasarkan kesepakatan antara kedua negara tersebut. Dengan adanya perundingan maka pembagian luas wilayah laut akan adil. Sebab dalam batas ZEE suatu negara berhak melakukan eksploitasi, eksplorasi, pengolahan, dan pelestarian sumber kekayaan alam yang berada di dalamnya baik di dasar laut maupun air laut di atasnya. Oleh karena itu, Indonesia bertanggung jawab untuk melestarikan dan melindungi sumber daya alam dari kerusakan.

3. Potensi Hasil laut Di Indonesia

Potensi laut Indonesia?? siapa yang meragukan begitu kayanya keanekaragaman hayati Indonesia. Bahkan banyak para kapal kapal besar negara asing yang ingin sekali menangkap ikan di perairan Indonesia.

Volume Nilai Ekspor Perikanan Berdasarkan Negara Tujuan tahun 2011-2012

Volume Nilai Ekspor Perikanan Berdasarkan Negara Tujuan tahun 2011-2012

dari data tersebut bisa di jelaskan bahwa total volume ekspor hasil perikanan Indonesiamengalami peningkatan sebesar 6,02 persen pada tahun 2012 dibandingkan dengan total volume ekspor hasil perikanan pada tahun 2011 yaitu sebesar 1.159 juta tonpada tahun 2011 dan meningkat menjadi 1.229 juta ton pada tahun 2012. Sedangkan nilai ekspor hasil perikanan tahun 2012 menunjukkan peningkatan sebesar 9,44 persen dari US$3,52 miliar pada tahun 2011 dan meningkat menjadi US$3,85 miliar pada tahun 2012.

Pada tahun 2012, pasar ekspor perikanan utama Indonesia adalah Negara Cina yaitu sebesar 295.486 ton (24persen) dari total volume ekspor hasil perikanan Indonesia, diikuti oleh Thailand sebesar 216.407 ton (17,61 persen), selanjutnya yaitu Amerika Serikat sebesar 133.476 ton (10,85 persen) dan Jepang sebesar 118.732 ton (9,65 persen),kemudian diikuti oleh Negara lainnya yang terdiri dari 171 negara tujuan ekspor hasil perikanan Indonesia yang tersebar di 5 benua (Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa) sebesar 465.014 ton (37,83 persen).

Negara Cina sebagai pasar ekspor perikanan utama pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 21,90 persen dibandingkan tahun 2011, hal tersebutdisebabkan meningkatnya volumeekspor rumput laut pada tahun 2012 sebesar 123.402 ton (70,92 persen)terhadap total volume ekspor rumput laut menurut negara tujuan pada tahun 2012, diikuti oleh komoditi tuna/tongkol/cakalang (TTC) sebesar 6.690 ton (3,33 persen)terhadap total volume ekspor TTC menurut negara tujuan pada tahun 2012. Sedangkan di peringkat ke-2 diduduki oleh Thailand mengalami peningkatan sebesar 34,86 persen dibandingkan tahun 2011, disebabkan oleh volume ekspor tuna/tongkol/cakalang (TTC) sebesar 61.422 ton (30,53 persen) terhadap total volume ekspor TTC menurut negara tujuan pada tahun 2012, diikuti udang sebesar 7.293 ton (4,50 persen) terhadap total volume ekspor udang menurut negara tujuan tahun 2012.

4. Potensi Migas di Laut Indonesia

Peta Cekungan Migas (Sumber: Ditjen Migas ESDM,2012)

Peta Cekungan Migas (Sumber: Ditjen Migas ESDM,2012)

Selain kekayaan aneka ragam hayati juga terdapat kekayaan lainnya, yaitu kekayaan migas. Selama ini banyak para investor yang kurang melirik area ini karena mahal dan tingginya resiko yang di hadapi dalam eksplorasi migas. Tetatpi beberapa cekungan di laut juga punya hasil yang menarik sebut saja beberapa Blok seperti Blok Widuri yang di kelola CNOON, Blok West Madura Offshore yang di kelola beberapa KKKS seperti PHE, CNOOC dan Husky madura Ltd. DI Laut Utara Jawa Barat ada PHE ONWJ, di kepulauan Natuna terdapat Star Energy, Exxon, dan beberapa KKKS lainnya serta di Mahakam yang di kelola TOTAL EP yang kontraknya akan habis di 2017. sangat di sayangkan apabila kita hanya menjadi penonton di bangsa sendiri apabila kita tak mampu memperkaya data yang ada. dan inilah yang menjadi alasan perlu di tingkatnnya eksplorasi dan riset lebih banyak lagi di seluruh laut Indonesia. Tak hanya Migas, di beberapa tempat ternyata mengandung potensi mineral yang bernilai ekonomis seperti emas seperti di sekitar Sulawesi, Nusa Tenggara dan Sumatera. Sehingga sangat penting tampaknya saat ini memfokuskan kegiatan di Maritim Indonesia.

Jadi Kejayaan Maritim sebenarnya bisa kita tingkatkan sejalan dengan banyak nya kegiatan dan aktivitas terutama riset , pengembangan dan peningkatan sarana satu sisi lainnya yang tidak boleh luput dari potensi maritim adalah Pariwisata dengan pengembangan serta kemudahan sarana dan pra-sarana bukan tidak mungkin sisi Pariwisata Maritim akan menjadi nilai tambah di mata Traveler lokal dan mancanegara

Referensi :

http://gaswari.wordpress.com/2010/03/25/wilayah-laut-teritorial-di-indonesia/
http://www.gatra.com/ekonomi-1/59498-kkp-potensi-hasil-laut-indonesia-tidak-hanya-ikan.html
http://statistik.kkp.go.id/
Badan Pusat Statistik.2012.STATISTIK EKSPOR HASIL PERIKANAN MENURUT KOMODITI, PROVINSI DAN PELABUHAN ASAL EKSPOR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: