Mengapa harus waterflooding???

Mekanisme Waterflooding

Mekanisme Waterflooding

Penggunaan waterflooding umumnya banyak di gunakan pada lapangan lapangan marginal atau juga lapangan tua di mana batas produksi minyak yang ada sudah melewati primary recoverynya sehingga untuk melakukan optimasi produksi di gunakan beberapa teknik termasuk Waterflooding atau sebagian orang lebih suka menyebutnya dengan Injeksi air. Mekanisme kerjanya adalah dengan menginjeksikan air  ke dalam formasi yang berfungsi untuk mendesak minyak menuju sumur produksi (produser) sehingga akan meningkatkan produksi minyak ataupun dapat juga berfungsi untuk mempertahankan tekanan reservoir (pressure maintenance)

Perencanaan waterflood didasarkan pada pertimbangan teknik dan keekonomisannya. Analisa ekonomis tergantung pada perkiraan hasil dari proses waterflood itu sendiri. Perkiraan ini bisa baik atau buruk tergantung pada kebutuhan khusus dari proyek. Analisa teknik produksi waterflood dilakukan dengan memperkirakan jumlah volume dan kecepetan fluida.Perkiraan diatas juga  berguna untuk penyesuaian atau pemilihan peralatan serta sistem pemeliharaan ( treatment ) fluida.

Sejarah Pemanfaatan Waterflooding

Eksperimen waterflood pertama tercatat dilakukan di lapangan Bradford, Pennsylvania pada tahun 1880-an. Dari eksperimen pertama ini, mulai terlihat bahwa program waterflood akan dapat meningkatkan produksi minyak. Maka pada awal 1890-an, dimulailah penerapan waterflood di lapangan-lapangan minyak di Amerika Serikat.

Pada 1907, ditemukan metoda baru dalam pengaplikasian waterflood di Lapangan Bradford, Pennsylvania, yang disebut sebagai “metoda lingkar (circular method)”, yang juga tercatat sebagai pengaplikasian flooding pattern pertama. Karena adanya regulasi pemerintah yang melarang penerapan waterflood di masa itu, proyek ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sampai larangan itu dicabut pada 1921.

Mulai tahun 1921, penerapan waterflood mulai meningkat. Pola pattern waterflood berubah dari circular method menjadiline method. Pada 1928, pola five spot ditemukan dan diterapkan secara meluas di lapangan-lapangan minyak. Selain tahun-tahun tersebut, operasi waterflood juga tercatat dilakukan di Oklahoma pada tahun 1931, di Kansas pada tahun 1935, dan di Texas pada tahun 1936.

Dibandingkan dengan masa sekarang, penerapan waterflood pada masa dahulu boleh dibilang sangat sedikit. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena pada zaman dahulu pemahaman tentang waterflood masih sangat sedikit. Selain itu, pada zaman dahulu produksi minyak cenderung berada diatas kebutuhan pasar.

Signifikansi waterflood mulai terjadi pada akhir 1940-an, ketika sumur-sumur produksi mulai mencapai batasan ekonomis (economic limit)nya dan memaksa operator berpikir untuk meningkatkan producable reserves dari sumur-sumur produksi. Pada 1955, waterflood tercatat memberikan konstribusi produksi lebih dari 750000 BOPD dari total produksi 6600000 BOPD di Amerika Serikat. Dewasa ini, konstribusi waterflood mencapai lebih dari 50% dari total produksi minyak di Amerika Serikat.

Injeksi air ini sangat banyak digunakan, alasannya antara lain:

  • Mobilitas yang cukup rendah
  • Air mudah didapatkan
  • Pengadaan air cukup murah
  • Berat kolom air dalam sumur injeksi turut memberikan tekanan, sehingga cukup banyak mengurangi tekanan injeksi yang perlu diberikan di permukaan
  • Mudah tersebar ke daerah reservoir, sehingga efisiensi penyapuannya cukup tinggi
  • Memiliki efisiensi pendesakan yang sangat baik

Perencanaan Waterflooding Untuk Sebuah Lapangan

Perencanaan waterflooding biasanya harus melihat dari bberapa sisi antara lain sisi teknis, ekonomis, dan juga dari beberapa sisi pertimbangan yang di sesuaikan dengan kebutuhan. Umumnya sebelum melakukan lebih jauh metode ini biasanya di lakukan pilot projek , nantinya dari pilot projek tersebut dapat diketahui beberapa hal ;

  1. valuasi reservoir meliputi hasil  hasil produksi dari primary recovery
  2. Pemilihan waterflood plan yang potensial
  3. Perkiraan laju injeksi dan produksi
  4. Prediksi oil recovery untuk setiap perencanaan proyek waterflood
  5. Identifikasi variabel-variabel yang menyebabkan ketidaktepatan analisa secara teknik

Sistem/ Pola penggunaan Waterflood 

Langkah pertama perencaanan proyek waterflooding adalah pemilihan pola pendesakan. Pemilihan pola yang tepat yaitu menyediakan fluida injeksi yang maksimum yang langsung berhubungan dengan sistem fluida minyak. Pemilihan ini dapat mencapai dengan mengkonversikan sumur produksi ke sumur injeksi atau mengebor sumur-sumur infill untuk injeksi disamping itu faktor yang dipertimbangkan yaitu :
 Keheterogenitas reservoir dan arah rekahan formasi.
 Tersedianya fluida injeksi (gas atau air).
 Injektifitas, produktifitas, dan well spacing.
 Perolehan minyak maksimum.

Secara umum pemilihan pola pendesakan yang cocok untuk reservoir tergantung pada lokasi. Tipe sumur yang digunakan dalam injeksi fluida ada tiga yaitu :
A. Pola injeksi irregular (tak beraturan)
Willhite (1986) mengemukakan topologi atau kemiringan dari lubang bor kemungkinan hasil dari sumur injeksi atau sumur produksi dengan lokasi yang tidak seragam. Daerah yang dipengaruhi oleh sumur injeksi bisa jadi berbeda untuk setiap sumur injeksi. Beberapa reservoir yang kecil (small) yang dikembangkan untuk produksi primary dengan dibatasi jumlah sumur dan dari segi ekonomi yang sedikit mungkin hanya sedikit sumur produksi yang dikonversikan kedalam sumur injektor pada pola yang tidak seragam. Patahan (faulting) dan hal yang sudah pasti variasi dalam porositas dan permeabilitas.
B. Pola injeksi pheriferal
Pendesakan pheriferal sumur injeksi ditempatkan dibatas luar dari reservoir yang ditunjukkan pada Gambar 3.12, karakteristik utama pada pendesakan ini adalah :
1. Secara umum pendesakan pheriferal memiliki nilai maksimum dalam perolehan minyak dengan air yang diproduksikan minimum.
2. Untuk pendesakan pheriferal yang sukses, permeabilitas formasi harus cukup besar untuk memudahkan pergerakan air yang diinjeksikan.
3. Karena tidak biasanya sedikit jumlah sumur injektor dibandingkan dengan jumlah produksi, sehingga air yang dinjeksikan hingga fillup membutuhkan waktu yang lama.
4. Hasil pendesakan pheriferal lebih sukar dipredik. Fluida yang mendesak oil bank cenderung lewat (past) hingga ke sumur produksi.
5. Secara umum laju injeksi sebuah masalah karena sumur injeksi terus menerus mendorong air yang lebih besar.

C. Pola injeksi regular (beraturan)
Pengembangan disetiap lapangan yang umum digunakan dalam proyek injeksi air menggunakan penyusunan pola yang beraturan,

1. Direct line drive. Jalur (lines) dari injeksi dan produksi adalah saling berlawanan arah satu sama lainnya. Pola ini dicirikan dengan dua parameter yaitu a adalah jarak antar sumur yang sama, dan d adalah jarak antara lines dari injektor dan producer, penyapuan kurang baik dan well spacing seragam.
2. Five spot. Ini adalah seperti kotak dengan jarak antar semua sumur tetap (constant) yaitu a = 2d, dengan empat sumur injeksi dalam sebuah persegi empat terhadap satu sumur produksi terletak dipusat, pola yang biasanya digunakan, well spacing seragam, efisiensi penyapuan tinggi, dan respon injeksi yang baik untuk reservoir dengan dibatasi tekanan injeksi hingga daerah tekanan formasi yang rendah.
3. Seven spot. Sumur-sumur injeksi yang ditempatkan dipojok dari sebuah hexagonal dengan satu sumur produksi yang terletak dipusat, biasanya tidak digunakan pada irregular spacing dan jika digunakan lebih suka pada pola inverted, boleh jadi digunakan untuk pilot floods dalam pola regular untuk mengontrol aliran yang baik selama test flood.
4. Nine spot. Pola ini serupa dari five spot tetapi dengan penambahan sumur injeksi yang dibor ditengah dari setiap sisi persegi empat. Pada dasarnya pola ini terdiri dari delapan injektor yang menggelilingi satu producer. Ciri dari pola ini adalah penyapuan baik, well spacing seragam yang dikembangkan dari persegi empat, pattern yang biasanya digunakan, bila regular 9-spot dimanfaatkan untuk injektifitas fluida yang rendah-digunakan pilot test dan bila inverted 9-spot dimanfaatkan untuk injektifitas fluida yang tinggi.

Tipe Berpola Waterflood

Tipe Berpola Waterflood

Keterbatasan Teknology Wtaerflooding 
Water  dapat meningkatkan volume dari oil recovery dari reservoir< namun tidak selalu teknologi terbaik untuk digunakan dan dapat memiliki faktor rumit. Ketika mengevaluasi cara terbaik untuk menghasilkan oil dari reservoir tertentu , seorang petroleum enginer harus menganalisa waterflooding sebagai dari bagiannya, baik dari secara teknik dan ekonomis. Mereka evaluasi harus mencangkup faktor-faktor rumit yang berpotensi seperti kompatibilitas air yang direncanakan untuk di injeksi dengan connate water, interaksi dari air yang diinjeksi dengan batuan reservoir ( sensitivitas clay , dissolution batuan, atau pada umumnya pelemahan kerangka penyusun batuan). water treatment injeksi untuk menghilangkan oksigen, bakteri dan
bahan kimi yang tidak dinginkan , dan tantangan yang melibatkan cara memisahkan dan penanganan air yang dihasilkan untuk analisa kandungan minyak, bahan radioaktif alami, dan berbagai mineral pembentuk.
Referensi :
https://iatmismmigas.wordpress.com/2012/06/07/pengantar-studi-water-flood/
– http://oilgas-training.blogspot.com/2013/01/enhanced-oil-recovery-with-waterflooding.html
– http://senor-ilham.blogspot.com/2014/02/water-flooding.html
– Craig F.F, Jr., ”The Reservoir Engineering Aspects of Waterflooding”, SPE of AIME, New York, 1971.
– Fitriana Yuniastuti Pradhitasari .2011. Evaluasi Kinerja Waterflooding Pada Lapisan “M” Sumur LS 135- LS 129 Blok VII Dengan Pola Direct Line Lapangan Sago Unit Bisnis Pt Pertamina Ep Lirik. Yogyakarta : Teknik Perminyakan UPN Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: