GEMPA ACEH | Sama-sama Besar, Berbeda Dampak | Brigitta Isworo Laksmi & Ahmad Arif

16 April 2012

Pukul 15.38 WIB gempa dengan intensitas 8,5 skala Richter mengguncang Aceh. Pukul 17.43 WIB Aceh kembali diguncang gempa besar berkekuatan 8,8 skala Richter. Dari data Badan Informasi Geospatial, tsunami tertinggi terjadi di Meulaboh di Aceh bagian utara dengan ketinggian 1,02 meter. 

 Tahun 2004 tanggal 24 Desember, gempa berkekuatan 9,1 skala Richter mengguncang Aceh. Sekitar 1 jam-2 jam berikutnya terjadi tsunami dengan ketinggian maksimal 10 meter.Dari penjelasan yang diberikan ahli gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman, serta pakar kelautan dan tsunami, Gegar Prasetya, ada perbedaan antara gempa tahun 2004 dan gempa 11 April 2012.

sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/04/12/08273497/gempa.besar.picu.kepanikan Baca entri selengkapnya »


Siklus Banjir 5 Tahunan Jakarta? Pembenaran atau Hoax?

4 November 2011

Pemerintah DKI Jakarta sekarang tengah giat giatnya dihadapi dengan kenyataan siklus banjir 5 Tahunan. Tahun 2007 atau tepatnya hampir 5 tahun lalu hampir semua stasiun dan media cetak serta elektronik menjadikan banjir jakarta sebagai headline utama berita koran mereka. Semakin menahun luas genanganpun makin bertambah seiring curah hujan yang juga makin meninggi. Tidak ketinggalan Istana Keprisidenan pun pernah mengalami rasanya banjir Jakarta tahun 2007. Penanganan telah dilakukan oleh PEMDA DKI Jakarta tapi tetap saja banjir ? Penyebabnya tak lain adalah perubahan lingkungan disekitar aliran air yang kini hampir disudut kota Jakarta tidak ada daerah ruang serap yang berarti.

Data Siklus Banir 5 Tahunan Jakarta (Suara Merdeka)
Data Siklus Banir 5 Tahunan Jakarta (Media Indonesia)

 Bagaimana Mengatasi Banjir?

“lah banjir kok diatasi mestinya di cegah”

Banjir terjadi karena limpahan air yang tak masuk langsung atau diserap oleh tanah lebih banyak sehingga mengalir kewilayah yang lebih rendah dan mempunyai daerah tampungan.  Pada gambar dibawah ini adalah Sub Aliran Hulu Sungai Ciliwung

DAS CILIWUNG
DAS CILIWUNG (klik Gambar Untuk memperbesar Peta)

Kesadaran untuk menjaga area hijau perlu ditingkatkan dan perlu perhatian khusus didaerah yang mempunyai peranan penting penyumpang aliran air untuk Jakarta. Saat ini pembuatan kanal tidak lah cukup yang perlu dilakukan adalah pembuatan sumur resapan di wilayah tinggi sebagai area resapan yang baik. Selain sumur resapan pembuatan biopori juga perlu dilakukan karena selain tepat untuk menjadi sarana pencegah dan penyerap air permukaan, teknlogi biopori juga dapat memberikan kesuburan bagi tanah.

Lalu bagaimana dengan Siklus 5 Tahun??

Siklus ini hanya dugaan saja sebenarnya banjir bisa terbentuk akibat kurangnya kesiapan menghadapi musim datangnya penghujan misalnya gorong gorong yang mampet, endapan sungai yang tebal, dan masih banyak perilaku masyarakat yang membangu lahan di kawasan hijau dan dataran banjir. Lalu bagaimana keterkaitan dengan geologi, sejauh apa peranan geologi dapat membantu.

Geologi mempunyai peranan yang baik untuk melihat struktur tanah, relief, serta komposisi daerah untuk menyiapkan peta kebencanaan untuk selanjutnya di tindak lanjuti dengan rekayasa teknik, misalnya adalah pembuatan sumur resapan dengan perhitungan yang cermat ahli geologi terutama hidrogeologi mampu memahami seberapa besar batuan batuan dapat menampung dan mengalirkan air kedalam permukaan secara cepat. Selain itu geologi juga berfungsi untuk melihat kelabilan lereng yang dapat terjadi longsor akibat pergerakan tanah yang diakibat pembebanan sehingga tanah bergerak dan menjadi lunak. Jakarta adalah daerah hilir dengan morfologi yang relatif dataran rendah bergelombang dimana tersusun atas sebagian besar endapan alluvial. sehingga perlu di perhatikan benar benar perencanaan wilayah. Pembuatan danau danau buatan atau semacam situ juga harus di perhatikan untuk meninkatkan keselamatan dan mencegah korban yang lebih besar……

dan mari kita teriakan “STOP PEMBANGUNAN DI WILAYAH HIJAU DAN MARI HIJAUKAN JAKARTA”


Jakarta, Ditengah Kekumuhan Raksasa dan Banjir

21 Oktober 2011

     gak kerasa sudah hampir menuju 5 Bulan hidup di Jakarta, dan mencoba meraih mimpi disini sama dengan mimpi orang orang yang berlalu lalang di pagi hari. Musim kemarau belum berakhir disini meski dibeberapa penjuru dibagian bumi ini sudah mengalir air penuh berkah. Ditengah panasnya matahari dan tebalnya kabut asap kendaraan bermotor, yang berlalu lalang dan menyebabkan banyaknya karbon yang terhisap[ yang berujung kematian pada beberapa manusia yang mengidap penyakit ISPA. Gedung gedung bagaikan “raksasa” yang menjulang tinggi ditengah pusat Jakarta semakin menambah warna betapa kumuhnya kota ini. lalu bagaimana Jakarta di kehidupan dari masa ke masa

Jakarta Sepi
Jakarta Sepi (sumber: kaskus)

Foto diatas adalah jalanan jakarta yang sepi tanpa hiruk pikuk Kemacetan tapi kira kira kapan ya bisa seperti itu dalam jangka waktu yang lama.

Tugu Tani Menteng

Kalau ini daerah tugu tani menteng ketika lampau dan saat ini berubah menjadi kawasan kantor dan permukiman

Tugu Tani Menteng Masa Kini
Tugu Tani Menteng Masa Kini

nah kalau foto diatas adalah kehidupan tugu tani Jakarta di masa kini, kemajuan semakin pesat dan semakin banyak pula problem yang tumbuh. Nah sekarang kita mencoba cerpenin Geologi jakarta,

Peta Geologi Jakarta

Peta Geologi Jakarta (Sumber :Badan Geologi)

Gambar diatas adalah gambaran komposisi pembentukan jakarta yang terbentuk pada masa kuarter dimana terdiri dari endapan vulkanik, aluvium, dan delta. Daerah jakarta semestinya merupakan daerah hilir untuk sungai citarum dan ciliwung terutama dikisarannya karena Jakarta merupakan daerah limpasan dari Kota Bogor

Penampang Geologi Jakarta

Penampang Geologi Jakarta

dan inilah penampang geologi wilayah Jakarta dimana jakarta merupakan daerah hilir atau akhir dari pengendapan darat (sungai dsb) dari daerah tinggian, nah karena pemanfaatannya menjadi kota pelabuhan semestinya daerah ini juga harus menyiapkan daerah limpasan air dari kota kota di sekitarnya.

Banjir Jakarta dan Sejarahnya 

Menurut Pusat Geoteknologi LIPI, Banjir di Jakarta memang sudah sejak dulu. Sejak jaman Bang Pitung dan Bang Jampang hingga jamanya Bung Fauzi Bowo. Tercatat yang terbesar adalah yang terjadi pada tahun 1621, 1654, 1725 dan yang paling besar adalah yang terjadi pada tahun 1918, yang merupakan akibat dari pembabatan hutan untuk perkebunan teh di Puncak. Waktu itu, banyak korban manusia dan harta benda yang lain. Banjir itulah yang membuat Pemerintah Belanda pada saat itu membuat perencanaan untuk mencegah banjir di Batavia. Rencana pencegahan itu kemudian terkenal dengan apa yang disebut sebagai “Strategi Herman van Breen” (1920 -1926), disebut demikian karena meneer van Breen adalah ketua tim pencegahan banjir di Batavia pada saat itu. Baca entri selengkapnya »


Gempa Bali; Waspada Perlu, “Tapi Tak Perlu Panik”

14 Oktober 2011
Posisi Gempa Di Bali

Posisi Gempa Di Bali

Tanggal 13 Oktober 2011 Indonesia kembali diguncang dengan gempa, dan posisi gempa kali ini berada didaerah selatan bali dengan pusat gempa berada 150 Km selatan pulau Bali dengan SR 6,8 SR. Sekali lagi kita di Ingatkan untuk terus berhati-hati bahwa sampai saat ini BELUM ADA teknologi canggih untuk tahu kapan gempa itu terjadi. Secara bahasan sederhananya Gempa terjadi dalam dua hal yaitu Gempa akibat pergerakan lempeng atau lebih dikenal Gempa Tektonik atau Gempa yang diakibatkan Oleh Proses Vulkanik.

Gempa akan sangat bergantung dengan sumber atau sebab terjadinya semakin berada didekat permukaan maka getarannya pun akan terasa, dan semakin jauh dari permukaan getarannya pun bisa sangat berkurang.

Teori Pergerakan Lempeng

Tektonik Indonesia

Menurut teori kerak bumi (litosfer) dapat diterangkan ibarat suatu rakit yang sangat kuat dan relative dingin yang mengapung di atas mantel astenosfer yang liat dan sangat panas, atau bisa juga disamakan dengan pulau es yang mengapung di atas air laut. Ada dua jenis kerak bumi yaitu kerak samudera yang tersusun oleh batuan yang bersifat basa dan sangat basa, yang dijumpai pada samudera yang sangat dalam, dan kerak benua yang tersusun dari batuan asam dan lebih tebal dari kerak samudera.
Baca entri selengkapnya »


Expedisi Cincin Api atau Sabuk ??

6 Oktober 2011

kalau salah satu surat kabar nasional kini tengah gencar gencarnya memberitakan cincin api maka blog ini juga mau bercerita tentang apa itu cincin api???

Sebenarnya Cincin api itu adalah sekumpulan jalur gunung api yang berada di sirkum pasifik, nah indonesia hanya menjadi bagiannya saja, jadi secara tidak langsung kurang tepat kalo ekspedisi cincin Apinya hanya di Indonesia saja, Ya sudah mari kita sedikit bercerita tentang Tuh Cincin Api.

Dimulai dari kenapa daerah kisaran paparan samudera dan benua lebih banyak Gunung Api jawabangya tidak lain adalah “Takdir” , tapi ngacoooo. Gunung Api terbentuk karena adanya proses Konverge, dan divergen. (lah apa lagi nih), ya intinya Gunung api di hasilkan oleh proses subduksi yang berada diantara kerak benua dan samudera.

Ring Of Fire
Ring Of Fire

nah peta diatas melihatkan bentukan secara umum gunung api yang aktif dan serangkaian jalur gunung api yang terkenal dengan Cincin Api, Lalu so whats?? kalau kita tahu tentang Gunung Api…… Jawabanya adalah tidak lain dan tidak bukan adalah kita harus menyadari Bahwa kita hidup diantara kawasan Cincin Api tersebut yang sewaktu waktu akan merasakan efeek dari letusan tersebut dan gempa terutama Vulkanik. dan tercatat dalam sejarah letusan gunung api yang tercatat dalam Kitab letusan Gunung karya Alam Semesta yang sangat dahsyat pernah terjadi di Indonesia salah satunya adalah Krakatau dan Tambora.

Tambora 1815
Tambora 1815

Gunung Tambora adalah salah satu letusan terbesar yang ada diantara tahun 1700 sampai sekarang. Charles Lyell (1797-1875) dalam bukunya Principles of Geologymenuliskan bahwa akibat letusan ini populasi penduduk 12.000 di Tambora tersisa hanya 26 individu. Heinrich Zollinger seorang misionaris pada tahun 1855 mengestimasi jumlah korban akibat letusan Tambora adalah sekitar 10.000 manusia. Baca entri selengkapnya »


INDONESIAKU, bukan negeri bencana tapi negeri yang unik

27 Oktober 2010

Memahami sebuah konteks judul diatas mestinya kita harus melihat sisi potensi bencana itu dipandang dari segi korban tentunya itu sebuah bencana tapi kembali lagi mestinya hal itu bisa kita tanggulangi bersama sama minimal kita dapat meminimalisir bencana tersebut. Karena banyaknya kejadian ilmiah geologi yang terjadi akhir akhir ini, saatnya kita CERPENKAN keunikan Indonesia yang punya banyak gunung api dan juga banyak patahan patahan besar yang umumnya merepotkan pemerintah. . . . .

Kita mulai awal cerpen ini bagaimana bumi ini terbentuk dengan menceritakan lagi PANGEA secara lebih umum tentunya, begini ceritanya ;

-PANGEA

Menurut mbah wiki kata Pangaea atau Pangea (pan berarti keseluruhan, seluruh dan gaia berarti Bumi dalam Bahasa Yunani Kuno) adalah Superbenua yang sangat besar pada zaman Paleozoikum dan Mesozoikum sekitar 250 juta tahun yang lalu, sebelum akhirnya terbelah atau terpecah menjadi beberapa potong benua atau lempeng lalu menyebar ke seluruh permukaan bumi. Jadi dahulu kala awal mulanya Bumi itu satu dan lambat laut benua benua saling bergerak menjauhi satu sama lain dan terbentuklah dunia sekarang ini, ditambah adanya proses proses kenaikan muka air laut atau istilah keren di tahun 2010 adalah Global Warming. Jadi secara nyata global Warming itu merupakan perulangan….

PANGEA

Bentukan perubahan bumi dari waktu ke waktu (PANGEA)

Baca entri selengkapnya »


Gempa Sudah Biasa di Indonesia, Bung?

28 Juni 2010

Gempa Bumi siapa Takut

hari ini kepengen nge Cerpen kan apa itu Gempa? habis negara ini selalu heboh apabila ada namanya gempa, gempa dan gempa. Sebagai calon geologist gempa sudah jadi pelajaran yang umum eh biasa untuk diketahui mulai dari asal muasal dan sifat gempa itu sendiri tentunya.

Lalu secara Geologi apa yang dimaksud dengan Gempa, kata mbah Wiki Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi).

Baca entri selengkapnya »