Ada Beberapa Cara untuk Mengurangi Subsidi Harga BBM

26 Januari 2012

Oleh: Prof. Widjajono Partowidagdo

Di Sadur dari milis IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia)
Tahun 2011 subsidi harga BBM untuk transportasi dan LPG adalah Rp. 165 Triliyun dan subsidi untuk listrik (yang sebagian besar diakibatkan oleh BBM) Rp. 90 Trilyun, sehingga totalnya Rp. 255 Trilyun, padahal pendapatan pemerintah dari migas Rp 272 trilyun. Lebih baik subsidi harga BBM tersebut digunakan untuk membuat orang2 miskin menjadi lebih sejahtera, perdesaan dan daerah lebih maju, infrastuktur lebih baik dan kemampuan nasional meningkat sehingga kita bisa lebih mandiri (produksi migas dan tambang, pertanian, pesawat, mobil, kapal, kereta api, senjata Nasional meningkat) dan Indonesia lebih cepat menjadi Negara Maju yang Terpandang..

Jangan membandingkan Indonesia dengan Nigeria. Cadangan minyak terbukti Nigeria 36 milyar barel dan Indonesia 3,7 milyar barel, produksi minyak Nigeria 2,6 juta barel per hari sedang Indonesia 0,9 juta barel per hari, penduduk Nigeria 136 juta dan Indonesia 241 juta sehingga konsumsi minyak Nigeria diperkirakan 0,65 juta barel per hari dan Indonesia 1,3 juta barel per hari. Jadi, kalau penduduk Nigeria protes harga BBM dinaikkan maka wajar saja karena Nigeria kaya minyak. Hanya negara yang kaya minyak seperti Saudi dan Venezuela BBM nya murah sekali. Produksi minyak Indonesia 2011 adalah 902 ribu B/D, ekspornya 361 ribu B/D dan Impor minyak 272 ribu B/D dan BBM 499 ribu B/D. Mengimpor (Minyak dan BBM) 771 ribu barel per hari menunjukkan bahwa kita tidak kaya minyak, padahal minyak adalah energi yang paling mahal. Orang yang tidak kaya tetapi memakai barang mahal pasti hidupnya susah.

Negara2 Amerika Latin yang anti Neolib seperti Brasil, Argentina dan Chili BBM nya tidak disubsidi, akibatnya BBN (Bahan Bakar Nabati) dan Industri Nasional (mobil, pesawat, senjata dan pertanian) nya berkembang. Bahkan Brasil sekarang menjadi Negara Idola disamping Rusia, India, Cina dan Korea (BRICK) . Brasil bahkan sudah menguasai Teknologi Migas Lepas Pantai disamping Cadangan dan produksi minyaknya meningkat pesat. Petrobras adalah Perusahaan Migas terpandang di Dunia. Di India maupun Cina dan bahkan Vietnam tidak ada subsidi BBM tetapi transportasi umum disubsidi sehingga nyaman dan Industri Nasionalnya meningkat pesat.

Ada beberapa Cara untuk mengurangi Subsidi Harga BBM:
:
Naikkan harga premium untuk mobil pribadi tiap tahun, sebagai contoh 1 April Tahun 2012 menjadi Rp 6.000 per liter, 2013 menjadi Rp 7.000 per liter dan 2014 menjadi Harga Pasar (sekirtar Rp 8.000 per liter).

Naikkan harga premium untuk mobil pribadi secara otomatis 5% tiap bulan. Akibatnya dalam 18 bulan harga menjadi Rp 8100/ liter. Hal ini pernah diberlakukan di Inggris untuk penyesuaian harga listrik. Naikkan harga premium 1 April 2012 menjadi harga pasar (sekarang Rp 8200/liter) untuk Jakarta dulu lalu disusul daerah2 lainnya sampai akhir 2014.
Harga Premium terdiri dari Biaya Premium + Alpha + Pajak. Saat ini biaya premium ( USD 110/ barel) atau Rp 6.500/ liter dan margin Rp 700 /liter serta pajak (15%) Rp 1.000/liter maka Harga Premium adalah Rp 8200/ liter. Apabila 1 April 2012 ini Alpha (Biaya distribusi + Margin) dan Pajak ditanggung Pemerintah maka Harga Premium adalah Rp 6500/liter. 1 April 2013 bisa hanya Pajak yang ditanggung Pemerintah sehingga Harga Premium Rp 7200/liter dan 1 April 2014 dikenakan Pajak maka Harga Premium Rp 8200/ liter (tergantung harga minyak dan kurs dolar).

Catatan: Untuk semua opsi diatas mulai 1 April 2012 (bahkan sebaiknya mulai hari ini) perbaiki transportasi umum dan kendaraan umum beralih ke BBG. Kendaraan pribadi dapat memakai memakai BBM tidak bersubsidi atau BBG.


Mengkaji Gedung MPR & DPR yang Miring..

10 Mei 2010

Gedung DPR MPR jadi keajaiban dunia

Beberapa minggu terakhir ini kita tertegun atas ulah anggota DPR RI yang mengatakan perlu pembangunan sebuah gedung baru untuk anggota dewan akibat gedung saat ini telah miring 7 derajat dari posisi semula akibat Gempa. Whew kalau gitu mestinya semua gedung di jakarta juga haru diperiksa bukan hanya Gedung DPR/MPR. Dari segi geologi saya rasa tidak ada struktur dominan yang mempengaruhi daerah jakarta, cuman daerah ini dari referensi yang saya baca adalah daerah endapan Delta. Dengan ketebalan tanah (soil) yang diendapkan rata rata berumur holosen (maaf kalau salah) namanya saja Cerpen. Kembali ketopik bahasan serta saya mengutip dari forum kaskus

Selasa, 04/05/2010 11:50 WIB
Ditanya Gedung DPR Miring, Priyo Mengaku Tak Tahu Persis
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso bak pagi kedele, sore tempe. Priyo yang sebelumnya bilang gedung DPR miring 7 derajat sehingga perlu dibangun gedung baru, kini ia mengaku tidak tahu persis gedung wakil rakyat itu miring atau tidak.

“Saya nggak tahu persisnya (apakah miring atau tidak),” kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/5/2010).

Setelah gempa di Tasikmalaya 2009 dahulu, kata Priyo, Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ditugaskan mencari fakta-fakta. Kemudian, meminta bantuan Departemen Pekerjaan Umum (PU) karena keluhan anggota sudah terlalu banyak, sudah merasa tidak aman dan nyaman untuk bekerja.

Dikatakan dia, PU melaporkan kepada pimpinan Dewan bahwa ditemukan ada retak-retak. Kemudian disimpulkan gedung itu harus direnovasi total.

“Saya nggak tahu persisnya, apakah miring atau tidak. Tapi yang jelas perlu penyuntikan (beton),” ujar Priyo.

Yang jelas, menurut Priyo, gedung Nusantara I sudah melebihi kapasitas karena selain dihuni anggota Dewan, juga ada staf dan lain-lain. “Jadi kami ambil kesimpulan, diperlukan revonasi total dan rencananya dibangun gedung baru di sekitar gedung yang sekarang,” papar politisi Golkar ini.

Selain Priyo, informasi gedung Nusantara I miring juga dilansir Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis. Sekalipun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membantah Nusantara I miring, Harry tetap ngotot gedung itu miring 7 derajat. DPR bahkan pernah membahas kemiringan gedung hasil laporan PU dalam rapat paripurna.

“Itu laporan diberikan pada DPR periode lalu, tahun 2009 pernah disampaikan di rapat paripurna,” kata Harry pada Senin kemarin.

Harry mengatakan, gedung baru DPR membutuhkan Rp 1,8 triliun. Rinciannya, Rp 1,6 triliun untuk konstruksi gedung, dan Rp 200 miliar untuk perlengkapan dalam.

(aan/nrl)

Baca entri selengkapnya »


Tatacara Penanggulangan Longsor

8 Maret 2010

Longsor kok takut….

by Rizqi Syawal

Fenomena Longsor terkenal dimusim Penghujan

Jangan jadikan momok longsor itu kita persalahkan jikalau musim hujan seperti ini tapi salahkan kita mengapa kita mau tinggal didaerah rawan longsor. Mengapa bisa terjadi Longsor? sebuah pertanyaan menggelitik yang semua orang sudah tau jawabannya. Lalu bagaimana kita bisa melawan longsor jawabannya adalah liari atau cegah longsor tersebut. bingung ngatasinnya!! kalau bingung terus ya kapan beraninya?? saya coba jawaban dengan beberapa spekulasi yang saya dapatkan referensi dari Bro Berry Ardiasti (Seorang Geologist UNDIP) dari hasil skripsinya.

Begini Cara penanganan longsor yang tepat.

1. Mengubah Geometri Kelerengan (Bahasa Gaulnya kita buat Landai saja)

Perubahan geometri lereng ini pada prisnsipnya bertujuan untuk mengurangi gaya pendorong dari masa tanah atau gaya-gaya yang menggerakan yang menyebabkan gerakan lereng. Perbaikan dengan perubahan geometri lereng ini meliputi pelandaian kemiringan lereng dan pembuatan trap-trap/bangku/teras (benching) dengan perhitungan yang tepat Baca entri selengkapnya »


Sebuah Catatan Tak Ternilai Pak Andang

8 Desember 2009

Diambil dari Catatan Pak Andang Di Facebooknya

tapi prihatin karena belajar geologi makin kesini makin tidak menyentuh batu………
: catatan penyerta foto-foto gunung turun kali babon, semarang

Saat anak2 geologi UNDIP mengontak aku awal November yang lalu lewat Syawal(ini figur trans-kampus yg gak pernah liren..=) terus ditindak-lanjuti oleh Naru (Perhimagi), ,Dwandari(AAPGSC), dan kemudianDinan dan Alfeus, mereka menyarankan topikku tentang sedimentologi. Karena aku berdiam diri (bukan krn marah ato cuek, tapi krn saking gak sempetnya mbales email/sms), akhir-akhirnya: mrk menyerahkan ke aku topik ceramah/kuliah sehariku itu: kasarnya: suka-suka akulah. Sebenarnyalah, pada waktu itu aku memang mau gampangnya saja, bersiap-siap dengan ceramah sedimentologi di kelas. Tapi, tiba-tiba terlintas bayangan tentang suasana kelas mata2 lapar informasi yg dr waktu ke waktu selalu dikuliahi teori dan gambar2 tentang batu, dengan hanya setiap semester sekali pergi ke lapangan waktu menutup perkuliahan, padahal di sekeliling mereka teronggok batu-batu, lapisan, bentang alam, dan proses sungai, laut, kuala, gunung api yang memanggil-manggil untuk diurai dipelajari. Tiba-tiba aku merasa malu kalau lagi-lagi memberikan kuliah dengan gambar-gambar sorot foto-foto dan sketsa-sketsa tentang geologi, padahal dengan gampang seharusnya mereka bisa menyentuhnya di sekitar kampus mereka sendiri….. Maka, ku-sms mereka: topikku tentang“BACK TO BASICS: LOOK AT THE ROCKS”….temui aku di singkapan-singkapan terdekat di sekitar kampus kalian. Kita bicara geologi disana: langsung di lapangan!! Aku dapat info dari Syawal tentang Gunung Turun, Kali Babon, dan Mangunharjo. Bagus!! Kita main-main ke sana saja. Tidak satupun dari 3 lokasi itu yang pernah kudatangi. Tapi aku yakin, dengan seijin Allah, aku bisa berdiskusi dan membuka mataku sendiri (minimal) dan mata mereka semua dengan menyentuh batu-batu dan melihat proses-proses geologi di sana. Mungkin mereka agak terkaget-kaget dengan tantanganku itu. Aku bilang ke mereka, gak perlu repot2. Jemput aku di erpot Ahmad Yani jam 7:30 pagi 21 Nov, dan sorenya jam 15:00 antarkan aku kembali ke erpot. Itu saja… Selebihnya, kalian atur sendiri, mau datang ke lapangan jalan kaki, naik motor, atau naik mobil, terserah! Bawa kertas A1 atau A3 dan spidol banyak-banyak. O.ya.. tolong siapkan juga PAYUNG!

Begitulah, maka Sabtu 21 November 2009 aku bersama Retno dan Gesit naik Garuda pagi2 ke Semarang. Retno bawa video recordernya seperti biasanya, Gesit bawa seperangkat gadget pemotretannya. Mendarat di Ahmad Yani, Dian dan 1 kawan mahasiswi dan Wildan the driver sudah siap menjemput kami, membawa kami langsung ke lokasi pertama di Gunung Turun. Ajakan/tawaran sarapan kami tolak, krn rasanya kami sdh kenyang sarapan di pesawat.
Baca entri selengkapnya »


Biopori, Teknologi Pencegah Banjir

19 November 2009

Biopori adalah lubang lubang didalam tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme. Lubang lubang tersebut nantinya dapat terisi oleh air dan udara. Biopori tidak jauh beda dengan sistem sumur resapan namun dengan biopori ini juga dimaksudkan tidak hanya untuk mencegah banjir tapi mengembalikan kandungan kimia tanaman lebih baik lagi. Bagi seorang geologist kita tidak harus memikirkan tentang keuntungan semata namun juga kita harus memikirkan bagaimana bumi ini terbentuk kedepannya untuk anak cucu kita. Bopori hanya satu dari sekian ratus ribu cara untuk menyelamatkan bumi ini terutama dari banjir dan tanah yang rusak. Jikalau reboisasi kita harus menunggu 4-5 tahun lagi untuk lebih dapat digunakan tidak halnya dengan biopori sistem ini dapat memungkinkan untuk mencegah banjir sedini mungkin.

null

Gambar Pemanfaatan Biopori

Pemanfaatan biopori ini semestinya akan lebih baik dimanfaatkan pada daerah daerah recharge dan sebagian pada daerah discharge (Daerah Konsumsi Air).  Namun biopori ini tidak hanya terbentuk secara alami namun kita juga semestinya mampu membuatnya secara manual. Bagaimana caranya? caranya adalah membuat lubang dengan diameter kecil sekitar 10-15 cm dengan kedalaman bervariasi. jikalau disetiap rumah kita daspat membuat biopori yang sangat sederhana ini, bukan tidak mungkin teknologi terapan ini menjadi jawaban dari bencana banjir yang selalu meresahkan ibukota namun alangkah lebih baik juga apabila setidaknya pemerintah pemerintah daerah terus memikirkan bagaimana cara mengamankan zona resapan atau zona hijau di seluruh penjuru indonesia yang terus hilang akibat keserekahan manusia.