Geologi Sangihe dan Talaud

21 Desember 2015

Secara tektonik, Kepulauan Sangihe merupakan bagian dari Jalur Volkanik
Minahasa – Sangihe yang membatasi Laut Sulawesi di bagian timur (Darman dan Sidi, 2000). Aktivitas volkanik di kepulauan ini umumnya berumur Kuarter dan merupakan hasil dari penyusupan Lempeng Laut Maluku di bawah Lempeng Benua Eurasia (Zulkarnain, 2002).
Batuan gunung api pembentuk Sangihe Besar merupakan batuan volkanik
berkomposisi andesitik hingga basaltik yang berumur Pliosen Awal hingga
Holosen (Samodra, 1994). Selain itu dijumpai juga batuan terobosan berkomposisi dioritik hingga andesitik. Batuan penyusun Sangihe Besar dari yang tertua hingga termuda menurut Samodra (1994) adalah: Batuan Gunungapi Biaro, Batuan Gunungapi Sahendaruman, Batuan Terobosan, Formasi Pintareng, Batuan Gunungapi Awu dan Alluvium.

2.1 GUNUNGAPI BIARO
Batuan Gunungapi Biaro dihasilkan oleh aktivitas volkanik pada akhir Neogen yang disebabkan oleh penunjaman Lempeng Maluku di bawah Busur Sangihe (Samodra, 1994). Satuan Gunungapi Biaro berupa perulangan breksi gunungapi dan lava, bersisipan tuf lapili dan batupasir tufan. Breksi gunungapi berkemas terbuka dan terpilah buruk, didominasi oleh komponen andesit dan basal. Sebagian lavanya amigdaloid bersusunan andesit-basal dengan kenampakan struktur bantal. Beberapa sisipan tuf lapili lapuk mempunyai tebal 2-3 m. Batupasir tufan yang berukuran sedang-kasar berstuktur perarian sejajar dan tak berfosil. Korelasinya dengan satuan sejenis di lengan utara Sulawesi memberi kesan umurnya adalah Miosen Akhir-Pliosen Awal. Lingkungan pengendapannya adalah darat-peralihan. Tebal satuan lebih dari 300 m. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Ada Potensi Migas?? Tapi Kok Gak Dikembangkan??

29 Oktober 2014

Lagi sedikit belajar tentang ekonomi analisis, nih sayang kalau gak berbagi. Sebentar saya masih bingung tentang statusisasi saya, saya itu geologist atau ekonom???

Potensi Migas Vs Keuntungan???

Potensi Migas Vs Keuntungan??? (sumber gambar : http://img.bisnis.com)

Di dalam pengembangan sebuah lapangan migas ada 2 faktor yang mempengaruhinya yang pertama adalah Faktor Teknis dan yang kedua Non  Teknis. Faktor teknis biasanya terkait seberapa besar prosek dan jikalau sudah melakukan sebuah pemboran adalah seberapa besar Cadangan Migas di tempat pada lapangan tersebut. Jadilah peranan orang orang bawah permukaan (Geologist, Geophisicist, dan Reservoir engineer ) akan sangat berperan disini melihat seberapa besar potensi sebuah lapangan untuk di ambil produksinya. (eksplorasi, Kalau BAHASAnya)

Setelah menemukan sebuah potensi maka para ahli migas akan merencanankan bagaimana petroleum system dan teknik yang di lakukan untuk mengambil/ memproduksi migas tersebut. Tentunya ini bukan urusan mudah untuk melakukan hal tersebut. Dan peranan ekonom migas akan mulai berperan serius di sini terutama dalam expenditure cost yang di keluarkan untuk kegiatan produksi tersebut. Namun jauh sebelum itu semua ekonom migas telah melakukan hipotesis atau istilahnya dugaan biaya yang di keluarkan  secara bisnis apabila melakukan pengelolaan migas.

1. Ekonom Vs Engineer

Kebanyakan akan terjadi benturan antara para ekonom dan engineer dalam hal perencanaan si engineer maunya A sedangkan si Ekonom berdasarkan pembiayaan maunya B, nah disinilah perlu duduk bareng antara ekonom migas dan engineer untuk menentukan komitmen pengerjaan sebuah lapangan dalam beberapa tahun. Inilah yang terjadi hampir di semua PSC, mereka punya rencanan jangka panjang dalam sebuah pengelolaan migas dan tentunya komitmen pengerjaan yang tentunya akan di diskusikan dengan lembaga/badan pemerintah terkait seperti Dirjen Migas dan SKK Migas.

Secara hitungan engineer sebuah lapangan , terdapat sebuah potensi migas namun dari perhitungan ekonom maka ternyata pengembangan lapangan tersebut tidak ekonomis. Misalnya terkait harga migas dunia yang fluktuatif, biaya produksi dan distribusi, biaya tangible dan intagible lainnya . . .  yang biasanya orang engineer lepas tangan masalah ini . . . . . Baca entri selengkapnya »


Panasnya Jakarta, Bukan Karena Neraka Bocor

16 Oktober 2014

Beberapa minggu ini media tengah mengambil sebuah headline berita yang cukup menarik yaitu suhu Jakarta yang mencapai 40 derajat celcius yang artinya suhu tersebut tidak seperti biasanya. Dari beberapa cerita mengatakan beberapa hal ini di sebabkan oleh Neraka Bocor . “Ini umpatan di beberapa warung kopi yang sering menjadi bahan candaan kalau panas nya mencapai 40 derajat celcius seperti panas kopi yang sedang di seduh . . ” lalu mengapa panas jakarta bisa mencapai suhu seperti itu. Tidak lain adalah Radiasi sinar matahari yang langsung menuju permukaan di jakarta karena kurangnya uap air dan ruang serah radiasi di jakarta sehingga panas yang di sebabkan oleh radiasi menyelimuti permukaaan.

Radiasi matahari

Radiasi Matahari Ke Bumi  (Sumber: azimuthproject.org)

Radiasi Matahari Ke Bumi (Sumber: azimuthproject.org)

Radiasi Matahari sendiri adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di Matahari. Energi radiasi Matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi Matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah.

Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor.
1.Jarak Matahari. Setiap perubahan jarak bumi dan Matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi Matahari 2.Intensitas radiasi Matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar Matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus.
3. Panjang hari (sun duration), yaitu jarak dan lamanya antara Matahari terbit dan Matahari terbenam.
4. Pengaruh atmosfer. Sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diadsorbsi oleh gas-gas, debu dan uap air, dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi

Cahaya matahari pada permukaan bumi terdiri dari bagian yang langsung dan bagian yang baur. Radiasi langsung datang dari arah matahari dan memberikan bayangan yang kuat pada benda. Sebaliknya radiasi baur yang tersebar dari atas awan tidak memiliki arah yang jelas tergantung pada keadan awan dan hari tersebut (ketinggian matahari), baik daya pancar maupun perbandingan antara radiasi langsung dan baur
Energi matahari yang ditransmisikan mempunyai panjang gelombang dengan range 0,25 mikrometer sampai 3 mikrometer (untuk di luar atmosfer bumi atau extraterrestrial), sedangkan untuk di atmosfer bumi berkisar antara 0,32 mikrometer sampai 2,53 mikrometer. Hanya 7% energi tersebut terdiri dari ultraviolet (AM 0), 47% adalah cahaya tampak (cahaya tampak memiliki panjang gelombang 0,4 mikrometer sampai 0,75 mikrometer), 46% merupakan cahaya inframerah.

Beberapa hal dapat mempengaruhi pengurangan intensitas irradiance pada atmosfer bumi . Pengaruh tersebut dapat berupa:
1.  Pengurangan intensitas karena refleksi (pemantulan) oleh atmosfer bumi
2.  Pengurangan intensitas oleh karena penyerapan zat-zat di dalam atmosfer (terutama oleh O3, H2O, O2, dan CO2)
3.  Pengurangan intensitas oleh karena Rayleigh scattering
4.  Pengurangan intensitas oleh karena Mie scattering

Lalu masalah atsmosfer yang makin terbuka atau di istilahkan oleh efek rumah kaca dan istilah kerennya Global warming menjadi salah satu issue yang sering di angkat. Lalu bagaimana dengan Jakarta? kurangnya ruang serap dan ruang terbuka hijau menjadi panas di Jakarta akhir akhir ini di sebabkan oleh hal tersebut tentunya ada faktor lain juga yang perlu di perhitungkan yaitu musim kemarau.

Ruang Terbuka Hijau Jakarta

Menurut Sarwo Handayani, Kepala Bappeda DKI Jakarta (www.Jakarta.go.id) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan penambah ruang terbuka hijau sebanyak 80.89 ha selama 2008 – 2010. Namun jumlah ini masih belum memenuhi standar RTH yang berdasarkan UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dimana luas RTH minimal 30% dari luas suatu kota. Nur Febrianti dan kawan kawan tentang Ruang Terbuka Hijau di jakarta menjelaskan tentang penggunaan tata guna lahan di jakarta dapat di lihat pada gambar di bawah ini

Ruang Terbuka Hijau Jakarta 2007 dan 2013 (Nur Febrianti 2013)

Ruang Terbuka Hijau Jakarta 2007 dan 2013 (Nur Febrianti 2013)

Baca entri selengkapnya »


Antara aku, kau, dan Kalian di PIT IAGI Ke-43

8 Oktober 2014
Panitia PIT IAGI ke-43

                                                                       Panitia PIT IAGI ke-43

Akhirnya saya coba nge Blog lagi dan kali ini bercerita seputar perhelatan Pertemuan Ilmiah tahunan Ikatan Ahli Geologi Indonesia yang ke-43. rsanya baru kemarin saya bantu bantu jadi student volunteer di semarang dan tak terasa saya sudah duduk menjadi panitia teknis di kegiatan PIT IAGI. Dan ternyata benar kalau di lihat ternyata saya sudah banyak berubah , ya kalau dulu masih mahasiswa sekarang saya sudah jadi Geologist. Dulu saya kurus sekarang sudah agak gemukan. Ya telah banyak berubah tampaknya.

Saya mau ngucapin dahulu terima kasih banyak untuk para rekan rekan yang sudah saya susahi seperti om Aldis Ramadhan, mas Aveliansyah, Mbak Rachmadhea, Mba Gusti Ayu, Tante Agata Vanesa, Mas Lisnanda (Meskipun banyak yang mengira dia mbak mbak), Mas Okki, Om syefriandi, mas Aksin dan Trio anak UNPAK (Arif, Asy, dan Fachri) yang sudah membantu mensukseskan kegiatan teknis serta tak lupa juga untuk Om Ajij dan Om Geraldo (Trisakti) tanpa kalian saya pasti sudah kewalahan dan kalian memang luar biasa. Dan karena kalian juga akhirnya blog saya yang sudah lama usang dan tak terisi curhatan saya, bisa saya tulis kembali. Oke sebelum melangkah lebih jauh saya flash back kembali ke 5 tahun lalu di semarang saat itu saya masih kurus dan masih berstatus mahasiswa.

SV PIT IAGI Ke-38 Semarang tahun 2009

SV PIT IAGI Ke-38 Semarang tahun 2009

Ya sepertinya kalau dulu di kampus kegiatan saya itu bukan belajar tapi jadi panitia, hampir setiap organisasi pasti ada saya (Kecuali Mapala) sampai sampai saat itu PD 3 di kampus, curiga jangan jangan saya buat kegiatan fiktif karena setiap kali mengajukan dana ke kampus orang nya dari jurusan saya ya kalau gak saya ya sahabat saya si AVel. sampai kadang kita sudah terbiasa dengan muka tebal kita kalau sedang meminta bantuan dana ke dekanat. Tetapi inilah asyiknya dari kegiatan tersebut kita bisa berkenalan dengan banyak sahabat baru, dan hasilnya saya menemukan banyak orang orang luar biasa.

Antara saya dan Student Volunteer
Sepertinya kalau soal ini saya akui saya memang ada apa-apanya dengan student volunteer karena hampir setiap kegiatan yang ada embel embel student volunteer saya pernah nimbrung baik IAGI, HAGI, maupun IPA. bahkan CV saya penuh dengan hal tersebut. Dan saya akui sebuah kegiatan itu akan punya cerita sendiri apalagi cerita tentang student volunteer. Dan kali ini anak anak geologi di sekitar kawasan jakarta lah dan beberapa dari geologi luar yang punya banyak cerita. karena tentu kalian yang saling kenal di antara SV kelak ketika sukses akan melihat bahwa kalian adalah orang orang yang berada di deretan orang orang sukses.
Saya ucapin banyak terima kasih tak terhingga untuk para student volunteer kemarin yang sudah banyak saya merepotkan khususnya bagian TPC Team. Pada awalnya saya sedikit ragu tetapi ternya penilaian itu kembali mental karena kalian memang luar biasa di tengah banyaknya tugas (Karena setiap pagi buta ketika saya datang ke hotel, anak anak SV Geofisika UI, mengerjakan tugas mereka) masih mau meluangkan waktunya demi kegiatan ini.

Aldis dan Rekan Rekan SV PIT IAGI ke-43

Dhea, Aldis dan Rekan Rekan SV PIT IAGI ke-43

Maaf juga kalau 2 hari di sana yang dekat dekat dengan saya kebauan badan saya, karena jujur 2 hari tinggal disana saya tak pernah samponan dan sabunan . . . .  ya sudah kelakuan saya kayaknya dari jaman SMA kalau sudah 2 hari jadi panitia yang paling saya ingat adalah saya selalu mandi kucing. Kegiatan dari 15 sampai 18 september 2014 itu memang jauh dari kesempurnaan tetapi karena banyak cerita maka akan jadi lain ceritanya dan tentunya akan menjadi cerita luar biasa.
Akan teringat bagaimana kalian tidur bareng barengan dan impit impitan, akan teringat pula seragam SV yang kalian dapatkan, akan teringat pula banyak merchandise dan souvenir yang kalian ambil dan tentunya akan teringat juga kejadian kejadian lucu antara aku, kau , dan kalian  . . . . . .  oke terakhir saya tutup curhatan di blog ini dengan poto selfie sebagian besar orang orang luar biasa kelak di kemudian hari.

Foto Selfie saya dan Kawan kawan di PIT IAGI 2014

Foto Selfie saya dan Kawan kawan di PIT IAGI 2014


Surat Pendek Untuk Presiden 2014-2019

18 Juli 2014

Tolong sampaikan bagi siapapun yang mengenal Pak Prabowo atau Pak Jokowi Untuk di sampaikan kepada beliau tentang tulisan ini, baik anda tukang becak, petani, pedagang pasar , pendukung, tim sukses, saudara, anak, cucu, teman dan lainnya. Mohon di sampaikan sedikit tulisan surat pendek ini tentang Indonesia

Bapak Presiden Kami Yang Baru . . . .

1. Tahukah bapak tentang Bencana. . . . .
Saya ingin sekali bilang tugas bapak sebagai presiden yang baru sangatlah berat, ingatkah kejadian Tsunami Desember 2004, ketika SBY baru saja menyentuh istana dan belum seratus hari. Maka dengan surat ini , saya yang seorang blogger biasa ingin memberitahu bahwa puluhan ribu km pantai Indonesia bisa terancam sewaktu-waktu oleh Tsunami, maka dari itu agar kelak bapak memperhatikan pentingnya mitigasi dan penelitian terhadap aspek kebencanaan. Tidak hanya tsunami pak, Gunung api yang tersebar di seluruh nusantara pun sepertinya perlu di perhatikan, perbarui semua alat-alat pendeteksi kegempaan pun perlu di lakukan, dan sebenarnya sungguh berat tugas bapak mengamankan seluruh rakyat Indonesia yang saat ini jumlahnya sekitar 250 Juta dari kebencanaan geologi. Mohon sekiranya agar kelak masalah ini idak di lupakan , terus mengantisipasi gunung gunung api tersebut, dan tentunya masih banyak bencana geologi lainnya yang sewaktu-waktu menghampiri kita, maka posisi presiden yang bapak duduki kelak , bukanlah kursi empuk untuk bapak, tetapi posisi yang tidak akan membuat bapak tertidur nyenyak selama 24 Jam setiap hari, karena bisa jadi Gempa, Banjir Bandang, badai, dan lainnya menghampiri negeri ini sewaktu-waktu

2. Tahukah bapak betapa Kayanya energi terbarukan di Tanah Air ini . . . . 

Panasbumi adalah salah satu energi tersebut tetapi kebijakan belum banyak berpihak pada energi tersebut, andai kelak bapak menjadi presiden maukah bapak melihat dan meluangkan sedikit kebijaksanaan bapak untuk mengembangkan energi tersebut agar kita tak bergantung pada energi migas yang selama ini menjadi andalan kita. Betapa ketinggalannya kita dengan Filipina yang dengan berani mencoba mengalihkan energi utama listrik mereka dari migas/batubara dan beralih ke panasbumi. Bapak presiden kami yang baru . . . . . Betapa panjang pantai yang mengelilingi Indonesia dan saya yakin energi ombak sangat manis di depan kita yang ada di pesisir pantai untuk kelak tidak gelap karena tak ada pasokan listrik, maukah kelak bapak sedikit berempati pada energi tersebut, memperkaya riset, dan bukan tidak mungkin akan banyak Pembangkit Listrik mini tenaga gelombang laut yang akan menjadi berkah masyarakat pesisir untuk hidup dalam terangnya dunia di malam hari.
Bapak presiden kami yang baru . . . .
Sudah saatnya bapak memikirkan energi energi alternatif agar kita tak selalu bergantung pada migas dan batubara. kelak bila berhasil, nama bapak akan seharum kemanfaatannyayang bapat lakukan. Bukankah Allah berpesan kepada umatnya bahwa sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain

3. Indahnya Negeri ini . . . 

Saya yakin bapak telah mengelilingi semua pulau besar di negeri ini, dan beberapa pulau kecil lainnya, tahukah bapak, betapa beruntungnya negeri ini memiliki kemajemukan suku, bahasa, dan kebudyaan yang sebenarnya tidak ternilai apapun baik itu oleh segenggam intan atau segunung emas. Mohon kiranya kelak ketika bapak menjadi presiden, permudahkanlah transportasi di negeri ini, dan buatlah harga transportasi itu sebijak mungkin, agar kelak anak bangsamu ini bisa mengenal betul Sulawesi seperti apa, Irian seperti apa, dan hiruk pikuk pulau komodo itu seperti apa, tidak cuman menjadi khayalan yang kami ceritakan kepada anak cucu kami dan kepada bangsa lain , pahamilah bahwa negeri ini seperti sepotong surga yang terlempar ke bumi , menjadikan keberkahan bagi siapa saja yang tinggal dan berpijak di atas tanahn ibu pertiwi. Bapak presiden yang saya banggakan sudah semestinya potensi keindahan itu bisa di manfaatkan sebaik baiknya untuk kepentingan rakyat dan bangsa bukan kepentingan golongan dan kepribadian yang selalu sejak lama menjajah moral bangsa ini. Jangan biarkan ada cerita lagi seperti sipadan dan ligitan yang terlepas dari rangkaian mutiara keindahan bangsa ini.

4. Tinggikanlah Derajat Bangsa Ini Dengan Ilmu ….

Bapak Presiden Kami yang baru . . . .
Pernahkah bapak mendengar kemiskinan dan busung lapar yang sering terjadi di negeri ini, dimana banyak orang mengais makanan dari sampah-sampah. Jabatan yang engkau pegang kelak akan menjadi pertangung jawaban luar biasa pak, maka berbaik hatilah untuk memurahkan pendidikan di negeri ini yang saya yakin telah banyak mencekik mimpi mimpi anak anak petani, tukang becak, buruh, supir taksi, dan lainnya untuk meninggikan derjata keluarganya karena ketidak mampuan ekonomi untuk mendapatkan ilmu. Selama ini untaian kata “Sekolah Gratis” itu bagai angin lalu yang berhembus tak tentu arah hanya membawa angan-angan tersebut berterbangan tidak jeas. Maka tanamkanlah di nurani bapak, ketika bapak menjadi presiden maka ingatlah ini pak Pendidikan Murah tapi berkualitas untuk anak bangsa. Kelak bila ini berhasil betapa banyaknya malaikat-malaikat mendoakan bapak.

5.Cintailah Negeri ini Diatas Negeri lain

Bapak presiden kami yang baru, , , , ,
Kami tentu tak tahu persis sejarah kehidupan bapak tetapi dengan memegang sumpah jabatan, maka bapak adalah pemimpin negeri ini, maka mohon dengan sangat kiranya, Cintailah Negeri ini tanpa takut tertekan dengan bangsa bangsa lain yang sangat senang melihat banyaknya pejabat dan pemuda di negeri ini memuja mereka. Saya yakin bila bangsa ini mau maka kelak bangsa ini akan sederjat di antara bangsa yang lain, dimana kelak bila mendengar nama INDONESIA mereka segan dan takut mencaci maki negeri ini, karena keseganan luar biasanya kita. Dan untuk itulah kami mohon dengan sangat jangan engkau mudah terpengaruh dengan rayuan negara asing untukmu dan golonganmu saja. Maka sudah sepantasnya anak negeri ini berperan aktif mengelola kekayaan alam negeri ini daripada bangsa asing, dan jangan gentar terhadap ancaman negara asing, karena nenek moyang kita tak pernah mengajarkan menjadi pengecut terhadap bangsa asing.

6. Terakhir kejujuran . . . . 

Negeri ini terlalu banyak di bodohi dengan panggung panggung ketidakjujuran maka seandainya bapak menjadi presiden Jujurlah dan tuangkan isi hati bapak kepada rakyat. Kejujuran bapak kelak lah yang akan menilai seberapa berhasilnya bapak menjadi seorang presiden atau menghinakan diri bapak sendiri di Rakyat Indonesia di mata pemulung dan pengemis. Bapak presiden kami yang baru . . . . . . Kejujuran memang bukan lah segala-galanya tetapi segala-galanya bisa berawal dari kejujuran. . . . . .

Demikianlah surat pendek saya yang saya buat ini, meski saya bukan seorang artis ataupun seorang anak pejabat, tapi sudikah bapak memahami tulisan di atas sebagai buah karya anak bangsa yang ingin bangsanya tak terjajah oleh penderitaan

Dari si Pembuat

“Penulis Cerpen Geologi”


Journey To Bayah Formation (Jalan-Jalan) -1

30 April 2014
Pantai Sawarna, Bayah

Pantai Sawarna, Bayah

Di bulan April ini ternyata ada 3 hari yang  yang sangat lumayan bagus buat “Journey” yaitu tanggal 18,19, dan 20 April, dan kepikiran bagaimana memanfaatkan waktu itu lalu tercetuslah destinasi sedikit untuk ke Lapangan (Sekalian mencuci otak yang lama di Jakarta). dan sebelum jauh mencatat kan diary perjalanan kemarin ane mau ngasih ucapin terima kasih dahulu untuk Hidayat Syah Putera, Aveliansyah, Tengku Vanessa, dan Ririn yang sudah mengijinkan cerpenist Geologi ikutan bergabung untuk merasakan nikmatnya petualanan tersebut.

Destinasi nya adalah ke Formasi Bayah, Lha Kok pakai nama formasi, bukan nama daerah??? , karena background gue geologi , gue lebih suka menamai catatan kali ini dengan sebutan untuk lokasi geologi dan jadilah kita menikmati perjalanan panjang menuju Bayah Formation. Perjalanan yang akan di tempuh +/- 7 jam perjalanan itu tampaknyalumayan ngingatkan perjalanan sewaktu melintasi perbukitan barisan dari Metro menuju Bengkulu.

Yang membedakan hanyalah jalan di perjalanan ini lumayan bagus beda dengan lintas barat menuju Bengkulu yang umumnya masuk hutan lindung dengan jalan yang memang jelek. Oke back to journey. Di destinasi kali ini akan mengunjungi beberapa tempat (padahal cuman tiga ) Pertama Pantai Sawarna (Kayak sususr pantai), kedua Pantai Legan Pari, dan ketiga adalah Goa Lalay, semuanya berada di sekitar area formasi bayah.

What Its Bayah Formation

Nama Bayah diberikan oleh Koolhoven (1933) terhadap batuan tertua didaerah Banten Selatan. Nama Bayah diambil dari nama kota kecamatan di daerah Banten Selatan, kabupaten Rangkasbitung.Batuan di daerah ini terdiri dari pasir kasar, sering konglomeratan berselang-selingdengan lempung yang mengandung batubara. Beberapa penyelidik sesudah Koolhoven seperti Musper (1939, 1940) juga memakai nama Formasi Bayah untuk satuan tersebut. Jadi intinya Bayah di ambil dari nama daerah setempat yaitu Bayahyang merupakan bagian kecamatan dan masuk di dalam Propinsi Banten.

Buku Panduan Itu Bernama Geologi

Saya, Aveliansyah dan Hidayat syah putera adalah orang dengan background yang sama, sama sama perantau dan sama sama penikmat ke-Arifan Geologi. Jadilah geologi menjadi buku panduan utama kami kemanapun kelak kami berkunjung, oke untuk seterusnya saya akan memanggil Teman saya Hidayat syah putera dengan panggilan Komet. dan 2 orang cewek yang ikut berturing dan mengenal tentang Bayah ternyata berbackgroun berbeda satu alah seorang farmasi dan satu seorang Physcolog. Jadilah secara tidak langsung dominasi background yang berkuasa sepanjang perjalanan ini dan menceritakan bagaimana karang itu bisa muncul di permukan dan bagaimana batuan itu tersingkap dengan indah layaknya ukiran alam yang tak ternilai.

Dan perjalanan menuju journey pun di mulai, dan jadilah sebuah tempat di sudut selatan kota jakarta yang sekaligus menjadi tempat berteduh sahabat saya Avel menjadi tempat Titik Poin pertemuan pertama dan Jebreeet sayalah orang terakhir yang telat maklum siang hari harus ngobrol dengan bos lama saya setelah itu shalat jumat dan kembali ke kos untuk ambil beberapa perlengkapan untuk pergi (meskipun sudah saya siapkan) tapi apa daya Allah sedang memberikan kenikmatan yaitu Hujan. .  jadilah saya harus cari Taxi agak sulit, karena akan pada mengerti mencari taksi di cuaca hujan itu kayak nyari jodoh, susah susah gampang. Baca entri selengkapnya »


Catatan 2014 : Merantau (Lagi)

28 Februari 2014

Inilah tulisan perdana di 2014 setelah susah banget cari ide nulis akhir-akhir ini dan akhirnya secara tak sengaja nyoba nyoba nulis lagi, mengumpulkan sisa semangat yang ter urai di akhir tahun 2013.  kenapa harus dengan judul Catatan 2014, karena 2014 ini tahun politik tahun di mana semua kebergantungan ekonomi dan sosial selama 5 tahun ke depan akan di tentukan di Tahun ini.

1. Merantau

Hal yang pertama di tanyakan orang tua kepada saya di tahun ini adalah??? “Adek tahun ini di perusahaan yang lama atau di perusahaan baru. Jadi selama kerja, orang tua gue hanya mengenal 2 nama perusahaan yaitu perusahaan lama dan baru. sangking tidak tetapnya kemana gue kerja. Hampir semenjak lulus selalu berganti seragam. Oke , kenapa gue tulis tulisan ini dengan judul merantau karena ada syair yang begitu mengena di hati tentang merantau.

merantaulah… Agar kamu tau bagaimana rasanya rindu dan kemana kau harus pulang.

merantaulah… engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga.

merantaulah… engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali.

merantaulah… akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya. pada kampung halamanmu. pada mereka yg kau tinggalkan.

merantaulah… engkau akan menghargai tiap detik waktu yg kamu lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kamu pulang ke rumah.

merantaulah… engkau kan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepasmu pergi jauh.

merantaulah… engkau kan lebih mengerti arti sebuah perpisahan.

merantaulah… semakin jauh tanah rantauan, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang

Sekali lagi.. Merantaulah… engkau kan tahu kenapa kau harus pulang dan engkaupun kan tahu siapa yang akan kau rindu…

Orang yg berilmu & beradab tdk akn diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan MERANTAULAH ke negeri orang lain..#Negeri5Menara

Nah jadi inilah ulasan yang selalu ingin gue katakan kepada orang tua gue, bahwa saat ini gue sedang merantau, menjejakkan kaki ketempat yang belum pernah di jejakkan, mengenggam mimpi – mimpi yang bertebaran layaknya daun-daun berserakan, merasakan tiupan angin pantai yang begitu sepoinya dan merasakan betapa sahabatnya hutan-hutan pegunungan itu. Daripada banyak nge-Hayal inilah saat yang tepat untuk kembali Merantau lagi.

Di oktober, tahun 2011 di pinggiran sungai musi ada seorang pelaut yang telah melalang buana ke seluruh negeri dan dia selalu mengatakan, anak muda, kau harus bangga pada Negeri ini, Negeri di mana tak pernah merasakan dinginnya salju yang begitu menusuk ke tubuh, negeri di mana Matahari selalu bersinar di Siang hari yang di Eropa sendiripun merindukan teriknya matahari. Negeri di mana tanahnya begitu subur bak permadani hijau yang tak ternilai, di jazirah arab sana mereka begitu merindukan kehijauan alam, Negeri yang terlalu kayak akan air, di mana musim hujan hampir turun di sepanjang tahun, di Afrika sana, mereka begitu merindukan hujan untuk menghapuskan panas-panas padang pasir dan daratan mereka.

Gila bener si pelaut tua itu mengatakan kata-kata itu bak peribahasa yang selalu terngiang kenapa gue harus merantau di hampir seluruh negeri ini, INDONESIA, dan Geologist adalah jalan terbaik untuk bisa mencicipi bagaimana Bijaksananya Allah mengelola alam ini, di padukannya Gunung Api dengan Lautan dan di seimbangkan daratan olehya. lalu nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan.

2. Antara Mimpi dan Kenyataan

Oke tulisan mimpi itu masih rapi , dan masih tertulis jelas umur maksimu 27 tahun gue harus bisa nyicipi bagaimana hitamnya Minyak dan Batubara, dan alhamdulillah semuanya sudah aku rasakan, aku pegang dan aku nikmati bagaimana mimpi mimpi itu sekarang jadi kenyataan. Tetapi banyak kawan selalu menanyakan, kenapa tak coba perusahaan Migas besar brurr???? dn sebenarnya ingin aku jawab, dengan kata-kata seperti ini ” brurr ini kenyataan, di tengah usia gue yang relatif menuju dewasa, dunia sudah ada jawabannya, dan semenjak gue lulus kuliah dunia ini berasa ada di punggung nurani antara Mimpi dan Kenyataan. Tapi inilah hidup tak selalu manis meskipun di usia baru 26 tahun gaji 20 Juta per bulan sudah pasti di tangan, tapi mimpi gue gak sampai di situ, gue mau kuliah lagi, nyelesaikan S2 , kemudian lanjut e doktor dan menjadi dosen, ya mimpi terakhir gue adalah jadi Dosen, cita  cita yang telah membawaku terbang, belajar dari guru ke guru, dari satu tempat ke tempat lainnya.

dan Geologi adalah sebuah alasan yang tempat yang bisa lo jadikan untuk mewujudkan semua Mimpi lo jadi kenyataan, “Geologi itu bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya bisa berawal dari geologi” .

Baca entri selengkapnya »