Geologi Sangihe dan Talaud

21 Desember 2015

Secara tektonik, Kepulauan Sangihe merupakan bagian dari Jalur Volkanik
Minahasa – Sangihe yang membatasi Laut Sulawesi di bagian timur (Darman dan Sidi, 2000). Aktivitas volkanik di kepulauan ini umumnya berumur Kuarter dan merupakan hasil dari penyusupan Lempeng Laut Maluku di bawah Lempeng Benua Eurasia (Zulkarnain, 2002).
Batuan gunung api pembentuk Sangihe Besar merupakan batuan volkanik
berkomposisi andesitik hingga basaltik yang berumur Pliosen Awal hingga
Holosen (Samodra, 1994). Selain itu dijumpai juga batuan terobosan berkomposisi dioritik hingga andesitik. Batuan penyusun Sangihe Besar dari yang tertua hingga termuda menurut Samodra (1994) adalah: Batuan Gunungapi Biaro, Batuan Gunungapi Sahendaruman, Batuan Terobosan, Formasi Pintareng, Batuan Gunungapi Awu dan Alluvium.

2.1 GUNUNGAPI BIARO
Batuan Gunungapi Biaro dihasilkan oleh aktivitas volkanik pada akhir Neogen yang disebabkan oleh penunjaman Lempeng Maluku di bawah Busur Sangihe (Samodra, 1994). Satuan Gunungapi Biaro berupa perulangan breksi gunungapi dan lava, bersisipan tuf lapili dan batupasir tufan. Breksi gunungapi berkemas terbuka dan terpilah buruk, didominasi oleh komponen andesit dan basal. Sebagian lavanya amigdaloid bersusunan andesit-basal dengan kenampakan struktur bantal. Beberapa sisipan tuf lapili lapuk mempunyai tebal 2-3 m. Batupasir tufan yang berukuran sedang-kasar berstuktur perarian sejajar dan tak berfosil. Korelasinya dengan satuan sejenis di lengan utara Sulawesi memberi kesan umurnya adalah Miosen Akhir-Pliosen Awal. Lingkungan pengendapannya adalah darat-peralihan. Tebal satuan lebih dari 300 m. Baca entri selengkapnya »


Ada Potensi Migas?? Tapi Kok Gak Dikembangkan??

29 Oktober 2014

Lagi sedikit belajar tentang ekonomi analisis, nih sayang kalau gak berbagi. Sebentar saya masih bingung tentang statusisasi saya, saya itu geologist atau ekonom???

Potensi Migas Vs Keuntungan???

Potensi Migas Vs Keuntungan??? (sumber gambar : http://img.bisnis.com)

Di dalam pengembangan sebuah lapangan migas ada 2 faktor yang mempengaruhinya yang pertama adalah Faktor Teknis dan yang kedua Non  Teknis. Faktor teknis biasanya terkait seberapa besar prosek dan jikalau sudah melakukan sebuah pemboran adalah seberapa besar Cadangan Migas di tempat pada lapangan tersebut. Jadilah peranan orang orang bawah permukaan (Geologist, Geophisicist, dan Reservoir engineer ) akan sangat berperan disini melihat seberapa besar potensi sebuah lapangan untuk di ambil produksinya. (eksplorasi, Kalau BAHASAnya)

Setelah menemukan sebuah potensi maka para ahli migas akan merencanankan bagaimana petroleum system dan teknik yang di lakukan untuk mengambil/ memproduksi migas tersebut. Tentunya ini bukan urusan mudah untuk melakukan hal tersebut. Dan peranan ekonom migas akan mulai berperan serius di sini terutama dalam expenditure cost yang di keluarkan untuk kegiatan produksi tersebut. Namun jauh sebelum itu semua ekonom migas telah melakukan hipotesis atau istilahnya dugaan biaya yang di keluarkan  secara bisnis apabila melakukan pengelolaan migas.

1. Ekonom Vs Engineer

Kebanyakan akan terjadi benturan antara para ekonom dan engineer dalam hal perencanaan si engineer maunya A sedangkan si Ekonom berdasarkan pembiayaan maunya B, nah disinilah perlu duduk bareng antara ekonom migas dan engineer untuk menentukan komitmen pengerjaan sebuah lapangan dalam beberapa tahun. Inilah yang terjadi hampir di semua PSC, mereka punya rencanan jangka panjang dalam sebuah pengelolaan migas dan tentunya komitmen pengerjaan yang tentunya akan di diskusikan dengan lembaga/badan pemerintah terkait seperti Dirjen Migas dan SKK Migas.

Secara hitungan engineer sebuah lapangan , terdapat sebuah potensi migas namun dari perhitungan ekonom maka ternyata pengembangan lapangan tersebut tidak ekonomis. Misalnya terkait harga migas dunia yang fluktuatif, biaya produksi dan distribusi, biaya tangible dan intagible lainnya . . .  yang biasanya orang engineer lepas tangan masalah ini . . . . . Baca entri selengkapnya »


Panasnya Jakarta, Bukan Karena Neraka Bocor

16 Oktober 2014

Beberapa minggu ini media tengah mengambil sebuah headline berita yang cukup menarik yaitu suhu Jakarta yang mencapai 40 derajat celcius yang artinya suhu tersebut tidak seperti biasanya. Dari beberapa cerita mengatakan beberapa hal ini di sebabkan oleh Neraka Bocor . “Ini umpatan di beberapa warung kopi yang sering menjadi bahan candaan kalau panas nya mencapai 40 derajat celcius seperti panas kopi yang sedang di seduh . . ” lalu mengapa panas jakarta bisa mencapai suhu seperti itu. Tidak lain adalah Radiasi sinar matahari yang langsung menuju permukaan di jakarta karena kurangnya uap air dan ruang serah radiasi di jakarta sehingga panas yang di sebabkan oleh radiasi menyelimuti permukaaan.

Radiasi matahari

Radiasi Matahari Ke Bumi  (Sumber: azimuthproject.org)

Radiasi Matahari Ke Bumi (Sumber: azimuthproject.org)

Radiasi Matahari sendiri adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di Matahari. Energi radiasi Matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi Matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah.

Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor.
1.Jarak Matahari. Setiap perubahan jarak bumi dan Matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi Matahari 2.Intensitas radiasi Matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar Matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus.
3. Panjang hari (sun duration), yaitu jarak dan lamanya antara Matahari terbit dan Matahari terbenam.
4. Pengaruh atmosfer. Sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diadsorbsi oleh gas-gas, debu dan uap air, dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi

Cahaya matahari pada permukaan bumi terdiri dari bagian yang langsung dan bagian yang baur. Radiasi langsung datang dari arah matahari dan memberikan bayangan yang kuat pada benda. Sebaliknya radiasi baur yang tersebar dari atas awan tidak memiliki arah yang jelas tergantung pada keadan awan dan hari tersebut (ketinggian matahari), baik daya pancar maupun perbandingan antara radiasi langsung dan baur
Energi matahari yang ditransmisikan mempunyai panjang gelombang dengan range 0,25 mikrometer sampai 3 mikrometer (untuk di luar atmosfer bumi atau extraterrestrial), sedangkan untuk di atmosfer bumi berkisar antara 0,32 mikrometer sampai 2,53 mikrometer. Hanya 7% energi tersebut terdiri dari ultraviolet (AM 0), 47% adalah cahaya tampak (cahaya tampak memiliki panjang gelombang 0,4 mikrometer sampai 0,75 mikrometer), 46% merupakan cahaya inframerah.

Beberapa hal dapat mempengaruhi pengurangan intensitas irradiance pada atmosfer bumi . Pengaruh tersebut dapat berupa:
1.  Pengurangan intensitas karena refleksi (pemantulan) oleh atmosfer bumi
2.  Pengurangan intensitas oleh karena penyerapan zat-zat di dalam atmosfer (terutama oleh O3, H2O, O2, dan CO2)
3.  Pengurangan intensitas oleh karena Rayleigh scattering
4.  Pengurangan intensitas oleh karena Mie scattering

Lalu masalah atsmosfer yang makin terbuka atau di istilahkan oleh efek rumah kaca dan istilah kerennya Global warming menjadi salah satu issue yang sering di angkat. Lalu bagaimana dengan Jakarta? kurangnya ruang serap dan ruang terbuka hijau menjadi panas di Jakarta akhir akhir ini di sebabkan oleh hal tersebut tentunya ada faktor lain juga yang perlu di perhitungkan yaitu musim kemarau.

Ruang Terbuka Hijau Jakarta

Menurut Sarwo Handayani, Kepala Bappeda DKI Jakarta (www.Jakarta.go.id) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan penambah ruang terbuka hijau sebanyak 80.89 ha selama 2008 – 2010. Namun jumlah ini masih belum memenuhi standar RTH yang berdasarkan UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dimana luas RTH minimal 30% dari luas suatu kota. Nur Febrianti dan kawan kawan tentang Ruang Terbuka Hijau di jakarta menjelaskan tentang penggunaan tata guna lahan di jakarta dapat di lihat pada gambar di bawah ini

Ruang Terbuka Hijau Jakarta 2007 dan 2013 (Nur Febrianti 2013)

Ruang Terbuka Hijau Jakarta 2007 dan 2013 (Nur Febrianti 2013)

Baca entri selengkapnya »


Antara aku, kau, dan Kalian di PIT IAGI Ke-43

8 Oktober 2014
Panitia PIT IAGI ke-43

                                                                       Panitia PIT IAGI ke-43

Akhirnya saya coba nge Blog lagi dan kali ini bercerita seputar perhelatan Pertemuan Ilmiah tahunan Ikatan Ahli Geologi Indonesia yang ke-43. rsanya baru kemarin saya bantu bantu jadi student volunteer di semarang dan tak terasa saya sudah duduk menjadi panitia teknis di kegiatan PIT IAGI. Dan ternyata benar kalau di lihat ternyata saya sudah banyak berubah , ya kalau dulu masih mahasiswa sekarang saya sudah jadi Geologist. Dulu saya kurus sekarang sudah agak gemukan. Ya telah banyak berubah tampaknya.

Saya mau ngucapin dahulu terima kasih banyak untuk para rekan rekan yang sudah saya susahi seperti om Aldis Ramadhan, mas Aveliansyah, Mbak Rachmadhea, Mba Gusti Ayu, Tante Agata Vanesa, Mas Lisnanda (Meskipun banyak yang mengira dia mbak mbak), Mas Okki, Om syefriandi, mas Aksin dan Trio anak UNPAK (Arif, Asy, dan Fachri) yang sudah membantu mensukseskan kegiatan teknis serta tak lupa juga untuk Om Ajij dan Om Geraldo (Trisakti) tanpa kalian saya pasti sudah kewalahan dan kalian memang luar biasa. Dan karena kalian juga akhirnya blog saya yang sudah lama usang dan tak terisi curhatan saya, bisa saya tulis kembali. Oke sebelum melangkah lebih jauh saya flash back kembali ke 5 tahun lalu di semarang saat itu saya masih kurus dan masih berstatus mahasiswa.

SV PIT IAGI Ke-38 Semarang tahun 2009

SV PIT IAGI Ke-38 Semarang tahun 2009

Ya sepertinya kalau dulu di kampus kegiatan saya itu bukan belajar tapi jadi panitia, hampir setiap organisasi pasti ada saya (Kecuali Mapala) sampai sampai saat itu PD 3 di kampus, curiga jangan jangan saya buat kegiatan fiktif karena setiap kali mengajukan dana ke kampus orang nya dari jurusan saya ya kalau gak saya ya sahabat saya si AVel. sampai kadang kita sudah terbiasa dengan muka tebal kita kalau sedang meminta bantuan dana ke dekanat. Tetapi inilah asyiknya dari kegiatan tersebut kita bisa berkenalan dengan banyak sahabat baru, dan hasilnya saya menemukan banyak orang orang luar biasa.

Antara saya dan Student Volunteer
Sepertinya kalau soal ini saya akui saya memang ada apa-apanya dengan student volunteer karena hampir setiap kegiatan yang ada embel embel student volunteer saya pernah nimbrung baik IAGI, HAGI, maupun IPA. bahkan CV saya penuh dengan hal tersebut. Dan saya akui sebuah kegiatan itu akan punya cerita sendiri apalagi cerita tentang student volunteer. Dan kali ini anak anak geologi di sekitar kawasan jakarta lah dan beberapa dari geologi luar yang punya banyak cerita. karena tentu kalian yang saling kenal di antara SV kelak ketika sukses akan melihat bahwa kalian adalah orang orang yang berada di deretan orang orang sukses.
Saya ucapin banyak terima kasih tak terhingga untuk para student volunteer kemarin yang sudah banyak saya merepotkan khususnya bagian TPC Team. Pada awalnya saya sedikit ragu tetapi ternya penilaian itu kembali mental karena kalian memang luar biasa di tengah banyaknya tugas (Karena setiap pagi buta ketika saya datang ke hotel, anak anak SV Geofisika UI, mengerjakan tugas mereka) masih mau meluangkan waktunya demi kegiatan ini.

Aldis dan Rekan Rekan SV PIT IAGI ke-43

Dhea, Aldis dan Rekan Rekan SV PIT IAGI ke-43

Maaf juga kalau 2 hari di sana yang dekat dekat dengan saya kebauan badan saya, karena jujur 2 hari tinggal disana saya tak pernah samponan dan sabunan . . . .  ya sudah kelakuan saya kayaknya dari jaman SMA kalau sudah 2 hari jadi panitia yang paling saya ingat adalah saya selalu mandi kucing. Kegiatan dari 15 sampai 18 september 2014 itu memang jauh dari kesempurnaan tetapi karena banyak cerita maka akan jadi lain ceritanya dan tentunya akan menjadi cerita luar biasa.
Akan teringat bagaimana kalian tidur bareng barengan dan impit impitan, akan teringat pula seragam SV yang kalian dapatkan, akan teringat pula banyak merchandise dan souvenir yang kalian ambil dan tentunya akan teringat juga kejadian kejadian lucu antara aku, kau , dan kalian  . . . . . .  oke terakhir saya tutup curhatan di blog ini dengan poto selfie sebagian besar orang orang luar biasa kelak di kemudian hari.

Foto Selfie saya dan Kawan kawan di PIT IAGI 2014

Foto Selfie saya dan Kawan kawan di PIT IAGI 2014


Surat Pendek Untuk Presiden 2014-2019

18 Juli 2014

Tolong sampaikan bagi siapapun yang mengenal Pak Prabowo atau Pak Jokowi Untuk di sampaikan kepada beliau tentang tulisan ini, baik anda tukang becak, petani, pedagang pasar , pendukung, tim sukses, saudara, anak, cucu, teman dan lainnya. Mohon di sampaikan sedikit tulisan surat pendek ini tentang Indonesia

Bapak Presiden Kami Yang Baru . . . .

1. Tahukah bapak tentang Bencana. . . . .
Saya ingin sekali bilang tugas bapak sebagai presiden yang baru sangatlah berat, ingatkah kejadian Tsunami Desember 2004, ketika SBY baru saja menyentuh istana dan belum seratus hari. Maka dengan surat ini , saya yang seorang blogger biasa ingin memberitahu bahwa puluhan ribu km pantai Indonesia bisa terancam sewaktu-waktu oleh Tsunami, maka dari itu agar kelak bapak memperhatikan pentingnya mitigasi dan penelitian terhadap aspek kebencanaan. Tidak hanya tsunami pak, Gunung api yang tersebar di seluruh nusantara pun sepertinya perlu di perhatikan, perbarui semua alat-alat pendeteksi kegempaan pun perlu di lakukan, dan sebenarnya sungguh berat tugas bapak mengamankan seluruh rakyat Indonesia yang saat ini jumlahnya sekitar 250 Juta dari kebencanaan geologi. Mohon sekiranya agar kelak masalah ini idak di lupakan , terus mengantisipasi gunung gunung api tersebut, dan tentunya masih banyak bencana geologi lainnya yang sewaktu-waktu menghampiri kita, maka posisi presiden yang bapak duduki kelak , bukanlah kursi empuk untuk bapak, tetapi posisi yang tidak akan membuat bapak tertidur nyenyak selama 24 Jam setiap hari, karena bisa jadi Gempa, Banjir Bandang, badai, dan lainnya menghampiri negeri ini sewaktu-waktu

2. Tahukah bapak betapa Kayanya energi terbarukan di Tanah Air ini . . . . 

Panasbumi adalah salah satu energi tersebut tetapi kebijakan belum banyak berpihak pada energi tersebut, andai kelak bapak menjadi presiden maukah bapak melihat dan meluangkan sedikit kebijaksanaan bapak untuk mengembangkan energi tersebut agar kita tak bergantung pada energi migas yang selama ini menjadi andalan kita. Betapa ketinggalannya kita dengan Filipina yang dengan berani mencoba mengalihkan energi utama listrik mereka dari migas/batubara dan beralih ke panasbumi. Bapak presiden kami yang baru . . . . . Betapa panjang pantai yang mengelilingi Indonesia dan saya yakin energi ombak sangat manis di depan kita yang ada di pesisir pantai untuk kelak tidak gelap karena tak ada pasokan listrik, maukah kelak bapak sedikit berempati pada energi tersebut, memperkaya riset, dan bukan tidak mungkin akan banyak Pembangkit Listrik mini tenaga gelombang laut yang akan menjadi berkah masyarakat pesisir untuk hidup dalam terangnya dunia di malam hari.
Bapak presiden kami yang baru . . . .
Sudah saatnya bapak memikirkan energi energi alternatif agar kita tak selalu bergantung pada migas dan batubara. kelak bila berhasil, nama bapak akan seharum kemanfaatannyayang bapat lakukan. Bukankah Allah berpesan kepada umatnya bahwa sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain

3. Indahnya Negeri ini . . . 

Saya yakin bapak telah mengelilingi semua pulau besar di negeri ini, dan beberapa pulau kecil lainnya, tahukah bapak, betapa beruntungnya negeri ini memiliki kemajemukan suku, bahasa, dan kebudyaan yang sebenarnya tidak ternilai apapun baik itu oleh segenggam intan atau segunung emas. Mohon kiranya kelak ketika bapak menjadi presiden, permudahkanlah transportasi di negeri ini, dan buatlah harga transportasi itu sebijak mungkin, agar kelak anak bangsamu ini bisa mengenal betul Sulawesi seperti apa, Irian seperti apa, dan hiruk pikuk pulau komodo itu seperti apa, tidak cuman menjadi khayalan yang kami ceritakan kepada anak cucu kami dan kepada bangsa lain , pahamilah bahwa negeri ini seperti sepotong surga yang terlempar ke bumi , menjadikan keberkahan bagi siapa saja yang tinggal dan berpijak di atas tanahn ibu pertiwi. Bapak presiden yang saya banggakan sudah semestinya potensi keindahan itu bisa di manfaatkan sebaik baiknya untuk kepentingan rakyat dan bangsa bukan kepentingan golongan dan kepribadian yang selalu sejak lama menjajah moral bangsa ini. Jangan biarkan ada cerita lagi seperti sipadan dan ligitan yang terlepas dari rangkaian mutiara keindahan bangsa ini.

4. Tinggikanlah Derajat Bangsa Ini Dengan Ilmu ….

Bapak Presiden Kami yang baru . . . .
Pernahkah bapak mendengar kemiskinan dan busung lapar yang sering terjadi di negeri ini, dimana banyak orang mengais makanan dari sampah-sampah. Jabatan yang engkau pegang kelak akan menjadi pertangung jawaban luar biasa pak, maka berbaik hatilah untuk memurahkan pendidikan di negeri ini yang saya yakin telah banyak mencekik mimpi mimpi anak anak petani, tukang becak, buruh, supir taksi, dan lainnya untuk meninggikan derjata keluarganya karena ketidak mampuan ekonomi untuk mendapatkan ilmu. Selama ini untaian kata “Sekolah Gratis” itu bagai angin lalu yang berhembus tak tentu arah hanya membawa angan-angan tersebut berterbangan tidak jeas. Maka tanamkanlah di nurani bapak, ketika bapak menjadi presiden maka ingatlah ini pak Pendidikan Murah tapi berkualitas untuk anak bangsa. Kelak bila ini berhasil betapa banyaknya malaikat-malaikat mendoakan bapak.

5.Cintailah Negeri ini Diatas Negeri lain

Bapak presiden kami yang baru, , , , ,
Kami tentu tak tahu persis sejarah kehidupan bapak tetapi dengan memegang sumpah jabatan, maka bapak adalah pemimpin negeri ini, maka mohon dengan sangat kiranya, Cintailah Negeri ini tanpa takut tertekan dengan bangsa bangsa lain yang sangat senang melihat banyaknya pejabat dan pemuda di negeri ini memuja mereka. Saya yakin bila bangsa ini mau maka kelak bangsa ini akan sederjat di antara bangsa yang lain, dimana kelak bila mendengar nama INDONESIA mereka segan dan takut mencaci maki negeri ini, karena keseganan luar biasanya kita. Dan untuk itulah kami mohon dengan sangat jangan engkau mudah terpengaruh dengan rayuan negara asing untukmu dan golonganmu saja. Maka sudah sepantasnya anak negeri ini berperan aktif mengelola kekayaan alam negeri ini daripada bangsa asing, dan jangan gentar terhadap ancaman negara asing, karena nenek moyang kita tak pernah mengajarkan menjadi pengecut terhadap bangsa asing.

6. Terakhir kejujuran . . . . 

Negeri ini terlalu banyak di bodohi dengan panggung panggung ketidakjujuran maka seandainya bapak menjadi presiden Jujurlah dan tuangkan isi hati bapak kepada rakyat. Kejujuran bapak kelak lah yang akan menilai seberapa berhasilnya bapak menjadi seorang presiden atau menghinakan diri bapak sendiri di Rakyat Indonesia di mata pemulung dan pengemis. Bapak presiden kami yang baru . . . . . . Kejujuran memang bukan lah segala-galanya tetapi segala-galanya bisa berawal dari kejujuran. . . . . .

Demikianlah surat pendek saya yang saya buat ini, meski saya bukan seorang artis ataupun seorang anak pejabat, tapi sudikah bapak memahami tulisan di atas sebagai buah karya anak bangsa yang ingin bangsanya tak terjajah oleh penderitaan

Dari si Pembuat

“Penulis Cerpen Geologi”


Journey To Bayah Formation (Jalan-Jalan) -1

30 April 2014
Pantai Sawarna, Bayah

Pantai Sawarna, Bayah

Di bulan April ini ternyata ada 3 hari yang  yang sangat lumayan bagus buat “Journey” yaitu tanggal 18,19, dan 20 April, dan kepikiran bagaimana memanfaatkan waktu itu lalu tercetuslah destinasi sedikit untuk ke Lapangan (Sekalian mencuci otak yang lama di Jakarta). dan sebelum jauh mencatat kan diary perjalanan kemarin ane mau ngasih ucapin terima kasih dahulu untuk Hidayat Syah Putera, Aveliansyah, Tengku Vanessa, dan Ririn yang sudah mengijinkan cerpenist Geologi ikutan bergabung untuk merasakan nikmatnya petualanan tersebut.

Destinasi nya adalah ke Formasi Bayah, Lha Kok pakai nama formasi, bukan nama daerah??? , karena background gue geologi , gue lebih suka menamai catatan kali ini dengan sebutan untuk lokasi geologi dan jadilah kita menikmati perjalanan panjang menuju Bayah Formation. Perjalanan yang akan di tempuh +/- 7 jam perjalanan itu tampaknyalumayan ngingatkan perjalanan sewaktu melintasi perbukitan barisan dari Metro menuju Bengkulu.

Yang membedakan hanyalah jalan di perjalanan ini lumayan bagus beda dengan lintas barat menuju Bengkulu yang umumnya masuk hutan lindung dengan jalan yang memang jelek. Oke back to journey. Di destinasi kali ini akan mengunjungi beberapa tempat (padahal cuman tiga ) Pertama Pantai Sawarna (Kayak sususr pantai), kedua Pantai Legan Pari, dan ketiga adalah Goa Lalay, semuanya berada di sekitar area formasi bayah.

What Its Bayah Formation

Nama Bayah diberikan oleh Koolhoven (1933) terhadap batuan tertua didaerah Banten Selatan. Nama Bayah diambil dari nama kota kecamatan di daerah Banten Selatan, kabupaten Rangkasbitung.Batuan di daerah ini terdiri dari pasir kasar, sering konglomeratan berselang-selingdengan lempung yang mengandung batubara. Beberapa penyelidik sesudah Koolhoven seperti Musper (1939, 1940) juga memakai nama Formasi Bayah untuk satuan tersebut. Jadi intinya Bayah di ambil dari nama daerah setempat yaitu Bayahyang merupakan bagian kecamatan dan masuk di dalam Propinsi Banten.

Buku Panduan Itu Bernama Geologi

Saya, Aveliansyah dan Hidayat syah putera adalah orang dengan background yang sama, sama sama perantau dan sama sama penikmat ke-Arifan Geologi. Jadilah geologi menjadi buku panduan utama kami kemanapun kelak kami berkunjung, oke untuk seterusnya saya akan memanggil Teman saya Hidayat syah putera dengan panggilan Komet. dan 2 orang cewek yang ikut berturing dan mengenal tentang Bayah ternyata berbackgroun berbeda satu alah seorang farmasi dan satu seorang Physcolog. Jadilah secara tidak langsung dominasi background yang berkuasa sepanjang perjalanan ini dan menceritakan bagaimana karang itu bisa muncul di permukan dan bagaimana batuan itu tersingkap dengan indah layaknya ukiran alam yang tak ternilai.

Dan perjalanan menuju journey pun di mulai, dan jadilah sebuah tempat di sudut selatan kota jakarta yang sekaligus menjadi tempat berteduh sahabat saya Avel menjadi tempat Titik Poin pertemuan pertama dan Jebreeet sayalah orang terakhir yang telat maklum siang hari harus ngobrol dengan bos lama saya setelah itu shalat jumat dan kembali ke kos untuk ambil beberapa perlengkapan untuk pergi (meskipun sudah saya siapkan) tapi apa daya Allah sedang memberikan kenikmatan yaitu Hujan. .  jadilah saya harus cari Taxi agak sulit, karena akan pada mengerti mencari taksi di cuaca hujan itu kayak nyari jodoh, susah susah gampang. Baca entri selengkapnya »


Catatan 2014 : Merantau (Lagi)

28 Februari 2014

Inilah tulisan perdana di 2014 setelah susah banget cari ide nulis akhir-akhir ini dan akhirnya secara tak sengaja nyoba nyoba nulis lagi, mengumpulkan sisa semangat yang ter urai di akhir tahun 2013.  kenapa harus dengan judul Catatan 2014, karena 2014 ini tahun politik tahun di mana semua kebergantungan ekonomi dan sosial selama 5 tahun ke depan akan di tentukan di Tahun ini.

1. Merantau

Hal yang pertama di tanyakan orang tua kepada saya di tahun ini adalah??? “Adek tahun ini di perusahaan yang lama atau di perusahaan baru. Jadi selama kerja, orang tua gue hanya mengenal 2 nama perusahaan yaitu perusahaan lama dan baru. sangking tidak tetapnya kemana gue kerja. Hampir semenjak lulus selalu berganti seragam. Oke , kenapa gue tulis tulisan ini dengan judul merantau karena ada syair yang begitu mengena di hati tentang merantau.

merantaulah… Agar kamu tau bagaimana rasanya rindu dan kemana kau harus pulang.

merantaulah… engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga.

merantaulah… engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali.

merantaulah… akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya. pada kampung halamanmu. pada mereka yg kau tinggalkan.

merantaulah… engkau akan menghargai tiap detik waktu yg kamu lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kamu pulang ke rumah.

merantaulah… engkau kan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepasmu pergi jauh.

merantaulah… engkau kan lebih mengerti arti sebuah perpisahan.

merantaulah… semakin jauh tanah rantauan, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang

Sekali lagi.. Merantaulah… engkau kan tahu kenapa kau harus pulang dan engkaupun kan tahu siapa yang akan kau rindu…

Orang yg berilmu & beradab tdk akn diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan MERANTAULAH ke negeri orang lain..#Negeri5Menara

Nah jadi inilah ulasan yang selalu ingin gue katakan kepada orang tua gue, bahwa saat ini gue sedang merantau, menjejakkan kaki ketempat yang belum pernah di jejakkan, mengenggam mimpi – mimpi yang bertebaran layaknya daun-daun berserakan, merasakan tiupan angin pantai yang begitu sepoinya dan merasakan betapa sahabatnya hutan-hutan pegunungan itu. Daripada banyak nge-Hayal inilah saat yang tepat untuk kembali Merantau lagi.

Di oktober, tahun 2011 di pinggiran sungai musi ada seorang pelaut yang telah melalang buana ke seluruh negeri dan dia selalu mengatakan, anak muda, kau harus bangga pada Negeri ini, Negeri di mana tak pernah merasakan dinginnya salju yang begitu menusuk ke tubuh, negeri di mana Matahari selalu bersinar di Siang hari yang di Eropa sendiripun merindukan teriknya matahari. Negeri di mana tanahnya begitu subur bak permadani hijau yang tak ternilai, di jazirah arab sana mereka begitu merindukan kehijauan alam, Negeri yang terlalu kayak akan air, di mana musim hujan hampir turun di sepanjang tahun, di Afrika sana, mereka begitu merindukan hujan untuk menghapuskan panas-panas padang pasir dan daratan mereka.

Gila bener si pelaut tua itu mengatakan kata-kata itu bak peribahasa yang selalu terngiang kenapa gue harus merantau di hampir seluruh negeri ini, INDONESIA, dan Geologist adalah jalan terbaik untuk bisa mencicipi bagaimana Bijaksananya Allah mengelola alam ini, di padukannya Gunung Api dengan Lautan dan di seimbangkan daratan olehya. lalu nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan.

2. Antara Mimpi dan Kenyataan

Oke tulisan mimpi itu masih rapi , dan masih tertulis jelas umur maksimu 27 tahun gue harus bisa nyicipi bagaimana hitamnya Minyak dan Batubara, dan alhamdulillah semuanya sudah aku rasakan, aku pegang dan aku nikmati bagaimana mimpi mimpi itu sekarang jadi kenyataan. Tetapi banyak kawan selalu menanyakan, kenapa tak coba perusahaan Migas besar brurr???? dn sebenarnya ingin aku jawab, dengan kata-kata seperti ini ” brurr ini kenyataan, di tengah usia gue yang relatif menuju dewasa, dunia sudah ada jawabannya, dan semenjak gue lulus kuliah dunia ini berasa ada di punggung nurani antara Mimpi dan Kenyataan. Tapi inilah hidup tak selalu manis meskipun di usia baru 26 tahun gaji 20 Juta per bulan sudah pasti di tangan, tapi mimpi gue gak sampai di situ, gue mau kuliah lagi, nyelesaikan S2 , kemudian lanjut e doktor dan menjadi dosen, ya mimpi terakhir gue adalah jadi Dosen, cita  cita yang telah membawaku terbang, belajar dari guru ke guru, dari satu tempat ke tempat lainnya.

dan Geologi adalah sebuah alasan yang tempat yang bisa lo jadikan untuk mewujudkan semua Mimpi lo jadi kenyataan, “Geologi itu bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya bisa berawal dari geologi” .

Baca entri selengkapnya »


Geo-Exploration Itu Asyik

28 Oktober 2013

Semoga saja tulisan ini belum kadaluarsa . . .  .
Sehingga belum terlalu basi juga untuk di konsumsi. Lama Tampaknya saya tak menulis blog semenjak hilir mudik jadi petugas administrasi di sebuah perusahaan. Dan semoga ke Administrasian ini segera berakhir.

Tapi sebelum melanjutkan nge Blog, saya mau Ngucapin dulu terima kasih kepada rekan rekan panitia Student Chapter AAPG – Universitas Sriwijaya, yang mau saya repotkan beberapa hari yang lalu. Lalu apa hubungannya tulisan ini dengan Universitas Sriwijaya.

Ya ini bermula saya lahir di Palembang (lo hubungannya sama Unsri???) eitss sabar dulu, Universitas Sriwijaya itu adalah salah satu Universitas yang gue impikan dahulu, jauh sebelum gue berpetualang di Pesisir Utara dan sampailah di Universitas DIponegoro (Lalu apa hubungannya lagi!!) , Oke gue jawaban hubungannya adalah ketidak selarasan antara Palembang – Lampung – Brebes – Magelang – Semarang – Jakarta dan back to Palembang.

Di Depan Student Center UNSRI

Di Depan Student Center UNSRI

One Day Course

Sebenarnya sudah lama banget ingin berkunjung ke rekan rekan universitas sriwijaya dan alhamdulillah tanggal 5 Oktober 2013 kemarin semuanya sedang di permudahkan meskipun suara serak serak basah tapi semangat berbagi tetap ada. Aplaus tetap saya berikan kepada para panitia dan para peserta. Dengan segala keterbatasan mereka mampu hadir di luar batas. Universitas Sriwijaya, kampusnya di bagi menjadi beberapa tempat (itu kalau tak salah) satu di Kota Palembang dan Satu di Inderalaya, kampusnya lumayan besar dan hijau. terus terang saya kagum dengan kampus ini , tetapi sayangnya aktivitas pembelajaran di kampus ini seakan sepi , melompong bahkan berbalik dengan aktivitas di hari biasanya.

Flyer Pengumuman

Flyer Pengumuman One Day Course

Nah gambar di atas adalah flyer saat saya ngisi di sana. Alhamdulillah ada banyak peserta yang hadir tidak hanya geophysicist tetapi juga ada anak tambang dan geologi dari Universitas Sriwijaya. Dan di mulailah hari sabtu itu dengan berbagai macam aktivitas untuk belajar bareng dan mengenalkan secara umum bagaimana Industri Migas tersebut. Baca entri selengkapnya »


Menelisik Tentang Jakarta Tenggelam : Over Populasi

13 September 2013

Pernahkah terpikir bahwa Jakarta suatu saat akan tenggelam karena kelebihan populasi masyarakatnya, Isu tentang jakarta tenggelam, sudah menjadi rahasia umum para peneliti saat ini terkait sedikitnya ruang terbuka Hijau yang Jakarta punya sebagai zona resapan. Pembangunan yang mengedepankan infrastruktur dan modernisasi dan melupakan kaidah tata ruang lingkungan dan kota menyebabkan masalah banjir adalah masalah utama tentunya setelah masalah Kemacetan yang selalu menghantui Jakarta.

Kondisi Jakarta 1972 - 2005

Kondisi Jakarta 1972 – 2005

Dari gambar diatas adalah perkembangan tata guna lahan di Jakarta dimana warna Hijau di daerah Jakarta yang merupakan daerah resapan sudah tak tampak lagi. Kawan hijau inilah yang menjadi faktor penting Jakarta jikalau tidak inggin tenggelam di waktu yang akan datang. Selain itu zona bakau dan kawasan Pantai saat ini sudah terpenuhi oleh infrastruktur dan bangunan modern. berikut data populasi untuk daerah sekitar jabodetabek

Jumlah Populasi Masyarakat Jakarta

Jumlah Populasi Masyarakat Jakarta

Data diatas menunjukan jumlah yang signifikan perkembangan penduduk di Jakarta, sehingga bukan tak mungkin masalah tata kota harus di sadarin betul apalagi Isu tentang menghangatnya Planet Bumi ini. Secara geologi Jakarta merupakan kawasan Delta yang notabene dan takdirnya memang daerah limpahan ir permukan dari daerah yang lebih tinggi. Menurut Herman Mochtar dalam kajiannya “Runtutan Tataan Stratigrafi Sebagai Indikator proses penurunan (Subsidences) (studi kasus sehubungan tektonik versus amblesan jakarta)” menunjukan tentang kondisi bawah permukaan jakarta sebagai berikut

Kondisi Stratigrafi Daerah Jakarta

Kondisi Stratigrafi Daerah Jakarta (Herman Moechtar, 2012)

Endapan tersebut menunjukan limpasan sedimentasi sungai dan aliran permukaan yang membentuk wilayah Jakarta saat ini, dimana sedimentasi yang ada bersifat quarter (berumur muda0 sehingga sangat mudah labil apabila terjadi pembebanan berlebih di bagian atasnya. untuk faktor faktor tersebut perlu dilakukan penataan dan pembukaan wilayah hijau untuk mengurangi dampak suhu yang semakin panas.


Berhenti Jadi Geologist (Pikiran Gila Hari Ini)

4 September 2013

Pernah gak terpikir untuk berhenti berkerja kemudian mencoba berwira usaha???

Berhenti Jadi Geologist

Berhenti Jadi Geologist

Ya sampai sekarang masih kepikiran seperti itu, cuman gak pernah nyampe nyampe, di tiap akhir pekan yang pertama kali di lakukan ketika malam sabtu adalah berpikir Tahun 2014 gue harus buka usaha, dan di akhir pekan itulah sering kali kalau malam sabtu saya habiskan di Gramedia untuk sekedar iseng baca buku yang memotivasi untuk berwira usaha. Beberapa minggu ini selalu di sibukkan dengan bertemu orang yang super dimana menurut saya, orang tersebut lebih cerdas dan kreatif di banding saya, ada yang masih usia 30 an tapi hartanya sudah berjibun, ada juga anak pengusaha yang cara bisnisnya nularin bapaknya, sampe mantan pensiunan pejabat Pertamina yang sudah renta masih ke sana kemari , sebagai advisor dengan gaji yang bejibun.

Tapi terkadang semuanya sirna kalau sudah baca tulisan maut yang di sebarkan oleh Pak Awang Harun Satyana, kalau sudah bahas geologi, masih berasa anak kerdil yang harus banyak ngebaca, atau kalau buka twitter dan facebook membaca status pujangga khas Andang Bachtiar, Suuupeeerrr, berasa gak pengen berhenti jadi geologist. Karena sampai sekarang sulit gue temukan anak anak muda yang benar benar pahamii Ilmu, yang ada meresapi berapa penghasilan yang iya dapat. dan sekarang sepertinya saya sedang kena syndrome khas anak muda sekarang yaitu penghasilan.

Di tambah sekarang berada di posisi yang nyaman (just while time), kadang iming iming untuk buka usaha sirna gitu aja, Oh my God, saya butuh sesuatu yang meyakinkan saya, minimal untuk berhenti berkerja dan kembali kuliah . . . . . . . Cuman tulisan iseng di tengah ke Galauan . . . . .


Mencari Teroris Itu Mudah, Mencari Pembocor Pipa Minyak ????

30 Juli 2013
Pertamina Merugi Akibat Pencurian Minyak (http://jaringnews.com/ekonomi/sektor-riil/45736/)

Pertamina Merugi Akibat Pencurian Minyak (http://jaringnews.com/ekonomi/sektor-riil/45736/)

Ada cerita lucu yang didapat hari ini tentang kebocoran minyak yang merugikan negara hampir 209 Miliar , bayangkan kebocoran minyak di pipa penyaluran minyak dari Tempinas menuju Plaju. Sebenarnya ini sudah menjadi berita yang umum tentang kebocoran ini. Apalagi bagi masyarakat sekitar, tetapi setelah issue ini menasional, semua seperti terkejut. Saling menyalahkan sudah pasti, bahkan di yakini saja issue ini hanya jadi angin lalu yang siap berhembus dan menghilang.

Tapi anehnya ternyata lebih mudah menangkap pelaku teroris (meskipun hanya dugaan) daripada menangkap para backing di balik kebocoran minyak tersebut. Sebutlah sejumlah pelaku teroris yang sangat mudah di tangkap sebut saja Amrozi, Imam Samudera, Hambali, dan lain-lain lalu bagaimana dengan pencuri minyak, nyaris tak terdengar…. sepertinya butuh koreksi cukup waktu untuk masalah tersebut


Hari Ini Produksi Minyak Indonesia “Mungkin” 2 Juta Barel Per Day

4 Juni 2013
Sumur Tua Riwayatmu Kini (http://solopos.com)

Sumur Tua Riwayatmu Kini (http://solopos.com)

benarkah produksi minyak indonesia mencapai 2 juta BOPD saat ini?? pasti sebuah tanda tanya besar, tentang hal tersebut. Padahal Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat produksi minyak di kuartal pertama 2013 ini sudah mencapai 830.900 BOPD (sumber : Republika.co.id), tapi kenyataannya produksi tersebut belum tercapai, padahal negara ini dahulu merupakan negara pengekspor minyak dan gas bumi.

Lalu kenapa produksi kita hanya mencapai 850 ribu BOPD, jawabanya mungkin bisa sebagai berikut;

1. Produksi Sumur Tua

Belanda selain menjajah indonesia melalui kekayaan alam seperti rempah rempah, ternyata juga telah lama melakukan penjelajahan untuk menguras minyak Indonesia, mungkin ada ribuan sumur belanda semenjak NKPM (Perusahaan minyak belanda saat itu) masuk ke wilayah nusantara saat ini.Nasib sumur sumur tua yang terurus ini sekarang terbengkalai bahkan sudah tak jelas lagi keberadaan sumur sumur tersebut. Padahal apabila bisa dilakukan optimasi lahan, mungkin sumur sumur tersebut sudah bisa ikut membantu memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi produksi nasional.

2. Melakukan Rekayasa Petroleum (EOR) Di Sejumlah Sumur produksi

Peningkatan produksi di beberapa lapangan margin yang hampir koma bahkan sudah tidak di produksikan lagi akibat water cut yang cukup tinggi, secepatnya harus di kaji dan dilakukan beberapa skenario peningkatan produksi pada reservoir sumur sumur tersebut ukan tak mungkin sumur-sumur tersebut masih bisa di optimalisasikan produksi cadangan sisa yang masih tersimpan di reservoir atau di kisaran source rocknya. Sehingga lapangan margin yang dahulu punya prospek bagus dapat hidup kembali untuk menunjang produksi migas nasional

3. Eksplorasi di Beberapa wilayah yang punya potensi migas Indonesia

Sudah rahasia umum jikalau pemerintah ini ingin menghasilkan sesuatu yang instant, padahal di dalam menemukan cadangan migas butuh waktu bertahun tahun untuk melakukan kajian teknisnya. Selama ini fokus produksi migas hanya beberapa titik saja dan melupakan wilayah lainnya yang secara geologi juga mempunyai potensi migas namun belum di kelola secara optimal oleh pemerintah. Dan pada akhirnya hanya seperti jalan di tempat saja eksplorasi wilayah tersebut.

4. Ekspansi ke Negara Asing atau Cekungan Hidrokarbon di Negara Lain

Negara tetangga kita seperti singapura, Malaysia, dan Thailand yang secara wilayah dan geografi tidak mempunyai banyak cekungan ternyata melakukan ekspansi ke luar negara untuk menambah pundi ekonomi dan cadangan migasnya, selama ini Pertamina sebagai BUMN perminyakan semestinya punya kemampuan menjelajah yang lebih baik tentunya di tambah pengalaman pertamina di bidang migas tentunya sudah lebih banyak dari BUMN migas negara tetangga, mampu melakukan ekspansi ini ke berbagai cekungan di beberapa negara dan cekungan seperti di area teluk Thailand, Australia, Irak, dan sebagainya. Sayangnya pemerintah tidak pernah memberikan dukungan penuh kepada Pertamina.

Masih banyak kendala lainnya tentunya selain kendala Teknis, tetapi juga masalah non Teknis yang sering di jumpai dan sudah jadi rahasia umum begitu kompleksnya permasalahan Migas di Indoneisa


Sebuah Catatan ; Fieldtrip IAGI-FGMI-MGEI Gunung Padang

14 Mei 2013
Fieldtrip IAGI-MGEI-FGMI

Fieldtrip IAGI-MGEI-FGMI

Gunung padang, sudah memberikan candu kepada semua peneliti untuk menelususri kebenarannya, dari sebuah batuan yang teronggok menumpuk, kini Gunung Padang mulai mendunia, tumpukan batuan itu mulai di tanyakan asal usulnya, dan bagaimana ia terbuat. Penelitian +/- 2 Tahun yang lalu yang dimulai oleh tim riset mandiri yang di pimpin oleh Dr. Danny Hilman, salah seorang pakar kegempaan yang dimiliki Indonesia saat ini

Sejak itulah warga mulai ramai mengunjungi Gunung padang, ada yang sekedar berwisata, mencari petunjuk, sampai melakukan riset. Tidak hanya wisatawan local tetapi juga mancanegara. Dan sejak saat itulah warga di sekitar mulai membangkitkan perekonomian melalui wisata Gunung Padang. 11 Mei 2013 lalu, saya bersama rekan rekan geosaintis muda lainnya melakukan kegiatan fieldtrip Gunung Padang dimana berbagai ahli profesi tak hanya geologi, bahkan pegawai Bank, mahasiswa Geografi, dan rekan rekan awam selain geosaintis pun mengikuti kegiatan ini.

Berangkat pukul 04.30 WIB, dengan berkumpul di kisaran setiabudi Jakarta Selatan, kami berangkat menggunakan satu bis. Dari Tim yang berangkat di bandung berangkat pukul 05.00 WIB. Matahari belum benar benar terbangun, tetapi semangat para peserta melebihi hal tersebut, perjalanan pun di mulai menuju Gunung Padang. Melintasi beberapa tempat menuju Cianjur, kabupaten dimana Gunung Padang ini terdapat, kita melewati jalanan khas Cibodas-Puncak Bogor, yang berliuk liuk dengan jalanan tanpa berlubang dengan sisa sisa kabut pagi menghiasi pemandangan kiri kanan bis. Banyak peserta memulai rasa penasarannya tentang Gunung Padang, yang selama ini memenuhi email mereka membahasan tentang Gunung Padang, seakan mengingatkan ketika kuliah dahulu “Back to Basic, Look At The Rock” , untuk membuktikan hal tersebut, tidak cukup dengan kata sebelum kita melihat langsung apa yang terjadi, dan biarkan insting sebagai geologist mengintepretasikan apa yang terjadi terhadap Gunung Padang.

Perjalanan ternyata +/- 2 Jam dan kami bertemu dengan peserta fieldtrip yang berangkat dari Bandung, di sekitar Cianjur, sambil menghela nafas segar pai, yang tentunya jarang di dapatkan sesegar di sini. Dari sinilah perjalanan bersama di lakukan, perjalanan masih jauh ternyata dan jalanan tak semulus layaknya liukan perjalanan Cibodas Puncak. Jalan yang hanya muat 2 mobil umum, membuta bis peserta terkadang harus berhati-hati dan menunggu antrian untuk melewatinya, dan terkadang kami harus mengalah dengan mobil mobil kecil lainnya. Dan inilah salah satu bukti, wisata Gunung Padang, tak seperti wisata wisata lainnya, dimana aksesnya terlihat lebih mudah, tengoklah Candi Borobudur dimana jalanan lebar dan bagus kita temui mulai dari muntilan sampia parkiran Mobil Candi Borobudur, atau cobalah tengok wisata Lembang yang jalanannya selalu di suplai dan di perbaiki setiap tahunnya untuk menunjang wisata Lembang, dan ini berbeda dengan jalanan menuju Gunung Padang, sepanjang jalan kita akan menemui banyak lubang jalan menganga seperti tak terurus. Jalanan kecil dengan pinggiran jurang di sebelahnya menjadi pemandangan umum di daerah ini.


Gambar 1. Jalan rusak menuju Gunung Padang, Cianjur


Gambar 2. Jalan berbukit dimana pinggirannya berupa jurang menuju Gunung Padang.

Geologi Umum Gunung Padang

Area gunung padang berada dalam deretan gunungapi pada Cekungan Bandung, yang termasuk dalam sistem busur kepulauan Sunda. Summerfield (1999) dalam Brahmantyo (2005) merinci sistem busur kepulauan ini menjadi sistem busur ganda yang terdiri atas busur magmatik/volkanik (Pulau Jawa) yang juga disebut sebagai busur dalam (inner arc), serta busur non-volkanik yang merupakan busur luar (outer arc) yang berada di laut selatan Pulau Jawa. Daerah Gunung Padang terdapat di busur magmatik/volkanik. Berdasarkan evolusi geologi Cekungan Bandung (Pannekoek, 1946 dalam Dam, 1994), fasa tektonik yang terjadi di daerah ini adalah rezim tensional yang memotong busur volkanik, bersamaan dengan kegiatan dan pengangkatan magmatik.

Gambar 3. Busur Kepulauan Sunda (Summerfield,1999 dalam Brahmantyo, 2005)

Menurut beberapa geolog yang melakukan peneliti lebih dahulu seperti Silitonga (1973), Koesmono (1976), Koesoemadinata dan Hartono (1980), Martodjojo (1984), Sujatmiko (1972), dan Alzwar (1992). litologi daerah ini secara umum terdiri dari batuan volkanoklastik yang berumur Tersier maupun Kuarter, meskipun terdapat formasi endapan marin di bagian timurlaut dari Cekungan Bandung (Tabel 2.1). Litologi di daerah Gunung Padang sendiri terdiri dari batuan gunungapi miosen akhir Formasi Beser dan batuan gunungapi Plistosen yang kemudian melanjutkan kegiatan erupsinya di Gunung Kendeng dan Gunung Patuha. Formasi Beser sendiri adalah formasi tertua diantara formasi lainnya di Pegunungan Bandung Selatan.    

Tabel 1. Kesebandingan stratigrafi Daerah Bandung Baca entri selengkapnya »


Subsidence, Turunnya Muka Tanah

14 April 2013
Tanah

Penurunan Permukaan Tanah

Mencoba membagikan tulisan dan semoga bermanfaat, kali ini cerpenist ingin mensharing tentang penurunan muka air tanah yang sering kali terjadi di beberapa kota besar atau di sejumlah daerah. Tulisan ini saya sumberkan dari beberapa tulisan ilmiah yang saya ambil dari beberapa tempat untuk penguatan referensi tulisan ini.

Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan suatu proses gerakan penurunan muka tanah yang didasarkan atas suatu datum tertentu (kerangka referensi geodesi) dimana terdapat berbagai macam variabel penyebabnya (Marfai, 2006). Penurunan muka tanah ini di akibatkan oleh banyak hal seperti pembebanan di atas permukaan, hilangnya air tanah akibat eksploitasi berlebihan, gempa yang mengakibatkan rusaknya struktur tanah,  ketidakstabilan bidang tanah akibat proses tertentu, dan sebagainya.

Penurunan muka tanah ini secara tidak langsung pemaksaan memadatkan struktur tanah yang belum padat menjadi padat. UMumnya terjadi pada daerah yang tadinya berupa rawa, delta, endapan banir dan sebagainya yang di alihkan fungsi tataguna lahannya tanpa melakukan rekayasa tanah terlebih dahulu

Umumnya Kota-Kota Besar di Indonesia berada pada zona limpasan dataran banjir dan Rawa

Jakarta, Semarang, Palembang, Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya di Indoesia mengalami permasalahan subsidence ini. memang penurunan terkadang tidak ekstrem setiap tahunnya di beberapa wilayah tetapi bukan tak mungkin bila di biarkan terus menerus akan berdampak munculnya kerugian tidak hanya material tetapi juga korban jiwa.

Fase Penurunan Muka Tanah

Contoh Fase Penurunan Muka Tanah

Menanggulangi Subsidence

Untuk melakukan penanggulangan turunnya muka tanah biasanya dilakukan beberapa tahap penelitian terhadap struktur tanah seperti daya dukung tanah, tebal dan komposisi struktur bawah permukaan, kondisi geologi, dan berbagai hal yang terkait. Cara penangulanggan pun bermacam macam berdasarkan hasil kajian dari faktor yang mempengaruhi subsidence tersebut salah satu penanggulangannya adalah memperkuat daya dukung tanah dengan cara melakukan rekayasa geoteknik seperti suntik semen, melakukan pembangunan pondasi pada struktur tanah yang tepat, melakukan pergantian tanah lunak dengan tanah yang relatif lebih kompak, memanfaatkan penggunaan air tanah seperlunya tanpa melakukan eksploitasi berlebihan. Baca entri selengkapnya »


Tektonik Cekungan Sumatera Selatan

1 April 2013

Cekungan Sumatera Selatan terletak di sebelah timur Pegunungan Barisan dan meluas ke daerah lepas pantai dan dianggap sebagai suatu cekungan foreland atau back-arc. Di sebelah utara, Cekungan Sumatera Selatan berbatasan dengan Pegunungan Tigapuluh dan Pegunungan Duabelas. Di sebelah timur berbatasan dengan Paparan Sunda, di sebelah selatan berbatasan dengan Tinggian Lampung dan di sebelah barat berbatasan dengan Pegunungan Barisan. Di sebelah barat berbatasan dengan daerah jambi dan cekugan Bangka-Belitung.

Sub-cekungan–sub-cekungan yang terletak di Cekungan Sumatra Selatan. (Bishop, 2000)

Sub-cekungan–sub-cekungan yang terletak di Cekungan Sumatra Selatan.
(Bishop, 2000)

Struktur yang terdapat dalam Cekungan Sumatera Selatan merupakan akibat dari
3 aktivitas tektonik utama yaitu:
– Orogenesa Mesozoikum Tengah
– Tektonisme Kapur Akhir-Eosen
– Orogenesa Plio-Pleistosen.

2 aktivitas pertama menyebabkan Half graben sysem, horst, dan sesar blok pada cekungan sumatera selatan. Aktivitas terakhir, rogenesa Plio-Pleistosen menghasilkan adanya struktur barat laut-tenggara dan depresi ke arah timur laut (de Coster,1974). Perkembangan struktur maupun evolusi cekungan sejak Tersier merupakan hasil interaksi dari ke empat arah struktur utama yaitu, berarah timur laut-barat daya (Pola Jambi), berarah barat laut-tenggara (Pola Sumatra), dan berarah utaraselatan (Pola Sunda). Hal inilah yang membuat struktur geologi di daerah Cekungan Sumatra Selatan lebih kompleks dibandingkan cekungan lain di daerah Sumatra seperti Cekungan Sumatera Bagian Tengah , Bagian Utara,dan Lainnya.

Cekungan Sumatra Selatan terbentuk selama ekstensi timur-barat pada akhir pra-Tersier sampai awal Tersier (Daly et al., 1987). Geologi Cekungan Sumatera Selatan adalah suatu hasil kegiatan tektonik yang berkaitan erat dengan penunjaman Lempeng Hindia-Australia, yang bergerak ke arah utara hingga timur laut terhadap Lempeng Eurasia yang relatif diam. Zona penunjaman lempeng meliputi daerah sebelah barat Pulau Sumatera dan selatan Pulau Jawa. Beberapa lempeng kecil (micro-plate) yang berada di antara zona interaksi tersebut turut bergerak dan menghasilkan zona konvergensi dalam berbagai bentuk dan arah.

PERISTIWA TEKTONIK CEKUNGAN SUMATERA SELATAN

Tiga peristiwa tektonik yang berperan pada perkembangan Cekungan Sumatera Selatan dan proses sedimentasinya, yaitu :
1. Tektonik pertama
Tektonik pertama ini berupa gerak tensional pada Kapur Akhir sampai Tersier Awal yang menghasilkan sesar-sesar bongkah (graben) berarah timur lautbarat daya atau utara-selatan. Sedimentasi mengisi cekungan atau graben di atas batuan dasar bersamaan dengan kegiatan gunung api.
2. Tektonik kedua
Tektonik ini berlangsung pada Miosen Tengah-Akhir (Intra Miosen) menyebabkan pengangkatan tepi-tepi cekungan dan diikuti pengendapan bahan-bahan klastika.
3. Tektonik Ketiga
Tektonik berupa gerak kompresional pada Plio-Plistosen menyebabkan sebagian Formasi Airbenakat dan Formasi Muaraenim telah menjadi tinggian tererosi, sedangkan pada daerah yang relatif turun diendapkan Formasi Kasai. Selanjutnya, terjadi pengangkatan dan perlipatan utama di seluruh daerah cekungan yang mengakhiri pengendapan Tersier di Cekungan Sumatera Selatan.

Referensi :
– wikipedia.go.id
– Van Bemmelen. Geology of Indonesia.
Dan lainnya