6 Tahun Lalu Nge-Blog

5 Mei 2014
Enam Tahun Nge-Blog di WordPress

Enam Tahun Nge-Blog di WordPress

Pencapaian yang luar biasa ternyata saya sudah nge Blog di wordpress , 6 tahun lalu atau di tahun 2008 saya mulai aktif nge-blog di wordpress dimana sebelumnya saya sudah aktif nge-blog di blogspot di rizqisyawal.blogspot.com dan akhirnya secara resmi saya berhenti nge-Blog di blog tersebut karena beberapa hal salah satunya seringnya komentar spam masuk.

Awal Mula Nge-Blog

Awal mula nge-blog tidak lebih keingin tahuan saya tentang dunia baru bernama “Internet” , dan tentunya yang membuat saya tertarik adalah CSS script dan bahasa html yang waktu itu mengisi waktu malam malam saya main internet di warnet di dekat kampus yang beberapa warnet hanya cepat ketika sudah lewat 00.00 wib atau lewat tengah malam dan alasan ke dua waktu ngenet jam segitu adalah waktu nge-net yang pas dengan uang saku saya. dengan postingan ini saya sudah menulis sekitar 134 postingan di Blog cerpen dengan berbagai tema mulai tema kegalauan saya sampai tema ke-geologian saya. dan postingan saya waktu itu cukup sederhana dan bisa di baca di sini  

Bahan Tulisan Blog 

Kalau ada yang sering menanyakan darimana saya mendapatkan bahan tulisan blog, kebanyakan saya ambil dari materi praktikum di kampus, kumpulan paper paper, dan beberapa e-book yang sudah mulai usang di hard disk. dan jadilah itu semua jadi harta karun terpenting di Blog ini. Ada junior saya bertanya sampai kapan mau nge-Blog mas?? jawabannya gampang sampai semua referensi yang saya punya habis dan tidak bisa di bagi lagi!!! tapi mana mungkin saya seorang pengoleksi hal – hal yang berbau baru dan geologi setiap hal geologi yang menurut saya menarik akan menjadi tulisan blog saya berikutnya. dan terus terang saya mau bilang bahwa Nge-Blog itu Asyik , coba aja dan tulis aja siapa tahu dengan blogmu orang akan lebih mengenalmu sebagai Blogger yang lebih Membumi dan membawa nama mu ke mana mana


Journey To Bayah Formation (Jalan-Jalan) -1

30 April 2014
Pantai Sawarna, Bayah

Pantai Sawarna, Bayah

Di bulan April ini ternyata ada 3 hari yang  yang sangat lumayan bagus buat “Journey” yaitu tanggal 18,19, dan 20 April, dan kepikiran bagaimana memanfaatkan waktu itu lalu tercetuslah destinasi sedikit untuk ke Lapangan (Sekalian mencuci otak yang lama di Jakarta). dan sebelum jauh mencatat kan diary perjalanan kemarin ane mau ngasih ucapin terima kasih dahulu untuk Hidayat Syah Putera, Aveliansyah, Tengku Vanessa, dan Ririn yang sudah mengijinkan cerpenist Geologi ikutan bergabung untuk merasakan nikmatnya petualanan tersebut.

Destinasi nya adalah ke Formasi Bayah, Lha Kok pakai nama formasi, bukan nama daerah??? , karena background gue geologi , gue lebih suka menamai catatan kali ini dengan sebutan untuk lokasi geologi dan jadilah kita menikmati perjalanan panjang menuju Bayah Formation. Perjalanan yang akan di tempuh +/- 7 jam perjalanan itu tampaknyalumayan ngingatkan perjalanan sewaktu melintasi perbukitan barisan dari Metro menuju Bengkulu.

Yang membedakan hanyalah jalan di perjalanan ini lumayan bagus beda dengan lintas barat menuju Bengkulu yang umumnya masuk hutan lindung dengan jalan yang memang jelek. Oke back to journey. Di destinasi kali ini akan mengunjungi beberapa tempat (padahal cuman tiga ) Pertama Pantai Sawarna (Kayak sususr pantai), kedua Pantai Legan Pari, dan ketiga adalah Goa Lalay, semuanya berada di sekitar area formasi bayah.

What Its Bayah Formation

Nama Bayah diberikan oleh Koolhoven (1933) terhadap batuan tertua didaerah Banten Selatan. Nama Bayah diambil dari nama kota kecamatan di daerah Banten Selatan, kabupaten Rangkasbitung.Batuan di daerah ini terdiri dari pasir kasar, sering konglomeratan berselang-selingdengan lempung yang mengandung batubara. Beberapa penyelidik sesudah Koolhoven seperti Musper (1939, 1940) juga memakai nama Formasi Bayah untuk satuan tersebut. Jadi intinya Bayah di ambil dari nama daerah setempat yaitu Bayahyang merupakan bagian kecamatan dan masuk di dalam Propinsi Banten.

Buku Panduan Itu Bernama Geologi

Saya, Aveliansyah dan Hidayat syah putera adalah orang dengan background yang sama, sama sama perantau dan sama sama penikmat ke-Arifan Geologi. Jadilah geologi menjadi buku panduan utama kami kemanapun kelak kami berkunjung, oke untuk seterusnya saya akan memanggil Teman saya Hidayat syah putera dengan panggilan Komet. dan 2 orang cewek yang ikut berturing dan mengenal tentang Bayah ternyata berbackgroun berbeda satu alah seorang farmasi dan satu seorang Physcolog. Jadilah secara tidak langsung dominasi background yang berkuasa sepanjang perjalanan ini dan menceritakan bagaimana karang itu bisa muncul di permukan dan bagaimana batuan itu tersingkap dengan indah layaknya ukiran alam yang tak ternilai.

Dan perjalanan menuju journey pun di mulai, dan jadilah sebuah tempat di sudut selatan kota jakarta yang sekaligus menjadi tempat berteduh sahabat saya Avel menjadi tempat Titik Poin pertemuan pertama dan Jebreeet sayalah orang terakhir yang telat maklum siang hari harus ngobrol dengan bos lama saya setelah itu shalat jumat dan kembali ke kos untuk ambil beberapa perlengkapan untuk pergi (meskipun sudah saya siapkan) tapi apa daya Allah sedang memberikan kenikmatan yaitu Hujan. .  jadilah saya harus cari Taxi agak sulit, karena akan pada mengerti mencari taksi di cuaca hujan itu kayak nyari jodoh, susah susah gampang. Baca entri selengkapnya »


Aplikasi Injeksi Polimer Untuk Enhanced Oil Recovery (EOR)

8 April 2014
Aplikasi EOR untuk meninkatkan produksi migas

Aplikasi EOR untuk meninkatkan produksi migas

Secara umum proses perolehan minyak (oil recovery) di reservoir terdiri dari teknik produksi primer (primary oil recovery), teknik produksi sekunder (secondary oil recovery), dan teknik perolehan tersier (tertiary oil recovery.

Pada Teknik produksi primer (primary oil recovery), proses pengeboran pada sumur produksi dilakukan secara natural akibat adanya gaya dorong dari reservoir. Minyak yang terdapat di reservoir mengalir sendiri secara natural melalui jalur pori menuju sumur produksi akibat adanya perbedaan tekanan yang tinggi, yang berasal dari gaya pengembangan batuan dan gas alam, gaya gravitasi, gaya apung dari air dan gaya tolak menolak akibat pemadatan batuan reservoir.  Efisiensi pada primary oil recovery tergantung pada tekanan natural di dalam reservoir minyak.

Teknik produksi sekunder (secondary oil recovery) dilakukan ketika produksi minyak menurun akibat terjadinya penurunan tekanan reservoir.1 Teknik secondary oil recovery dapat dilakukan dengan menginjeksikan fluida seperti air dan/atau gas ke dalam reservoir untuk meningkatkan tekanan dan volume efisiensi penyapuan minyak di dalam reservoir. Berdasarkan jalur injeksi gas menuju reservoir, metode injeksi gas dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pemulihan tekanan, pertahanan tekanan, dan gas pendorong.

Dalam metode pemulihan tekanan, gas diinjeksikan ke formasi (hidrokarbon yang terbentuk di sekitar reservoir) melalui satu sumur, sedangkan sumur produksi lainnya  ditutup sampai tekanan pulih di sepanjang reservoir. Dalam metode pertahanan tekanan, gas yang berasal dari sumur produksi ditekan dan diinjeksikan ke sumur tertentu sebelum tekanan reservoir seluruhnya habis. Dalam metode ini, beberapa sumur dioperasikan sebagai sumur injeksi, dimana yang lain dioperasikan sebagai sumur produksi. Selain gas, air juga biasa digunakan dalam metode pertahanan tekanan, dimana air diinjeksikan ke sumur produksi melalui sumur injeksi dan air akan mendorong minyak melalui batuan reservoir menuju sumur produksi, metode ini biasa disebut dengan water flooding. Dalam metode pendorong gas, gas diinjeksi ke reservoir di bawah tekanan dan aliran gas kontinu dipertahankan dari sumur injeksi ke sumur produksi. Aliran gas mendorong minyak dalam bentuk film atau gelembung gas menuju sumur produksi.

Teknik produksi tersier (tertiary oil recovery) dilakukan karena teknik primary oil recovery dan secondary oil recovery belum dapat memproduksi minyak dari reservoir secara optimal (kurang dari 40%)2 dan masih banyak minyak yang tertinggal di reservoir. Teknik produksi tersier atau yang dikenal dengan istilah enhanced oil recovery (EOR) dilakukan dengan menginjeksikan fluida khusus, terdiri atas teknik injeksi termal, proses pelarutan gas dalam minyak (miscible gases), dan teknik kimiawi Baca entri selengkapnya »


Catatan 2014 : Merantau (Lagi)

28 Februari 2014

Inilah tulisan perdana di 2014 setelah susah banget cari ide nulis akhir-akhir ini dan akhirnya secara tak sengaja nyoba nyoba nulis lagi, mengumpulkan sisa semangat yang ter urai di akhir tahun 2013.  kenapa harus dengan judul Catatan 2014, karena 2014 ini tahun politik tahun di mana semua kebergantungan ekonomi dan sosial selama 5 tahun ke depan akan di tentukan di Tahun ini.

1. Merantau

Hal yang pertama di tanyakan orang tua kepada saya di tahun ini adalah??? “Adek tahun ini di perusahaan yang lama atau di perusahaan baru. Jadi selama kerja, orang tua gue hanya mengenal 2 nama perusahaan yaitu perusahaan lama dan baru. sangking tidak tetapnya kemana gue kerja. Hampir semenjak lulus selalu berganti seragam. Oke , kenapa gue tulis tulisan ini dengan judul merantau karena ada syair yang begitu mengena di hati tentang merantau.

merantaulah… Agar kamu tau bagaimana rasanya rindu dan kemana kau harus pulang.

merantaulah… engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga.

merantaulah… engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali.

merantaulah… akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya. pada kampung halamanmu. pada mereka yg kau tinggalkan.

merantaulah… engkau akan menghargai tiap detik waktu yg kamu lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kamu pulang ke rumah.

merantaulah… engkau kan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepasmu pergi jauh.

merantaulah… engkau kan lebih mengerti arti sebuah perpisahan.

merantaulah… semakin jauh tanah rantauan, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang

Sekali lagi.. Merantaulah… engkau kan tahu kenapa kau harus pulang dan engkaupun kan tahu siapa yang akan kau rindu…

Orang yg berilmu & beradab tdk akn diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan MERANTAULAH ke negeri orang lain..#Negeri5Menara

Nah jadi inilah ulasan yang selalu ingin gue katakan kepada orang tua gue, bahwa saat ini gue sedang merantau, menjejakkan kaki ketempat yang belum pernah di jejakkan, mengenggam mimpi – mimpi yang bertebaran layaknya daun-daun berserakan, merasakan tiupan angin pantai yang begitu sepoinya dan merasakan betapa sahabatnya hutan-hutan pegunungan itu. Daripada banyak nge-Hayal inilah saat yang tepat untuk kembali Merantau lagi.

Di oktober, tahun 2011 di pinggiran sungai musi ada seorang pelaut yang telah melalang buana ke seluruh negeri dan dia selalu mengatakan, anak muda, kau harus bangga pada Negeri ini, Negeri di mana tak pernah merasakan dinginnya salju yang begitu menusuk ke tubuh, negeri di mana Matahari selalu bersinar di Siang hari yang di Eropa sendiripun merindukan teriknya matahari. Negeri di mana tanahnya begitu subur bak permadani hijau yang tak ternilai, di jazirah arab sana mereka begitu merindukan kehijauan alam, Negeri yang terlalu kayak akan air, di mana musim hujan hampir turun di sepanjang tahun, di Afrika sana, mereka begitu merindukan hujan untuk menghapuskan panas-panas padang pasir dan daratan mereka.

Gila bener si pelaut tua itu mengatakan kata-kata itu bak peribahasa yang selalu terngiang kenapa gue harus merantau di hampir seluruh negeri ini, INDONESIA, dan Geologist adalah jalan terbaik untuk bisa mencicipi bagaimana Bijaksananya Allah mengelola alam ini, di padukannya Gunung Api dengan Lautan dan di seimbangkan daratan olehya. lalu nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan.

2. Antara Mimpi dan Kenyataan

Oke tulisan mimpi itu masih rapi , dan masih tertulis jelas umur maksimu 27 tahun gue harus bisa nyicipi bagaimana hitamnya Minyak dan Batubara, dan alhamdulillah semuanya sudah aku rasakan, aku pegang dan aku nikmati bagaimana mimpi mimpi itu sekarang jadi kenyataan. Tetapi banyak kawan selalu menanyakan, kenapa tak coba perusahaan Migas besar brurr???? dn sebenarnya ingin aku jawab, dengan kata-kata seperti ini ” brurr ini kenyataan, di tengah usia gue yang relatif menuju dewasa, dunia sudah ada jawabannya, dan semenjak gue lulus kuliah dunia ini berasa ada di punggung nurani antara Mimpi dan Kenyataan. Tapi inilah hidup tak selalu manis meskipun di usia baru 26 tahun gaji 20 Juta per bulan sudah pasti di tangan, tapi mimpi gue gak sampai di situ, gue mau kuliah lagi, nyelesaikan S2 , kemudian lanjut e doktor dan menjadi dosen, ya mimpi terakhir gue adalah jadi Dosen, cita  cita yang telah membawaku terbang, belajar dari guru ke guru, dari satu tempat ke tempat lainnya.

dan Geologi adalah sebuah alasan yang tempat yang bisa lo jadikan untuk mewujudkan semua Mimpi lo jadi kenyataan, “Geologi itu bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya bisa berawal dari geologi” .

Baca entri selengkapnya »


Tarakan, Mutiara Delta di Timur Laut Kalimantan

22 November 2013

Menurut Lentini Dan Darman 1996, Cekungan Tarakan termasuk daerah delta pada cekungan tipe passive margin dengan kontrol tektonik minor geser lateral. Dari anomali magnetik, cekungan ini diindikasikan terjadi pemekaran lantai samudera dengan asosiasi patahan-patahan geser berarah ke barat laut.

Cekungan ini dibatasi oleh Punggungan Sekatak Berau di sebelah barat, Punggungan Suikerbrood dan Mangkalihat Peninsula di bagian selatan, Punggungan Sempurna Peninsula di utara, dan Laut Sulawesi di sebelah timur. Untuk sub-Cekungan Tarakan yang menjadi lokasi penelitian terletak di bagian tengah dari muara Sungai Sajau

Sub cekungan Tarakan dibagi menjadi empat sub-cekungan yaitu Sub- Cekungan Tidung, Tarakan, Berau, dan Muara (Achmad dan Samuel, 1984)

1. Sub cekungan Tarakan dibagi menjadi empat sub-cekungan yaitu Sub-
Cekungan Tidung, Tarakan, Berau, dan Muara (Achmad dan Samuel, 1984)

Tektonostratigrafi Sub-Cekungan Tarakan

Tektonostratigrafi di Sub-Cekungan Tarakan terbagi dalam tiga fase; pre-rift, syn-rift dan post-rift. Pada fase post-Rift, Sub-Cekungan Tarakan menjadi passive margin yang terbagi dalam fase transgresi dan regresi (Ellen, dkk., 2008).

Pada tahap pre-rift, stratigrafi wilayah ini dialasi batuan dasar Formasi Danau yang merupakan batuan metamorf. Konfigurasi struktur diawali oleh proses rifting selama Eosen Awal, kemudian terjadinya uplift di bagian barat selama Eosen Tengah mengakibatkan erosi di puncak tinggian Sekatak sehingga tahap ini menjadi awal pengendapan siklus-1 dan berlanjut ke siklus-2 (Biantoro, dkk., 1996). Patahan-patahan normal selama rifting ini berarah relatif barat daya – timur laut.

Untuk tahap syn-rift, sedimentasi berlangsung selama Eosen dari Formasi Sembakung dan Sujau. Secara tidak selaras di atasnya pada tahap post-rift 1 dan post-rift 2 selama Oligosen sampai Miosen Awal terendapkan sedimen yang terdiri dari Formasi Seilor, Mankabua, Tempilan, Tabalar, Mesaloi dan Naintupo. Kedua tahap post-rift tersebut berlangsung pada fase transgresi

Pada fase Regresi, menumpang secara tidak selaras di atas sedimen post-rift 2 adalah sedimen delta dan sekitarnya berturut-turut Formasi Meliat, Tabul, Santul, Tarakan dan Bunyu. Pengendapan yang berlangsung cepat pada Formasi Santul menyebabkan
pembebanan lebih sehingga terjadi re-juvenasi patahan membentuk patahan tumbuh. Patahan tumbuh ini berlanjut hingga umur Pliosen dengan pengendapan siklus ke-4 pada Formasi Tarakan. Aktivitas tektonik selama Pliosen Akhir sampai Pleistosen berubah ke kompresi menghasilkan patahan geser yang di beberapa tempat dijumpai mono-antiklin dan patahan naik. Selama proses ini terjadi pengendapan Formasi Bunyu

Stratigrafi Sub-Cekungan Tarakan (Ellen, dkk., 2008)

2. Stratigrafi Sub-Cekungan Tarakan (Ellen, dkk., 2008)

Petroleum System Cekungan Tarakan

Berdasarkan analisis geokimia, batuan induk di Sub-Cekungan Tarakan adalah serpih di Formasi Meliat dan Tabul. Dua wilayah di Sub-Deposenter Sembakung-Bangkudulis dan Deposenter-utama Bunyu Tarakan memiliki kategori paling tebal untuk kedua formasi (Biantoro, dkk. 1996). Dengan ketebalan minimal 300 m untuk ketebalan serpih, nilai reflektansi vitrinit 0,65 Ro dan paleogradien geotermal > 3,5°/100 m, wilayah penghasil hidrokarbon (kitchen area) dijumpai pada kedua wilayah tersebut (Gambar 3). Baca entri selengkapnya »


Geo-Exploration Itu Asyik

28 Oktober 2013

Semoga saja tulisan ini belum kadaluarsa . . .  .
Sehingga belum terlalu basi juga untuk di konsumsi. Lama Tampaknya saya tak menulis blog semenjak hilir mudik jadi petugas administrasi di sebuah perusahaan. Dan semoga ke Administrasian ini segera berakhir.

Tapi sebelum melanjutkan nge Blog, saya mau Ngucapin dulu terima kasih kepada rekan rekan panitia Student Chapter AAPG – Universitas Sriwijaya, yang mau saya repotkan beberapa hari yang lalu. Lalu apa hubungannya tulisan ini dengan Universitas Sriwijaya.

Ya ini bermula saya lahir di Palembang (lo hubungannya sama Unsri???) eitss sabar dulu, Universitas Sriwijaya itu adalah salah satu Universitas yang gue impikan dahulu, jauh sebelum gue berpetualang di Pesisir Utara dan sampailah di Universitas DIponegoro (Lalu apa hubungannya lagi!!) , Oke gue jawaban hubungannya adalah ketidak selarasan antara Palembang – Lampung – Brebes – Magelang – Semarang – Jakarta dan back to Palembang.

Di Depan Student Center UNSRI

Di Depan Student Center UNSRI

One Day Course

Sebenarnya sudah lama banget ingin berkunjung ke rekan rekan universitas sriwijaya dan alhamdulillah tanggal 5 Oktober 2013 kemarin semuanya sedang di permudahkan meskipun suara serak serak basah tapi semangat berbagi tetap ada. Aplaus tetap saya berikan kepada para panitia dan para peserta. Dengan segala keterbatasan mereka mampu hadir di luar batas. Universitas Sriwijaya, kampusnya di bagi menjadi beberapa tempat (itu kalau tak salah) satu di Kota Palembang dan Satu di Inderalaya, kampusnya lumayan besar dan hijau. terus terang saya kagum dengan kampus ini , tetapi sayangnya aktivitas pembelajaran di kampus ini seakan sepi , melompong bahkan berbalik dengan aktivitas di hari biasanya.

Flyer Pengumuman

Flyer Pengumuman One Day Course

Nah gambar di atas adalah flyer saat saya ngisi di sana. Alhamdulillah ada banyak peserta yang hadir tidak hanya geophysicist tetapi juga ada anak tambang dan geologi dari Universitas Sriwijaya. Dan di mulailah hari sabtu itu dengan berbagai macam aktivitas untuk belajar bareng dan mengenalkan secara umum bagaimana Industri Migas tersebut. Baca entri selengkapnya »


Menelisik Tentang Jakarta Tenggelam : Over Populasi

13 September 2013

Pernahkah terpikir bahwa Jakarta suatu saat akan tenggelam karena kelebihan populasi masyarakatnya, Isu tentang jakarta tenggelam, sudah menjadi rahasia umum para peneliti saat ini terkait sedikitnya ruang terbuka Hijau yang Jakarta punya sebagai zona resapan. Pembangunan yang mengedepankan infrastruktur dan modernisasi dan melupakan kaidah tata ruang lingkungan dan kota menyebabkan masalah banjir adalah masalah utama tentunya setelah masalah Kemacetan yang selalu menghantui Jakarta.

Kondisi Jakarta 1972 - 2005

Kondisi Jakarta 1972 – 2005

Dari gambar diatas adalah perkembangan tata guna lahan di Jakarta dimana warna Hijau di daerah Jakarta yang merupakan daerah resapan sudah tak tampak lagi. Kawan hijau inilah yang menjadi faktor penting Jakarta jikalau tidak inggin tenggelam di waktu yang akan datang. Selain itu zona bakau dan kawasan Pantai saat ini sudah terpenuhi oleh infrastruktur dan bangunan modern. berikut data populasi untuk daerah sekitar jabodetabek

Jumlah Populasi Masyarakat Jakarta

Jumlah Populasi Masyarakat Jakarta

Data diatas menunjukan jumlah yang signifikan perkembangan penduduk di Jakarta, sehingga bukan tak mungkin masalah tata kota harus di sadarin betul apalagi Isu tentang menghangatnya Planet Bumi ini. Secara geologi Jakarta merupakan kawasan Delta yang notabene dan takdirnya memang daerah limpahan ir permukan dari daerah yang lebih tinggi. Menurut Herman Mochtar dalam kajiannya “Runtutan Tataan Stratigrafi Sebagai Indikator proses penurunan (Subsidences) (studi kasus sehubungan tektonik versus amblesan jakarta)” menunjukan tentang kondisi bawah permukaan jakarta sebagai berikut

Kondisi Stratigrafi Daerah Jakarta

Kondisi Stratigrafi Daerah Jakarta (Herman Moechtar, 2012)

Endapan tersebut menunjukan limpasan sedimentasi sungai dan aliran permukaan yang membentuk wilayah Jakarta saat ini, dimana sedimentasi yang ada bersifat quarter (berumur muda0 sehingga sangat mudah labil apabila terjadi pembebanan berlebih di bagian atasnya. untuk faktor faktor tersebut perlu dilakukan penataan dan pembukaan wilayah hijau untuk mengurangi dampak suhu yang semakin panas.