Mungkin gak Planet Mars Bisa di Huni??

21 Juni 2016

sepertinya saya sudah lama tidak nge blog dan hampir 6 bulan vakum dari dunia per blog karena banyak hal yang membuat saya sedang kebingungan dengan masalah di dunia nyata, jadilah beberapa ide untuk menulis di blog mental tak bertuah. Sebenarnya ada pertanyaan di benak apabila seandainya Bumi ini terlalu padat dengan manusia apakah mungkin planet lain bisa di Huni.

Planet Mars

Planet Mars, mungkinkah bisa di Huni?

Apa itu Planet Mars

menurut tante wikipedia, Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari dewa perang Romawi, Mars. Planet ini sering dijuluki sebagai “planet merah” karena tampak dari jauh berwarna kemerah-kemerahan. Ini disebabkan oleh keberadaanbesi(III) oksida di permukaan planet Mars. Mars adalah planet bebatuan dengan atmosfer yang tipis. Di permukaan Mars terdapat kawah, gunung berapi, lembah, gurun, dan tudung es. Periode rotasi dan siklus musim Mars mirip dengan Bumi. Di Mars berdiri Olympus Mons, gunung tertinggi di Tata Surya, dan Valles Marineris, lembah terbesar di Tata Surya. Selain itu, di belahan utara terdapat cekungan Borealis yang meliputi 40% permukaan Mars.
jadi intinya secara geologi di permukaan mars tidak ubahnya seperti bumi, ada gunung, lembah, gurun dan lainnya tetapi keberadaan air di mars masih menjadi sebuah tanda tanya. Karena konon katanya air lah yang di cari di mars apakah memang air yang ikanatom nya terdiri dari atom H dan O, yang bisa menjadi penentu apakah manusia bisa hidup di sana. Baca entri selengkapnya »


Belajar Bareng Di Geologi Universitas Sriwijaya

2 November 2015
Forum Geosaintis Muda Indonesia

Forum Geosaintis Muda Indonesia

Tidak terasa, sudah hampir 3 tahun Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI), telah berdiri, dari sekedar ide yang di motori oleh Pak Rovicky yang waktu itu menjabat sebagai ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia, kemudian beberapa anak anak muda di panas panasi dan sekarang lambat laun FGMI menjadi motor penyemangat baru untuk para geosaintis muda melakukan sumbangsih pada masyarakat Indonesia.

Dari kegiatan FGMI jugalah, sudah banyak geosaintis muda berbagi inspirasi kepada mahasiswa di kampus-kampus geosains bahkan juga menjadi pelayan untuk masyarakat baik dalam mitigasi atau menyalurkan sebagian rezeki kepada korban bencana geologi. Sudah 3 tahun ini pula lah saya berkecimpung di organisasi ini, yang menurut saya lebih dari sekedar organisasi tapi rumah untuk saling berbagi pengetahuan geosains bahkan saat ini tidak hanya orang orang geosains tetapi juga di luar itupula.. tanggal 20-21 Oktober 2015 kemarin saya di berikan kesempatan untuk belajar barengt dengan mahasiswa geologi Universitas Sriwijaya. dengan jumlah yang hadir melebihi ekspetasi saya sekitar 100 mahasiswa yang hadir, mengingatkan saya yang dulu menjadi mahasiswa S1 Geologi Universitas Diponegoro dengan segala keterbatasannya. Dan dua hari itulah saya berbagi keilmuan dan saya apresiasi sekali dengan para dosen di sana dengan segala keterbatasan.
Baca entri selengkapnya »


Mengenal Palung Laut Mariana

21 September 2015

Palung laut adalah dasar laut yang dalam dan sempit dengan dinding yang curam membentuk corong dan memanjang atau bisa juga seperti jurang didalam laut, Palung Mariana ini memiliki kedalaman maksimum 10.911 meter (35.798 kaki) di bawah permukaan laut. Kalau dihitung menurut garis lintang dan garis bujur Bumi, palung ini berada 6.366,4 km dari pusat Bumi. Samudra Arktik, di sisi lain, dengan kedalaman 4 km, memiliki jarak dasar laut dengan pusat bumi sebesar ~6.352,8 km, 13,6 km lebih dekat. dan gambar dibawah ini adalah perbandingan antara palung laut mariana dengan gunung tertinggi di dunia gunung everest gan

Perbandingan Palung Laut Mariana dan Everest

Letak Palung Laut Mariana
Palung ini terletak di dasar barat laut Samudra Pasifik, sebelah timur Kepualauan Mariana di 11° 21′ Lintang Utara dan 142° 12′ Bujur Timur, dekat juga dengan negara Jepang. Palung ini merupakan batasan di mana dua lempeng tektonik bertemu, zona subduksi di mana Lempeng Pasifik disubduksi di bawah Lempeng Filipina. Kedalaman dari palung ini jauh di bawah permukaan laut, lebih jauh dari ketinggian Gunung Everest di atas permukaan laut.

Sejarah Baca entri selengkapnya »


JAWA: JALUR GUNUNGAPI TUA & JALUR GUNUNGAPI MODERN

6 Desember 2014

Oleh : Awang Harun Satyana (Geolog Senior)

Saya sedang berada di dekat Merapi, Jawa Tengah. Dari posisi saya berada cukup baik pandangan ke Merapi dan ke wilayah bagian selatan Jawa. Merapi adalah gunungapi paling aktif dari busur volkanik di Jawa sebutlah Jalur Gunungapi Modern Jawa. Sementara Pegunungan Selatan Jawa juga sesungguhnya merupakan busur volkanik sebutlah Jalur Gunungapi Tua Jawa. Dua jalur gunungapi ini, Jalur Modern dan Jalur Tua membangun Pulau Jawa sejak 45 juta tahun yang lalu sampai sekarang.

Saya ingin menulis kedua jalur gunungapi tersebut, tetapi saya memberikan tekanan ke penjelasan Jalur Gunungapi Tua yang belum banyak orang mengenalnya tidak seperti halnya Jalur Gunungapi Modern, sekaligus memenuhi janji saya kepada beberapa teman untuk menuliskan tentang para gunungapi tua ini. Semoga bermanfaat.

Busur Gunung Api Pulau Jawa

Busur Gunung Api Pulau Jawa

JALUR GUNUNGAPI MODERN JAWA

Pulau Jawa adalah pulau volkanik, pulau gunungapi. Gunungapi aktif terbanyak di Indonesia ada di Pulau Jawa, yaitu 45 gunungapi, tidak termasuk 20 kawah dan kerucut volkanik di Plato Dieng dan Plato Tengger (Wikipedia, 2014).

Puncak-puncak gunungapi dari barat ke timur menjadi titik-titik elevasi tertinggi (di atas 3000 mdpl) di pulau ini. Rangkaian gunung-gunungapi ini seolah menjadi tulang punggung pulau ini. Batuan dan sedimen yang diletuskan gunung-gunungapi ini juga membangun Pulau Jawa, memberikan tanah yang subur bagi pulau ini. Saya menyebut rangkaian gunung-gunungapi ini dalam tulisan ini sebagai “Jalur Gunungapi Modern” (Recent Volcanic Arc).

Bentukan Morfologi Gunung Api

Bentukan Morfologi Gunung Api

Komposisi rata-rata produk letusan gunung-gunungapi ini adalah andesit basaltik (Nicholls et al., 1980). Dan menurut teori tektonik lempeng, gunung-gunungapi ini dihasilkan oleh proses subduksi lempeng Samudera Hindia ke bawah Pulau Jawa. Pada kedalaman antara 100-200 km, lempeng samudera ini mengalami dehidrasi karena panas, lalu air hasil dehidrasi lempeng ini menyebabkan peleburan sebagian mantel di sekitarnya, sehingga mantel menjadi lebih cair, ringan, dan naik ke dekat permukaan menjadi magma yang lalu menjadi sumber magma bagi gunung-gunungapi di atasnya. Saat magma menembus ke permukaan karena tekanan berlebih, terjadilah erupsi terjadilah gunungapi. Rangkaian gunungapi di Pulau Jawa ini kebanyakan berposisi 100 km (Engdahl et al., 2004) di atas lempeng samudera yang menunjam di bawahnya.

Gunung-gunungapi yang dimaksud di atas umum disebut gunung-gunungapi berumur Kuarter (< 2,6 juta tahun yang lalu). Meskipun demikian, proses volkanisme telah terjadi di tempat ini sejak 10 juta tahun yang lalu (Miosen Akhir) (Soeria-Atmadja dkk., 1994). Dari 10 juta tahun yang lalu artinya telah ada gunung-gunungapi di bagian tengah Pulau Jawa ini dari barat ke timur, sehingga bisa dikatakan bahwa Pulau Jawa telah dibangun oleh volkanisme pada 10 juta tahun yang lalu. Baca entri selengkapnya »


Mereka Geologist Juga . . . .

10 November 2014

Sekarang mau cerpenkan beberapa tokoh inspiratif yang sebenarnya mereka adalah geologist yang berkarya di bidang Non-Geologi dan GeoPreneurship dan terbilang cukup sukses di bidangnya. Dan kali ini mau menceritkan sedikit profil mereka seperti di bawah ini;

1. Basuki Tjahaja Purnama (Plt. Gubernur DKI Jakarta)

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM

Siapa yang tak kenal sosok fenomenal yang sekarang ini menjabat sebagai Plt. Gubernur DKI Jakarta. Ia sosok yang lebih di kenal ahok ini , kiprahnya di dunia politik sudah tak usah di ragukan lagi. Beliau menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, sejak 16 Oktober 2014. Sebelumnya Ahok merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar namun mengundurkan diri pada 2012 setelah mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pemilukada 2012.Beliau pernah pula menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006. Ia merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur, yang populer sebutan masyarakat setempat dengan singkatan Kabupaten Beltim. Pada tahun 2012, ia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI berpasangan dengan Joko Widodo, wali kota Solo. Basuki juga merupakan kakak kandung dari Basuri Tjahaja Purnama, Bupati Kabupaten Belitung Timur (Beltim) periode 2010-2015. Dalam pemilihan gubernur Jakarta 2012, mereka memenangkan pemilu dengan presentase 53,82% suara. Pasangan ini dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Pada tanggal 1 Juni 2014, karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mengambil cuti panjang untuk menjadi calon presiden dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, Basuki Tjahaja Purnama resmi menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Setelah terpilih pada Pilpres 2014, tanggal 16 Oktober 2014 Joko Widodo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Secara otomatis, Ahok kini menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Beliau merupakan lulusan di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1990. Basuki menyelesaikan pendidikan magister pada Tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya

2. Sujatmiko (Mang Okim , Pakar Batu Mulia ) 

Mang Okim (Denisugandi.com)

Mang Okim (Denisugandi.com)

Di dunia batumulia siapa yang tak kenal Ir. H. Sujatmiko, Dipl. Seorang geolog yang menekuni batu mulia sejak 1989. Lulusan geologi ITB kemudian menekuni usaha batu mulia, melalui bendera CV. Gem Agia sejak 1989, membuka galeri Pusat Promosi Batu Mulia Indonesia di Jalan Pajajaran No 145. Kelahiran Pamekasan Madura, 24 Oktober 1941, mencari aneka macam batu yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia, termasuk fosil-fosil kayu yang telah membatu. Sujatmiko sendiri mengaku, menggeluti bisnis ini bermula dari ketidaksengajaan. Namun karena ia lulusan geologi di ITB dan hobi mengumpulkan batu, bisnis ini selalu memancing rasa tahu dirinya untuk menggeluti semakin dalam. “Ketika saya pertama membeli batu tiga truk, saya tak tahu mesti diapain batu-batu tersebut hampir selama setahun. Bahkan saya sempat ditipu, disanalah dinamikanya,” kenang Sujatmiko. Sujatmiko kini memiliki fasilitas workshop dan studio di Jl. Pasir Luhur nomor 20 Bandung, dengan karyawan sebanyak 25 orang yang bekerja di sebuah workshop seluas 4000m2 yang menjadi tempat divisi produksi bekerja, sekaligus tempat penyimpanan bahan baku batu mulia.

Baca entri selengkapnya »


Panasnya Jakarta, Bukan Karena Neraka Bocor

16 Oktober 2014

Beberapa minggu ini media tengah mengambil sebuah headline berita yang cukup menarik yaitu suhu Jakarta yang mencapai 40 derajat celcius yang artinya suhu tersebut tidak seperti biasanya. Dari beberapa cerita mengatakan beberapa hal ini di sebabkan oleh Neraka Bocor . “Ini umpatan di beberapa warung kopi yang sering menjadi bahan candaan kalau panas nya mencapai 40 derajat celcius seperti panas kopi yang sedang di seduh . . ” lalu mengapa panas jakarta bisa mencapai suhu seperti itu. Tidak lain adalah Radiasi sinar matahari yang langsung menuju permukaan di jakarta karena kurangnya uap air dan ruang serah radiasi di jakarta sehingga panas yang di sebabkan oleh radiasi menyelimuti permukaaan.

Radiasi matahari

Radiasi Matahari Ke Bumi  (Sumber: azimuthproject.org)

Radiasi Matahari Ke Bumi (Sumber: azimuthproject.org)

Radiasi Matahari sendiri adalah pancaran energi yang berasal dari proses thermonuklir yang terjadi di Matahari. Energi radiasi Matahari berbentuk sinar dan gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi Matahari sendiri terdiri dari dua yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang. Sinar yang termasuk gelombang pendek adalah sinar x, sinar gamma, sinar ultra violet, sedangkan sinar gelombang panjang adalah sinar infra merah.

Jumlah total radiasi yang diterima di permukaan bumi tergantung 4 (empat) faktor.
1.Jarak Matahari. Setiap perubahan jarak bumi dan Matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi Matahari 2.Intensitas radiasi Matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar Matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus.
3. Panjang hari (sun duration), yaitu jarak dan lamanya antara Matahari terbit dan Matahari terbenam.
4. Pengaruh atmosfer. Sinar yang melalui atmosfer sebagian akan diadsorbsi oleh gas-gas, debu dan uap air, dipantulkan kembali, dipancarkan dan sisanya diteruskan ke permukaan bumi

Cahaya matahari pada permukaan bumi terdiri dari bagian yang langsung dan bagian yang baur. Radiasi langsung datang dari arah matahari dan memberikan bayangan yang kuat pada benda. Sebaliknya radiasi baur yang tersebar dari atas awan tidak memiliki arah yang jelas tergantung pada keadan awan dan hari tersebut (ketinggian matahari), baik daya pancar maupun perbandingan antara radiasi langsung dan baur
Energi matahari yang ditransmisikan mempunyai panjang gelombang dengan range 0,25 mikrometer sampai 3 mikrometer (untuk di luar atmosfer bumi atau extraterrestrial), sedangkan untuk di atmosfer bumi berkisar antara 0,32 mikrometer sampai 2,53 mikrometer. Hanya 7% energi tersebut terdiri dari ultraviolet (AM 0), 47% adalah cahaya tampak (cahaya tampak memiliki panjang gelombang 0,4 mikrometer sampai 0,75 mikrometer), 46% merupakan cahaya inframerah.

Beberapa hal dapat mempengaruhi pengurangan intensitas irradiance pada atmosfer bumi . Pengaruh tersebut dapat berupa:
1.  Pengurangan intensitas karena refleksi (pemantulan) oleh atmosfer bumi
2.  Pengurangan intensitas oleh karena penyerapan zat-zat di dalam atmosfer (terutama oleh O3, H2O, O2, dan CO2)
3.  Pengurangan intensitas oleh karena Rayleigh scattering
4.  Pengurangan intensitas oleh karena Mie scattering

Lalu masalah atsmosfer yang makin terbuka atau di istilahkan oleh efek rumah kaca dan istilah kerennya Global warming menjadi salah satu issue yang sering di angkat. Lalu bagaimana dengan Jakarta? kurangnya ruang serap dan ruang terbuka hijau menjadi panas di Jakarta akhir akhir ini di sebabkan oleh hal tersebut tentunya ada faktor lain juga yang perlu di perhitungkan yaitu musim kemarau.

Ruang Terbuka Hijau Jakarta

Menurut Sarwo Handayani, Kepala Bappeda DKI Jakarta (www.Jakarta.go.id) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan penambah ruang terbuka hijau sebanyak 80.89 ha selama 2008 – 2010. Namun jumlah ini masih belum memenuhi standar RTH yang berdasarkan UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, dimana luas RTH minimal 30% dari luas suatu kota. Nur Febrianti dan kawan kawan tentang Ruang Terbuka Hijau di jakarta menjelaskan tentang penggunaan tata guna lahan di jakarta dapat di lihat pada gambar di bawah ini

Ruang Terbuka Hijau Jakarta 2007 dan 2013 (Nur Febrianti 2013)

Ruang Terbuka Hijau Jakarta 2007 dan 2013 (Nur Febrianti 2013)

Baca entri selengkapnya »


LNG (Liquid Natural Gas) Apakah Itu?

15 Juli 2014

Pernah dengar tentang desas desus LNG Tangguh yang harga gasnya di jual murah ke China sewaktu era presiden Megawati. Nah kemarin di tanya oleh teman , sehingga daripada lupa ya sudah saya coba tuliskan sedikit apa itu LNG dari sisi perspektif saya.

Peta LNG Indonesia

Peta LNG Indonesia

Apa itu LNG??

Gas alam cair (Liquefied natural gas, LNG) adalah gas alam yang telah diproses untuk menghilangkan ketidakmurnian dan hidrokarbon berat dan kemudian dikondensasi menjadi cairan pada tekan atmosfer dengan mendinginkannya sekitar -160° Celcius. LNG ditransportasi menggunakan kendaraan yang dirancang khusus dan ditaruh dalam tangki yang juga dirancang khusus. LNG memiliki isi sekitar 1/640 dari gas alam pada Suhu dan Tekanan Standar, membuatnya lebih hemat untuk ditransportasi jarak jauh di mana jalur pipa tidak ada. Ketika memindahkan gas alam dengan jalur pipa tidak memungkinkan atau tidak ekonomis, dia dapat ditransportasi oleh kendaraan LNG, di mana kebanyakan jenis tangki adalah membran atau “moss”.

Fakta-Fakta Tentang LNG

LNG menawarkan kepadatan energi yang sebanding dengan bahan bakar petrol dan diesel dan menghasilkan polusi yang lebih sedikit, tetapi biaya produksi yang relatif tinggi dan kebutuhan penyimpanannya yang menggunakan tangki cryogenic yang mahal telah mencegah penggunaannya dalam aplikasi komersial.
Kondisi yang dibutuhkan untuk memadatkan gas alam bergantung dari komposisi dari gas itu sendiri, pasar yang akan menerima serta proses yang digunakan, namun umumnya menggunakan suhu sekitar 120 and -170 derajat celsius (methana murni menjadi cair pada suhu -161.6 C) dengan tekanan antara 101 dan 6000 [kilopascal|kPa]] (14.7 and 870 lbf/in²).Gas alam bertakanan tinggi yang telah didapat kemudian diturunkan tekanannya untuk penyimpanan dan pengiriman.
Kepadatan LNG kira-kira 0,41-0,5 kg/L, tergantung suhu, tekanan, dan komposisi. Sebagai perbandingan, air memiliki kepadatan 1,0 kg/L.
LNG berasal dari gas alam yang merupakan campuran dari beberapa gas yang bereda sehingg tidak memililiki nilai panas yang spesifik.Nilai panasnya bergantung pada sumber gas yang digunakan dan proses yang digunakan untuk mencairkan bentuk gasnya. Nilai panas tertinggi LNG berkisar sekitar 24MJ/L pada suhu -164 derajat Celsius dan nilai terendahnya 21ML/L. Baca entri selengkapnya »


Journey To Bayah Formation (Jalan-Jalan) -1

30 April 2014
Pantai Sawarna, Bayah

Pantai Sawarna, Bayah

Di bulan April ini ternyata ada 3 hari yang  yang sangat lumayan bagus buat “Journey” yaitu tanggal 18,19, dan 20 April, dan kepikiran bagaimana memanfaatkan waktu itu lalu tercetuslah destinasi sedikit untuk ke Lapangan (Sekalian mencuci otak yang lama di Jakarta). dan sebelum jauh mencatat kan diary perjalanan kemarin ane mau ngasih ucapin terima kasih dahulu untuk Hidayat Syah Putera, Aveliansyah, Tengku Vanessa, dan Ririn yang sudah mengijinkan cerpenist Geologi ikutan bergabung untuk merasakan nikmatnya petualanan tersebut.

Destinasi nya adalah ke Formasi Bayah, Lha Kok pakai nama formasi, bukan nama daerah??? , karena background gue geologi , gue lebih suka menamai catatan kali ini dengan sebutan untuk lokasi geologi dan jadilah kita menikmati perjalanan panjang menuju Bayah Formation. Perjalanan yang akan di tempuh +/- 7 jam perjalanan itu tampaknyalumayan ngingatkan perjalanan sewaktu melintasi perbukitan barisan dari Metro menuju Bengkulu.

Yang membedakan hanyalah jalan di perjalanan ini lumayan bagus beda dengan lintas barat menuju Bengkulu yang umumnya masuk hutan lindung dengan jalan yang memang jelek. Oke back to journey. Di destinasi kali ini akan mengunjungi beberapa tempat (padahal cuman tiga ) Pertama Pantai Sawarna (Kayak sususr pantai), kedua Pantai Legan Pari, dan ketiga adalah Goa Lalay, semuanya berada di sekitar area formasi bayah.

What Its Bayah Formation

Nama Bayah diberikan oleh Koolhoven (1933) terhadap batuan tertua didaerah Banten Selatan. Nama Bayah diambil dari nama kota kecamatan di daerah Banten Selatan, kabupaten Rangkasbitung.Batuan di daerah ini terdiri dari pasir kasar, sering konglomeratan berselang-selingdengan lempung yang mengandung batubara. Beberapa penyelidik sesudah Koolhoven seperti Musper (1939, 1940) juga memakai nama Formasi Bayah untuk satuan tersebut. Jadi intinya Bayah di ambil dari nama daerah setempat yaitu Bayahyang merupakan bagian kecamatan dan masuk di dalam Propinsi Banten.

Buku Panduan Itu Bernama Geologi

Saya, Aveliansyah dan Hidayat syah putera adalah orang dengan background yang sama, sama sama perantau dan sama sama penikmat ke-Arifan Geologi. Jadilah geologi menjadi buku panduan utama kami kemanapun kelak kami berkunjung, oke untuk seterusnya saya akan memanggil Teman saya Hidayat syah putera dengan panggilan Komet. dan 2 orang cewek yang ikut berturing dan mengenal tentang Bayah ternyata berbackgroun berbeda satu alah seorang farmasi dan satu seorang Physcolog. Jadilah secara tidak langsung dominasi background yang berkuasa sepanjang perjalanan ini dan menceritakan bagaimana karang itu bisa muncul di permukan dan bagaimana batuan itu tersingkap dengan indah layaknya ukiran alam yang tak ternilai.

Dan perjalanan menuju journey pun di mulai, dan jadilah sebuah tempat di sudut selatan kota jakarta yang sekaligus menjadi tempat berteduh sahabat saya Avel menjadi tempat Titik Poin pertemuan pertama dan Jebreeet sayalah orang terakhir yang telat maklum siang hari harus ngobrol dengan bos lama saya setelah itu shalat jumat dan kembali ke kos untuk ambil beberapa perlengkapan untuk pergi (meskipun sudah saya siapkan) tapi apa daya Allah sedang memberikan kenikmatan yaitu Hujan. .  jadilah saya harus cari Taxi agak sulit, karena akan pada mengerti mencari taksi di cuaca hujan itu kayak nyari jodoh, susah susah gampang. Baca entri selengkapnya »


Aplikasi Injeksi Polimer Untuk Enhanced Oil Recovery (EOR)

8 April 2014
Aplikasi EOR untuk meninkatkan produksi migas

Aplikasi EOR untuk meninkatkan produksi migas

Secara umum proses perolehan minyak (oil recovery) di reservoir terdiri dari teknik produksi primer (primary oil recovery), teknik produksi sekunder (secondary oil recovery), dan teknik perolehan tersier (tertiary oil recovery.

Pada Teknik produksi primer (primary oil recovery), proses pengeboran pada sumur produksi dilakukan secara natural akibat adanya gaya dorong dari reservoir. Minyak yang terdapat di reservoir mengalir sendiri secara natural melalui jalur pori menuju sumur produksi akibat adanya perbedaan tekanan yang tinggi, yang berasal dari gaya pengembangan batuan dan gas alam, gaya gravitasi, gaya apung dari air dan gaya tolak menolak akibat pemadatan batuan reservoir.  Efisiensi pada primary oil recovery tergantung pada tekanan natural di dalam reservoir minyak.

Teknik produksi sekunder (secondary oil recovery) dilakukan ketika produksi minyak menurun akibat terjadinya penurunan tekanan reservoir.1 Teknik secondary oil recovery dapat dilakukan dengan menginjeksikan fluida seperti air dan/atau gas ke dalam reservoir untuk meningkatkan tekanan dan volume efisiensi penyapuan minyak di dalam reservoir. Berdasarkan jalur injeksi gas menuju reservoir, metode injeksi gas dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pemulihan tekanan, pertahanan tekanan, dan gas pendorong.

Dalam metode pemulihan tekanan, gas diinjeksikan ke formasi (hidrokarbon yang terbentuk di sekitar reservoir) melalui satu sumur, sedangkan sumur produksi lainnya  ditutup sampai tekanan pulih di sepanjang reservoir. Dalam metode pertahanan tekanan, gas yang berasal dari sumur produksi ditekan dan diinjeksikan ke sumur tertentu sebelum tekanan reservoir seluruhnya habis. Dalam metode ini, beberapa sumur dioperasikan sebagai sumur injeksi, dimana yang lain dioperasikan sebagai sumur produksi. Selain gas, air juga biasa digunakan dalam metode pertahanan tekanan, dimana air diinjeksikan ke sumur produksi melalui sumur injeksi dan air akan mendorong minyak melalui batuan reservoir menuju sumur produksi, metode ini biasa disebut dengan water flooding. Dalam metode pendorong gas, gas diinjeksi ke reservoir di bawah tekanan dan aliran gas kontinu dipertahankan dari sumur injeksi ke sumur produksi. Aliran gas mendorong minyak dalam bentuk film atau gelembung gas menuju sumur produksi.

Teknik produksi tersier (tertiary oil recovery) dilakukan karena teknik primary oil recovery dan secondary oil recovery belum dapat memproduksi minyak dari reservoir secara optimal (kurang dari 40%)2 dan masih banyak minyak yang tertinggal di reservoir. Teknik produksi tersier atau yang dikenal dengan istilah enhanced oil recovery (EOR) dilakukan dengan menginjeksikan fluida khusus, terdiri atas teknik injeksi termal, proses pelarutan gas dalam minyak (miscible gases), dan teknik kimiawi Baca entri selengkapnya »


Catatan 2014 : Merantau (Lagi)

28 Februari 2014

Inilah tulisan perdana di 2014 setelah susah banget cari ide nulis akhir-akhir ini dan akhirnya secara tak sengaja nyoba nyoba nulis lagi, mengumpulkan sisa semangat yang ter urai di akhir tahun 2013.  kenapa harus dengan judul Catatan 2014, karena 2014 ini tahun politik tahun di mana semua kebergantungan ekonomi dan sosial selama 5 tahun ke depan akan di tentukan di Tahun ini.

1. Merantau

Hal yang pertama di tanyakan orang tua kepada saya di tahun ini adalah??? “Adek tahun ini di perusahaan yang lama atau di perusahaan baru. Jadi selama kerja, orang tua gue hanya mengenal 2 nama perusahaan yaitu perusahaan lama dan baru. sangking tidak tetapnya kemana gue kerja. Hampir semenjak lulus selalu berganti seragam. Oke , kenapa gue tulis tulisan ini dengan judul merantau karena ada syair yang begitu mengena di hati tentang merantau.

merantaulah… Agar kamu tau bagaimana rasanya rindu dan kemana kau harus pulang.

merantaulah… engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga.

merantaulah… engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali.

merantaulah… akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya. pada kampung halamanmu. pada mereka yg kau tinggalkan.

merantaulah… engkau akan menghargai tiap detik waktu yg kamu lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kamu pulang ke rumah.

merantaulah… engkau kan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepasmu pergi jauh.

merantaulah… engkau kan lebih mengerti arti sebuah perpisahan.

merantaulah… semakin jauh tanah rantauan, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang

Sekali lagi.. Merantaulah… engkau kan tahu kenapa kau harus pulang dan engkaupun kan tahu siapa yang akan kau rindu…

Orang yg berilmu & beradab tdk akn diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan MERANTAULAH ke negeri orang lain..#Negeri5Menara

Nah jadi inilah ulasan yang selalu ingin gue katakan kepada orang tua gue, bahwa saat ini gue sedang merantau, menjejakkan kaki ketempat yang belum pernah di jejakkan, mengenggam mimpi – mimpi yang bertebaran layaknya daun-daun berserakan, merasakan tiupan angin pantai yang begitu sepoinya dan merasakan betapa sahabatnya hutan-hutan pegunungan itu. Daripada banyak nge-Hayal inilah saat yang tepat untuk kembali Merantau lagi.

Di oktober, tahun 2011 di pinggiran sungai musi ada seorang pelaut yang telah melalang buana ke seluruh negeri dan dia selalu mengatakan, anak muda, kau harus bangga pada Negeri ini, Negeri di mana tak pernah merasakan dinginnya salju yang begitu menusuk ke tubuh, negeri di mana Matahari selalu bersinar di Siang hari yang di Eropa sendiripun merindukan teriknya matahari. Negeri di mana tanahnya begitu subur bak permadani hijau yang tak ternilai, di jazirah arab sana mereka begitu merindukan kehijauan alam, Negeri yang terlalu kayak akan air, di mana musim hujan hampir turun di sepanjang tahun, di Afrika sana, mereka begitu merindukan hujan untuk menghapuskan panas-panas padang pasir dan daratan mereka.

Gila bener si pelaut tua itu mengatakan kata-kata itu bak peribahasa yang selalu terngiang kenapa gue harus merantau di hampir seluruh negeri ini, INDONESIA, dan Geologist adalah jalan terbaik untuk bisa mencicipi bagaimana Bijaksananya Allah mengelola alam ini, di padukannya Gunung Api dengan Lautan dan di seimbangkan daratan olehya. lalu nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan.

2. Antara Mimpi dan Kenyataan

Oke tulisan mimpi itu masih rapi , dan masih tertulis jelas umur maksimu 27 tahun gue harus bisa nyicipi bagaimana hitamnya Minyak dan Batubara, dan alhamdulillah semuanya sudah aku rasakan, aku pegang dan aku nikmati bagaimana mimpi mimpi itu sekarang jadi kenyataan. Tetapi banyak kawan selalu menanyakan, kenapa tak coba perusahaan Migas besar brurr???? dn sebenarnya ingin aku jawab, dengan kata-kata seperti ini ” brurr ini kenyataan, di tengah usia gue yang relatif menuju dewasa, dunia sudah ada jawabannya, dan semenjak gue lulus kuliah dunia ini berasa ada di punggung nurani antara Mimpi dan Kenyataan. Tapi inilah hidup tak selalu manis meskipun di usia baru 26 tahun gaji 20 Juta per bulan sudah pasti di tangan, tapi mimpi gue gak sampai di situ, gue mau kuliah lagi, nyelesaikan S2 , kemudian lanjut e doktor dan menjadi dosen, ya mimpi terakhir gue adalah jadi Dosen, cita  cita yang telah membawaku terbang, belajar dari guru ke guru, dari satu tempat ke tempat lainnya.

dan Geologi adalah sebuah alasan yang tempat yang bisa lo jadikan untuk mewujudkan semua Mimpi lo jadi kenyataan, “Geologi itu bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya bisa berawal dari geologi” .

Baca entri selengkapnya »


Tarakan, Mutiara Delta di Timur Laut Kalimantan

22 November 2013

Menurut Lentini Dan Darman 1996, Cekungan Tarakan termasuk daerah delta pada cekungan tipe passive margin dengan kontrol tektonik minor geser lateral. Dari anomali magnetik, cekungan ini diindikasikan terjadi pemekaran lantai samudera dengan asosiasi patahan-patahan geser berarah ke barat laut.

Cekungan ini dibatasi oleh Punggungan Sekatak Berau di sebelah barat, Punggungan Suikerbrood dan Mangkalihat Peninsula di bagian selatan, Punggungan Sempurna Peninsula di utara, dan Laut Sulawesi di sebelah timur. Untuk sub-Cekungan Tarakan yang menjadi lokasi penelitian terletak di bagian tengah dari muara Sungai Sajau

Sub cekungan Tarakan dibagi menjadi empat sub-cekungan yaitu Sub- Cekungan Tidung, Tarakan, Berau, dan Muara (Achmad dan Samuel, 1984)

1. Sub cekungan Tarakan dibagi menjadi empat sub-cekungan yaitu Sub-
Cekungan Tidung, Tarakan, Berau, dan Muara (Achmad dan Samuel, 1984)

Tektonostratigrafi Sub-Cekungan Tarakan

Tektonostratigrafi di Sub-Cekungan Tarakan terbagi dalam tiga fase; pre-rift, syn-rift dan post-rift. Pada fase post-Rift, Sub-Cekungan Tarakan menjadi passive margin yang terbagi dalam fase transgresi dan regresi (Ellen, dkk., 2008).

Pada tahap pre-rift, stratigrafi wilayah ini dialasi batuan dasar Formasi Danau yang merupakan batuan metamorf. Konfigurasi struktur diawali oleh proses rifting selama Eosen Awal, kemudian terjadinya uplift di bagian barat selama Eosen Tengah mengakibatkan erosi di puncak tinggian Sekatak sehingga tahap ini menjadi awal pengendapan siklus-1 dan berlanjut ke siklus-2 (Biantoro, dkk., 1996). Patahan-patahan normal selama rifting ini berarah relatif barat daya – timur laut.

Untuk tahap syn-rift, sedimentasi berlangsung selama Eosen dari Formasi Sembakung dan Sujau. Secara tidak selaras di atasnya pada tahap post-rift 1 dan post-rift 2 selama Oligosen sampai Miosen Awal terendapkan sedimen yang terdiri dari Formasi Seilor, Mankabua, Tempilan, Tabalar, Mesaloi dan Naintupo. Kedua tahap post-rift tersebut berlangsung pada fase transgresi

Pada fase Regresi, menumpang secara tidak selaras di atas sedimen post-rift 2 adalah sedimen delta dan sekitarnya berturut-turut Formasi Meliat, Tabul, Santul, Tarakan dan Bunyu. Pengendapan yang berlangsung cepat pada Formasi Santul menyebabkan
pembebanan lebih sehingga terjadi re-juvenasi patahan membentuk patahan tumbuh. Patahan tumbuh ini berlanjut hingga umur Pliosen dengan pengendapan siklus ke-4 pada Formasi Tarakan. Aktivitas tektonik selama Pliosen Akhir sampai Pleistosen berubah ke kompresi menghasilkan patahan geser yang di beberapa tempat dijumpai mono-antiklin dan patahan naik. Selama proses ini terjadi pengendapan Formasi Bunyu

Stratigrafi Sub-Cekungan Tarakan (Ellen, dkk., 2008)

2. Stratigrafi Sub-Cekungan Tarakan (Ellen, dkk., 2008)

Petroleum System Cekungan Tarakan

Berdasarkan analisis geokimia, batuan induk di Sub-Cekungan Tarakan adalah serpih di Formasi Meliat dan Tabul. Dua wilayah di Sub-Deposenter Sembakung-Bangkudulis dan Deposenter-utama Bunyu Tarakan memiliki kategori paling tebal untuk kedua formasi (Biantoro, dkk. 1996). Dengan ketebalan minimal 300 m untuk ketebalan serpih, nilai reflektansi vitrinit 0,65 Ro dan paleogradien geotermal > 3,5°/100 m, wilayah penghasil hidrokarbon (kitchen area) dijumpai pada kedua wilayah tersebut (Gambar 3). Baca entri selengkapnya »


Geo-Exploration Itu Asyik

28 Oktober 2013

Semoga saja tulisan ini belum kadaluarsa . . .  .
Sehingga belum terlalu basi juga untuk di konsumsi. Lama Tampaknya saya tak menulis blog semenjak hilir mudik jadi petugas administrasi di sebuah perusahaan. Dan semoga ke Administrasian ini segera berakhir.

Tapi sebelum melanjutkan nge Blog, saya mau Ngucapin dulu terima kasih kepada rekan rekan panitia Student Chapter AAPG – Universitas Sriwijaya, yang mau saya repotkan beberapa hari yang lalu. Lalu apa hubungannya tulisan ini dengan Universitas Sriwijaya.

Ya ini bermula saya lahir di Palembang (lo hubungannya sama Unsri???) eitss sabar dulu, Universitas Sriwijaya itu adalah salah satu Universitas yang gue impikan dahulu, jauh sebelum gue berpetualang di Pesisir Utara dan sampailah di Universitas DIponegoro (Lalu apa hubungannya lagi!!) , Oke gue jawaban hubungannya adalah ketidak selarasan antara Palembang – Lampung – Brebes – Magelang – Semarang – Jakarta dan back to Palembang.

Di Depan Student Center UNSRI

Di Depan Student Center UNSRI

One Day Course

Sebenarnya sudah lama banget ingin berkunjung ke rekan rekan universitas sriwijaya dan alhamdulillah tanggal 5 Oktober 2013 kemarin semuanya sedang di permudahkan meskipun suara serak serak basah tapi semangat berbagi tetap ada. Aplaus tetap saya berikan kepada para panitia dan para peserta. Dengan segala keterbatasan mereka mampu hadir di luar batas. Universitas Sriwijaya, kampusnya di bagi menjadi beberapa tempat (itu kalau tak salah) satu di Kota Palembang dan Satu di Inderalaya, kampusnya lumayan besar dan hijau. terus terang saya kagum dengan kampus ini , tetapi sayangnya aktivitas pembelajaran di kampus ini seakan sepi , melompong bahkan berbalik dengan aktivitas di hari biasanya.

Flyer Pengumuman

Flyer Pengumuman One Day Course

Nah gambar di atas adalah flyer saat saya ngisi di sana. Alhamdulillah ada banyak peserta yang hadir tidak hanya geophysicist tetapi juga ada anak tambang dan geologi dari Universitas Sriwijaya. Dan di mulailah hari sabtu itu dengan berbagai macam aktivitas untuk belajar bareng dan mengenalkan secara umum bagaimana Industri Migas tersebut. Baca entri selengkapnya »


Subsidence, Turunnya Muka Tanah

14 April 2013
Tanah

Penurunan Permukaan Tanah

Mencoba membagikan tulisan dan semoga bermanfaat, kali ini cerpenist ingin mensharing tentang penurunan muka air tanah yang sering kali terjadi di beberapa kota besar atau di sejumlah daerah. Tulisan ini saya sumberkan dari beberapa tulisan ilmiah yang saya ambil dari beberapa tempat untuk penguatan referensi tulisan ini.

Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan suatu proses gerakan penurunan muka tanah yang didasarkan atas suatu datum tertentu (kerangka referensi geodesi) dimana terdapat berbagai macam variabel penyebabnya (Marfai, 2006). Penurunan muka tanah ini di akibatkan oleh banyak hal seperti pembebanan di atas permukaan, hilangnya air tanah akibat eksploitasi berlebihan, gempa yang mengakibatkan rusaknya struktur tanah,  ketidakstabilan bidang tanah akibat proses tertentu, dan sebagainya.

Penurunan muka tanah ini secara tidak langsung pemaksaan memadatkan struktur tanah yang belum padat menjadi padat. UMumnya terjadi pada daerah yang tadinya berupa rawa, delta, endapan banir dan sebagainya yang di alihkan fungsi tataguna lahannya tanpa melakukan rekayasa tanah terlebih dahulu

Umumnya Kota-Kota Besar di Indonesia berada pada zona limpasan dataran banjir dan Rawa

Jakarta, Semarang, Palembang, Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya di Indoesia mengalami permasalahan subsidence ini. memang penurunan terkadang tidak ekstrem setiap tahunnya di beberapa wilayah tetapi bukan tak mungkin bila di biarkan terus menerus akan berdampak munculnya kerugian tidak hanya material tetapi juga korban jiwa.

Fase Penurunan Muka Tanah

Contoh Fase Penurunan Muka Tanah

Menanggulangi Subsidence

Untuk melakukan penanggulangan turunnya muka tanah biasanya dilakukan beberapa tahap penelitian terhadap struktur tanah seperti daya dukung tanah, tebal dan komposisi struktur bawah permukaan, kondisi geologi, dan berbagai hal yang terkait. Cara penangulanggan pun bermacam macam berdasarkan hasil kajian dari faktor yang mempengaruhi subsidence tersebut salah satu penanggulangannya adalah memperkuat daya dukung tanah dengan cara melakukan rekayasa geoteknik seperti suntik semen, melakukan pembangunan pondasi pada struktur tanah yang tepat, melakukan pergantian tanah lunak dengan tanah yang relatif lebih kompak, memanfaatkan penggunaan air tanah seperlunya tanpa melakukan eksploitasi berlebihan. Baca entri selengkapnya »


Mengapa Migas Blok Mahakam Begitu Penting?

28 Februari 2013

Pembicaraan media akhir akhir ini banyak yang berbicara tentang Blok Mahakam. Secara keseluruhan pengelolaan blok Mahakam saat ini dikelola di bawah PMA yaitu Total dan INPEX. Kewenangan kontrak ini akan berakhir tahun 2017 yang artinya sudah tak lama akan terjadi tawar menawar atau apabila ada keputusan berani Pemerintah yang akan mengelolanya kembali.

Area Blok Mahakam Dan Sekitarnya (Ken Mc Clay,2000)

Area Blok Mahakam Dan Sekitarnya (Ken Mc Clay,2000)

Berdasarkan studi dan informasi bahwa keseluruhan cadangan yang tersedia di Blok Mahakam sekitar 27 triliun cubik (tcf). Sekitar 50 persen 13,5 tcf) cadangan yang dieskploitasi, dengan pendapatan kotor sekitar 100 miliar Dollar AS. Sedangkan cadangan yang tersisa saat ini sekitar 12,5 tcf. Dengan harga gas yang terus naik, Blok Mahakam berpotensi menghasilkan pendapatan kotor sebesar 187 miliar Dollar AS atau sekitar Rp. 1.700 triliun (Sumber : berbagai media), sangat di sayangkan apabila pengelolaan tersebut tidak dipercayakan oleh anak negeri khususnya lembaga atau badan usaha Migas Negara dalam hal ini Pertamina.
Pada tulisan sebelumnya tentang geologi delta mahakam (https://syawal88.wordpress.com/2012/10/24/mengenal-lebih-dekat-tentang-delta-mahakam/) dijelaskan mengapa daerah ini sangat fenomenal secara geologinya.  Baca entri selengkapnya »


Jakarta Vs Venesia, “berandai-andai”?

12 Februari 2013

Seberapa Prospek Jakarta menjadi kota pariwisata air seperti venesia, Italia. Sepertinya akan menarik jikalau akan memanfaatkan potensi sungai di daerah dan tentunya banjir yang sering terjadi. Nah Cerpenist coba berandai-andai seandainya Jakarta di bandingkan dengan Venesia bias jadi hasilnya seperti ini

Jakarta

Venesia, Italy

Lalu baimana dengan pemukiman di bantaran kali ciliwung dengan pemukiman di daerah venesia.

Pemukiman Di Bantaran Kali Jakarta

Pemukiman Di Bantara Kali Venesia

Atau berangan-angan apa yang bakal mengisi sungai sungai antara Jakarta dan Venesia mungkin inilah perbandingannya saat ini.

Sampah Mengisi Sungai Jakarta

Burung-burung mengisi Sungai Venesia

Baca entri selengkapnya »