Aplikasi Injeksi Polimer Untuk Enhanced Oil Recovery (EOR)

8 April 2014
Aplikasi EOR untuk meninkatkan produksi migas

Aplikasi EOR untuk meninkatkan produksi migas

Secara umum proses perolehan minyak (oil recovery) di reservoir terdiri dari teknik produksi primer (primary oil recovery), teknik produksi sekunder (secondary oil recovery), dan teknik perolehan tersier (tertiary oil recovery.

Pada Teknik produksi primer (primary oil recovery), proses pengeboran pada sumur produksi dilakukan secara natural akibat adanya gaya dorong dari reservoir. Minyak yang terdapat di reservoir mengalir sendiri secara natural melalui jalur pori menuju sumur produksi akibat adanya perbedaan tekanan yang tinggi, yang berasal dari gaya pengembangan batuan dan gas alam, gaya gravitasi, gaya apung dari air dan gaya tolak menolak akibat pemadatan batuan reservoir.  Efisiensi pada primary oil recovery tergantung pada tekanan natural di dalam reservoir minyak.

Teknik produksi sekunder (secondary oil recovery) dilakukan ketika produksi minyak menurun akibat terjadinya penurunan tekanan reservoir.1 Teknik secondary oil recovery dapat dilakukan dengan menginjeksikan fluida seperti air dan/atau gas ke dalam reservoir untuk meningkatkan tekanan dan volume efisiensi penyapuan minyak di dalam reservoir. Berdasarkan jalur injeksi gas menuju reservoir, metode injeksi gas dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pemulihan tekanan, pertahanan tekanan, dan gas pendorong.

Dalam metode pemulihan tekanan, gas diinjeksikan ke formasi (hidrokarbon yang terbentuk di sekitar reservoir) melalui satu sumur, sedangkan sumur produksi lainnya  ditutup sampai tekanan pulih di sepanjang reservoir. Dalam metode pertahanan tekanan, gas yang berasal dari sumur produksi ditekan dan diinjeksikan ke sumur tertentu sebelum tekanan reservoir seluruhnya habis. Dalam metode ini, beberapa sumur dioperasikan sebagai sumur injeksi, dimana yang lain dioperasikan sebagai sumur produksi. Selain gas, air juga biasa digunakan dalam metode pertahanan tekanan, dimana air diinjeksikan ke sumur produksi melalui sumur injeksi dan air akan mendorong minyak melalui batuan reservoir menuju sumur produksi, metode ini biasa disebut dengan water flooding. Dalam metode pendorong gas, gas diinjeksi ke reservoir di bawah tekanan dan aliran gas kontinu dipertahankan dari sumur injeksi ke sumur produksi. Aliran gas mendorong minyak dalam bentuk film atau gelembung gas menuju sumur produksi.

Teknik produksi tersier (tertiary oil recovery) dilakukan karena teknik primary oil recovery dan secondary oil recovery belum dapat memproduksi minyak dari reservoir secara optimal (kurang dari 40%)2 dan masih banyak minyak yang tertinggal di reservoir. Teknik produksi tersier atau yang dikenal dengan istilah enhanced oil recovery (EOR) dilakukan dengan menginjeksikan fluida khusus, terdiri atas teknik injeksi termal, proses pelarutan gas dalam minyak (miscible gases), dan teknik kimiawi Baca entri selengkapnya »