Belajar Bareng Di Geologi Universitas Sriwijaya

2 November 2015
Forum Geosaintis Muda Indonesia

Forum Geosaintis Muda Indonesia

Tidak terasa, sudah hampir 3 tahun Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI), telah berdiri, dari sekedar ide yang di motori oleh Pak Rovicky yang waktu itu menjabat sebagai ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia, kemudian beberapa anak anak muda di panas panasi dan sekarang lambat laun FGMI menjadi motor penyemangat baru untuk para geosaintis muda melakukan sumbangsih pada masyarakat Indonesia.

Dari kegiatan FGMI jugalah, sudah banyak geosaintis muda berbagi inspirasi kepada mahasiswa di kampus-kampus geosains bahkan juga menjadi pelayan untuk masyarakat baik dalam mitigasi atau menyalurkan sebagian rezeki kepada korban bencana geologi. Sudah 3 tahun ini pula lah saya berkecimpung di organisasi ini, yang menurut saya lebih dari sekedar organisasi tapi rumah untuk saling berbagi pengetahuan geosains bahkan saat ini tidak hanya orang orang geosains tetapi juga di luar itupula.. tanggal 20-21 Oktober 2015 kemarin saya di berikan kesempatan untuk belajar barengt dengan mahasiswa geologi Universitas Sriwijaya. dengan jumlah yang hadir melebihi ekspetasi saya sekitar 100 mahasiswa yang hadir, mengingatkan saya yang dulu menjadi mahasiswa S1 Geologi Universitas Diponegoro dengan segala keterbatasannya. Dan dua hari itulah saya berbagi keilmuan dan saya apresiasi sekali dengan para dosen di sana dengan segala keterbatasan.
Baca entri selengkapnya »

Iklan

Universitas Itu Bernama Perpustakaan Ilmu

27 November 2012

Awang Harun Satyana, ya beliau Geolog yang sangat beruntung dimiliki Indonesia saat ini, dan salah satu orang yang membuat saya kagum terhadap beberapa tulisannya dan karyanya, Dari seorang sahabat saya sedikit membaca profil beliau dan dari akun facebook nya beliau menjabarkan tentang Universitas yang ia dapati pasca lulus dari sarjana Geologi Universitas Padjajaran, Universitas itu bukanlah Universitas ternama yang menghasilkan geolog handal di bidangnya tetapi dari sebuah Universitas bernama, “Perpustakaan Ilmu” , dan berikut yang saya dapati kata-kata beliau dari akun facebook beliau tentang Guru-guru hebat di dalam perpustakaan tersebut :

Sebagian Buku yang dimiliki Pak Awang Harun Satyana dari 9000 Buku yang ia Kumpulkan

ini ruangan kerja saya sekaligus pojok sekolah saya. Kalau saya di rumah, hampir sebagian besar waktu saya ada di pojokan ini, terutama mulai jam 22 sampai dini hari. Ini sebagian saja dari sekitar 9000 buku yang saya mulai kumpulkan dari 33 tahun yang lalu. Berbagai ilmu dari berbagai zaman ada di dalamnya. Inilah sekolah saya, tanpa teman, tanpa lulus, tanpa gelar, dengan ribuan guru bernama para penulis buku. Hampir 300 publikasi paper, artikel, buku2 kursus teknis, dll sudah saya hasilkan dalam 20 tahun terakhir, sebagian ditulis dari pojokan ini, di tengah keheningan malam atau dini hari hanya dengan satu jiwa: passion, dan satu spirit: ekstrem autodidak!

sekali kita mempunyai cinta yang dalam akan suatu ilmu, tentu kita akan menekuninya dan berbuat banyak untuknya, juga menceritakannya kepada banyak orang; tidak peduli kita dihargai atau tidak, tidak peduli kita bekerja sebagai peneliti atau bukan. Hanya dibutuhkan cinta, ketekunan, konsistensi dan keberanian; maka semuanya akan terjadi dengan baik dan suatu saat akan terjadi bahwa ilmu tersebut berbalik mencintai kita.

Ini pojok yang nyaman buat saya. Dengan hampir 9000 buku di rumah, sekitar 1000 buku di foto ini, cukup sulit menempatkannya. Hampir semua dinding di rumah sudah ditutupi rak2 buku, rak2 buku juga ditinggikan dari tahun ke tahun, akhirnya mencapai langit2, he2… Buku2 itu telah banyak menemani saya kala sendiri, melatih pikiran, meluaskan pengetahuan, dan membantu saya dalam menghasilkan karya2 tulis.

Kho Ping Hoo seri Bukek Siansu, Suma Han, Pendekar Super Sakti dll, seri Godam, Gundala, seri Jaka Sembung, seri si Buta Gua Hantu, Mandala pendekar sungai ular, Panji Tengkorak, atau wayang2 RA Kosasih, atau seri komik2 cerita dunia dalam 3 warna seperti Gulliver, Pulau Harta, dsb (pasti Herman tahu ini) itu koleksi2 saya saat SMP-SMA yang masih ada sampai sekarang, ditambahi lagi seri Dora Emon, Dragon Ball dll anime Jepang bawaan anak2 saya saat mereka masih SD-SMP ada juga. Juga novel2 asli atau terjemahan dari novelist Pearl S Buck, John Grisham, dll atau Marga T dan Mira W, dan seri lengkap Harry Potter bawaan istri saya, semua ada, termasuk roman2 Indonesia dari Pujangga Baru ada semua, di dalam satu kamar sendiri, kamar buku2 fiksi namanya. Dari 9000 koleksi buku itu, sekitar 2000 buku2 fiksi.

meskipun buku2 klasik kini mesti bersaing dengan buku2 atau publikasi digital yang dengan mudah diakses dari Ipad, elegi Gutenberg namanya – saat buku2 cetak tergusur buku2 digital, buku2 klasik yang tetap saya sukai, ada perasaan tertentu yang tak tergantikan oleh digitalisasi tersebut. Rumah saya pertama dulu, hampir 20 tahun yl, walupun kecil saja, 3 kamar, 2 kamarnya perpustakaan he2…sebab saya membawa sekitar 3000 buku, istri saya membawa 1000 buku. Betul, setiap penulis pasti pembaca.

mempunyai perpustakaan sendiri adalah salah satu cita-cita saya dari kecil. Dari sejak SD kelas 6 saya sudah menggunakan semua uang jajan saya buat beli buku, saya juga menyurati kedubes2 asing di Jakarta buat minta buku. Saya juga suka memulung buku2 dari tempat sampah rumah2 gedongan. Akhir tahun pelajaran biasanya waktu terbaik buat saya berburu buku2 bekas di tempat sampah tersebut, sebab buku2 pelajaran anak2 rumah gedongan itu biasanya dibuang saja. Dan seminggu sekali saya menghabiskan waktu berburu buku di tukang loak, sebab hanya buku2 loak yang terbeli oleh saya sebagai anak SD-SMA. Apa yang saya peroleh dengan sulit, pasti akan saya pertahankan semampu saya. Buku2 dari segala zaman itulah guru2 saya.

Itulah tulisan beliau yang tentunya bagi siapapun yang membaca akan tahu betul bagaimana guru-guru hebat tersebut telah membentuk pengetahuan Pak Awang Harun Satyana yang membuat siapapun akan kagum melihatnya.

Dan berikut tulisan mengenai profil beliau yang saya ambil dari blog sahabat saya http://aveliansyah.wordpress.com

Profil : Awang Harun Satyana Baca entri selengkapnya »