Catatan 2014 : Merantau (Lagi)

28 Februari 2014

Inilah tulisan perdana di 2014 setelah susah banget cari ide nulis akhir-akhir ini dan akhirnya secara tak sengaja nyoba nyoba nulis lagi, mengumpulkan sisa semangat yang ter urai di akhir tahun 2013.  kenapa harus dengan judul Catatan 2014, karena 2014 ini tahun politik tahun di mana semua kebergantungan ekonomi dan sosial selama 5 tahun ke depan akan di tentukan di Tahun ini.

1. Merantau

Hal yang pertama di tanyakan orang tua kepada saya di tahun ini adalah??? “Adek tahun ini di perusahaan yang lama atau di perusahaan baru. Jadi selama kerja, orang tua gue hanya mengenal 2 nama perusahaan yaitu perusahaan lama dan baru. sangking tidak tetapnya kemana gue kerja. Hampir semenjak lulus selalu berganti seragam. Oke , kenapa gue tulis tulisan ini dengan judul merantau karena ada syair yang begitu mengena di hati tentang merantau.

merantaulah… Agar kamu tau bagaimana rasanya rindu dan kemana kau harus pulang.

merantaulah… engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga.

merantaulah… engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali.

merantaulah… akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya. pada kampung halamanmu. pada mereka yg kau tinggalkan.

merantaulah… engkau akan menghargai tiap detik waktu yg kamu lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kamu pulang ke rumah.

merantaulah… engkau kan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepasmu pergi jauh.

merantaulah… engkau kan lebih mengerti arti sebuah perpisahan.

merantaulah… semakin jauh tanah rantauan, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang

Sekali lagi.. Merantaulah… engkau kan tahu kenapa kau harus pulang dan engkaupun kan tahu siapa yang akan kau rindu…

Orang yg berilmu & beradab tdk akn diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan MERANTAULAH ke negeri orang lain..#Negeri5Menara

Nah jadi inilah ulasan yang selalu ingin gue katakan kepada orang tua gue, bahwa saat ini gue sedang merantau, menjejakkan kaki ketempat yang belum pernah di jejakkan, mengenggam mimpi – mimpi yang bertebaran layaknya daun-daun berserakan, merasakan tiupan angin pantai yang begitu sepoinya dan merasakan betapa sahabatnya hutan-hutan pegunungan itu. Daripada banyak nge-Hayal inilah saat yang tepat untuk kembali Merantau lagi.

Di oktober, tahun 2011 di pinggiran sungai musi ada seorang pelaut yang telah melalang buana ke seluruh negeri dan dia selalu mengatakan, anak muda, kau harus bangga pada Negeri ini, Negeri di mana tak pernah merasakan dinginnya salju yang begitu menusuk ke tubuh, negeri di mana Matahari selalu bersinar di Siang hari yang di Eropa sendiripun merindukan teriknya matahari. Negeri di mana tanahnya begitu subur bak permadani hijau yang tak ternilai, di jazirah arab sana mereka begitu merindukan kehijauan alam, Negeri yang terlalu kayak akan air, di mana musim hujan hampir turun di sepanjang tahun, di Afrika sana, mereka begitu merindukan hujan untuk menghapuskan panas-panas padang pasir dan daratan mereka.

Gila bener si pelaut tua itu mengatakan kata-kata itu bak peribahasa yang selalu terngiang kenapa gue harus merantau di hampir seluruh negeri ini, INDONESIA, dan Geologist adalah jalan terbaik untuk bisa mencicipi bagaimana Bijaksananya Allah mengelola alam ini, di padukannya Gunung Api dengan Lautan dan di seimbangkan daratan olehya. lalu nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan.

2. Antara Mimpi dan Kenyataan

Oke tulisan mimpi itu masih rapi , dan masih tertulis jelas umur maksimu 27 tahun gue harus bisa nyicipi bagaimana hitamnya Minyak dan Batubara, dan alhamdulillah semuanya sudah aku rasakan, aku pegang dan aku nikmati bagaimana mimpi mimpi itu sekarang jadi kenyataan. Tetapi banyak kawan selalu menanyakan, kenapa tak coba perusahaan Migas besar brurr???? dn sebenarnya ingin aku jawab, dengan kata-kata seperti ini ” brurr ini kenyataan, di tengah usia gue yang relatif menuju dewasa, dunia sudah ada jawabannya, dan semenjak gue lulus kuliah dunia ini berasa ada di punggung nurani antara Mimpi dan Kenyataan. Tapi inilah hidup tak selalu manis meskipun di usia baru 26 tahun gaji 20 Juta per bulan sudah pasti di tangan, tapi mimpi gue gak sampai di situ, gue mau kuliah lagi, nyelesaikan S2 , kemudian lanjut e doktor dan menjadi dosen, ya mimpi terakhir gue adalah jadi Dosen, cita  cita yang telah membawaku terbang, belajar dari guru ke guru, dari satu tempat ke tempat lainnya.

dan Geologi adalah sebuah alasan yang tempat yang bisa lo jadikan untuk mewujudkan semua Mimpi lo jadi kenyataan, “Geologi itu bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya bisa berawal dari geologi” .

Baca entri selengkapnya »

Iklan