Benarkah Kejayaan Maritim Itu cuman masa lalu

31 Oktober 2014

Kali ini mau nge Cerpen-kan tentang Maritim Indonesia. Kenapa cukup menarik untuk di dongengkan karena ternyata Maritim lagi naik dunia di tengah pengumuman “Kabinet Kerja” oleh Pak Jokowi seminggu yang lalu.  Lalu seberapa menarikah Indonesia dari segi Maritim .

1. Sejarah Kejayaan Nusantara Lama Di Kenal Eropa

Adalah Alfonso de Albuquerque yang merupakan panglima angkatan laut terbesar pada masa itu. Pada tahun 1503 Albuquerque berangkat menuju India, dan pada tahun 1510, dia menaklukan Goa di Pantai Barat yang kemudian menjadi pangkalan tetap Portugis. Pada waktu itu telah dibangun pangkalan-pangkalan di tempat-tempat yang agak ke barat, yaitu di Ormuzdan Sokotra. Rencananya ialah untuk mendominasi perdagangan laut di Asia dengan cara membangun pangkalan tetap di tempat-tempat krusial yang dapat digunakan untuk mengarahkan teknologi militer Portugis yang tinggi. Pada tahun 1510, setelah mengalami banyak pertempuran, penderitaan, dan kekacauan internal, tampaknya Portugis hampir mencapai tujuannya. Sasaran yang paling penting adalah menyerang ujung timur perdagangan Asia di Maluku. Saat itu Kekayaan Nusantara menjadi perbincangan di antara para pedagang  di India dan Asia Tengah.

Explorasi Negara Eropa di Dunia  (Sumber:http://4.bp.blogspot.com)

Explorasi Negara Eropa di Dunia (Sumber:http://4.bp.blogspot.com)

Setelah mendengar laporan-laporan pertama dari para pedagang Asia mengenai kekayaan Malaka yang sangat besar, Raja Portugis mengutus Diogo Lopez de Sequiera untuk menekan Malaka, menjalin hubungan persahabatan dengan penguasanya, dan menetap disana sebagai wakil Portugis di sebelah timur India. Tugas Sequiera tersebut tidak mungkin terlaksana seluruhnya saat dia tiba di Maluku pada tahun 1509. Pada mulanya dia disambut dengan baik oleh Sultan Mahmud Syah (1488-1528), tetapi kemudian komunitas dagang internasional yang ada di kota itu meyakinkan Mahmud bahwa Portugis merupakan ancaman besar baginya. Akhirnya, Sultan Mahmud melawan Sequiera, menawan beberapa orang anak buahnya, dan membunuh beberapa yang lain. Ia juga mencoba menyerang empat kapal Portugis, tetapi keempat kapal tersebut berhasil berlayar ke laut lepas. Seperti yang telah terjadi di tempat-tempat yang lebih ke barat, tampak jelas bahwa penaklukan adalah satu-satunya cara yang tersedia bagi Portugis untuk memperkokoh diri. Dan di mulailah eksplorasi terhadap kemaritiman Indonesia oleh Eropa dengan menaklukan beberapa wilayah di Indonesia dan tersiarlah ke negara eropa lainnya seperti Belanda, Spanyol, Inggris, dan negara eropa barat lainnya untuk mencari kekayaan hasil bumi kepulauan di Indonesia.

2. Sejarah batas laut Indonesia
Pasca kemerdekaan di tahun 1945, Indonesia telah mengalami beberapa bentuk konstitusi yang secara tidak langsung mengubah batas negara. Pada tanggal 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengambil sikap dengan menetapkan konsep wilayah perairan laut yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Inti dari deklarasi tersebut adalah laut serta perairan antarpulau menjadi pemersatu dan penghubung antarpulau, dan batas-batas wilayah laut diukur sejauh 12 mil dari garis dasar pantai pulau terluar. Deklarasi Djuanda pada akhirnya mendapat pengakuan dunia pada tahun 1982 saat diadakan Konvensi Hukum Laut Internasional di Jamaika. Dalam konvensi tersebut ditetapkan bahwa dunia internasional mengakui keberadaan wilayah perairan Indonesia yang meliputi hal-hal berikut ini. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Ada Potensi Migas?? Tapi Kok Gak Dikembangkan??

29 Oktober 2014

Lagi sedikit belajar tentang ekonomi analisis, nih sayang kalau gak berbagi. Sebentar saya masih bingung tentang statusisasi saya, saya itu geologist atau ekonom???

Potensi Migas Vs Keuntungan???

Potensi Migas Vs Keuntungan??? (sumber gambar : http://img.bisnis.com)

Di dalam pengembangan sebuah lapangan migas ada 2 faktor yang mempengaruhinya yang pertama adalah Faktor Teknis dan yang kedua Non  Teknis. Faktor teknis biasanya terkait seberapa besar prosek dan jikalau sudah melakukan sebuah pemboran adalah seberapa besar Cadangan Migas di tempat pada lapangan tersebut. Jadilah peranan orang orang bawah permukaan (Geologist, Geophisicist, dan Reservoir engineer ) akan sangat berperan disini melihat seberapa besar potensi sebuah lapangan untuk di ambil produksinya. (eksplorasi, Kalau BAHASAnya)

Setelah menemukan sebuah potensi maka para ahli migas akan merencanankan bagaimana petroleum system dan teknik yang di lakukan untuk mengambil/ memproduksi migas tersebut. Tentunya ini bukan urusan mudah untuk melakukan hal tersebut. Dan peranan ekonom migas akan mulai berperan serius di sini terutama dalam expenditure cost yang di keluarkan untuk kegiatan produksi tersebut. Namun jauh sebelum itu semua ekonom migas telah melakukan hipotesis atau istilahnya dugaan biaya yang di keluarkan  secara bisnis apabila melakukan pengelolaan migas.

1. Ekonom Vs Engineer

Kebanyakan akan terjadi benturan antara para ekonom dan engineer dalam hal perencanaan si engineer maunya A sedangkan si Ekonom berdasarkan pembiayaan maunya B, nah disinilah perlu duduk bareng antara ekonom migas dan engineer untuk menentukan komitmen pengerjaan sebuah lapangan dalam beberapa tahun. Inilah yang terjadi hampir di semua PSC, mereka punya rencanan jangka panjang dalam sebuah pengelolaan migas dan tentunya komitmen pengerjaan yang tentunya akan di diskusikan dengan lembaga/badan pemerintah terkait seperti Dirjen Migas dan SKK Migas.

Secara hitungan engineer sebuah lapangan , terdapat sebuah potensi migas namun dari perhitungan ekonom maka ternyata pengembangan lapangan tersebut tidak ekonomis. Misalnya terkait harga migas dunia yang fluktuatif, biaya produksi dan distribusi, biaya tangible dan intagible lainnya . . .  yang biasanya orang engineer lepas tangan masalah ini . . . . . Baca entri selengkapnya »


Aplikasi Injeksi Polimer Untuk Enhanced Oil Recovery (EOR)

8 April 2014
Aplikasi EOR untuk meninkatkan produksi migas

Aplikasi EOR untuk meninkatkan produksi migas

Secara umum proses perolehan minyak (oil recovery) di reservoir terdiri dari teknik produksi primer (primary oil recovery), teknik produksi sekunder (secondary oil recovery), dan teknik perolehan tersier (tertiary oil recovery.

Pada Teknik produksi primer (primary oil recovery), proses pengeboran pada sumur produksi dilakukan secara natural akibat adanya gaya dorong dari reservoir. Minyak yang terdapat di reservoir mengalir sendiri secara natural melalui jalur pori menuju sumur produksi akibat adanya perbedaan tekanan yang tinggi, yang berasal dari gaya pengembangan batuan dan gas alam, gaya gravitasi, gaya apung dari air dan gaya tolak menolak akibat pemadatan batuan reservoir.  Efisiensi pada primary oil recovery tergantung pada tekanan natural di dalam reservoir minyak.

Teknik produksi sekunder (secondary oil recovery) dilakukan ketika produksi minyak menurun akibat terjadinya penurunan tekanan reservoir.1 Teknik secondary oil recovery dapat dilakukan dengan menginjeksikan fluida seperti air dan/atau gas ke dalam reservoir untuk meningkatkan tekanan dan volume efisiensi penyapuan minyak di dalam reservoir. Berdasarkan jalur injeksi gas menuju reservoir, metode injeksi gas dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pemulihan tekanan, pertahanan tekanan, dan gas pendorong.

Dalam metode pemulihan tekanan, gas diinjeksikan ke formasi (hidrokarbon yang terbentuk di sekitar reservoir) melalui satu sumur, sedangkan sumur produksi lainnya  ditutup sampai tekanan pulih di sepanjang reservoir. Dalam metode pertahanan tekanan, gas yang berasal dari sumur produksi ditekan dan diinjeksikan ke sumur tertentu sebelum tekanan reservoir seluruhnya habis. Dalam metode ini, beberapa sumur dioperasikan sebagai sumur injeksi, dimana yang lain dioperasikan sebagai sumur produksi. Selain gas, air juga biasa digunakan dalam metode pertahanan tekanan, dimana air diinjeksikan ke sumur produksi melalui sumur injeksi dan air akan mendorong minyak melalui batuan reservoir menuju sumur produksi, metode ini biasa disebut dengan water flooding. Dalam metode pendorong gas, gas diinjeksi ke reservoir di bawah tekanan dan aliran gas kontinu dipertahankan dari sumur injeksi ke sumur produksi. Aliran gas mendorong minyak dalam bentuk film atau gelembung gas menuju sumur produksi.

Teknik produksi tersier (tertiary oil recovery) dilakukan karena teknik primary oil recovery dan secondary oil recovery belum dapat memproduksi minyak dari reservoir secara optimal (kurang dari 40%)2 dan masih banyak minyak yang tertinggal di reservoir. Teknik produksi tersier atau yang dikenal dengan istilah enhanced oil recovery (EOR) dilakukan dengan menginjeksikan fluida khusus, terdiri atas teknik injeksi termal, proses pelarutan gas dalam minyak (miscible gases), dan teknik kimiawi Baca entri selengkapnya »


Mengapa Migas Blok Mahakam Begitu Penting?

28 Februari 2013

Pembicaraan media akhir akhir ini banyak yang berbicara tentang Blok Mahakam. Secara keseluruhan pengelolaan blok Mahakam saat ini dikelola di bawah PMA yaitu Total dan INPEX. Kewenangan kontrak ini akan berakhir tahun 2017 yang artinya sudah tak lama akan terjadi tawar menawar atau apabila ada keputusan berani Pemerintah yang akan mengelolanya kembali.

Area Blok Mahakam Dan Sekitarnya (Ken Mc Clay,2000)

Area Blok Mahakam Dan Sekitarnya (Ken Mc Clay,2000)

Berdasarkan studi dan informasi bahwa keseluruhan cadangan yang tersedia di Blok Mahakam sekitar 27 triliun cubik (tcf). Sekitar 50 persen 13,5 tcf) cadangan yang dieskploitasi, dengan pendapatan kotor sekitar 100 miliar Dollar AS. Sedangkan cadangan yang tersisa saat ini sekitar 12,5 tcf. Dengan harga gas yang terus naik, Blok Mahakam berpotensi menghasilkan pendapatan kotor sebesar 187 miliar Dollar AS atau sekitar Rp. 1.700 triliun (Sumber : berbagai media), sangat di sayangkan apabila pengelolaan tersebut tidak dipercayakan oleh anak negeri khususnya lembaga atau badan usaha Migas Negara dalam hal ini Pertamina.
Pada tulisan sebelumnya tentang geologi delta mahakam (https://syawal88.wordpress.com/2012/10/24/mengenal-lebih-dekat-tentang-delta-mahakam/) dijelaskan mengapa daerah ini sangat fenomenal secara geologinya.  Baca entri selengkapnya »