Geologi Sangihe dan Talaud

21 Desember 2015

Secara tektonik, Kepulauan Sangihe merupakan bagian dari Jalur Volkanik
Minahasa – Sangihe yang membatasi Laut Sulawesi di bagian timur (Darman dan Sidi, 2000). Aktivitas volkanik di kepulauan ini umumnya berumur Kuarter dan merupakan hasil dari penyusupan Lempeng Laut Maluku di bawah Lempeng Benua Eurasia (Zulkarnain, 2002).
Batuan gunung api pembentuk Sangihe Besar merupakan batuan volkanik
berkomposisi andesitik hingga basaltik yang berumur Pliosen Awal hingga
Holosen (Samodra, 1994). Selain itu dijumpai juga batuan terobosan berkomposisi dioritik hingga andesitik. Batuan penyusun Sangihe Besar dari yang tertua hingga termuda menurut Samodra (1994) adalah: Batuan Gunungapi Biaro, Batuan Gunungapi Sahendaruman, Batuan Terobosan, Formasi Pintareng, Batuan Gunungapi Awu dan Alluvium.

2.1 GUNUNGAPI BIARO
Batuan Gunungapi Biaro dihasilkan oleh aktivitas volkanik pada akhir Neogen yang disebabkan oleh penunjaman Lempeng Maluku di bawah Busur Sangihe (Samodra, 1994). Satuan Gunungapi Biaro berupa perulangan breksi gunungapi dan lava, bersisipan tuf lapili dan batupasir tufan. Breksi gunungapi berkemas terbuka dan terpilah buruk, didominasi oleh komponen andesit dan basal. Sebagian lavanya amigdaloid bersusunan andesit-basal dengan kenampakan struktur bantal. Beberapa sisipan tuf lapili lapuk mempunyai tebal 2-3 m. Batupasir tufan yang berukuran sedang-kasar berstuktur perarian sejajar dan tak berfosil. Korelasinya dengan satuan sejenis di lengan utara Sulawesi memberi kesan umurnya adalah Miosen Akhir-Pliosen Awal. Lingkungan pengendapannya adalah darat-peralihan. Tebal satuan lebih dari 300 m. Baca entri selengkapnya »