Journey To Bayah Formation (Jalan-Jalan) -1

30 April 2014
Pantai Sawarna, Bayah

Pantai Sawarna, Bayah

Di bulan April ini ternyata ada 3 hari yang  yang sangat lumayan bagus buat “Journey” yaitu tanggal 18,19, dan 20 April, dan kepikiran bagaimana memanfaatkan waktu itu lalu tercetuslah destinasi sedikit untuk ke Lapangan (Sekalian mencuci otak yang lama di Jakarta). dan sebelum jauh mencatat kan diary perjalanan kemarin ane mau ngasih ucapin terima kasih dahulu untuk Hidayat Syah Putera, Aveliansyah, Tengku Vanessa, dan Ririn yang sudah mengijinkan cerpenist Geologi ikutan bergabung untuk merasakan nikmatnya petualanan tersebut.

Destinasi nya adalah ke Formasi Bayah, Lha Kok pakai nama formasi, bukan nama daerah??? , karena background gue geologi , gue lebih suka menamai catatan kali ini dengan sebutan untuk lokasi geologi dan jadilah kita menikmati perjalanan panjang menuju Bayah Formation. Perjalanan yang akan di tempuh +/- 7 jam perjalanan itu tampaknyalumayan ngingatkan perjalanan sewaktu melintasi perbukitan barisan dari Metro menuju Bengkulu.

Yang membedakan hanyalah jalan di perjalanan ini lumayan bagus beda dengan lintas barat menuju Bengkulu yang umumnya masuk hutan lindung dengan jalan yang memang jelek. Oke back to journey. Di destinasi kali ini akan mengunjungi beberapa tempat (padahal cuman tiga ) Pertama Pantai Sawarna (Kayak sususr pantai), kedua Pantai Legan Pari, dan ketiga adalah Goa Lalay, semuanya berada di sekitar area formasi bayah.

What Its Bayah Formation

Nama Bayah diberikan oleh Koolhoven (1933) terhadap batuan tertua didaerah Banten Selatan. Nama Bayah diambil dari nama kota kecamatan di daerah Banten Selatan, kabupaten Rangkasbitung.Batuan di daerah ini terdiri dari pasir kasar, sering konglomeratan berselang-selingdengan lempung yang mengandung batubara. Beberapa penyelidik sesudah Koolhoven seperti Musper (1939, 1940) juga memakai nama Formasi Bayah untuk satuan tersebut. Jadi intinya Bayah di ambil dari nama daerah setempat yaitu Bayahyang merupakan bagian kecamatan dan masuk di dalam Propinsi Banten.

Buku Panduan Itu Bernama Geologi

Saya, Aveliansyah dan Hidayat syah putera adalah orang dengan background yang sama, sama sama perantau dan sama sama penikmat ke-Arifan Geologi. Jadilah geologi menjadi buku panduan utama kami kemanapun kelak kami berkunjung, oke untuk seterusnya saya akan memanggil Teman saya Hidayat syah putera dengan panggilan Komet. dan 2 orang cewek yang ikut berturing dan mengenal tentang Bayah ternyata berbackgroun berbeda satu alah seorang farmasi dan satu seorang Physcolog. Jadilah secara tidak langsung dominasi background yang berkuasa sepanjang perjalanan ini dan menceritakan bagaimana karang itu bisa muncul di permukan dan bagaimana batuan itu tersingkap dengan indah layaknya ukiran alam yang tak ternilai.

Dan perjalanan menuju journey pun di mulai, dan jadilah sebuah tempat di sudut selatan kota jakarta yang sekaligus menjadi tempat berteduh sahabat saya Avel menjadi tempat Titik Poin pertemuan pertama dan Jebreeet sayalah orang terakhir yang telat maklum siang hari harus ngobrol dengan bos lama saya setelah itu shalat jumat dan kembali ke kos untuk ambil beberapa perlengkapan untuk pergi (meskipun sudah saya siapkan) tapi apa daya Allah sedang memberikan kenikmatan yaitu Hujan. .  jadilah saya harus cari Taxi agak sulit, karena akan pada mengerti mencari taksi di cuaca hujan itu kayak nyari jodoh, susah susah gampang. Baca entri selengkapnya »

Iklan