Masih banyak hal yang dapat diceritakan dari geologi Gunung Turun jikalau kita benar benar memahami keilmuan geologi itu, dan itulah hal yang bisa saya daptkan dilapangan bersama pak Andang ketika Kuliah Umumnya. Semuanya bisa diteliti asal kita ingat tentang basic dan aplikasi dari geologi tersebut. Selanjutnya setelah asyik dengan ketertarikan kita pada Gunung Turun yang merupakan hasil Intrusi magma intermediet berupa andesit porfir dengan segala keajaibannya selanjutnya kita berpindah ke Sungai, melihat Outcrop “Soft rock” atau batuan sedimen dimana merupakan sebagian besar termasuk formasi Kaligetas. Ketertarikan saya meilih tempat ini untuk dijadikan lapangan karena tak lain banyak ilmu tentang sedimentasi yang bisa saya peroleh disini mulai dari struktur sedimentasinya, lingkungan pengendapan, komposisi batuan, dan lainnya. Dan tentu saja pak Andang segera memberikan ilmunya kepada kita dilapangan, dan sungguh nikmat ternyata kalau kita kuliah langsung mengaplikasikannya di Lapangan menurut saya mestinya metode metode seperti hn arus sering diterapkan daripada kita duduk terdiam di Bangku dengan suasana kelas yang monoton. Dari hasil dilapangan tersebut pak Andang mengajarkan apa itu channel bar, apa itu deposit bar, apa itu point bar bagaimana pembentukan coarsening Upward , bagaimana juga pola pengendapan Fining Upwards hal tersebut dituntaskan secara blak blakan dan hanya satu kata yang bisa menggambarkan perasaan saya tersebut pada kegiatan Lapangan di Outcrop Kali Babon sehari bersama Pak Andang, Suatu saat nanti Saya Ingin Seperti Dia…..
Back to Basics: Look at the Rocks with Dr. Andang Bachtiar (Part I)
21 November 2009Hari sejarah bagi perkembangan diri saya dan tentunya bagi mahasiswa geologist UNDIP yang mengikuti kuliah pak Andang Bachtiar, seorang geologist yang tentunya sudah tidak asing lagi dikalangan akademisi geologi karena beliau sempat menjabat sebagai ketua IAGI. Penjelasan nya memang sangat basic namun itulah yang terpenting dari kuliah lapangan ini kita diingatkan lagi bahwa basic atau dasar itu tidak boleh dilupakan. Kuliah lapangan itu dilakukan pada daerah Gunung Turun dan juga pada daerah Outcrop Sungai Kali Babon disekitar wilayah Bukit Kencana. Siapa sangaka dari sebuah tempat banyak hal yang dapat dicceritakan geologynya dan hal itu terbukti dari geologi daerah gunung Turun, Gunungpati, Kota Semarang yang merupakan wilayah intrusi andesit porfir memang merupakan sebuah fenomena yang layak diangkat sebagai sebuah cerita pendek menarik geologist.
Tugas Praktikum Geologi Struktur
19 November 2009Maaf baru bisa ngasihin sekarang dan semoga gak terlambat, inget lpengumpulan laporan lebih cepat lebih baik, kali kali dapat nilai plus….
Soal Untuk Laporan
1.Tentukan titik β (Sumbu Proyeksi Lipatan dari struktur Antiklin Gower) dengan data sayap lipatan sebagai berikut
N234E/45 N246E/15 N25XE/3X
N 34E/48 N 40E/30 N 2XE/22
2.Diketahui sesar dekstral pada daerah Bicak Pati, berarah barat laut sampai tenggara dengan kedudukan strike N310E/4X pada bidang sesar terdapat striasi sebesar 10 tentukan σ1, σ2, dan σ3.
3.Diketahui dua sesar konjugate yang berpasangan pada daerah perbukitan Meteseh masing masing N4XE/70NW dan N5XE/60NE tentukan net slip 1 dan 2, σ1, σ2, dan σ3 pada gaya pembentuk sesar tersebut.
Baca entri selengkapnya »
Biopori, Teknologi Pencegah Banjir
19 November 2009Biopori adalah lubang lubang didalam tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme. Lubang lubang tersebut nantinya dapat terisi oleh air dan udara. Biopori tidak jauh beda dengan sistem sumur resapan namun dengan biopori ini juga dimaksudkan tidak hanya untuk mencegah banjir tapi mengembalikan kandungan kimia tanaman lebih baik lagi. Bagi seorang geologist kita tidak harus memikirkan tentang keuntungan semata namun juga kita harus memikirkan bagaimana bumi ini terbentuk kedepannya untuk anak cucu kita. Bopori hanya satu dari sekian ratus ribu cara untuk menyelamatkan bumi ini terutama dari banjir dan tanah yang rusak. Jikalau reboisasi kita harus menunggu 4-5 tahun lagi untuk lebih dapat digunakan tidak halnya dengan biopori sistem ini dapat memungkinkan untuk mencegah banjir sedini mungkin.


Gambar Pemanfaatan Biopori
Pemanfaatan biopori ini semestinya akan lebih baik dimanfaatkan pada daerah daerah recharge dan sebagian pada daerah discharge (Daerah Konsumsi Air). Namun biopori ini tidak hanya terbentuk secara alami namun kita juga semestinya mampu membuatnya secara manual. Bagaimana caranya? caranya adalah membuat lubang dengan diameter kecil sekitar 10-15 cm dengan kedalaman bervariasi. jikalau disetiap rumah kita daspat membuat biopori yang sangat sederhana ini, bukan tidak mungkin teknologi terapan ini menjadi jawaban dari bencana banjir yang selalu meresahkan ibukota namun alangkah lebih baik juga apabila setidaknya pemerintah pemerintah daerah terus memikirkan bagaimana cara mengamankan zona resapan atau zona hijau di seluruh penjuru indonesia yang terus hilang akibat keserekahan manusia.
Geothermal Energi Baru Yang Favorit “Terlupa”
16 November 2009Sebuah kalimat yang fenomenal dan miris apabila kita melihat kekayaan potensi panasbumi Indonesia namun tidak pernah kita pikirkan bagaimana kita bisa memanfaatkan kekayaan energi tersebut saat ini minimal untuk tenaga listrik saat ini. Potensi Geothermal kita saat ini 23500MWe namun yang baru dimanfaat kurang dari kisaran 2000Mwe. Fenomenal dan tentunya miris, Fenomenal karena cakupan listrik dari geothermal semestinya dapat memenuhi kebutuhan listrik Indonesia saat ini, dan mirisnya ditengah kekayaan energi listrik saat ini ternyata masyarakat indonesia masih tetap dilanda mati lampu. Alhasil dari mati lampu tersebut berapa waktu yang terbuang bangsa ini.
Geothermal adalah energi yang begitu prospektif untuk bangsa ini tak lain dan tak bukan karena adanya gunung gunung api yang selama ini banyak yang menganngap adalah daerah rawan bencana letusan dan gempa namun dibalik itu semua gunung gunung tersebut ternyata dapat bersahabat baik dengan manusia melalui sumber panas yang ia hasilkan.dari energi tersebut geothermal bisa menjadi pilihan favorit kita ketika energi fosil sudah menipis dan ketikan gas gas dan LNG sudah tidak mampu dibeli oleh hutang indonesia. Saat ini mestinya Indonesia harus mengatakan Ya , “Kita Mampu Menjadikan GeothermAL sebagai Energi Utama bukan Energi biasa Atau No sekian dan kita harus berani mengatakan bahwa Geothermal Adalah SUmber utama energi listrik Indonesia
Indonesia Si Atlantis yang Hilang
2 November 2009“Atlantis the Lost Continents Finally Found” sebuah buku yang saat ini menghebohkan dunia pariwisata bukan karena pengarangnya bernama tapi isi dari buku tersebut yang intinya menjelaskan bahwa sebuah negeri kaya yang hilang didasar samudera yang melegenda itu adalah negeri kita, INDONESIA, WOw…. Keren gak… ini ada sedikit kutipan yang saya dapatkan dari sebuah milis tentang atlantis yang hilang tersebut
Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak
kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (!).
Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu
adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban
yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang
tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai
hukuman dari para Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa,
dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa
peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.
Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai
ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga
sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah
negeri dongeng semata.
santos
<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/santos.gif
> Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis
tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah.
Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya.. Dia
mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama
29 tahun terakhir ini.
Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah
ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik,
Ethnologi, dan Comparative Mythology.
Kualifikasi Santos dapat dilihat dengan cara di KLIK DISINI
<http://atlan.org/author/resume.htm> .
Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu
ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di
Internet, dan websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah
dikunjungi sebanyak 2.500.000 visits.
Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke
dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari Pemerintah RI.
Sebagaimana dapat diikuti dari websitenya, Plato menulis tentang
Atlantis pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia
Barat (Western World).
Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini
hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah
sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia
menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah
realitas absolut ?
Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas,
batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran
benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi,
memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater,
musik, dan olahraga.
wah mengagetkan bukan
Gempa Bisa Diprediksi kapan Terjadinya????
31 Oktober 2009Ada sebuah tulisan blog yang menarik untuk dicermati tentang gempa yang bisa diprediksi, KAPAN TERJADINYA??? blog klik disini yang menurut saya itu hanya memprediksi masih meakai perkiraan dan data statistik yang menurut saya juga hanya dibuat buat biar seperti sempurna padahal tidak semua bisa sempurna sedsuai data statistik yang ada.
Bagi semua ilmuwan terutama Geoscientist kapan terjadinya bukanlah hal yang mudah untuk memastikannya apalagi sifat gemmpa yang selalu berubah kejadian tempat dan waktunya tanpa meandang negara atau siapapun. Apalagi data data yang diterapkan debngan cara mengkaitkan data statistik tersebut tidak dikaitkan dengan pengetahuan geoscience seperti data data patahan dan data bawah permukaan, tentunya prediksi tersebut hanya sebatas menebak nebak saja… Tapi seandainya pkita bisa mampu memprediksi gempa tersebut betapa ahlinya orang tersebut bisa tahu kapan gempa terjadi. Bukankah Gempa itu barang yang abstrak dan susah diprediksi??? Dr.RJ.Roberts Phd sebaiknya perlu mengoreksi lagi hasil prediksinya akan gempa
Pak Gubernur Kok Marah…..
29 Juli 2009
beberapa hari lalu termuat beberapa komentar tanggapan gubernur terpilih Jateng pak Bibit tentang kekesalan terhadap tidak jadinya semen gresik masuk pati salah satu penyebabnya karena adanya LSM yang ngompor ngompori bahwasanya daerah sukolilo ( Sumber bahan Gamping Untuk Semen Gresik) tidak layak untuk dilakukan penambangan karena berbagai hal dan masyarakat disana juga umumnya mendukung. Gara gara itu 5 triliun melayang dan pindah ke Tuban. Sebagai seorang calon geologist mau tidak mau ini dapat dijadikan bahasan pembelajaran yang menarik terutama dari sisi geologi dan kemanusiaannya.
Bagaimana tidak daerah sukolilo dan pegunungan kapur utara merupakan daerah yang sangat kaya akan potensi batugamping yang menjadi bahan dasar semen, selain itu secara aspek geologi dan geomorfologi daerah ini menjadikan daerah cakupan karst yang cukup luas. Dari sisi kemanusiaan pun apabila dilakukan penmabangan tentunya akan menjadi aspek positif didalam pengurangan pengangguran Tapi dari segi positif itu ternyata lebih banyak negatifnya misalnya saja kerusakan alam yang timbul, hilang prospek mata air,kerusakanan alam dan munculnya polusi udara akibat proses penambangan itu berlangsung. uang 5 triliun itu masih terlalu kecil untuk membeli kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat pati umumnya, tapi yang saya tahu pak bibit itu orang militer mestinya sudah sepaptutnya berpikir bijak sama halnya ketika ia melaksanakan tugasnya……
Mineral Alterasi
26 Juni 2009- Sekedar bagi bagi ilmu ya gak banyak sih maklum hasil saduran dari tugas yang diambil dari beberapa s
-
1. Andalusite.
- Sifat Fisik. :Mineral ini secara dominan mempunyai warna kemerahan/cokelat; sedangkan kekerasan 6,5 – 7,5 skala mohs; mudah hancur, kilap kaca, dapat ditembus oleh cahaya, belahan 1 arah, pecahan uneven/irrengular, conchoidal; densitas 3.13 – 3.16 g/cm3, bentuk tabular.
- Sifat Kimia. : Komposisi kimia yang penting Al, O, Si; merupakan salah satu mineral anggota grup Silimanite, Andalusite – Kaoninite series; mengandung silikat aluminum; rumus kimia Al2[OlSiO4].
- Sifat Optik ;Sistem kristal orthorombic, termasuk dalam kelas dipyramidal, tidak mempunyai kembaran, berbentuk euhedral dan seperti kolom, optik (α = 1.632, β= 1.638, γ = 1.634)
- Lingkungan Pembentukan;Lingkungan terbentuk pada daerah metamorfosa kontak dan metamorfosa regional yang terbentuk oleh proses metamorfosa dari batuan serpih aluminium, sehingga terlihat bentukan bentukan penjajaran mineral pada batuan yang terdapat mineral ini dan sering berasosiasi dengan kuarsa.
- Baca entri selengkapnya »
Reklamasi Pantai Marina
19 Juni 2009Pertumbuhan dan perpindahan penduduk yang semakin pesat telah menimbulkan permasalahan yang pelik bagi tempat dimana mereka tinggal. Tidak hanya peningkatan angka kriminalitas tetapi juga kerusakan lingkungan yang semakin parah. Pertambahan jumlah penduduk menuntut pula bertambahnya tempat tinggal. Sayangnya, lahan yang diperuntukan untuk pemukiman di setiap kota terbatas, bahkan semakin lama luasnya semakin berkurang karena beralihfungsi menjadi pusat perbelanjaan dan perkantoran.
Desakan kebutuhan ekonomi menyebabkan wilayah pantai yang seharusnya menjadi wilayah penyangga daratan menjadi tidak dapat mempertahankan fungsinya. Daerah sepadan pantai, dihitung 100 meter dari pantai pada waktu pasang tertinggi, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990, tidak bebas lagi dari kegiatan pembangunan.
Ribuan hektare lahan di pesisir pantai utara Jawa Tengah musnah tergerus abrasi. Data di Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah menyebutkan saat ini setidaknya abrasi telah menghilangkan 1.486 hektare lahan. Data tersebut baru mencantumkan abrasi di Kabupaten Pati, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, dan Brebes. Jika data tersebut ditambah abrasi di Rembang, Batang, Pekalongan, Kota Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan Kota Tegal, dipastikan luas lahan yang terkena abrasi bisa mencapai dua kali lipat lebih. “Kecenderungannya dari tahun ke tahun luas abrasi terus mengalami peningkatan.” Kota semarang sendiri mencapai kerusakan seluas Semarang 154 hektare. Sekitar 80 Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh syawal88
Ditulis oleh syawal88
Ditulis oleh syawal88